KAU GADAIKAN DIRIKU

KAU GADAIKAN DIRIKU
73. Bertemu


__ADS_3

"Kalau begitu anda bisa membantuku memberikan alamat tempat tinggal Leony saat ini?" tanya Vino.


"Tentu saja dengan senang hati. Tapi jika andai kata anak yang berada dalam kandungannya itu benar anakku bagaimana?" tanya Egi.


"Jika anda bersedia melepaskan Leony sepenuhnya, aku bersedia mengakui anak anda sebagai anakku. Aku akan membesarkannya dengan penuh kasih sayang. Aku tahu apa yang anda khawatirkan tuan Egi. Tapi masalahnya apa istri anda akan setuju, kalau pria lain yang akan menikahi kakaknya? apa anda tidak takut apa yang akan dia pikirkan?" tanya Vino.


"Ketimbang apa yang dia pikirkan tentangku, aku lebih takut kalau aku benar-benar kehilangan dia. Dia sangat berarti untukku." Jawab Egi


"Saya tidak mengerti. Jika anda mencintai istri anda, kenapa anda bisa terjebak dengan masa lalu?" tanya Vino.


"Kejadian yang terjadi antara aku dan Leony, itu terjadi sebelum aku menikah dengan istriku. Aku tidak tahu kalau Leony adalah kakak dari istriku, karena saat kami menikah Leony tidak hadir. Sungguh aku sangat menyayangkan kenapa harus ada hubungan diatas ranjang bersama Leony. Itu murni karena kami sama-sama terbawa suasana, dan kita sudah memastikan bahwa kami tidak memiliki perasaan satu sama lain." Jawab Egi dengan panjang lebar.


"Yah...inilah lika liku kehidupan. Saya juga tidak menyangka akan mengalami sampai ketitik ini. Titik dimana saya bisa mencintai seorang wanita. Lalu bagaimana rencana selanjutnya? saya yang maju, atau anda dulu yang menanyakan pada Leony tentang saya?" tanya Vino.


"Sebaiknya anda temui Leony secara langsung. Sekalian anda lepaskan saja rasa kangen anda itu." Jawab Egi yang membuat mereka sama-sama terkekeh.


"Tapi sejujurnya saya sangat takut ditolak oleh Leony. Soalnya saat kami bersama, saya tidak pernah menunjukkan padanya rasa ketertarikanku. Tapi hal yang tidak pernah dia tahu, jantungku selalu berdebar saat tiap kali kita berdekatan. Tapi karena minim pengalaman soal cinta, sata tidak sadar kalau saya sudah jatuh cinta padanya," ujar Vino.


"Cinta memang hebat. Aku juga mengakui kalau cinta itu memang luar biasa. Dari beberapa wanita yang pernah menaiki ranjangku, aku akhirnya takluk dengan seorang wanita yang 12 tahun lebih muda dariku," ucap Egi dengan wajah berseri saat membayangkan wajah cantik Deva.


"Sungguh? kalau diingatkan masalah umur, aku rasa aku dan Leony lebih parah. Beda usia kami sampai 15 tahunan. Nggak tahu Leony akan menerimaku atau tidak, yang pasti aku tidak mau menyerah. Dan aku berharap bayi itu milikku, jadi tidak ada alasan dia menolakku," ujar Vino.


"Jadi sedikit memaksa ya," ucap Egi sembari terkekeh.


"Kalau begitu sebelum benar-benar menemuinya, buatlah sedikit drama romantis. Aku akan membantu anda menunjukkan hal-hal yang paling disukai Leony. Dia mudah luluh dengan hal-hal berbau romantis," ujar Egi.


"Benarkah?" tanya Vino.


"Usaha kan hal romantis itu yang akan mengingatkan dia tentang anda " Jawab Egi


"Baiklah tuan Egi, saya mengerti. Terima kasih karena anda membantu saya melepaskan Leony," ucap Vino.


"Saya membantu anda untuk menyelamatkan saya juga. Semoga saja semuanya seperti harapan kita," ujar Egi yang kemudian di aminkan oleh Vino.

__ADS_1


"Kalau begitu saya permisi pulang dulu tuan Egi," ujar Vino.


"Oke. Nanti alamat Leony akan saya kirim lewat chat," ujar Egi.


"Terima kasih," ucap Vino.


"Sama-Sama," ucap Egi sembari menjabat tangan Vino.


Vino melenggang pergi dengan perasaan lega, begitu juga dengan Egi. Dan Egi sudah tidak sabar ingin bertemu Deva buat makan malam.


🌶️🌶️🌶️🌶️


"Paket," Seorang kurir mengetuk pintu rumah Leony.


