KAU GADAIKAN DIRIKU

KAU GADAIKAN DIRIKU
74. Mas Kangen


__ADS_3

"M-Mas Vino," kata-kata Leony terbata. Dia sangat gugup, saat melihat Vino berada dihadapannya.


"Hallo mantan patner," sapa Vino dengan senyum yang terbit dibibirnya.


"Ugggghhh...emangnya harus ya ngungkit masa lalu?" batin Leony.


"Nggak nyuruh mas masuk? katanya mau ngajakin mas makan malam bersama?" tanya Vino.


"Eh? kesambet apa dia? sekarang dia mengklaim dirinya dengan sebutan mas. Biasanya juga bilang aku kamu," batin Leony.


"Eh...si-silahkan masuk mas! maaf tempatnya kecil, nggak kayak rumah mas," ujar Leony sembari membuka pintu kontrakkannya dengan lebar.


Ceklek


Ceklek


Vino mengunci pintu itu setelah pintu itu tertutup.


Grepppppp


Vino tiba-tiba memeluk Leony dari belakang. Diperlakukan seperti itu, tentu saja tubuh Leony jadi menegang, dengan jantung yang berdebar kencang.


"M-Mas. Ki-Kita kan...."


"Biar mas peluk kamu sebentar saja. Mas kangen sama kamu," bisik Vino.


"Apa? mas Vino kangen sama aku? aku nggak salah dengar kan? OMG. Kenapa pula jantungku berdebar kayak gini. Tahan Leony, jangan kepedean dulu. Siapa tahu dia sudah punya patner ranjang yang baru," batin Leony.


Leony perlahan melepas tangan Vino dari pinggang rampingnya, dan kemudian berbalik badan menatap pria yang masih membuat jantungnya berdebar itu.


"Mas nggak boleh gitu. Nanti sugar baby mas marah. Oh ya, kalau boleh tahu, mas tahu dari siapa aku tinggal disini?" tanya Leony.


"Nggak penting mas tahu darimana, yang paling penting saat ini adalah mas mau melepaskan rasa kangen mas sama kamu." Jawab Vino yang kemudian ingin mencium Leony, namun Leony tiba-tiba menghindar.


"Kenapa?" tanya Vino kecewa.


"Kamu nggak kangen sama mas?" sambung Vino.

__ADS_1


"Bukan gitu mas. Cuma terus terang aku sedang bingung saat ini. Ini mas bilang kangen sama aku dalam konteks apa ya?" tanya Leony


"Kenapa kamu nanya gitu? kita kan pernah bersama selama 6 bulan? tentu saja perasaan seperti itu pasti ada." Jawab Vino.


"Tapi hubungan kita cuma sebatas hubungan kontrak 6 bulan mas. Mas sendiri yang menginginkan itu terjadi. Mas sendiri yang sudah membayarku setelah menikmati tubuhku. Mas sendiri yang tidak menahanku pergi, jadi kenapa mas punya perasaan seperti itu? mas sendiri kan yang bilang bakal cari sugar baby yang baru?" Entah kenapa air mata Leony merebak tanpa dikomando.


Vino mendekat kearah Leony, dan menghapus air mata Leony yang sudah terlanjur jatuh ke pipi.


"Apa arti air matamu ini Leony? bolehkah mas mengartikannya karena kamu marah sama mas? karena kamu merasa mas sudah mencampakan kamu? bolehkah mas mengartikan kalau kamu tengah cemburu? karena takut mas mencari wanita lain? katakan!" tanya Vino penuh harap.


"Kenapa harus aku yang mengatakan lebih dulu? jadi tujuan mas ngirim hadiah, perhatian, dan ngajakin aku makan malam, itu artinya apa mas?" Leony dengan sengaja membalikkan pertanyaan.


"Itu artinya mas cinta sama kamu Leony." Jawaban Vino membuat Leony tidak bisa berkata-kata lagi. Bibirnya terasa kelu saat ini.


"Mas tahu mas nggak pantas buat kamu. Selain mas penjahat kelamin, mas juga sudah tua bangka. Tua bangka yang mengharapkan sang putri berhati lembut dan keibuan, untuk menjadi pasangan seumur hidupnya."


