
6 hari Leoni berjuang mencari pekerjaan, namun hasilnya nihil. Kini dia sedang menangisi nasibnya diatas trotoar. Sudah hampir 7 hari Kayla di rumah sakit, maka biaya rumah sakit sudah mencapai angka 14 juta. Uang 500 pegangan dari yasmin hanya tinggal 100 ribu untuk biaya dia wara wiri mencari kerja dan biaya dirinya ke rumah sakit untuk mengurus putrinya.
"Aku harus bagaimana sekarang? aku benar-benar sudah menyerah. Hiks...."
Leoni terisak. Hatinya benar-benar perih saat ini.
Tring
Tring
Tring
Leoni menyeka air matanya, dan menjawab telpon yang berasal dari rumah sakit.
"Bu Leoni. Kami ingin memberi tahu kalau Kayla saat ini keadaannya semakin kritis. Cairan nanah diparu-parunya menumpuk kembali dan harus segera dikeluarkan. Ibu Leoni harus menebus obat penting, ibu harus datang kemari untuk menyelesaikan administrasi obat itu."
"Suster saat ini saya belum punya uangnya. Saya mohon lakukan dulu yang terbaik buat anak saya. Saya janji besok saya akan membawa uangnya," ucap Leoni dengan penuh permohonan.
"Bu. Saya juga ingin mengingatkan biaya rumah sakit sudah mencapai 14 juta. Ibu juga harus memikirkan itu. Jangan sampai pengobatan Kayla dihentikan karena anda tidak bisa bekerja sama," ucap suster.
"Tolong saya dulu sus. Saya janji akan melunasi semuanya besok," entah Leonipun tidak tahu dia mendapat keberanian darimana berbohong seperti itu. Jangankan membayar rumah sakit dan menebus obat, dirinya bahkan tidak mampu membeli makanan yang layak.
"Baiklah bu. Tapi ibu segera datang besok untuk menyelesaikan semuanya," ujar Suster diseberang telpon.
"Baik sus...tolong ya sus," ucap Leoni.
"Baik bu. Selamat siang," ucap Suster itu dan kemudian mengakhiri panggilan itu.
Leoni tidak ingin membuang waktu lagi, dia bergegas pergi ke rumah Dita sahabatnya sewaktu kuliah dulu. Dita memang teman satu angkatan saat kuliah, mereka juga sangat akrab. Tapi meski begitu, mereka tidak pernah ikut campur urusan pribadi masing-masing. Leoni tidak pernah usil atau menjauhi Dita karena gadis itu sampai saat ini masih betah menjadi wanita simpanan seorang pengusaha. Gaya hidup Dita memang tinggi, dia tidak bisa hidup tanpa uang. Beruntung dia memiliki paras yang cantik, meskipun terlahir dari keluarga yang sederhana.
Tok
Tok
Tok
Ceklek
__ADS_1
Dita membuka pintu dengan wajah bantal. Karena sering begadang tiap malam diatas ranjang panas, siang hari Dita jadikan ranjangnya sebagai peraduan nyaman untuk mencari modal buat matanya begadang saat malam harinya. Dita memang sudah resign dari pekerjaannya sebagai sekretaris, karena dia mampu menggaet direktur utama yang mempekerjakannya disana.
"Leoni? masuklah!" ucap Dita yang langsung melek saat melihat Leoni berada dihadapannya.
Leoni langsung memeluk Dita sembari menangis.
"Sepertinya gue tahu ujung dari tangisan loe ini. Maaf ya Ni, gue nggak bisa bantuin loe. Setiap Om Jason memberikan uang, uangnya selalu gue transfer buat emak gue di kampung. Loe tahu sendiri kan? adik gue ada dua yang sekolah. Sisa uangnya gue pakai buat mempercantik diri, kalau nggak cantik pasti pohon duit gue kabur," ucap Dita.
"Kenalin gue dengan om-om tajir yang loe bilang itu," ujar Leoni tanpa basa basi.
"L-Loe serius? kalau laki loe tahu gimana?" tanya Dita.
"Gue nggak perduli. Ada laki dengan nggak ada laki sama aja. Ada laki juga cuma status doang. Dia nggak tanggung jawab sama gue dan sama anaknya. Jadi ngapain gue perduli?"
"Sekarang kalau dia mau nyerein gue, gue hayuk aja. Bodo amat! jadi please bantuin gue," sambung Leoni.
"Baiklah. Tapi dandanan loe nggak bisa kayak gini. Loe harus tampil cantik dan seksi. Gue akan pinjamin loe baju, dan kita temuin om perjaka tua."
"Om perjaka tua gimana?" tanya Leoni.
