KAU GADAIKAN DIRIKU

KAU GADAIKAN DIRIKU
28. Dinobatkan


__ADS_3

Senyum semringah terbit dari bibir Decky, karena saat ini dia tengah berada di kantor bersama Hanggono untuk mengumumkan Decky sebagai pengganti Hanggono yang akan menjabat sebagai direktur utama di HANG Group.


Bahunya sedikit terangkat bersama jas yang dia kenakan dengan sangat rapi.


"Hari ini adalah hari yang paling membahagiakan bagiku. Di usiaku yang genap mencapai 75 tahun, aku menyaksikan secara langsung penobatan cucu tunggalku sebagai pengganti alias ahli waris dari HANG Group. Aku Hanggono selaku presiden direktur HANG Group, dengan ini menyatakan Decky Hanggono resmi menjabat sebagai presiden direktur sebagai penggantiku," ucapan Hanggono disambut tepuk tangan meriah dari berbagai departemen dan juga rekan bisnis Hanggono selama ini.


Decky menghembuskan nafas lega, dengan dada yang membuncah bahagia setelah mendengar pernyataan dari Hanggono.


"Mulai hari ini akulah yang berkuasa dikerajaan bisnis HANG Group. Aku bisa melakukan apapun yang aku mau. Dan siapapun yang akan menghalangi jalanku, maka semuanya wajib kusingkirkan," batin Decky.


Drappp


Semua orang serentak berdiri hanya ingin mengucapkan selamat untuk Decky.


"Terima kasih semuanya. Aku harap kerjasama dengan kalian semakin berjalan dengan baik kedepannya. Sehingga HANG Group semakin berjaya dimasa depan," ucap Decky.


Setelah acara peresmian tersebut, Hanggono kembali pulang ke rumah. Sementara Decky bertindak seolah dirinya tetap stay di kantor, padahal dirinya langsung pulang ke rumah Olivia untuk menyampaikan kabar bahagia itu.


"Sayang. Aku pulang," seru Decky sembari membuka pintu rumah Olivia.


Olivia tersenyum saat melihat kedatangan Decky dan langsung berhambur kepelukkan kekasihnya itu.


"Gimana hasilnya?" tanya Olivia.


"Tentu saja berjalan lancar. Dan aku sudah resmi di nobatkan sebagai presiden direktur di HANG Group." Jawab Decky.


"Sungguh?" tanya Olivia antusias.


"Of course. Aku sangat bahagia sekali hari ini." Jawab Decky sembari mengeratkan pelukkannya pada Olivia.


"Berarti kamu bisa dong segera menyingkirkan si bocah ingusan itu?" tanya Olivia sembari menjauhkan diri dari dekapan Decky.


"Tentu saja. Tapi aku mohon pengertianmu dulu untuk bersabar. Aku minta waktu satu bulan untuk membereskan semuanya. Bukankah kamu ingin butik itu jadi milikmu?" tanya Decky.


"Ya. Tapi kenapa harus menunggu selama itu?" tanya Olivia.


"Sertifikatnya baru selesai dibuat. Kalau kita langsung mengambilnya tanpa berkas yang cukup dari Deva, itu akan sulit. Aku harus membujuknya dan menipunya lagi, agar dia mau menyerahkan semuanya dengan suka rela." Jawab Decky.


"Ckk...ayolah sayang. Satu bulan tidak akan lama. Itu sepadan karena kamu akan mendapatkan 25 butik besar atas namamu," sambung Decky yang kemudian membuat Olivia menerbitkan senyumnya.


"Lalu bagaimana rencanamu menyingkirkan bocah ingusan itu? apa kamu akan membunuhnya? atau...."


Tring


Tring


Tring


Ponsel Decky berdering, dan Decky menggaruk keningnya saat melihat sahabatnya yang menelpon.

__ADS_1


"Hah...pasti mau nagih utang nih bocah," ujar Decky.


"Siapa?" tanya Olivia.


"Riki. Aku punya utang judi 900 juta sama dia. Aku janji mau membayarnya setelah aku menikahi bocah ingusan itu. Sekarang dia pasti mau nagih hutang itu." Jawab Decky.


"Kamu sih. Pakai acara ada hutang judi segala. Mana 900 juta gede banget. Bisa beli tas branded itu," ucap Olivia.


"Sayang. Sekarang aku sudah kaya raya. 900 juta nggak ada apa-apanya buat aku. Aku tinggal transfer aja semuanya beres," ujar Decky.


Olivia tampak diam. Dia masih tidak rela uang 900 juta terbuang cuma-cuma.


"Beib. Bukankah kita mau menyingkirkan bocah ingusan dan polos itu?" tanya Olivia.


"Ya. Kenapa?" tanya Decky.


"Sepertinya aku punya ide yang bagus buat menyingkirkan pengacau itu." Jawab Olivia.


"Apa rencanamu?" tanya Decky.


"Dadipada kehilangan 900 juta, kenapa kita nggak gadaikan saja bocah ingusan itu? selama dia berada di tangan Riki, kita bisa mengatur rencana yang lain. Kamu bisa bilang sama kakek kamu, kalau dia sudah berselingkuh dengan pria lain dan kamu punya alasan buat menceraikan dia." Jawab Olivia.


