KAU GADAIKAN DIRIKU

KAU GADAIKAN DIRIKU
49. Pria Tua Tidak Berguna


__ADS_3

"Berapapun yang mas kasih, aku akan menerimanya." Tidak mungkin bagi Leony, kalau tidak menyebutkan harga.


Meski Leony tidak terlalu membutuhkan uang, tapi dia tidak ingin membangun kecurigaan pada diri Vino.


"Baiklah kalau begitu," ujar Vino yang kemudian membelakangi Leony.


Hal yang tidak pernah pria itu lakukan selama mereka tidur bersama. Meskipun mereka tidak melakukan hubungan badan, mereka selalu tidur dengan saling berpelukkan. Tapi kali ini Leony merasa aneh, karena Vino seolah menganggap dirinya habis manis, sepah dibuang.


"Sepertinya dia mulai ingin membangun jarak diantara kami. Aku mengerti, mungkin dia ingin belajar membiasakan diri tanpaku. Bagus juga, dengan begitu aku juga akan belajar tanpa pelukkannya mulai malam ini," batin Leony.


Namun tanpa Leony dan Vino sadari. Ditengah malam yang dingin, mereka seolah sama-sama mencari kehangatan masing-masing. Dan tanpa sadar, mereka kembali berpelukkan.


Dan saat pagi hari menjelang, Leony sama sekali tidak melihat keberadaan Vino. Padahal biasanya pria itu selalu meminta jatahnya di subuh hari.


"Apa dia sudah berangkat bekerja?" gumam Leony, yang kemudian bangkit dari tempat tidur dan turun ke bawah untuk mencari keberadaan Vino.


"Apa tuan sudah berangkat?" tanya Leony.


"Sudah Non." Jawab Pelayan.


Leony pergi kemeja makan, mengambil dua lembar roti dan mengolesinya dengan selai srikaya. Setelah makan, Leony kembali naik keatas dan mulai memasukkan pakaian kedalam koper.


"Aku harus bersiap. Satu bulan tidak akan lama lagi. Aku akan meninggalkan semua kenangan selama disini," ucap Leony lirih.


Sejenak Leony teringat saat-saat kebersamaannya dengan Vino. Terutama saat Vino memberikan sebuah cincin berlian ketika dirinya berulang tahun. Cincin itu tersemat indah dijarinya.


"Ah...tenyata tetap saja berat ya. Meskipun mulutku berkata demikian, tapi hatiku berkata lain lagi. Aku tidak mungkin sungguh-sungguh jatuh cinta dengannya kan? ini dunia yang sudah biasa Vino lakukan. Kenapa dia harus terpengaruh dengan seorang janda beranak satu sepertiku. Masih banyak gadis perawan yang bisa dia dapatkan di luar sana,"


"Lagipula dia sendiri yang bilang. Dia tidak suka berkomitmen dengan wanita manapun. Dia ingin hidup bebas," sambung Leony.


Leony yang tidak ingin larut dalam pemikirannya sendiri, bergegas membersihkan diri. Setelah itu dia mulai mencari-cari lowongan pekerjaan yang bisa menerimanya.


🌶️🌶️🌶️🌶️🌶️

__ADS_1


"Ada apa papa mengumpulkan kami semua di rumah ini?" tanya Rizwan.


"Seharusnya kamu tanyakan hal itu pada putramu, kenapa aku bisa mengumpulkan kalian di rumah ini." Jawab Hanggono.


"Kenapa tanya padaku? emangnya aku melakukan kesalahan apa kek?" tanya Decky seperti tanpa dosa.


"Bagus sekali Decky. Apa tidak ada yang ingin kamu katakan tentang Deva?" tanya Hanggono.


Decky terkejut saat mendengar pertanyaan dari Hanggono.


"Kenapa kakek tiba-tiba membahas tentang Deva? apa bocah ingusan itu sudah menemui kakek lebih dulu?" batin Decky.


"Kenapa? sepertinya banyak hal yang ingin kamu jelaskan tentang dia," tanya Hanggono.


"Sebenarnya apa yang ingin papa ketahui tentang Deva dari Decky?" tanya Rizwan.


"Anak kalian ini diam-diam sudah bercerai dengan Deva, dan masih berhubungan dengan gadis liar itu. Dia bahkan menyuruh Deva berbohong tentang kehamilan Deva, agar aku memberikan tanggung jawab perusahaan padanya. Apa sebenarnya yang kamu ajarkan dengan putra kalian?" ucap Hanggono dengan berapi-api.


