KAU GADAIKAN DIRIKU

KAU GADAIKAN DIRIKU
77. Rencana Gila


__ADS_3

"Sayang. Apa yang kamu inginkan untuk maharmu. Hem?" tanya Vino dengan senyuman dibibirnya.


"Aku minta...."


"Sebaiknya jangan tanya dia. Dia pasti akan menjawab seperangkat alat sholat. Itu juga bagus, tapi lebih bagus lagi kalau kamu menunjukkan ketulusanmu sendiri," ujar Yasmin.


"Ma. Apaan sih ma? Leony ini bukan gadis perawan, ngapain mentingin mahar? Mas, kamu nggak usah dengerin mama ya!" ujar Leony.


"Nggak apa-apa. Nanti aku akan memberikan mahar mobil, apa itu cukup?" tanya Vino.


"Mobil juga harus tahu jenisnya. Bagaimana kalau kamu malah memberikan Leony mobil rongsokkan?" tanya Yasmin.


Gigi Leony bergemeratuk saat mendengar ucapan Yasmin .Kalau dulu dia tidak menyadari karena masih begitu polos dan menurut pada permintaan orang tuanya. Kini Leony mengerti, kenapa pernikahan Deva dan Decky bisa terjadi. Adiknya itu benar-benat sudah dijual oleh kedua orang tuanya.


"Mobil Lambourgini. Apa itu cukup?" tanya Vino.


"Mas...."


"Itu tidak buruk. Kalau begitu kami akan terima niat baik dan ketulusanmu," ujar Yasmin.


Leony memalingkan wajah, karena dia benar-benar malu pada Vino.


"Sebaiknya kamu harus tinggal di rumah mulai sekarang! tidak baik kalau kamu tinggal satu atap dengan pria yang belum jadi suamimu," ujar Yasmin.


Leony menatap kearah Vino, yang kemudian diangguki oleh pria itu.


"Kalau begitu bagaimana kalau kita adakan pernikahannya 3 hari lagi?" tanya Vino.


"Tiga hari? apa kamu sudah gila? siapa yang bisa menyiapkan pernikahan secepat itu?" tanya Yasmin.


"Mama tidak perlu khawatir. Saya ingin pesta pernikahannya sangat mewah. Biar saya dan orang-orang saya yang mengurus semuanya." Jawab Vino.


"Sebenarnya siapa pria yang Leony nikahi? kalau dia sanggup memberikan pernikahan mewah, itu artinya dia sangat kaya rayab bukan?" batin Yasmin.


"Terserah saja kalau begitu," ujar Yasmin.


"Kalau begitu saya permisi dulu, saya akan langsung urus pernikahannya," ujar Vino.


Leony mengantar Vino sampai ke depan pintu dengan wajah yang mendung.


"ada apa? kenapa wajahmu mendung seperti itu?" tanya Vino.


"Kenapa mas nurutin omongan mama? aku malu mas sama kamu. Kamu kan sudah aku ceritain gimana watak orang tuaku," tanya Leony.

__ADS_1


"Sayang. Tidak apa-apa, kamu pantas mendapatkannya. Aku bahkan mampu membelikan 10 dengan jenis mobil yang sama," ujar Vino.


Leony menghela nafas panjang. Dan pada akhirnya Leony mengantar sampai kedalam mobil.


"Biarkan aku mencium anak kita dulu," ujar Vino.


Leony melakukannya dengan senang jati. Dia membuat Vino mencium perutnya. Namun pada akhirnya bukan pada perut saja, mereka juga berciuman mesra beberapa saat.


"Jaga anak kita ya sayang!" ujar Vino.


"Iya mas." Jawab Leony.


Leony kemudian keluar dari dalam mobil, dan Vinopun pergi dari sana. Setelah melihat Vino menjauh, Leony bergegas masuk kedalam untuk mengeluarkan uneg-uneg pada kedua orang tuanya.


"Mama kenapa tadi nanya gitu sih ma? Leony malu tahu nggak?" tanya Leony dengan wajah kesal.


"Loh emangnya kenapa? jadi wanita itu harus mahal, berkelas. Itu sudah menjadi resiko laki-laki buat mendapatkan hal yang dia mau," ujar Yasmin


"Tapi ma buat apa itu semua? toh nanti dia akan jadi suamiku. Aku juga seorang janda, sekarang aku sedang mengandung anaknya. Apa mama tidak merasa malu? sekarang aku mengerti, kenapa Deva waktu itu menangis, saat akan dijodohkan dengan si Decky. Kalian sudah menjualnya," ujar Leony.


