KAU GADAIKAN DIRIKU

KAU GADAIKAN DIRIKU
25. Oleh-Oleh Buat Kayla


__ADS_3

Kak. Nanti aku mau ke rumah mama sama rumah kak Leoni boleh nggak? soalnya aku pengen kasih oleh-oleh dari Jepang kemarin," tanya Deva sembari membantu Decky memasangkan dasi.


"Boleh. Nanti biar supir yang mengantarmu ya." Jawab Decky sembari mengusap puncak kepala Deva.


"Nggak usah kak. Kalau diantar gitu nggak leluasa. Aku pengen main sama anaknya kak Leoni, jadi pengen agak sore pulangnya," ujar Deva.


"Ya sudah. Hati-Hati saja kalau mau naik motor maticmu itu," ucap Decky.


"Iya kak." Jawab Deva.


"Kakak pergi dulu," ucap Decky sembari mengulurkan tangan untuk Deva cium.


Deva kemudian mengantar Decky hingga ke depan pintu rumah, setelah itu dirinya pun bersiap untuk pergi ke rumah orang tuanya.


"Deva?" Yasmin senyum semringah, saat melihat putrinya berada di depan pintu.


"Mama," Deva langsung memberikan pelukkan pada Yasmin.


"Deva? kamu sudah pulang dari Jepang?" tanya Edward.


"Ya pa. Udah 3 hari malah. Maaf baru sempat mampir kesini. Soalnya masih capek banget." Jawab Deva sembari menjatuhkan bokongnya disebuah sofa.


"Ya kami ngerti, namanya juga pengantin baru. Oh ya, itu apa yang kamu bawa?" tanya Yasmin.


"Oh iya. Aku kesini cuma mau ngantar oleh-oleh buat papa dan mama." Jawab Deva sembari menyodorkan dua paperbag untuk Yasmin dan Edward.


"Wah...makasih," Yasmin menyambutnya dengan senyum semringah. Dan langsung mencoba-coba pakaian yang dibelikan oleh Deva.


"Wah bagus nih," ucap Edward saat mengenakan baju yang dibelikan oleh Deva.


"Nah...itu buat siapa?" tanya Yasmin.


"Ini buat kak Leoni sama Kayla. Rencananya nanti pulang dari sini aku mau main ke rumahnya." Jawab Deva.


Yasmin menelan ludahnya. Pasalnya dia jadi teringat tentang kebohongannya beberapa waktu yang lalu.


"Gawat. Bagaimana kalau Leoni ngomong soal perhiasan itu? Deva pasti marah saat mendengar cerita yang sebenarnya. Lagian mana mungkin Deva nggak meminjamkan perhiasan itu untuk Leoni. Deva sayang sekali dengan Kayla dan Leoni,"


"Tapi ini sudah lebih dari seminggu. Kaylal juga pasti sudah pulang ke rumah. Harusnya nggak akan jadi masalah kan? lagian kalau waktu itu meminjamkan pada Leoni, pasti nggak tahu kapan baliknya. Jangankan mau mengembalikan, buat makan aja susah," batin Yasmin.


"Kamu titipkan saja disini. Nanti biar mama yang memberikan itu sama Leoni dan Kayla," ujar Yasmin.


"Nggak ma, biar Deva aja. Lagian kangen banget sama Kayla. Entah mengapa akhir-akhir ini aku teringat terus sama Kayla, sampai-sampai kebawa mimpi," ucap Deva.


"Tapi kamu kan...."

__ADS_1


Ting tong


Ting tong


Ting tong


Ucapan Yasmin terpotong, karena seseorang membunyikan bel rumahnya. Yasmin hendak beranjak dari tempat duduknya, namun dihalangi oleh Deva.


"Biar Deva aja ma," ujar Deva sembari beranjak dari tempat duduknya.


Ceklek


Deva tersenyum senang, karena tamu yang datang cukup diharapkan. Namun senyum Deva mendadak lenyap, saat dirinya tidak menemukan keberadaan Leoni dan Kayla.


"Kak Ferdy datang sendiri? kak Leoni dan Kayla nggak diajak?" tanya Deva.


Ferdy tampak bingung dan mengerutkan dahinya. Jantung Ferdy jadi berdegup dengan kencang.


"Le-Leoni tidak ada disini?" tanya Ferdy.


Kini giliran Deva yang mengerutkan dahinya. Dia jadi bertanya-tanya dalam hatinya, ada apa gerangan dengan kakaknya itu?


"Masuklah kak! kita ngobrol di dalam saja," ujar Deva yang kemudian dianggukki oleh Ferdy.


"Pa, Ma," sapa Ferdy sembari mencium tangan kedua orang tua itu.


"Ada apa kamu kemari?" tanya Yasmin.


Ferdy menelan ludahnya. Dia cukup takut untuk memberitahu yang sebenarnya.


"Ap-Apa Leoni tidak menginap disini ma?" tanya Ferdy.


"Apa maksdumu? Leoni tidak kesini. Dia kesini sekitar seminggu yang lalu." Jawab Yasmin.


"Tapi Leoni sudah 3 hari tidak pulang ke rumah. Kalau dia tidak kesini, terus dia kemana? bahkan dia tidak menunggui Kayla yang sedang koma di rumah sakit," ujar Ferdy.