Rizwan dan istrinya sangat terkejut mengetahui fakta itu. Rizwan menoleh kearah putranya seolah meminta jawaban.


"Ada banyak cara agar orang mencapai kesuksesannya. Tidak perduli bagaimanapun caranya, yang penting aku sudah berhasil menjadi direktur utama di HANG GROUP."


"Lagian kenapa kakek harus memikirkan HANG GROUP lagi? kakek itu sudah jadi pria tua tak berguna, pikirkan saja urusan akhirat," sambung Decky.


"Tutup mulutmu!" Rizwan sangat emosi, saat putranya menghina Hanggono.


"Kenapa aku harus tutup mulut pa? aku juga berhak bersuara. Pertama, kakek dengan seenaknya menjodohkan aku dengan bocah ingusan itu. Padahal kakek tahu, aku hanya mencintai Olivia." Jawab Decky.


"Tapi kamu tidak ada hak menghancurkan masa depan anak gadis orang. Kalau kamu tidak suka, ceraikan dia dengan baik-baik. Bukan malah menggadaikan istrimu untuk pelunasan hutang judi 900 juta," sarkas Hanggono.


"Ap-Apa?" Rizwan dan Rina terkejut mendengar penuturan Hanggono.


"Decky. Apa itu benar?" tanya Rizwan yang diliputi dengan amarah yang besar.

__ADS_1


Decky terdiam dan tidak berkutik. Hanggono tersenyum sinis.


"Sungguh aku tidak beruntung memiliki penerus manusia seperti putra kalian ini. Hari ini dia mengataiku sudah tua tak berguna, besok-besok kalian yang akan diperlakukan seperti itu. Padahal tua tak berguna inilah yang membesarkan perusahaan HANG GROUP, bukan seperti putra kalian yang hanya menerima warisan alias tinggal enak," ucapan Hanggono penuh sindiran.


Rizwan dan Rina terdiam. Mereka sangat malu dengan perbuatan putranya itu.


"Tidak ada lagi yang dibicarakan kan? aku mau pergi. Oh ya...tidak lama lagi aku dan Olivia akan menikah. Aku tidak butuh restu dari kalian, aku hanya memberitahu saja," ucap Decky sembari beranjak dari tempat duduknya.


"Decky. Kamu benar-benar sudah diluar batas!" hardik Rizwan sembari menarik lengan Decky yang kemudian dihempaskan oleh pria itu.


"Papa nggak berhak lagi ngatur-ngatur aku. Sekarang akulah yang berkuasa atas HANG GROUP. salah sendiri otak papa tidak mampu lagi bekerja," ucap Decky yang membuat Rina jadi terkejut.


"Decky!" hardik Rina.


Decky mengibaskan tangannya dan kemudian pergi begitu saja.


"Hancur sudah HANG GROUP yang sudah aku bangun susah payah. Jangankan bisa bertahan 5 tahun, aku bahkan yakin dalam waktu satu atau dua tahun HANG GROUP akan runtuh," ujar Hanggono dengan wajah sedih.


"Maafin Rizwan pa. Maafin karena kami tidak bisa mendidik Decky dengan baik. Aku juga tidak menyangka kalau Decky akan bersikap seperti itu," ujar Rizwan.


"Hah...papa hanya tidak menyangka dimasa tua papa harus banyak mendengar berita buruk seperti ini," Hanggono bangkit dari tempat duduknya dan berjalan dengan tertatih. Tanpa Rizwan tahu, Hanggono meneteskan air matanya.


Hanggono kembali ke paviliun. Tempat yang bisa membuatnya tenang kembali. Dan tentu saja dia harus menelpon pelipur laranya, agar perasaannya kembali tenang.


"Kapan kamu pulang?" tanya Hanggono yang membuat pria itu menghela nafas panjang.


"Oke baiklah. Bulan depan aku akan pulang ya pa! aku akan segera pindah, karena urusan disini sudah hampir kelar." Jawab Egi.


"Itu bagus. Disini semua karyawan yang kamu inginkan juga hampir selesai di rekrut. saat kamu datang, semuanya bisa berjalan sebagaimana mestinya," ujar Hanggono.


"Makasih pa," ucap Egi.


"Cepatlah kembali, karena papa sudah tidak sabar ingin menceritakan banyak hal padamu," ujar Hanggono.

__ADS_1


"Oke baiklah papaku yang tampan," ujar Egi yang membuat Hanggono jadi terkekeh.


Hanggono merasa bahagia setelah berbicara dengan Egi. Karena pria itu selalu berhasil membuat gairah hidupnya bangkit kembali.


__ADS_2