KAU GADAIKAN DIRIKU

KAU GADAIKAN DIRIKU
30. Terkejut


__ADS_3

"Bukankah ini jalan menuju komplek belakang rumah kami? bukankah dia bilang mau menemui sahabatnya di rumah sahabatnya itu? tapi kenapa dia tidak bilang kalau rumah sahabatnya itu dibelakang komplek rumah kami?" batin Deva.


Deva terus mengikuti mobil Decky dengan jarak yang lumayan jauh. Dan saat mobil itu berhenti disebuah rumah, Deva memperlambat laju motornya dan memarkirkan motor itu ditempat yang aman. Deva perlahan menyelinap disebuah tembok rumah, dan melihat Decky tengah menekan bel rumah itu.


Ceklek


Pintu rumah itu terbuka, dan terlihatlah Olivia yang langsung berhambur kepelukkan Decky. Mereka bahkan berciuman beberapa saat sebelum akhirnya masuk kedalam rumah itu dan menutup pintu.


Kaki Deva terasa limbung, saat melihat kenyataan itu. Dia benar-benar terkejut karena wanita yang menjadi saingan cintanya orang yang pernah dia kenal.


"I-Itu kan Via? Oli-Via. Ja-Jadi dari awal mereka sudah menipuku? mengelabuhiku? mempermainkanku? Decky bajingan tengik! jangan kamu kira anak ingusan ini tidak tahu apa-apa. Lihat saja! aku akan menelanjangimu sekarang juga,"


Deva beranjak dari persembunyiannya dan ingin memberikan Decky pelajaran. Namun langkahnya terhenti, saat dirinya menyadari bahwa dirinya tidak memiliki kemampuan apapun.


"Tunggu Deva. Meski kamu marah, tapi kamu tidak dianjurkan jadi orang bodoh. Mau apa kamu masuk kedalam rumah itu? yang ada kamu malah di sekap, dan dia bisa memuluskan semua rencananya. Sebelum itu terjadi, kamu harus membuat kesepakatan yang bagus dulu," ucap Deva lirih.


"Tapi sebelum itu aku harus mendapatkan bukti, agar aku tidak disalahkan bukan?"


Deva kemudian mengeluarkan ponselnya dan membuat rekaman video. Devapun merekam mulai dari depan rumah itu.


"Ayo mencari peruntungan Deva. Kalau Tuhan membantumu, pintu ini pasti lupa mereka kunci," batin Deva sembari menekan handle pintu.


Ceklek


Deva bersorak dalam hati, karena pintu itu benar-benar berhasil terbuka. Deva kemudian perlahan masuk, dan mencari keberadaan dua sejoli itu. Tidak butuh waktu lama bagi Deva menemukan keberadaan mereka, karena disalah satu kamar yang pintunya tidak tertutup rapat Deva bisa mendengar suara merdua Olivia dan Decky yang saling bersahutan.


Tangan Deva sampai gemetar, saat merekam adegan yang sama sekali belum pernah dia lihat secara langsung itu. Sebagai wanita yang baru berusia 18 tahun, tentu dia belum paham tentang urusan ranjang. Dan dia akui, dia cukup berdebar menyaksikan hal itu terjadi.


"Decky bajingan. Cukup lama juga kamu membohongiku. Bahkan kamu membelikan wanita lain sebuah rumah mewah, agar kamu bisa mesum dengan bebas. Kamu ingin menjebakku bukan? aku pastikan semuanya akan berbalik padamu suatu hari nanti," batin Deva.


Setelah dirasa sudah cukup, Deva segera pergi dari rumah itu. Deva bergegas menghampiri motornya dengan nafas yang ngos-ngosan.


"Gila. Ini benar-benar gila. Beruntung dia nggak nafsu ama cewek imut-imut kayak gue. Rugi banget kalau keperawananku pecah gara-gara Decky si penjahat kelamin," ucap Deva sembari mengelus-ngelus dadanya.


Deva kemudian pergi dengan motornya dan kembali ke rumah. Setelah sampai di kamarnya, Deva kembali mondar mandir memikirkan untuk rencana selanjutnya.


"Apa gue kabur aja sekarang ya? tapi kalau gue kabur sekarang, Decky bisa mengarang bebas sesuka hatinya. Lagi pula aku butuh talak 3 dari mulut bajingan itu. Aku ingin membuat kesepakatan sama dia. Untuk sekarang aku harus mengikuti permainannya lebih dulu," ucap Deva lirih.

__ADS_1


Deva akhirnya memutuskan untuk beristirahat.


"Lebih baik gue tidur yang nyenyak. Ngapain mikirin orang yang lagi enak saling gen*ot diatas ranjang. Decky Olivia, aku sumpahin mati gancet itu pasangan laknat," gerutu Deva sembari menarik selimut.


Sementara itu di tempat berbeda. Decky yang baru selesai menuntaskan hasratnya tengah berbaring sembari berpelukkan dengan Olivia.


"Sayang. Apa kamu sudah menemukan keberadaan sertifikat itu?" tanya Olivia sembari menyentuh dada Decky dengan jari telunjuknya


"Aku memang belum mencarinya, soalnya itu perkara mudah. Nanti saat Deva kuliah, aku bisa menggeledah isi kamar, untuk menemukan sertifikat itu." Jawab Decky.


