KAU GADAIKAN DIRIKU

KAU GADAIKAN DIRIKU
10. Palsu


__ADS_3

"Sepertinya gadis kecil ini sangat terpaksa menerima perjodohan ini. Kalau begitu akan lebih mudah menyingkirkannya nanti bukan? untuk sementara aku harus berpura-pura baik dulu sama dia, sampai aku resmi dinobatkan sebagai direktur utama HANG GROUP. Barulah aku akan mencampakkannya," batin Decky.


Decky menatap Deva yang tampak sibuk dengan ponselnya, padahal waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam. Decky perlahan mendekati Deva, dan meraih ponsel istrinya itu. Deva yang terkejut, hanya bisa menatap Decky dengan tatapan bertanya.


"Maaf kalau aku mengejutkanmu. Tapi ini sudah jam 9 malam, nanti matamu sakit loh kalau lihat ponsel terus. Sekarang mending kamu beristirahat, kamu pasti capek kan?" tanya Decky.


"Ya." Jawab Deva singkat.


"Aku tahu kamu terpaksa mengikuti perjodohan ini. Oleh karena itu aku akan tidur disana, sementara kamu tidur di ranjang. Jadi kamu tidak perlu khawatir. Aku tidak akan menyentuhmu, sebelum kamu siap," ucap Decky.


"A-Apa itu sungguh tidak apa kak? a-aku jadi tidak enak," tanya Deva.


"Tidak apa. Kita saling mengenal dulu satu sama lain ya? tidak usah terburu-buru. Tapi tentu saja ini rahasia kita berdua. Kamu tahu sendiri kan kakekku dan orang tuamu seperti apa? kalau ketahuan, bisa-bisa kita di sate hidup-hidup," ucap Decky sembari terkekeh yang kemudian diikuti Deva.


"Ternyata dia orang baik. Kalau dia sebaik ini, mungkin saja suatu saat pernikahan terpaksa ini akan berubah jadi sungguhan," batin Deva.


"Pejamkanlah matamu! Kakak juga sudah mengantuk," ujar Decky sembari tersenyum.


Deva perlahan memejamkan mata. Saat melihat mata Deva sudah terpejam, senyum Decky yang semula terbit mendadak hilang.


"Mau menyentuhmu? mimpi saja kamu gadis ingusan. Tunggu sampai semuanya dalam genggamanku, akan kubuat kamu dan keluargamu yang mata duitan itu jadi gembel," batin Decky.


Cekrekkk


Decky mengambil foto Deva dan foto dirinya yang dalam keadaan terpisah. Setelah itu dia mengirimkannya pada Olivia, agar kekasihnya itu tidak gelisah dan cemburu. Setelah itu barulah Decky memejamkan mata karena dia juga sangatlah lelah.


🌶️🌶️🌶️🌶️


"Kak,"


"Hem?"


"Bangunlah! ini sudah hampir jam 8. Nanti kakak melewatkan sarapan," ucap Deva sembari menyentuh kaki Decky.


Decky menggeliatkan tubuhnya kekiri dan kekanan. Deva sedikit merasa bersalah, karena Decky tidur disofa.

__ADS_1


"Maaf ya kak? badan kakak pasti pegal ya karena tidur di sofa yang sempit?" tanya Deva.


"Nggak apa. Kakak nggak mau kamu merasa nggak nyaman karena ada kakak disebelah kamu." Jawab Decky.


"Makasih ya kak. Karena kakak sangat mengerti aku saat ini. Tapi untuk malam selanjutnya, nggak masalah kok kalau kita mau berbagi ranjang. Anggap saja tahap pengenalan kan?" ucap Deva.


"Mengerti kamu apa? aku hanya ingin menyelamatkan diriku sendiri. Meski aku ini bukan pria yang baik, tapi aku ini tipe pria setia. Bagiku jelas Olivia segalanya," batin Decky.


"Boleh juga kalau kamu tidak keberatan." Jawab Decky.


"Ya udah kakak bersih-bersih dulu gih. Setelah itu kita sarapan sama-sama ya?"


"Baiklah. Tunggu saja kakak dibawah, nanti kakak nyusul." Jawab Decky.


Decky kemudian berlalu ke kamar mandi. Deva menatap pintu kamar mandi yang tertutup. Dia tersenyum senang, karena bayang-bayang menikahi pria dewasa dan mesum, sama sekali tidak terjadi dalam pernikahannya.


"Kak Decky sangat baik. Aku juga harus bersikap baik padanya. Dengan begitu mungkin kami bisa cepat saling mencintai," batin Deva.