"Ya. Dia tampan dan kaya, tapi tidak minat menikah. Karena dia trauma sebagai anak dari broken home. Dia takut kalau menikah akan bercerai, dan anak yang akan menjadi korban. Umurnya 45 tahun." Jawab Dita.
"Loe tenang aja. Kalau om Vino suka sama loe, berapapun yang loe minta pasti akan dia kasih. Loe cuma perlu service dia dengan baik. Kalau dia suka dengan service loe, maka biasanya akan di kontrak selama 6 bulan," ujar Dita.
"E-Enam bulan?" tanya Leoni.
"Ya 6 bulan. Kalau dia masih cocok sama loe, maka bisa dia perpanjang lagi untuk 6 bulan kedepan." Jawab Dita.
"Kenapa harus 6 bulan? kenapa tidak sebulan saja?" tanya Leoni keberatan.
"Siapa kali yang mau Ni. Gelontorin duit ratusan juta cuma bisa pakai sebulan dong. Terlebih loe itu sudah nggak bersegel dan sudah pernah melahirkan. Makanya loe berdo'a saja moga om Vino suka sama goyangan loe, jadi dia mau buat kontrak sama loe." Jawab Dita.
Leoni tampak berpikir keras. Nuraninya jelas sangat menolak pekerjaan hina itu.
"Kamu bisa membatalkan niatmu itu sebelum terlanjur. Tapi nyawa Kayla nggak bisa nunggu buat kamu berpikir selama itu," sambung Dita.
Leoni memejamkan matanya, dengan kepala menengadah keatas. Hanya satu kata yang dia rasakan saat ini. Yaitu sakit, sakit hati pada Ferdy yang membiarkannya harus tercemplung kedunia kotor.
__ADS_1
"Gue akan coba demi Kayla," ujar Leoni dengan bibir bergetar.
🌶️🌶️🌶️🌶️🌶️
Ting tong
Ting tong
Ting tong
Ceklek
"Bi. Om Vinonya ada?" tanya Dita pada seorang pelayan yang sudah membukakan pintu untuk mereka.
"Ada non. Silahkan masuk," ujar Pelayan yang memang mengenal Dita karena sering datang bertamu bersama Jason.
Leoni menatap disekeliling rumah Vino. Rumah itu memang mewah, tapi Leoni memang bisa merasakan, tidak ada sentuhan wanita didalam rumah itu. Tidak berapa lama kemudian seorang pria tampan menuruni anak tangga. Mungkin karena dia seorang pria kaya raya, usia 45 tahun sama sekali tidak tampak padanya.
Vino menatap Leoni yang tampak cantik dengan balutan gaun sexy berwarna maroon. Bagian dada wanita itu tampak menyembul hampir sebagian dari baju dengan belahan dada rendah.
Leoni yang gugup meremas jari jemarinya satu sama lain. Wajahnya tertunduk, dengan jantung yang berdegup dengan kencang.
"Ada apa Dit?" tanya Vino namun matanya tidak berhenti menatap Leoni yang tertunduk.
"Om. Bisa aku bicara 4 mata sebentar?" tanya Dita.
Dita kemudian mengekor dibelakang Vino. Setelah merasa cukup aman, Dita menceritakan semua yang terjadi pada Leoni.
"Gila kamu. Nggaklah kalau dia masih punya suami. Aku ini seorang pengusaha. Apa jadinya kalau usahaku hancur karena ada skandal dengan istri orang," ucap Vino.
"Dijamin nggak ketahuan Om. Aku juga bisa jamin, kalau om royal ke dia. Dia pasti akan menceraikan suaminya yang nggak bertanggung jawab itu. Om tahu mantan pengusaha Ferdy kan? Leoni itu istrinya. mentang mantan pengusaha, dia nggak mau kerja serabutan. Sekarang anaknya masuk rumah sakitpun cuma Leoni yang pontang panting cari duit,"
"Ayolah om. Itung-Itung buat amal. Leoni itu cantik dan sexy. Dulu waktu di kampus banyak yang ngejar-ngejar dia. Cuma nasibnya aja yang nggak beruntung dapat si pria brengsek itu. Dia juga begini karena terpaksa, dia butuh duit buat biaya anaknya di rumah sakit."
"Baiklah. Tapi aku cuma mau kontrak dia 6 bulan saja. Aku juga ingin dia bermain rapi. Jangan sampai skandal ini mencuat ke publik." Jawab Vino.
"Beres om. Leoni juga pasti nggak mau ini kesebar. Emm...om. Kalau malam ini selesai, om tolong kasih 20 juta dulu ya? dia ditagih rumah sakit soalnya," ucap Dita.
__ADS_1
"Baiklah." Jawab Vino.
Setelah perbincangan itu selesai, mereka kembali menemui Leoni. Dita berbisik pada Leoni, yang kemudian diangguki oleh wanita itu.