
"Mas. Ada yang ingin aku bicarakan denganmu. Tapi aku harap kamu nggak marah sama aku setelah mendengar apa yang akan aku katakan," ujar Leony sembari merebahkan kepala dipangkuan Vino.
"Ada apa?" tanya Vino sembari membelai rambut Leony.
"Setelah kita berpisah, aku pernah melakukan hubungan badan dengan mantan pacarku sebanyak satu kali. Tapi sumpah! kami hanya melakukannya satu kali, itupun tanpa rasa cinta sama sekali." Jawab Leony sembari menatap Vino, karena ingin tahu reaksi dari pria yang dia cintai itu.
"Terus?" tanya Vino dengan santai.
"Eh? apa dia tidak marah dan cemburu? kalau aku jelas akan cemburu saat tahu dia meniduri wanita lain," batin Leony.
"Aku pikir kedepannya kita akan memulai hidup yang baru, jadi aku harus jujur padamu tanpa ada yang ditutupi. Karena menurutku kejujuran sangat penting dalam sebuah hubungan." Jawab Leony.
"Itu memang benar. Terima kasih karena sudah jujur padaku," ujar Vino.
"Apa mas tidak marah dan merasa jijik padaku? harusnya mas merasa marah, karena aku sudah murahan memberikan tubuhku dengan sembarang pria," tanya Leony.
"Dia bukan sembarang pria, dia mantan pacarmu. Yang artinya kamu sangat mengenalnya, atau bisa jadi kalian ingin memastikan perasaan kalian. Ya meski caranya tidak lazim."
"Aku akan menerima hal itu, karena itu terjadi sebelum kita menikah. Aku akan menganggapnya itu masa lalumu dan menerimamu apa adanya. Tapi jangan pernah kamu lakukan itu setelah kita menikah, karena aku tidak akan memaafkan sebuah penghianatan," sambung Vino.
"Nggak akan mas." Jawab Leony.
"Apa ada lagi yang ingin kamu ungkap padaku?" tanya Vino.
Leony langsung beranjak dari pangkuan Vino dan menatap mata pria itu.
"Ma-Mas. Apa mas siap kalau kita memiliki anak setelah menikah?" tanya Leony.
"Tentu saja. Aku memang sangat menginginkannya. Kamu tahu sendiri aku sudah tua dan tidak punya banyak waktu. jangankan setelah menikah, sebelum menikah saja mas mau." Jawaban Vino seperti angin segar bagi Leony.
"Apa mas percaya padaku?" tanya Leony.
"Aku percaya padamu 1000%." Jawab Vino.
"Se-Sebenarnya sekarang aku sedang hamil mas. Dan ini anak kita." Jawab Leony yang kemudian menatap Vino karena ingin melihat respon pria itu.
"Benarkah? tapi bukannya waktu itu kamu bilang sudah memasang kontrasepsi IUD?" tanya Vino penasaran.
"Itu memang benar. Aku juga merasa heran, dan kemudian berkonsultasi pada dokter kandungan. Dokter bilang kejadian itu memang biasa terjadi, meskipun jarang. Mungkin ini sudah takdir, karena aku baru saja kehilangan Kayla dan Tuhan memberikan rejeki anak yang lain." Jawab Leony.
"Tapi kalau mas nggak percaya, kita bisa ke dokter kandungan untuk mengecek usia kehamilanku. Waktu aku periksa usianya sekitar 8 minggu, sekarang seharusnya sudah 10 mingguan. Dan itu pas saat kita masih bersama dulu," sambung Leony.
__ADS_1
"Mas percaya. Tapi mas jadi ingin tahu, bagaimana responmu saat tahu kamu sedang hamil? terus kenapa kamu tidak datang mencariku?" tanya Vino.
"Awalnya aku panik, tapi akhirnya aku senang karena aku diberikan anugrah lagi. Sama sekali nggak terpikirkan buat menggugurkan anak ini. Justru aku sangat bahagia, karena ini buah cinta dengan orang yang diam-diam aku cintai" Jawab Leony.
"Waktu itu aku tidak berani menemuimu, karena aku teringat ucapan mas waktu itu. Aku takut saat aku memberitahumu, mas malah menyuruhku menggugurkan anak kita. Mas kan nggak mau menikah, dan ingin terikat hubungan kontrak dengan sugar baby yang lain," sambung Leony dengan bibir mengerucut.
"Jadi disini sungguh ada anak kita ya?" tanya Vino.
"Emm." Leony mengangguk.
Cup
Vino mencium perut Leony, dan itu membuat perasaan Leony berbunga-bunga.
"Tapi mas. Aku sudah membuat masalah lain dengan kehamilanku," ujar Leony.
"Masalah apa?" tanya Vino.
"Sewaktu aku berhubungan dengan mantan pacarku, aku sama sekali tidak tahu kalau aku sedang hamil. Karena tidak berani menemuimu, dan takut tidak kamu akui, aku malah mengatakan pada mantan pacarku kalau ini anaknya." Jawab Leony dengan wajah tertunduk.