Leony yang baru bangun tidur membuka pintu itu dengan malas.


"Paket atas nama Leony?" tanya Kurir


Leony segera menandatangani serah terima barang, dan menutup pintu setelahnya.


"Teruntuk wanita spesial yang pernah hadir dalam hidupku. Aku mencintaimu," Leony membaca kartu ucapan yang terselip diantara kuntum bunga.


"Ini dari siapa? kok nggak ada nama pengirimnya? apa ini dari Egi? apa dia sudah jatuh cinta lagi padaku? tapi kenapa aku tidak berdebar-debar saat menerima hadiah ini darinya? bahkan bayi dalam perutku juga menolak dia sebagai ayahnya,"


"Tapi kalau melihat sikap Egi yang dingin padaku, rasanya nggak mungkin ini dari dia. Tapi aku kan nggak dekat dengan siapapun akhir-akhir ini. Apa ada penggemarku di pabrik?" Leony jadi senyum-senyum sendiri membayangkan hal itu.


Dan saat siang menjelang, Leony kembali memperoleh hadiah. Kali ini berupa beberapa jenis makanan sehat.


"Jagan kesehatan. Meski terlambat menyadari perasaanku, tapi aku ingin kamu tahu bahwa aku jatuh cinta padamu," Leony membaca kartu ucapan yang terselip diantara kantung plastik.


"Ini sebenarnya siap sih? Egi bukan ya? apa aku tanya langsung aja ya sama dia? tapi kalau bukan nanti dia salah paham. Apa ini dari Ferdy? atau ini dari Vino? Vino? nggak mungkinlah pria kaku itu," gerutu Leony.


"Tapi kalau itu benar-benar dari Vino, mungkin aku sangat bahagia menerimanya. Hah...ternyata aku belum bisa move on dari perjaka tua itu," gumam Leony sembari mengelus perutnya.

__ADS_1


Dan saat sore harinya, Leony kembali menerima makanan sehat dan juga beberapa pakaian untuk ibu hamil. Karena sangat penasaran dengan si pengirim, Leony langsung membuat panggilan untuk Egi. Namun Egi sengaja memblokir nomor Leony, dan menyuruh Security kantor melarang Leony untuk menemuinya.


"Ini maksud si Egi apa ya? padahal setahuku dia ini anak dia, kenapa dia kayak lari dari tanggung jawab? gimana kalau ini anaknya beneran? jadi sebrengsek ini dia rupanya," gerutu Leony.


Namun masalah bukan terjadi pada Leony saja, saat malam harinya Egi menunggu sudah hampir 2 jam namun Deva tidak menepati janjinya buat makan malam. Sementara dirinya tidak tahu alamat kontrakkan, maupun nomor ponsel istrinya itu. Sejak hari itu Deva tidak bisa dia temukan, meskipun di kampus sekalipun, dan itu benar-benar membuat Egi frustasi.


Tok


Tok


Tok


"Paket,"


Leony lagi-lagi menerima paket, dan kali ini paket itu berisi sebuah gaun cantik.


"Maukah makan malam denganku? akan ada yang menjemputmu jam 7 malam nanti. Gunakan gaun itu. Dari penggemar setiamu,"


"Ckkk...sebenarnya ini orang iseng siapa sih? tapi ini beneran cantik loh gaunnya. Warnanya juga bagus. Apa aku harus nemuin ini orang? lihat aja, gue kerjain balik," gumam Leony.


Dan benar saja, saat waktu tepat pada pukul 7 malam sebuh mobil mewah datang menjemputnya. Namun Leony menolaknya mentah-mentah.


"Bilang sama orang yang menyuruhmu! kalau dia benar-benar jantan, dia yang datang nemuin saya langsung. Saya undang dia makan malam sekarang juga dirumah saya. Saya sudah masak, saya juga akan dandan yang cantik," pesan itu dengan tegas Leony sampaikan pada supir suruhan Vino.


Dan selang 30 menit kemudian, seseorang benar-benar mengetuk pintu rumahnya dan cukup membuat jantung Leony berdebar.


"Sialan. Belum tahu siapa yang datang, tapi jantungku sudah empot-empotan. Ini kenapa lagi gue harus dandan secantik ini? bisa-bisanya gue nurutin kemauan orang yang nggak aku kenal," gerutu Leony sembari menekan handle pintu.


Ceklek


"Cantik," Vino tersenyum saat melihat Leony yang begitu cantik mengenakan gaun yang dia berikan.


Sementara mata Leony seolah akan lepas dari kelopaknya, saat melihat kehadiran Vino didepan matanya.

__ADS_1


__ADS_2