Deva bergegas turun kebawah. Dia ingin menyiapkan sarapan untuk Decky dengan tangannya sendiri.


"Loh kamu mau bikin sarapan apalagi? mama sudah buatkan sarapan nasi goreng dan telur ceplok," tanya Yasmin.


Yasmin dan Edward saling berpandangan, saat melihat putrinya itu tidak lagi murung dan terlihat ceria kembali.


"Biarkan saja dia melakukan apapun sesuka hatinya, yang penting hubungan dia dan Decky aman-aman saja. Dan kita jadi ketularan aman," bisik Edward yang kemudian diangguki oleh Yasmin.


Setelah sendwich buatan Deva jadi, Decky terlihat menuruni anak tangga dengan wajah segar dan tampan. Deva menoleh kearah pria itu dan tersenyum.


"Pagi pa, pagi ma," ujar Decky dengan ramah.


"Duduklah nak! lihat istrimu, dia tampak sibuk membuatkan sarapan khusus untukmu. padahal mama sudah buatkan sarapan nasi goreng," ucap Yasmin.


"Jangan banyak-banyak buat makanan. Kalau kebuang sayang. Jadi mubazir dan dosa," ucap Decky.


"Aku cuma buat khusus untuk kakak saja. Barangkali kakak tidak suka sesuatu yang berminyak dipagi hari," ujar Deva sembari menyodorkan empat potong sendwich didepan Decky.

__ADS_1


"Waduh ma. Maaf nih ma, sepertinya aku harus menyantap buatan istriku. Kalau nggak nanti aku dipaksa tidur diluar," ucap Decky sembari terkekeh yang disusul oleh kekehan Deva, Edward dan Yasmin.


"Heh...sepertinya aku sudah berhasil membuat mereka percaya kalau aku menyukai keluarga ini. Selamat menikmati kebaikkan palsu yang aku sajikan," batin Decky.


"Ternyata kak Decky pribadi yang menyenangkan ya? dia memang suamiku, tapi sepertinya dia juga asyik kalau diajak berteman. Ternyata perjodohan tidak selamanya buruk," batin Deva.


"Oh ya. Apa kalian sudah merencanakan rencana bulan madu kemana?" tanya Yasmin.


Uhuukk


Deva tersedak air minum, saat mendengar pertanyaan Yasmin. Sementara Decky, menghentikan kunyahannya dan kembali memperlihatkan senyum palsunya.


"Kalau aku sih nurut apa kata Deva saja ma. Kalau dia mau bulan madu didalam negeri boleh, mau keluar negeri juga boleh," ucap Decky.


"Dia begitu menghargaiku, padahal untuk laki-laki sedewasa dia, seharusnya masih menganggapku anak-anak. Tapi dia tidak memperlihatkan itu padaku. Kak Decky, kalau kakak seperti ini terus, bukan tidak mungkin aku lebih cepat jatuh cinta sama kamu kak," batin Deva.


"Deva. Kok kamu malah ngelamun sih! tuh dimintai pendapat sama suami kamu," ujar Yasmin.


"Kalau aku sih juga terserah kak Decky saja." Jawab Deva tersipu.


"Akan aku lihat dulu jadwalnya ya? soalnya pekerjaan kantor masih sangat numpuk. Aku akan cepat selesaikan semuanya, biar acara bulan madunya nggak ke ganggu," ujar Decky.


"Iya kak." Jawab Deva yang sama sekali tidak keberatan.


"Bulan madu? heh! bulan madu saja sana sama hantu. Kalaupun nanti pergi, maka aku akan mengajak Olivia juga. Aku harus membicarakan soal ini dengan Olivia. Bisa gawat kalau kakek tiba-tiba maksa kami buat bulan madu," batin Decky.


"Jadi hari ini kalian punya rencana apa?" tanya Edward.


"Nggak ada pa. Mungkin seharian akan didalam kamar."Jawaban Decky yang ambigu membuat Yasmin dan Edward senyum-senyum sendiri.


"Ini susunya kak," ujar Deva, saat melihat Decky menyudahi makannya.


"Makasih ya? ternyata punya istri enak juga,"


ujar Decky yang membuat Deva jadi salting.

__ADS_1


"Gadis ingusan ini masih sangat polos. Bahkan mendengar gombalan receh seperti itu saja wajahnya sudah bersemu merah. Dengan begini dia pasti mengadu yang baik-baik tentang aku pada kakek," batin Decky.


Setelah selesai sarapan Decky dan Deva memang kembali ke kamar. Tapi bukan buat hal yang macam-macam. Deva malah mengajak Decky bermain game mobile legend bersama-sama.


__ADS_2