"Terus?"
"Kamu memang menciptakan masalah untuk rumah tangga tuan Egi dan istrinya, karena mereka sedang mengurus perceraian mereka saat ini," ujar Vino.
"Eh? kok mas tahu?" Leony terkejut.
"Tuan Egi sudah menceritakan segalanya padaku. Dan sekarang kami bisa bernafas lega, karena anak yang kamu kandung adalah anakku. Kita bisa menyelamatkan pernikahan dia. Tapi bukan itu yang harus kamu ketahui Leony. Sekarang yang jadi masalah istri Egi kabur dari rumah setelah memberikan surat gugatan cerai. Wanita itu melakukannya, karena ingin mengalah padamu." Jawab Vino.
"Mengalah? maksudnya bagaimana? kenapa dia mau mengalah untukku?" tanya Leony
"Kalau soal itu kamu temui Egi saja. Sekalian kamu minta maaf padanya. Sekarang ada hal yang lebih mendesak, dan sudah aku tahan sejak tadi," ujar Vino.
"Apa?" tanya Leony.
Tanpa berbasa basi Vino langsung menyerbu bibir calon istrinya itu. Leony yang sudah lama tidak disentuh oleh Vino, mengaminkan permintaan pria itu karena dia juga sangat menginginkannya.
🌶️🌶️🌶️🌶️
"Tuan ada tamu di bawah," ujar pelayan, saat Egi membuka pintu kamarnya.
"Siapa yang datang di hari libur begini?" tanya Egi.
__ADS_1
"Namanya tuan Vino dan Nona Leony." Jawab pelayan yang membuat Egi jadi tersenyum.
"Baiklah. Katakan pada mereka aku akn segera turun, dan jangan lupa buatkan minuman dan camilan untuk tamunya," ucap Egi.
"Baik tuan." Jawab Pelayan.
Egipun bergegas mengenakan pakaian, dan turun kebawah. Terlihat sekali Leony tengah gugup saat ini, dan Egi sudah mengerti karena Vino memainkan mata kearahnya.
"Leony? ada keperluan apa kalian datang?" tanya Egi yang berpura-pura cuek.
"Egi. Aku datang kesini mau minta maaf sama kamu." Jawab Leony dengan kepala tertunduk.
"Minta maaf? minta maaf apa?" tanya Egi.
"Se-Sebenarnya anak yang aku kandung bukan anakmu, tapi anaknya mas Vino. Maaf ya Gi," ucap Leony dengan entengnya.
Ada perasaan lega dihati Egi saat mendengar hal itu. Tapi tentu saja dia juga merasa marah pada Leony, namun sebisa mungkin dia tahan.
"Leony. Beruntunglah kamu itu seorang wanita, kalau kamu itu laki-laki sudah kupukuli babak belur. Bisa-Bisanya kamu berbuat begitu sama aku? apa kamu tahu, yang kamu lakukan itu sudah menghancurkan rumah tanggaku? gara-gara kamu istriku jadi kabur entah kemana," Geram Egi.
"Egi tolong maafin aku. Waktu itu aku terpaksa melakukannya, karena takut anakku lahir tanpa ayah. Maafin aku Egi," mata Leony mulai berkaca-kaca.
"Kamu sudah menyakiti hati Deva terlalu dalam Leony. Kamu sudah menyakiti hati adikmu yang bahkan rela berkorban untumu," ucap Efi.
"Deva? apa hubungannya hal ini dengan Deva?" tanya Leony yang membuat Egi tersenyum pahit.
"Deva adalah istriku. Saat dia datang menemuimu di kontrakkan, itu hal yang tidak disengaja karena dia ingin menangkap basah selingkuhan suaminya. Dan dia bertambah terluka, saat tahu wanita yang membuat suaminya berubah dan mengabaikannya adalah kakak kandungnya sendiri."
"Apa maksudmu Deva istrimu? dia kan istri Decky?" tanya Leony.
"Mereka sudah bercerai, dan aku menikahi Deva." Jawaban Egi membuat tubuh Leony jadi lemas.
"Ka-Kamu bohong kan Gi?" tanya Leony dengan bibir bergetar.
"Saking sayangnya sama kamu, dia rela melepaskan suaminya yang dia kira benar-benar menghamili kakaknya. Kamu pasti bisa membayangkan bagaimana hancur dan sakit hatinya Deva saat ini. Dia pasti mengira kita akan menikah," air mata Leony mengucur deras.
"Deva bodoh. Kalau aku tahu Egi suamimu, pasti aku akan berterus terang padamu. Sejak dulu kamu selalu begitu. Hiks...." Leony terisak dalam pelukkan Vino.
"Sekarang aku tidak tahu dia ada dimana. Bahkan di kampuspun aku tidak bisa menemukan keberadaannya," ujar Egi Lesu
Leony tampak berpikir keras untuk menemukan keberadaan adiknya. Dan dia jadi teringat sosok Dian salah satu sahabat adiknya itu.
__ADS_1