
"Apa kamu nyaman dengan pakaianmu yang terkena jus itu? sebaiknya kamu bersihkan dulu ke toilet," ujar Olivia.
"Iya sih. Kalian tunggu sebentar ya," ucap Deva.
"Ya. Jangan lama-lama ya?" ujar Decky.
"Ya kak." Jawab Deva.
Deva kemudian bangkit dari tempat duduknya. Olivia dan Decky jadi terkekeh karena mereka merasa sudah berhasil mempermainkan Deva.
"Sumpah ya. Istri bocah kamu itu benar-benar istri yang bodoh," ucap Olivia.
"Ya mau gimana lagi. Namanya juga anak ingusan. Mana mengerti urusan orang dewasa. Tahunya cuma main game doang," ujar Decky.
"Tapi kamu hebat banget loh beib. Cerdas banget bisa ngelabuhin dia. Jadi pecundang banget kan dia?" sambung Decky.
"Ckk...kamu terlalu meremehkan aku. Kamu mau membuatku bersaing dengan anak kemarin sore, tentu saja dia bukan levelan aku." Jawab Olivia.
"Psstt...dia datang. Bantu aku berakting," ujar Decky setengah berbisik.
"Wah jadi kalian menikah karena dijodohkan?" tanya Olivia.
"Ya. Tapi aku sangat bahagia dengan pernikahan ini." Jawab Decky.
"Apa kamu bahagia meski istrimu masih terbilang sangat belia?" tanya Olivia.
"Tentu saja. Aku tidak perduli meski orang mengatakan yang kunikahi adalah anak kecil atau anak ingusan, tapi bagiku dia yang terbaik." Jawab Decky.
Deva tersenyum senang saat mendengar perkataan Decky.
"Makasih ya kak," ujar Deva dari arah belakang Olivia.
"Eh? sudah selesai?" tanya Decky yang berpura-pura terkejut.
"Ya." Jawab Deva.
"Kamu beruntung sekali loh Dev punya suami seperti dia. Dia sangat mencintai kamu. Suatu saat nanti pasti kakak akan mendapatkan suami yang sifatnya sama kayak suami kamu," ucap Olivia.
"Amiin." Jawab Deva sembari tersenyum.
"Yuk lanjutin makannya," ujar Olivia.
Merekapun makan sembari berbincang. Seolah tidak ada hubungan apapun antara Decky dan Olivia.
__ADS_1
"Eh. Kakak duluan ya? udah hampir masuk jadwal permotretan," ucap Olivia.
"Kamu pergi aja. Biar bill makanan kamu kita yang bayar," ucap Decky.
"Woah...makasih banyak loh udah di traktir. Aku do'akan hubungan kalian langgeng ya?" ucap Olivia.
"Amiin." Jawab Deva.
Oliviapun melenggang pergi. Decky terlihat biasa saja saat Olivia pergi tanpa memperlihat gelagat aneh. Setelah selesai makan merekapun kembali ke kamar.
"Kakak kapan nemui rekan bisnis kakak itu?" tanya Deva.
"Rencananya besok. Kamu nggak apa-apakan kakak tinggal di hotel seharian? kakak nggak mungkin ngajak kamu membahas masalah bisnis seharian?" tanya Decky.
"Nggak apa-apa kak. Lagian hotel ini serasa tinggal di rumah sendiri. Fasilitasnya juga bagus, jadi aku pasti nggak merasa bosan." Jawab Deva.
"Ya. Kamu bisa main game sepuasnya. Soalnyakan wifi gratis," ucap Decky sembari terkekeh.
"Ya. Pokoknya kakak nggak usah khawatirin aku disini. Aku pasti betah kok, kakak kerja aja yang tenang," ujar Deva.
"Mengakhawatirkanmu? jangan harap! bahkan dalam mimpipun aku nggak kepikiran," batin Decky.
Waktu semakin berlalu. Matahari mulai terpejam, karena dia terlalu lelah menyinari bumi seharian. Waktu menunjukkan pukul 11 malam, saat Decky menyelinap keluar dan memasuki kamar Olivia. Hal pertama yang Decky temui saat masuk keruangan itu adalah, wangi harum menyeruak dengan banyak taburan bunga mawar dan lilin. Lampu utama sengaja dimatikan Olivia, dan penerangan hanya dibantu dengan cahaya dari lilin yang temaram.
"Malam ini jangan harap aku akan melepaskanmu," ujar Decky sebelum akhirnya Decky menenggelamkan wajahnya dipuncak dada kesayangannya.