"Tutup mulutmu itu! apa salahnya membuat orang tua bangga. Dengan itu tetangga akan melihat, dan derajat orang tuamu akan terangkat," ucap Yasmin.


"Sungguh pemikiran yang konyol," gumam Leony.


"Apa? Deva menghilang? menghilang bagaimana maksudmu?" tanya Edward.


"Semua ini salahku. Aku...."


Leony menceritakan semua apa yang terjadi akhir-akhir ini. Yasmin dan Edward sangat terkejut, saat mendengar cerita dari Leony.


"Bisa-Bisanya kamu berbuat seperti itu. Kalau saja calon suamimu itu tidak menemukanmu, kami pasti sudah membuat adikmu itu jadi seorang janda. Sekarang dia sedang sembunyi, itu pasti karena dia merasa tidak sanggup melihat pernikahan suaminya dengan kakak kandungnya sendiri," ujar Yasmin.


"Besok aku akan mencarinya di kampus. Aku pasti akan menemukannya. Aku juga punya rencana gila untuk adikku tersayang," ujar Leony dengan senyum misterius.


🌶️🌶️🌶️🌶️


Keesokkan harinya....


"Apa hari ini dia nggak ke kampus ya?" tanya Leony.


"Minimal kita bisa melihat keberadaan dua temannya itu." Jawab Egi.


Egi dan Leony saat ini memang tengah mengintai gerbang kampus tempat Deva dan teman-temannya menimba ilmu.

__ADS_1


"Apa Deva kenal dengan mobilmu ini?" tanya Leony.


"Tidak. Ini mobil baru, aku tahu apa yang harus aku lakukan." Jawab Egi.


"Oke. Sekarang kita harus fokus melihat gerbangnya, jangan sampai ada yang terlewatkan," ujar Leony.


Setelah melihat dengan seksama, Leony akhirnya tersenyum menatap kearah gerbang.


"Ketemu. Akhirnya Deva muncul juga," ujar Leony.


"Mana?" tanya Egi antusias.


"Itu yang pakai baju warna hitam dekat pintu gerbang." Jawab Leony.


"Kamu ini. Aku serius, masih saja bercanda," Egi berdecak kesal.


"Kamu saja yang bodoh. Katanya cinta, tapi tidak mengenal dia dengan baik. Deva itu sangat cerdas, kamu bahkan sudah ditipu mentah-mentah olehnya. Lihatlah baik-baik, dia sedang menyamar saat ini," ujar Leony dengan bangga.


"Apa? menyamar?" mata Egi terbrlalak dan kemudian menatap gadis yang tengah mengepang rambutnya, dan dengan tompel di dipipinya.


"Darimana kamu bisa tahu itu Deva?" tanya Egi.


"Dia adikku. Lagian nggak ada orang yang punya tompel di pipi sebesar itu. Ingat jangan turun! biarkan kita melakasanakan rencananya," ujar Leony.


"Kita batalkan saja rencananya. Aku sungguh tidak tahan ingin bertemu dan memeluknya," ujar Egi.


"Bisa kamu tahan sedikit rasa gatal dalam celanamu itu? baru tidak nyelup sebentar saja, sudah nggak tahan minta digaruk. Sini biar kugaruk pakai kulit duren. Mau?" ujar Leony.


"Kami bahkan belum melakukannya setelah menikah. Tentu saja aku gatal," ucap Egi asal.


"Apa? kamu bodoh ya? aku rasa otakmu itu pasti sudah mengalami keterbelakangan," ucap Leony.


"Sebaiknya kamu jahit dulu mulutmu itu. Sana pergi temui dia sebelum aku berubah pikiran. Ahh...ya Tuhan...aku tidak percaya pernah menjadikanmu mantan kekasihku. Aku pasti memang sudah gila," gerutu Egi.


Ceklekkk


Brakkk


"Jangan seolah-olah kamu menyesal pernah berpacaran denganku. Bahkan kamu sudah pernah meniduriku dan melepaskan benihmu yang tidak seberapa itu," oceh Leony yang membuat Egi jadi terdiam.


"Dasar pria brengsek! sudah pernah dikasih enak, malah menghinaku. Seharusnya kupotong saja waktu itu burungnya," gerutu Leony sembari pergi menjauh dari mobil Egi.


"Apa semua ibu hamil seganas itu? lalu bagaimana dengan Deva nanti? nggak hamil aja galaknya minta ampun. Apa nanti aku bakal sering tidur diluar kamar?" gumam Egi.

__ADS_1


Leony bergegas membuntuti Deva yang menuju toilet kampus untuk berganti pakaian. Setelah Selesai berganti pakaian, Deva sangat terkejut saat melihat keberadaan Leony di depan pintu toilet.


__ADS_2