Kamu Milik Ku

Kamu Milik Ku
Fitnah untuk Ahn


__ADS_3

"Pak Ahn, ini keras sekali bisa tolong bantu aku?" Gadis yang di hadapan Ahn memperlihatkan sedikit dada nya bersuara selembut mungkin sambil membuat ekspresi wajah yang manja."


Alexsa kebetulan lewat dan melihat para gadis itu, baru saja Ahn ingin mengambil botol soda itu, tangan Alexsa langsung meraih nya.


"Biar aku saja." Alexsa langsung memukul kan kepala botol kaca itu ketempat mereka makan dan tutup botol serat leher botol itu pecah. Alexsa langsung menuang nya ke gelas wanita itu.


"Sudahkan? Alexsa tersenyum datar menatap para gadis itu."


Ahn tersenyum melihat tingkah Alexsa.


Para gadis itu langsung murung dan menutup lagi kancing baju mereka.


"Lain kali kalau kesusahan membuka botol nya, buka saja langsung didepan kulkas itu kan sudah disedikan cara membuka tutup botol nya." Alexsa membungkuk disamping mereka dan menunjukkan ke arah lemari es besar di belakang Ahn.


Para gadis itu menganguk, lalu Alexsa pergi dan duduk di luar kantin, memakan roti bakar nya.


Ahn menyusul Alexsa keluar dan meninggalkan gadis-gadis itu.


"Hei, apa kau cemburu?" Ahn langsung duduk disamping Alexsa.


"Ha? Kenapa aku harus cemburu, aku bahkan tidak peduli dengan mereka." Alexsa tetap memakan roti.


"Lalu kenapa sikap mu ketus begitu saat mebantu mereka?" Ahn mengangkat alis nya saat berbicara dengan Alexsa.


"Kau tidak lihat?" Mereka itu tidak sopan, kenapa mereka mau memperlihatkan dada mereka ke arah mu?" Aku hanya ingin melindungi mereka dari pria mesum seperti mu." Alexsa menujuk kening Ahn dan mendorong nya menjauh.


"apa? Aku mesum? Kenapa kau berpikir begitu?"


"Kau ini tidak mau mengaku yah, sudah berapa kali kau berhusaha melihat dada ku ha?"


"Berusaha? Aku bahkan sudah melihat semua nya." Ahn tertawa mengatakan itu."


"Apa?" Alexsa terkejut dengan jawaban Ahn.


"Hahaha...tidak, tidak aku hanya becanda." Ahn mengigit roti bakar di tangan Alexsa.

__ADS_1


Ahn masih mengunyah roti itu dan tersenyum melihat wajah Alexsa.


"Tidak apa, aku deluan yah." Ahn berdiri dan merapihkan jas nya sebelum pergi ia juga meminum air yang Alexsa letakkan disamping Ahn.


"Heh, dia itu kenapa? Apa ada masalah dengan otak nya?" Alexsa heran melihat perubahan sikap Ahn.


Saat di ruang kerja, Ahn berpikir bagaimana cara membuat cinta kembali dalam diri nya. Dia sudah berhusaha dekat dengan Alexsa. Tapi tidak merasakan perasan apapun.


Saat sedang memikirkan itu, seseorang resepsionis datang keruangan Ahn. Wanita itu masuk sambil menangis.


"Ada apa?" Ahn melihat wanita itu yang menangis keruangan nya.


"Pak, apakah saya bisa meminta waktu anda sebentar." Pegawai itu berdiri di hadapan Ahn.


Ahn juga berdiri dan mengarahkan wanita itu untuk duduk di sofa di depan meja kerjanya.


"Tentu, untuk apa itu?


Wanita itu mengaku kalau dia sedang kesulitan dalam ekonomi, ibu nya sedang sakit dan ingin segera di operasi tapi dia tidak memiliki uang." Jadi dia datang pada Ahn agar Ahn mau meberikan nya uang untuk pengobatan ibu nya.


Saat sedang bertanya hal itu sekelompok pegawai masuk dan melihat mereka berdua, Ahn berdiri di depan resepsionis itu, sedangkan sih resepsionis sedang duduk menangis.


"Ada apa kalin masuk?