Decky tampak terdiam. Namun sesaat kemudian pria itu menyeringai.


"Cerdas. Kalau begitu aku akan bernegosiasi dengan Riki. Lagipula dia itu seorang jomblo akut yang mesum. Dia pasti akan setuju," ujar Decky.


"Ya udah kamu telpon balik sekarang," ucap Olivia.


"Kenapa kamu masih takut. Sekarang kamu sudah jadi bosnya. Bahkan kakek kamu seharusnya tidak boleh ikut campur lagi urusan kamu bukan?" tanya Olivia.


"Benar juga. Ini semua gara-gara kakek. Kebiasaan kakek yang sering mengawasiku membuat aku jadi selalu merasa waspada " Jawab Decky.


"Ya sudah aku balik kantor dulu kalau begitu. Nanti malam aku usahakan kesini," sambung Decky.


"Emm." Olivia menganggukkan kepalanya.


🌶️🌶️🌶️🌶️🌶️


Deva mondar mandir menunggu kedatangan Decky. Dia tahu hari ini Decky sudah di nobatkan sebagai presiden direktur di HANG Group. Dan itu berarti niatnya untuk mengungkapkan perasaannya harus segera dilaksanakan.


"Biasanya kak Decky nyampai rumah jam 5, ini sudah hampir malam. Apa dia hari ini lembur? tadi aku udah terlanjur bilang kalau aku pulang terlambat, karena ada tugas kampus. Hah...sebaiknya aku berendam aja deh, biar aku nggak tegang ngadapin kak Decky nanti," gumam Deva.


Devapun memutuskan untuk membersihkan diri dan berendam air hangat sejenak.


Ceklek


Decky menekan handle pintu dan memasukki kamar. Kamar itu tampak sepi tanpa penghuni.


"Apa bocah ingusan itu belum pulang?" gerutu Decky.

__ADS_1


Decky melepas pakaiannya satu persatu, dan hanya menyisakan celana boxernya saja.


Tring


Tring


Tring


"Kebetulan banget ini biawak nelpon. Sekalian aku mau gadaikan bocah ingusan sama dia," ucap Decky.


Decky kemudian menerima panggilan itu di balkon, dan duduk di salah satu kursi santainya.


"Hallo Rik,"


"Sialan. Gue pikir loe mau bawa kabur duit 900 juta gue," ucap Riki.


"Mana mungkin aku mau bawa kabur uang seupil begitu. Apa kamu tahu hari ini aku sudah di nobatkan sebagai direktur utama di HANG Group," ucap Decky.


"Benarkah? widih...berarti bisa bayar lebih dong ya? itung-itung buat syukuran," ujar Riki.


"Aku akan beri lebih dari itu. Dan kamu pasti sangat menyukainya," ucap Decky.


"Apa yang ingin kamu berikan padaku?" tanya Riki.


"Aku ingin menggadaikan istriku seharga hutangku 900 juta. Kamu bisa memakainya selama satu tahun." Jawab Decky.


"Gila loe. Barang bekas dikasih ke gue," ucap Riki.


"Dia bukan barang bekas. Dia belum pernah aku sentuh, bahkan ciuman sekalipun. Dia masih perawan. Kapan lagi kamu bisa icip-icip bocah 18 tahun," ucap Decky.


"Nggak ah...takut ketahuan kakek loe. Bisa digorok gue," ujar Riki.


"Hanggono tidak punya kuasa lagi. Aku sudah menipunya habis-habisan dengan memanfaatkan bocah ingusan itu," ucap Decky.


"Apa kamu yakin tidak menyukai istri kecilmu itu?" tanya Ricky.


"Tentu saja tidak. Kamu tahu sendiri gadis yang aku cintai itu hanya Olivia. Mana selera aku sama bocah ingusan yang mungkin dadanya aja belum tumbuh." Jawab Decky.


"Anjrittt. Emang loe pernah nyicip dadanya? bekas loe dong kalau gitu?" tanya Riki.


"Nggak pernah. Tapi dia selalu pakai baju longgar. Ada kemungkinan dia kurang percaya diri karena dadanya terlalu kecil." Jawab Decky sembari terkekeh.


"Ayolah Rik. Gue tahu loe nggak begitu miskin nagih gue 900 juta. Anggap aja ini suatu permainan, dan loe menang judi berubah bocah lolypop. Kan seleramu yang imut-imut gitu," sambung Decky.


"Jadi istilahnya loe mau gadai nih?" tanya Riki.


"Anggap aja begitu. Gue gadai dia, dan loe mendapat keperawanannya. Setelah satu tahun dia akan gue ambil lagi." Jawab Decky.


"Untuk apa loe ambil lagi? kenapa loe nggak cerai aja sama dia?" tanya Riki.

__ADS_1


"Gue pasti cerai sama dia. Tapi untuk sementara harus gue tahan dulu. Sertifikat kepemilikkan butik sudah dibalik nama atas nama Deva. Aku harus mengambil itu dari dia. Setelah dia tidak berguna lagi, aku akan langsung bertransaksi sama loe." Jawab Decky.


Lutut Deva terasa lemas, saat dia tidak sengaja mendengar semua pembicaraan Decky. Dia bergegas pergi dari persembunyiannya, agar Decky tidak tahu kalau dia sudah mendengar semuanya.


__ADS_2