
Suasana rumah Decky kini tampak tampak ramai. Baru satu jam yang lalu, Decky berhasil menjadikan Olivia sebagai istri sahnya. Senyum manis selalu terbit dari bibir Olivia, tiap kali para tamu mengucapkan selamat pada kedua mempelai.
"Sebentar lagi senyummu itu akan segera lenyap dari bibirmu. Selamat datang di neraka Olivia. Malam ini adalah malam resepsi termewah dalam hidupmu, karena aku memang sudah terlanjur menyiapkan ini semua. Tapi aku pastikan ini adalah malam terkhir kamu tersenyum bahagia, karena selanjutnya hanya akan ada air mata dalam hidupmu itu," batin Decky.
Sesuai yang Decky katakan, pada malam harinya mereka memang menggelar resepsi mewah. Yang dihadiri banyak rekan bisnis dan kolega. Dan setelah susunan acara satu persatu sudah di lewati, Decky dan Olivia memasuki sebuah kamar hotel yang disediakan pihak hotel sebagai service karena mereka sudah menggunakan aula hotel, sebagai tempat resepsi pernikahan.
"Uggghhh capek banget Beib," ujar Olivia.
"Ya udah kamu istirahat aja. Aku juga capek pengen tidur," ujar Decky.
"Kita nggak malam pertama nih?" tanya Olivia dengan konyol.
"Malam pertama apa sih? nggak nikah aja kita sering ngelakuinnya. Dan bukan malam pertama lagi, tapi malam keseribu mungkin." Jawaban Decky membuat Olivia jadi terkekeh.
"Ya udah deh. Aku mau langsung mandi aja. Rasanya lengket banget," ujar Olivia.
"Emm." Decky mengangguk.
Decky kemudian menghubungi seseorang, dan membuat kesepakatan. Setelah Olivia selezai mandi, giliran Decky yang membersihkan diri.
"Sayang. Rencananya kita mau bulan madu kemana?" tanya Olivia.
"Untuk dua bulan kedepan kita nggak bisa pergi keluar kota apalagi keluar negeri." Jawab Decky sembari mengeringkan rambutnya.
"Loh kenapa?" tanya Olivia.
"Pekerjaan kantor lagi numpuk banget. Nggak mungkin diserahkan pada orang lain. Nanti kalau waktunya sudah agak longgar dikit baru aku akan ajak kamu keluar negeri. Emang kamu mau kemana sih?" tanya Decky sembari mengenakan pakaian.
"Paris. Aku pengen banget lihat paris." Jawab Olivia.
"Oke. Nanti setelah agak longgar, aku akan ajak kamu kesana," ujar Decky.
"Tapi tentu aja itu hanya ada dalam mimpi kamu," batin Decky.
"Jadi untuk sementara kita bulan madu di puncak aja ya!" ujar Decky.
"Puncak?"
"Emm. Disana lumayan dingin juga kan?" ujar Decky.
__ADS_1
"Oke. Aku nurut kamu aja Beib," ujar Olivia.
"Kalau aku tidak tahu bahwa kamu sudah mengkhianati aku, mungkin keujung duniapun akan aku turuti. Tapi maaf saja, meski ke puncak sekalipun aku hanya ingin menjadikanmu mesin pencetak uang bagiku," batin Decky.
Keesokkan harinya...
"Kamu yakin kita ke puncak hari ini? katanya kamu sibuk," tanya Olivia.
"Yakin dong. Lagian puncak nggak terlalu jauh. Aku masih bisa bolak balik kantor dari puncak." Jawab Decky.
"Pinger kamu Beib. Jadi kamu bisa dapat dua-duanya. Iya kan?" tanya Olivia.
"Iya. Jadi kamu persiapkan baju perangmu yang banyak," ujar Decky.
"Oke." Jawab Olivia.
Decky dan Oliviapun pergi ke puncak. Disepanjang perjalanan menuju tempat itu Decky bernyanyi, dan terkadang bersiul-siul.
"Sepertinya kamu senang sekali ini?" tanya Olivia.
