KAU GADAIKAN DIRIKU

KAU GADAIKAN DIRIKU
62. Cemburu


__ADS_3

"Sudah hampir jam 9 malam. Kenapa dia belum pulang juga?" gumam Egi sembari mondar mandir di dalam kamar.


Egi sudah berulang kali membuat panggilan untuk Deva, namun nomor istrinya sama sekali tidak bisa dihubungi. Karena khawatir, Egi bergegas turun ke bawah, dan menunggu Deva di pos penjagaan.


"Ternyata sangat penting mengetahui teman-teman terdekat dari Deva. Kalau seperti ini aku jadi bingung dia ada dimana. Apa di kampus, atau ditempat lain?" batin Egi.


"Tuan butuh kopi?" tanya Security.


"Boleh." Jawab Egi.


Security itu kemudian membuka kopi saset, dan menuangkan air panas dari dispenser.


"Kopinya tuan," ujar security.


"Makasih pak," ucap Egi.


Baru saja akan menyesap kopinya, Egi melihat Deva dibonceng oleh seorang pria menggunakan sebuah motor sport warna hitam. Rizky memarkir motornya tepat di depan pagar, dan dia melihat ada sosok Egi yang berdiri didekat post penjagaan.


Rizky bergegas turun dari motor, dan membantu Deva melepaskan helm yang membuat wanita itu jadi heran.


"Jangan noleh kebelakang! dibelakang ada Om tua. Kita harus memastikan dia cemburu atau tidak," ujar Rizky setengah berbisik.


"Bagaimana caranya?" gumam Deva.


Rizky berpura-pura merapikan rambut Deva yang berantakkan, namun sisi seolah Rizky ingin mencium wanita itu.


"Rizky sialan. Awas aja loe cari-cari kesempatan buat cium gue. Semua ini cuma buat om tua," ucap Deva setengah berbisik.


Sementara Egi yang melihat hal itu, dadanya jadi bergemuruh. Dengan kasar dia menarik tangan Deva, hingga tubuh kecil itu berada dalam pelukkan Egi. Tanpa sepengetahuan Egi, Deva mengulum senyumnya karena bahagia.


"Apa yang kamu lakukan bocah ingusan?" tanya Egi pada Rizky.


Rizky berpura-pura menarik tangan Deva, namun cepat ditepis oleh Egi.


"Dia siapa sih Dev? kok kasar sama kamu?" tanya Rizky yang berpura-pura tidak mengenal Egi.

__ADS_1


"Dia Om...."


"Oh dia Om kamu? kelihatan sih," ucap Rizky.


"Kelihatan apa?" tanya Egi curiga.


"Kelihatan tua." Jawaban Rizky membuat Deva ingin tertawa keras, tapi dia sekuat hati menahannya. Sementara Egi jadi terbelalak.


"Kenalin Om aku Rizky. Calon suami Deva selanjutnya," ucapan Rizky tidak hanya membuat Egi terkejut, tapi Deva juga sama terkejutnya.


"Ini Rizky minta di bacok sama Om Egi kali ya? berani banget dia bilang gitu di depan Om tua," batin Deva.


"Siapa yang menyuruhmu punya keberanian bilang seperti itu. Hem?" tanya Egi dengan kedua tangan berada dipinggangnya.


"Deva. Deva yang bilang." Jawab Rizky yang langsung melemparkan bola panas itu pada Deva.


"Rizky sialan. Ini maksudnya apa sih? aku disini bahkan bisa mendengar nafas Om tua seperti kerbau mau beranak. Bisa-Bisanya dia melempar aku dengan bara api," batin Deva


Egi menatal kearah Deva yang berusaha bersikap tenang, meskipun sebenarnya jantungnya saat ini sedang lari marathon.


"Sumpah tuh orang bodoh banget ngelepas wanita sempurna seperti Deva. Makanya kalau Om ketemu sama dia jangan lupa bilang, cepat ceraikan Deva dan aku akan segera nikahin dia. Aku sudah lama suka sama Deva, tapi sayangnya keduluan sama pria tolol itu," sambung Rizky.


"Ya ampun sumpah Rizky nyalinya gede banget sih. Setelah ini dia pasti nanya-nanya aku nih. Aku harus jawab apa ya?" batin Deva.