"Ap-Apa? Kayla koma di rumah sakit? kok bisa? kapan Kayla masuk rumah sakit? kok mama nggak kasih tahu Deva?" tanya Deva dengan mata berkaca-kaca.


Deva sangat syok mendengar penuturan Ferdy.


"Ma-Mama juga nggak tahu Kayla koma. Mama tahunya Kayla sakit. Mama pikir Kayla udah sembuh dan pulang ke rumah." Jawab Yasmin.


"Kok mama pikir? itu artinya mama belum jengukin Kayla di rumah sakit ya? kok mama gitu sih ma?" tanya Deva.


"Eh? ma-ma belum sempat." Jawab Yasmin seadanya.

__ADS_1


"Itu kenapa Leoni bisa sampai nggak pulang? terus kenapa dia ninggalin anaknya gitu aja di rumah sakit?" tanya Edward.


"Kami memang sedikit bertengkar. Tapi aku kira dia pulang ke sini buat nenangin diri. Sekarang aku jadi bingung mau cari dia kemana. Nomor ponselnya sudah tidak aktif sejak 3 hari yang lalu." Jawab Ferdy.


Sekarang nggak penting dulu nyari orang yang masih hidup dan segar bugar. Sekarang kita harus ke rumah sakit lihat keadaan Kayla dulu," ucap Deva.


"Ya sudah kita naik mobil online saja kalau gitu," ucap Edward.


Merekapun memesan transportasi online untuk pergi ke rumah sakit. Deva tidak bisa menahan tangisnya, saat melihat keadaan Kayla yang kritis. Tubuh anak kecil itu sudah sangat kurus, dengan dibantu banyak alat untuk menunjang kehidupannya.


"Bapak baru datang ya? ibu Leoni baru saja pulang dari sini," ujar Suster.


"Leoni kesini? kapan? jam berapa?" tanya Ferdy penasaran.


"Saat anda pergi, dia datang kesini. Dia datang untuk melakukan deposit rumah sakit sebesar 50 juta rupiah." Jawab suster.


"Li-Lima puluh juta?" bibir Ferdy sampai bergetar saat menyebutkan nominal itu. Pasalnya dia tidak tahu Leoni mendapatkan uang itu dengan cara apa.


"Ada apa kak? kenapa kakak seperti bingung begitu?" tanya Deva.


"Kalau melihat kalian yang baru mengetahui keadaan Kayla, itu artinya uang itu tidak mungkin berasal dari kalian. Kalau bukan dari kalian, terus darimana dia mendapatkan uang 50 juta dalam waktu kurang dari seminggu," ucap Ferdy.


"Makanya kamu sebagai suami harus bertanggung jawab dong dengan anak istri. Jadi nggak buat anak saya pontang panting cari uang buat biayain rumah sakit anak kalian," ujar Yasmin.


"Aku juga lagi berusaha cari kerja ma." Jawab Ferdy.


"Usaha apa? orang kamu nyari kerjanya milih-milih gitu. Emangnya perut bisa pilih-pilih makanan kalau lagi bokek?" tanya Yasmin.


"Mama apa-apaan sih ma? kok jadi bikin rusuh? sekarang aku jadi bertanya-tanya, kenapa kak Leoni mencari uang di luar, sementara dia tidak meminta bantuan dengan keluarganya sendiri. Bahkan aku nggak nerima telpon, sms, atau chat apapun dari dia. Jadi sebenarnya ada apa dengan kak Leoni ini?" tanya Deva.


Glekkkk


Yasmin menelan ludahnya. Wanita itu jadi takut sendiri saat mengingat dirinya pernah menolak Leoni meminjamkan perhiasan untuk biaya rumah sakit Kayla.


"Benar-Benar nggak aktif. Pasti ada yang nggak beres sama kak Leoni saat ini," ujar Deva sembari menatap layar ponselnya yang selalu gagal saat menghubungi nomor ponsel Leoni.


"Sepertinya kak Leoni sengaja menghindari kakak. Sepertinya dia sengaja datang menjenguk Kayla, disaat kakak tidak berada di rumah sakit," ucap Deva.


"Kakak akui kakak salah. Kakak tidak bertanggung jawab memberikan dia dan Kayla nafkah. Tapi sekarang kakak sedang berusaha mencari pekerjaan apa saja. Kakak nggak akan pilih-pilih lagi," ujar Ferdy.


"Sudahlah kak. Anggap ini cobaan rumah tangga kakak. Nanti kalau keadaannya sudah mulai membaik, kak Leoni pasti akan pulang. Mungkin sekarang dia lagi butuh sendiri dulu," ucap Deva.


"Emm." Ferdy mengangguk.


Sementara itu di tempat berbeda Leoni baru saja tiba di rumah mertuanya. Dia sudah memperkirakan semuanya, bahwa Ferdy saat ini sedang tidak berada di rumah. Leoni sama sekali tidak menggubris saat ibu mertuanya mengajak berbicara. Tujuannya pulang hanya satu, yaitu mengambil pakaiannya dan juga semua berkas-berkas penting yang berada di rumah itu. Karena saat Kayla membaik, dia ingin segera mengajukan perceraian.

__ADS_1


__ADS_2