"Tenti saja senang. Siapa yang nggak senang mau berbulan madu. Emangnya kamu nggak senang?" tanya Decky.
"Senang juga sayang. Nggak nyangka ya sekarang kita sudah jadi suami istri. Oh ya sayang, kapam kamu mau bangunin aku butik lagi?" tanya Olivia.
"Aku bosan juga kalau terus di rumah. Aku pengen kerja di kantor kamu. Jadikan aku sekretarismu," ujar Olivia.
"Iya. Lalu kamu memperdayaku, dan mengambil perusahaan. Dasar wanita ular! rasanya ingin aku lemparkan dari mobil ini dan menjatuhkannya dalam jurang," batin Decky.
"Boleh. Tapi tunggu pas ada pengurangan karyawan ya! sekarang kerjaan kantor lagi banyak. Lagipula belum ada lowongan. Jadi kamu tunggu aja di rumah dengan nyaman. Biar aku yang cari uang," ujar Decky.
"Iya. Tapi aku pengen juga nyicip yang namamya dunia kerja," ujar Olivia.
"Oke next time ya!" Decky berbicara selembut mungkin, agar Olivia tidak curiga.
Setelah menempuh waktu hampir satu jam, merekapun akhirnya tiba di puncak.
"Udaranya sejuk ya!" ujar Olivia saat mereka sudah berada di salah satu kamar vila.
"Sudah aku bilang. Tidak perlu keluar negeri kalau ingin merasakan tempat yang sejuk dan indah," ujar Decky.
__ADS_1
"Iya juga Beib. Buang-Buang uang," Olivia berkata bijak, namun Decky sama sekali tidak terpengaruh.
Tring
Tring
Tring
"Ckk...waktunya kok pas banget sih? kenapa orang kantor nelpon aku?"
"Siapa Beib?" tanya Olivia.
"Orang kantor. Nggak tahu mau apa." Jawab Decky.
"Angkat aja, siapa tahu penting," ujar Olivia yang kemudian diangguki oleh Decky.
Decky kemudian mengangkat telpon, dan berpamitan setelah panggilan itu betakhir.
"Aku harus ke kantor dulu sayang. Nanti malam aku kesini lagi," ujar Decky.
"Loh ada apa?" tanya Olivia.
"Ada masalah di proyek. Aku janji akan kesini nanti malam," ujar Decky.
"Ya udah ati-ati ya!" ucap Olivia yang kemudian diangguki oleh Decky.
Deckypun berpura-pura pergi dari tempat itu. Namun sebenarnya dia hanya bersembunyi dikawasan puncak. Setelah kepergian Decky, beberapa pria datang mengetuk pintu kamar Olivia. Wanita itu mengira Decky kembali lagi karena ada yang ketinggalan. Namun dia sangat terkejut, saat ada beberapa orang yang masuk dan menodongkan senjata padanya. Olivia hanya bisa pasrah, saat beberapa pria itu menggilir dirinya hingga dirinya kelelahan.
"Bagaimana?" tanya Decky.
"Mantap." Jawab beberapa pria itu sembari menyodorkan uang pada Decky.
"Lain kali kalau kalian pengen lagi, beritahu saja. Aku akan kasih diskon," ujar Decky.
"Oke. Kami pergi dulu," Decky menganggukkan kepala.
Sementara Olivia yang merasakan sakit disekujur tubuhnya, perlahan bangkit dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Decky nggak boleh tahu kejadian ini. Kalau dia sampai tahu, dia pasti nggak akan menerimaku lagi sebagai istrinya. Aku tidak bisa ketahuan, karena tujuanku belum tercapai," ucap Olivia lirih.
__ADS_1
"Sebenarnya siapa orang-orang itu? sialnya aku tidak bisa lapor polisi. Salah satu dari mereka merekam kejadian tadi dan mengancam akan menyebar luaskan video itu. Aku nggak akan punya muka lagi didepan publik, kalau sampai itu terjadi," batin Olivia.
Oliviapun bergegas membersihkan diri, karena dia sangat takut Decky akan kembali.