
Beberapa bulan kemudian...
"Selamat ya kak. Sekarang kakak sudah jadi seorang Ibu," ucap Deva yang datang ke rumah sakit karena Leony baru saja melahirkan 1 jam yang lalu.
"Makasih ya Dev. Semoga nanti kamu lahirannya lancar juga," ucap Leony.
"Amiin. Oh ya namanya sudah disiapin belum?" tanya Deva.
"Sudah. Namanya Levi Subrata." Jawab Leony.
"Aduh...aku jadi nggak sabar pengen melihat hasil karyaku sama Om tua," ujar Deva.
"Kamu ini masih saja manggil suamimu dengan sebutan seperti itu. Nggak sopan tahu Dev," ujar Leony.
"Biar aja kak. Nanti setelah anakku lahir, baru aku akan merubah nama panggilannya," ujar Deva.
"Oh ya sudah USG belum? apa jenis kelamin anakmu?" tanya Leony.
"Sudah. Menurut dokter anakku Laki-Laki. Sudah 26 minggu sekarang. Nggak akan lama lagi, anakku juga akan meluncur." Jawab Deva sembari terkekeh.
"Semangat ya!" ujar Leony yang dijawab anggukkan kepala oleh Deva.
Sementara itu di tempat berbeda. Decky mengajak Olivia pergi ke kota Bali untuk bulan madu. Begitulah kata bujukkan Decky, agar istrinya itu tidak mencurigainya. Namun saat disana dia kembali menjual Olivia pada beberapa lelaki hidung belang. Hingga Oliviapun yang menjadi sasaran pelecehan beberapa bulan terakhir, merasakan ada yang tidak beres. Ditambah sejak pertama mereka menikah, Decky sama sekali belum menyentuhnya.
"Sebenarnya ada apa denganmu? kenapa kamu selalu menghindar tiap kali aku mengajakmu berhubungan?" tanya Olivia.
"Siapa yang mau berhubungan dengan wanita bekas sejuta umat." Kali ini Decky tidak menutupinya lagi.
"Apa maksudmu?" tanya Olivia.
"Harusnya kamu mengerti apa maksudku. Bukankah akhir-akhir ini kamu sering melayani puluhan pria? wajahmu tampak puas dan menikmati saat para pria itu menggilirmu. Aku ingat betul ekspresi diwajahmu itu saat msngerang nikmat ketika para pria itu menghujammu begitu cepat dan keras." Mata Olivia terbelalak saat mendengar penuturan Decky.
Sementara itu Decky menyeringai puas saat melihat keterkejutan diwajah dan mata istrinya itu.
"Ap-Apa maksud dari semua ini Decky? ka-kamu selama ini menjualku?" tanya Olivia dengan bibir bergetar.
"Tepat sekali." Jawab Decky.
"Kenapa kamu lakukan itu? aku ini istrimu? kamu berjanji akan membahagiakan aku," tanya Olivia.
"Kamulah yang memulainya. Sejak awal pertemuan kita, ini semua sudah kamu rencanakan. Kamu sudah menipuku mentah-mentah, dan sekarang aku yang menipumu. Impas bukan?" ujar Decky sembari mencekal mulut Olivia dan kemudian menghempaskannya.
Olivia syok saat mendengar dirinya sudah ketahuan sejak lama.
__ADS_1
"Kamulah penyebab kelumpuhan berpikir papaku. Kamu ingin merebut HANG GROUP. Tapi itu hanya dalam mimpimu saja. Lagipula HANG GROUP sudah lama bangkrut, dan diambil alih oleh Om Egi. Dan penyebab kehancuranku itu gara-gara kamu," ujar Decky.
"Jangan-Jangan perampokkan itu...."
"Benar. Semua itu rencanaku. Aku sudah mengambil harta milikku yang kamu rampas dengan rayuan mautmu dan itu belum seberapa. Sekarang kamu harus menjadi mesin pencetak uang untukku, agar uang yang kamu habiskan dulu kembali lagi padaku," ujar Decky.
"Nggak aku nggak mau! sekarang juga aku mau kamu talak aku!" ucap Olivia.
"Oh...nggak semudah itu lepas dari aku baby. Kamu harus membayar mahal karena sudah menipuku selama ini. Semua video yang kamu hasilkan setiap kali digarap pria yang berbeda-beda, aku jual dengan untung yang melimpah. Jadi kamu harus tetap berkarya, menghasilkan pundi-pundi uang untukku. Atau kalau tidak, aku akan menyebar luaskan videonya di internet," ancam Decky.
"Bajingan kamu Decky!" hardik Olivia.
"Heh. Kamu dan Marco pria simpananmu itulah yang bajingan. Kalian sudah mengelabuhiku selama ini," ucap Decky.
Olivia sangat terkejut, karena Decky sudah tahu tentang Marco.
"Mau ngomong apalagi kamu sekarang? jangan harap kamu bisa lepas gitu aja. Kamu harus mengembalikan semua yang pernah aku beri sama kamu," ujar Decky.
"Decky please lepasin aku. Oke aku akui aku memang memiliki rencana jahat awalnya. Tapi lama-lama aku benar-benar jatuh cinta sama kamu," ucap Olivia.