"Mas tahu mas salah, karena sudah terlambat menyadari kalau mas sudah jatuh cinta sama kamu. Seperti yang pernah mas ceritakan sama kamu, kalau mas punya trauma masa lalu dengan pernikahan orang tua mas. Tapi sejak bertemu denganmu, mas merasa pernikahan nggak selamanya buruk. Sewaktu ada kamu, mas seperti merasa punya seorang istri sungguhan. Tapi dengan bodohnya mas nggak pernah nunjukin rasa suka itu karena mas takut kamu tolak," sambung Vino.


"Kenapa takut ditolak?" tanya Leony.


Grepppp


Leony langsung berhambur kedalam pelukkan Vino. Dia sangat bahagia, karena ternyata cintanya terbalaskan. Tidak hanya Leony, Vino juga merasa bahagia karena Leony juga memiliki perasaan yang sama denganmya.


"Aku juga cinta sama kamu mas. Cinta banget," ucap Leony yang semakin mengeratkan pelukkannya.


"Oh ya Tuhan terima kasih...mas gugup banget tadi. Mas takut kalau kamu nolak mas," ujar Vino sembari merapikan rambut Leony kebelakang telinga wanita yang dia cintai itu.


"Aku memang kecewa waktu kamu nggak nahan aku pergi mas. Bahkan aku menangis beberapa hari gara-gara kangen sama kamu. Tapi aku percaya satu hal, kalau jodoh nggak akan kemana," ujar Leony.


"Makasih karena kamu mau sabar nungguin mas dan nggak menikah dengan orang lain," ucap Vino.


Deg


Leony tiba-tiba teringat tentang Egi. Tentang drama yang sudah terlanjur dia buat.


"Gimana ini? apa aku harus menceritakan hubungan aku dan Egi? kalau aku mau memulai hubungan yang baru, aku harus jujur sama dia kan? tapi gimana kalau dia nggak mau terima kalau aku sudah pernah berhubungan badan dengan Egi?" batin Leony.

__ADS_1


"Sayang. Hey...kok ngelamun sih?" tanya Vino.


"Emm. Mas sebaiknya kita makan dulu ya! aku sudah laper banget nih. Setelah itu ada hal penting yang ingin aku bicarakan sama kamu," ujar Leony.


"Aku ingin melihat, seberapa jujurnya Loeny sama aku," batin


"Ya sudah ayo! kebetulan mas juga lapar," ujar Vino.


"Tapi maaf ya mas. Disini nggak ada meja makan, jadi kita makan ala-ala piknik di ruang tamu," ujar Leony yang kemudian membuka tudung makanan yang dibawahnya sudah terhidang beberapa menu makanan.


"Nggak apa-apa, karena malam ini adalah malam terakhir kamu berada ditempat ini," ucap Vino.


"Kok gitu?" tanya Leony.


"Ya iyalah. Karena mas nggak mau nunda hari pernikahan kita. Mas mau 3 hari lagi kita akan melangsungkan pernikahan mewah." Jawab Vino.


"Tiga hari? kok cepat banget mas?" tanya Leony terkejut.


"Emang kamu mau 3 tahun lagi? ntar mas tambah ketuaan." Jawab Vino yang membuat bibir Leony jadi mengerucut.


"Tapi mas setelah aku pikir-pikir alangkah baiknya aku pulang kerumah orang tuaku dulu sebelum menikah. Lagipula kan kita masih butuh restu papa mas," ujar Leony.


"Bukannya kamu masih marah sama orang tua kamu?" tanya Vino sembari menyuapkan makanan kedalam mulutnya.


"Nggak lagi mas. Setelah aku pikir-pikir nggak ada gunanya marah sama mereka lama-lama. Mau bagaimanapun mereka, mereka tetap orang tuaku. Ini cuma pemberitahuan saja buat mas, orang tuaku itu mata duitan. Jadi mas jangan heran kalau nanti dia minta yang aneh-aneh. Apa mas sanggup?" tanya Leony.


"Selagi mereka ada di dunia ini, dan selagi kita mampu memberikannya, berikan saja. Nggak ada salahnya membuat mereka bahagia, itu akan menambah keberkahan." Jawab Vino.


"Tumben otak mas bener?" ledek Leony.


"Emang selama ini otak mas salah?" tanya Vino.


"Biasanya mikirin kuda-kudaan terus." Jawab Leony sembari terkekeh.


"Kalau masalah itu, habis makan mas mau minta jatah juga," ujar Vino yang dijawab putaran bola mata malas.


Melihat ekspresi lucu Leony, membuat Vino tertawa keras. Dan Leony tersenyum senang, karena pria kaku di depannya sudah berubah jadi pria menyenangkan.

__ADS_1


__ADS_2