"Akan aku sampaikan sama pria tolol itu. Tapi kesempatanmu buat dapatin Deva sangat kecil. Sainganmu sangat berat. Dia pengusaha besar, sementara kamu punya apa? kamu masih anak ingusan, kamu nggak akan bisa menafkahi Deva," ucap Egi tidak kalah sengit.


"Pria bodoh itu nggak akan mengerti, kalau Deva wanita istimewa. Deva nggak butuh limpahan materi, yang dia butuhkan cuma cinta, perhatian, kasih sayang, kesetiaan, dan kejujuran. Tapi sekarang dia sedang kecewa sama suaminya itu, karena suaminya diam-diam berselingkuh dan bodohnya Deva cuma mendiamkan hal itu," ujar Rizky.


Deg


"De-Deva tahu tentang Leony?" batin Egi.


Egi menoleh kearah Deva, namun Deva malah melengos dan kemudian pergi dari gerbang itu. Egipun segera menyusul tanpa memperdulikan Rizky lagi.


"Selamat berjuang Dev. Aku sudah membuka jalan untuk masalahmu. Sekarang kamu harus berjuang sendiri," batin Rizky.

__ADS_1


Sementara Deva yang baru saja sampai dikamarnya bergegas masuk kedalam kamar mandi, karena tubuhnya sudah terasa sangat lengket. Setelah menunggu hampir 20 menit, Deva akhirnya keluar dan Egi menatapnya dengan tatapan emosi.


"Tadi itu maksudnya apa?" tanya Egi.


"Yang mana dulu nih?" tanya Deva.


"Apa maksudnya kamu pulang telat nggak bilang-bilang? pakai rok mini naik motor sport. Kamu juga diantar oleh pria yang jelas-jelas suka sama kamu. Kamu ingat tidak statusmu itu masih istriku?" tanya Egi.


"Aku pikir Om nggak lupa dengan ucapan Rizky. Om juga lupa dengan status Om sebagai suami. Om bilangnya ada meeting dengan klien besar, nyatanya Om jalan dengan wanita lain. Jadi itu maksudnya apa Om?" tanya Deva yang membuat Egi jadi kelu.


"Ja-Jadi dia benar-benar sudah melihat Leony?" batin Egi.


"Kenapa Om diam? jadi Om benar-benar selingkuh dibelakang aku? katakakan! siapa wanita itu?" tanya Deva.


Egi tidak menjawab ucapan Deva, dia malah memilih keluar dari kamar itu, dan pergi ke ruang kerjanya.


"Oh..jadi begitu caramu? baiklah kalau itu maumu. Jangan salahkan aku kalau aku mencakar habis wanita itu Akan kubuat viral kalian berdua," gumam Dev.


"Sial. Aku tidak bisa menghadapi Deva lagi kalau begini. Bukankah aku yang ingin menjauhi Deva perlahan, tapi kenapa aku nggak rela dia dimiliki wanita lain?" gerutu Egi


"Maafin aku sayang. Aku sudah membuat kamu kecewa. Aku sudah membuat kamu terluka. Mungkin Rizky memamg pantas buat kamu," batin Egi.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Egi yang ketiduran diruang kerja kembali kekamarnya yang sudah tampak sunyi. Namun dia sangat terkejut, saat melihat isi lemari bagian Deva kosong melompong. Hanya tinggal beberapa tas dan Sepatu. Saat dia ingin mencari keberadaan Deva, Egi berpapasan dengan istrinya itu saat akan keluar pintu.


Egi terlihat bernafas lega, karena dia sempat berpikir Deva kabur dari rumah. Namun dia mengerutkan dahinya, saat melihat Deva memasukkan semua tas dan sepatunya.


"Mau kemana kamu?" tanya Egi.


"Mau pindah kamar. Sebelum Om memperjelas semuanya, sebelum aku bertemu langsung dengan pelakor itu, aku mau kita pisah kamar." Jawab Deva.


"Nggak! Aku nggak mau pisah kamar sama kamu. Terus siapa yang bakal aku peluk tiap malam?" tanya Egi.


"Kenapa Om merisaukan hal kecil seperti itu? kalau dirumah jangan sok butuh sama istri, sementara diluar Om peluk-peluk wanita lain." Jawab Deva.

__ADS_1


Egi terdiam. Dan diamnya Egi membuat Hati Deva semakin terluka.


__ADS_2