"Terus. Kapan kamu mempertemukan bocah ingusan itu dengan Riki?" tanya Olivia tak sabar.


"Tunggu sampai aku mendapatkan sertifikatnya. Kalau kita mempertemukan mereka sebelum sertifikat itu ketemu, percuma saja kan?"


"Ya benar juga sih. Tapi aku sudah nggak sabar pengen cepat nikah sama kamu dan menjalankan bisnis butik itu," ucap Olivia dengan bibir mengerucut.


"Bersabarlah! ini hanya masalah waktu. Aku pastikan semua itu akan menjadi milikmu," ujar Decky yang membuat Olivia semakin mengeratkan pelukkannya pada pria itu.


🌶️🌶️🌶️🌶️


Ceklek


"Kakak sudah pulang?" tanya Deva yang bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa.


"Iya. Mau ngantor juga soalnya." Jawab Decky sembari mengusap tengkuknya.


"Gimana hasil kerja samanya? sukses?" tanya Deva.


"Sukses banget dong. Kan berkat do'a istriku tercinta." Jawab Decky yang hendak memeluk Deva, namun Deva bergegas menyingkir.


"Enak aja mau meluk-meluk aku. Pasti keringat betina gatal itu nempel dibadannya. Iyuhhhh...jijik surijik," batin Deva.


"Kok nggak mau dipeluk?" tanya Decky.


"Kakak bau acemmm. Aku udah wangi siap-siap mau kuliah. Jangan mencemari kecantikkanku ini ya," ucap Deva yang berusaha membuat Decky tidak mencurigainya.


Decky terkekeh mendengar ucapan Deva, hingga mengacak-acak rambut istri kecilnya itu.

__ADS_1


"Aku berangkat dulu ya kak?" ujar Deva sembari berjalan kearah pintu.


"Nggak cium tangan suami dulu?" tanya Decky.


"Nggak mau kakak bauk." Teriak Deva dari arah luar pintu.


"Heh. Dasar bocah ingusan! kelihatan sekali masih labil. Apa jadinya kalau aku menjalani rumah tangga dengan dia selama lebih dari setahun," gerutu Decky.


"Enak aja mau cium tangan dia. Najis tralala! pastilah tangannya itu bekas nguwel-nguwel dada si betina gatel. Atau kalau nggak pasti dari ngubek-ngubek trowongan si betina itu. Iyuuhhh...cuihhh,"


Deva mengedik-ngedikkan bahunya, seolah dirinya tengah merasakan geli dan jijik dengan sesuatu. Sementara itu tanpa Deva tahu, Decky merasa memiliki kesempatan untuk mencari sertifikat dikamar itu. Semua isi lemari dia bongkar, termasuk dibawah ranjang.


"Dimana bocah ingusan itu menyimpan semua sertifikatnya. Apa dia menyimpan di rumah orang tuanya? aku harus memastikan itu lebih dulu. Tapi kenapa dia harus menyimpan di rumah orang tuanya? atau dia menyimpan di ruangan yang lain?" ucap Decky lirih.


Decky kemudian berangkat ke kantor, dan menyuruh pelayan untuk membereskan kekacauan di kamarnya, akibat mencari sertifikat yang tidak ketemu.


"Aku yakin 1000% itu orang pasti lagi nyari-nyari sertifikatnya. Cari aja sampai lebaran siput, nggak bakal loe temuin itu. Meski gue umurnya bocah, tapi otak gue ngalahin albert einstein," ucap Deva.


Deva bernyanyi-nyanyi dengan riang gembira diatas motor maticnya. Namun Deva tidak mau diam begitu saja, dia menemukan cara baru untuk mengelabuhi Decky.


"Decky Hanggono. Kamu sudah berani menipuku, mari kita buat aksi saling tipu menipu. Gara-Gara loe diusia muda, gue sudah terancam jadi janda. Orang-orang pasti akan berpikir kalau itu jandabol, alias janda bolong. Gue nggak mungkin dong teriak-teriak dijalanan kalau gue ini masih perawan ting-ting," Deva kemudian mengotak atik nomor kontak dan dia berhenti pada nomor Hanggono.


"Hallo cucuku yang cantik," sapa Hanggono diseberang telpon.


"Kakek. Bisakah aku minta tolong sama kakek?" tanya Deva.


"Minta tolong apa?" tanya Hanggono.


"Suruh orang kepercayaan kakek buat menduplikat sertifikat yang Deva titip sama kakek tempo hari. Bisa?" ucap Deva.


"Bisa. Tapi masalahnya buat apa kamu melakukan itu?" tanya Hanggono.


"Kakek percaya Deva kan?" tanya Deva.


"Tentu saja." Jawab Hanggono.


" Apapun yang Deva lakukan pasti ada alasannya. Itu akan Deva jelaskan saat semua urusan Deva kelar," ujar Deva.

__ADS_1


Hanggono menghela nafas, dan akhirnya menyetujui permintaan Deva. Meskipun dia tidak tahu apa tujuan Deva, tapi dia percaya Deva tidak akan melakukan hal buruk yang akan merugikan siapapun.


__ADS_2