"Berhenti omong kosong. Meskipun kamu mengatakan kata gombalan maut sekalipun, aku nggak akan percaya, nggak akan luluh. Kamu harus membayar rasa sakit hati aku yang kamu berikan selama ini," ujar Decky.
Olivia menangis sesegukkan, Decky sama sekali tidak merasa iba dengan tangisan istrinya itu.
"Aku nggak mau!" hardik Olivia.
"Berani membantah, aku bunuh kamu!" ancam Decky.
"Decky please lepasin aku. Aku mau cerai aja dari kamu," Olivia kembali terisak.
"Jangan harap! ayo ikut aku! pelanggannya sudah menunggu di hotel," Decky menyeret Olivia, namun wanita itu terus berontak.
"Berani berontak dan bersuara, aku tembak kamu!" Decky menodongkan sebuah pistol di kepala Olivia, hingga membuat istrinya itu ketakutan dan terpaksa menurut.
Dan saat mereka tiba di loby hotel, Egi yang meeting di hotel yang sama melihat Decky, saat melihat keponakkan itu memperlihatkan bahasa tubuh yang mencurigakan.
"Maaf saya permisi ke toilet dulu," ujar Egi.
"Silahkan tuan Egi," ujar salah satu rekan bisnis Egi.
Egi beranjak dari tempat duduknya dan segera mengikuti Decky yang tengah menyeret tangan Olivia. Dan saat tiba di depan kamar hotel, Decky mengetuk pintu itu, dan keluarlah seorang pria asing. Decky segera mendorong Olivia masuk, dan pintu itu kemudian ditutup.
Decky terkejut, saat dia berbalik badan mendapati Egi berada di hadapannya.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan? apa yang aku lihat, seperti apa yang aku pikirkan? kamu sedang menjual istrimu pada pria hidung belang?" tanya Egi yang membuat kepala Decky tertunduk.
"Apa kamu sadar, kalau saat ini kamu sedang bermain-main dengan hukum? ini jenisnya sudah seperti perdagangan manusia. Kamu jadi mucikari untuk istrimu sendiri. Apa kamu tahu berapa tahun kamu akan mendekam di penjara? aku bersumpah, aku yang akan memasukkanmu langsung kedalam penjara," sambung Egi.
"Ja-Jangan Om," Decky ketakutan.
"Aku pikir kamu sudah berubah dan berencana akan menempatkanmu di perusahaan milikku yang ada di Surabaya. Tapi aku tidak menyangka kalau kamu berbuat sehina ini. Memalukan!"
"Tapi ini juga karena aku ingin balas dendam Om," ujar Decky.
"Apa maksudmu?" tanya Egi.
Decky menceritakan semuanya dengan singkat. Egi hanya bisa menghela nafas. Karena tidak memiliki banyak waktu, Egi segera menggedor pintu itu. Dan melihat Olivia hampir dilecehkan oleh 3 orang pria asing. Egi mengancam 3 pria itu, hingga ketiga pria itu bergegas meninggalkan kamar itu.
"Segera berpakaian!" Egi melengos, saat melihat Olivia yang sudah tidak mengenakan apapun sembari menangis tersedu-sedu.
Olivia bergegas berpakaian dan diajak bicara baik-baik.
"Kelakuanmu ini sudah seperti binatang Decky. Sudah berapa kali kamu disuruh melayani pria hidung belang?" tanya Egi.
Olivia melirik kearah Decky dengan takut-takut.
"Kamu tidak usah melihat kearah dia! cukup jawab saja pertanyaanku. Jangan takut! kalau dia mengancammu lagi, aku yang akan menjebloskan dia ke penjara," ujar Egi.
"Sudah nggak terhitung lagi Om. Itu terjadi sejak sehari setelah kami menikah. Sejak hari itu tiap hari aku mengalami pelecehan tanpa aku sadari. Awalnya aku pikir aku diperkosa, tapi ternyata aku sudah dijual oleh Decky. Hiks...."
"Sekarang apa yang kamu inginkan?" tanya Egi.
"Aku ingin cerai Om."Jawab Olivia.
"Kamu dengar itu Decky? dia mau cerai. Sekarang aku yang akan menjadi saksi. Sekarang juga kamu talak dia. Apa kamu mencintainya?" tanya Egi.
"Tidak."Jawab Decky.
"Kalau begitu beri dia talak 3!" ujar Egi.
Decky menatap Olivia dengan kebencian, dan itu membuat Olivia ketakutan.
"Olivia mulai hari ini kamu bukan istriku lagi. Aku talak kamu dengan talak tiga," ucapan Decky membuat Olivia bisa bernafas lega.
"Berikan uang buat ongkos dia pulang. Sampai di Jakarta urus segera perceraian kalian," ujar Egi.
"Iya Om. Makasih Om sudah bantuin saya. Decky, aku tahu aku salah sama kamu. Aku ingin pisah dengan damai sama kamu. Maafin aku yang sudah sangat bersalah sama kamu," ucapan Olivia hanya ditanggapi diam oleh Decky.
__ADS_1
Decky kemudian mengeluarkan uang untuk ongkos pulang Olivia dan ditambahi oleh Egi. Setelah Olivia pergi, Egi mengajak Decky ikut meeting bersama teman-temannya