Tidak berapa lama kemudian, terdengar suara derit ranjang mereka. Seiring suara merdu mereka yang bersahutan. Dan percintaan panas itu terhenti setelah waktu menunjukkan pukul 4 pagi.
Decky bergegas mengenakan pakaiannya, dia tidak ingin terlambat masuk kamar dan membuat Deva jadi mencurigainya.
"Rasanya aku nggak rela kamu kembali ke kamar itu," ucap Olivia sembari memeluk Decky dari belakang.
"Sabar ya sayang. Tidak lama lagi semua rencana kita pasti terwujud. Oh ya aku punya kejutan buat kamu," ujar Decky.
"Apa?" tanya Olivia.
"Aku sudah menanyakan sisa rumah yang ada dikomplek perumah kami. Ada satu yang kosong, dan aku sudah membelinya untukmu. Ya emang rumah itu berada di bagian belakang, tapi itu tidak masalah. Jadi aku bisa menemuimu kapan saja, tanpa harus takut dengan mata-mata yang dikirim kakek." Jawab Decky.
"Benarkah? ah...makasih sayang. Aku juga nggak mau absen ketemu kamu. Sehari nggak ketemu, rasanya kayak 10 tahun," ucap Olivia.
"Kamu tenang saja. Begitu kakek sudah mengumumkan akau resmi menjadi direktur utama di HANG GROUP, aku akan langsung menyingkirkan dia," ujar Decky.
"Ya. Aku akan sabar, demi cintaku padamu." Jawab Olivia.
__ADS_1
"Aku pergi dulu ya? nanti jam 10 tunggu aku di taman sakura, kita akan jalan-jalan seharian sambil cari perhiasan buat kamu," ujar Decky.
"Really? ah...thank you so much beib," ucap Olivia sembari mencium pipi Decky.
Olivia kemudian mengantar Decky hingga kedepan pintu. Decky pun perlahan membuka pintu kamarnya, dan dia merasa sangat lega karena Deva masih tertidur dengan pulas. Decky yang sangat lelah langsung berbaring tidur dan terbangun setelah Deva membangunkannya.
"Kak,"
"Hem?"
"Kakak jadi pergi nggak? katanya mau ketemu teman bisnis?" tanya Deva.
"Ini jam berapa?" tanya Decky.
"Jam 7. Sarapan juga sudah diantar petugas hotel." Jawab Deva.
"Kakak janjian jam 10. Kakak masih ngantuk, kamu duluan aja sarapan. Nanti jam 9 bangunin kakak ya?"
"Iya." Jawab Deva.
Seperti yang Decky minta, Deva membangunkan Decky tepat pada pukul 9 pagi. Decky bergegas mandi, dan menggunakan baju kemeja dan celana jeans.
"Kok kakak nggak pakai jas?" tanya Deva.
"Teman kakak nggak mau suasana resmi. Dia mau suasana santai. Jadinya kakak memakai pakaian ini." Jawab Decky.
"Oh...."
"Kakak pergi ya?"
"Ya. Hati-Hati kak," ujar Deva.
Decky melenggang pergi kearah pintu. Tanpa Deva tahu pria itu tersenyum dengan penuh kemenangan. Dan sesuai perjanjian, Olivia memang sudah menunggu di depan gerbang taman sakura. Momen-Momen indah disana tentu saja Olivia dan Decky abadikan. Mereka tidak hanya menikmati keindahan taman sakura disana, tapi nyaris semua pariwisata yang ada dikota itu mereka datangi.
"Malam ini nginap dikamar aku lagi kan beib?" tanya Olivia.
"Pasti dong. Pokoknya selama disini, kita akan bersenang-senang sepuasnya. Anggap saja ini sebagai bentuk rasa bersalahku karena sudah menikahi gadis ingusan itu." Jawab Decky.
"Aku tidak perduli pendapat orang tentang diriku. Asalkan kamu percaya padaku, setia denganku, aku akan mencoba menutup mata dan telinga demi kamu," ujar Olivia.
"Aku janji akan menyelesaikan semuanya dengan cepat setelah semua dalam kendaliku," ucap Decky.
"Aku percaya sama kamu." Jawab Olivia.
__ADS_1
Setelah puas berjalan-jalan seharian, Olivia dan Decky memutuskan kembali ke hotel, dan berpisah di depan gerbang hotel, agar rahasia mereka tetap aman.