"Pak, anda membayar nya yah? Apa dia juga salah satu simpanan anda?" Para pegawai langsung membuat kesimpulan sendiri.


"Apa? Kalin ini kenapa? Dia hanya ingin sedang meminjam uang untuk pengobatan orang tua nya." Ahn merasa tidak terima dengan tanggapan para karyawan.


"Bapak tidak usah malu, akui saja pak." Sih resepsionis mengganti percakapan mereka seolah-olah memang dia adalah simpanan Ahn.


"Ada apa ini? Alexsa yang tiba-tiba lewat juga melihat ke dalam.


Kau ini bicara apa? Jika hanya ingin menjebak ku sebaiknya kau akui saja!" Ahn merasa kesal dengan orang-orang yang selalu menuduh nya menyembunyikan wanita.


"Kalian ini kenapa? Apa aku pernah terbukti menyimpan seorang wanita? Aku ini pria baik-baik. Walau pun aku ditinggal isteriku tapi aku tidak pernah mencari wanita lain untuk bersenag-senang." Ahn menjelaskan dengan nada marah pada para karyawan itu.

__ADS_1


"Hei kau, kenapa hidup mu terlalu banyak drama ha? Kau mencoba menjebak Ahn kan? Aku sudah mendengar semua nya tadi saat di kantin." Alexsa masuk dan langsung memarahi resepsionis yang pura-pura menjadi korban Ahn.


"Alexsa, kau jangan ikut campur. Dia sudah menyimpan ku selama 5 bulan dan sekarang dia harus bertanggung jawab atas perlakuan nya." Resepsionis tetap menuduh Ahn.


"Tanggung jawab apa? Aku dengan jelas kau menelpon pacar mu saat di luar kantin tadi bahwa kau hamil di luar nikah dengan pacar mu sedangkan pacar mu tidak mu bertanggung jawab. Kau jangan melempar masalah ini pada Ahn,!" Alexsa yang mendengar percakapan sih resepsionis dengan pacar nya tadi menjelaskan semua nya.


Sih resepsionis panik karena kebohongan nya terbongkar.


"Kalian ini kenapa? Kenapa kalian semua ingin menjebak saya? Memang nya saya seburuk itu sampai kalian menuduh saya dengan hal yang tidak benar. Kalau kalin merayu untuk menjadi isteri saya, kalian sudah terlambat karena saya akan segera menikah." Ahn memberikan kejelasan pada karyawan nya.


"Menikah? Apa bapak akan kembali pada Helen?" Karyawan lama yang mengetahui masa lalu Ahn bertanya saat mendengar tentang pernikahan Ahn."


"Tidak, saya sudah punya pengganti yang lebih baik dari wanita itu." Ahn tersenyum menatap Alexsa.


"Siap?" Para karyawan berbisik dengan antusias."


Ahn langsung menarik pinggang Alexsa dan merangkul pinggang nya."


"Saya akan menikahi Alexsa.


Alexsa terkejut sekaligus senang karena semua isu tentang nya akan segera hilang.


"Apa? Bapak akan menikahi Alexsa? Bapak akan menikahi yang ke 2 loh? Apa pak Zhang tidak mempersalahkan itu?" Karyawan muda yang sesuai Alexsa heran dengan pernyataan Ahn.


"Tidak, di pernikahan saya yang sekarang tidak akan ada yang melarang. Kalian semua saya undang dan akan ada banyak pengusaha terkenal yang akan saya undang." Ahn tersenyum pada karyawan.


"Kapan pernikahan itu terjadi?" Karyawan berkacamata yang satu ruang dengan Alexsa bertanya dengan antusias.


"Akhir minggu ini, berarti 5 hari lagi."


Mendengar pernyataan itu ada karyawan yang senang ada juga yang tidak. Alexsa akhirnya merasa lega karena tuduhan atas nya sekarang sudah dibersihkan oleh perkataan Ahn.


Para karyawan yang ada diruangan itu langsung membagikan kabar pada karyawan lain. Dan tinggallah Alexsa dengan Ahn diruangan kerja itu berdua.


"Bagaimana aku sudah membuktikan aku akan bertanggung jawab bukan. Apa kau masih meragukan ku? Ahn menatap Alexsa dengan sangat dekat.

__ADS_1


__ADS_2