KAU GADAIKAN DIRIKU

KAU GADAIKAN DIRIKU
67. Kenyataan


__ADS_3

"Ayo makan malam bersama," ujar Egi saat melihat Deva baru pulang sekitar jam 7 malam.


Deva menghentikan kakinya. Dia kemudian menghampiri meja makan. Dia sudah berjanji akan menghadapi Egi kali ini.


Srakkkk


Deva menarik kursi, yang menimbulkan suara antara lantai dan kaki kursi itu. Egi tidak menanyakan pada Deva, tentang kenapa istrinya itu pulamg terlambat. Dia tidak ingin memperkeruh keadaan mereka yang sudah seminggu memanas.


"Makanlah! tubuhmu terlihat makin kurus," ucap Egi.


"Ya."Jawab Deva.


Deva mengambil satu centong besar nasi, dan beberapa lauk dan juga sayur. Merekapun makan dalam diam, meskipun sesekali Egi melirik kearah Deva.


"Deva. Aku minta maaf atas perlakuanku tempo hari. Aku benar-benar lepas kendali karena sudah memukulmu," Egi membuka suara lebih dulu, saat makanan dipiringnya sudah tandas.


Deva menghentikan kunyahan dimulutnya, dan memberanikan diri menatap mata pria yang diam-diam dia rindukan akhir-akhir ini.


"Tidak masalah. Aku juga minta maaf sama Om, karena sudah berkata bohong," ucap Deva.


"Berkata bohong? yang mana?" tanya Egi.


"Semuanya. Mulai dari hubunganku dengan Rizky, dan juga tentang Rizky yang pernah tidur denganku. Aku tidak pernah melakukan hal itu, karena aku tahu batasan. Apapun yang Om lihat, itu semua tidak benar. Rizky sahabatku, dan selamanya akan menjadi sahabatku." Jawab Deva.


Egi terdiam, meskipun hatinya bahagia mendengar penuturan Deva. Namun diapun menyadari itu semua tidak ada gunanya, karena lambat laun semuanya akan terbongkar.


"Lagipula melakukan hubungan badan sebelum menikah adalah pantanganku. Hanya orang-orang yang tidak kuat iman dan tidak bermoral yang mau melakukan hal itu," sindir Deva.


Egi benar-benar tertohok oleh kata-kata yang Deva ucapkan. Sementara Deva dengan santai kembali makan dalam diam. Setelah selesai, Deva kembali ke kamar untuk membersihkan diri. Namun dia sangat terkejut, saat keluar dari dari kamar mandi ada sosok Egi yang menunggunya ditepi tempat tidur.


Deva bergegas membuka lemari, untuk mengambil pakaian. Karena saat ini dia hanya melilitkan handuk ditubuhnya.


Greppppp


Egi tiba-tiba memeluk Deva, yang membuat istrinya itu jadi terkejut dan berdebar.


"Aku sangat merindukanmu," bisik Egi.


Deva memejamkan matanya. Dia tidak ingin terbawa suasana lagi. Sebab dia tahu, Egi dan dirinya adalah hal yang tidak mungkin disatukan.


Perlahan Deva melepaskan pelukkan Egi dari tubuhnya. Karena sejujurnya dia masih bingung dengan sikap Egi padanya.

__ADS_1


"Sepertinya kata-kata itu tidak lagi cocok Om. Tunggu sebentar! biar aku pakai baju dulu. Aku mau bicara serius dengan Om," ucap Deva.


Kali ini Egi yang dilanda kegugupan. Sementara Deva bergegas mengenakan pakaian. Setelah selesai, Deva mengajak Egi mengobrol di atas tempat tidur.


"Sepertinya Om sangat berat buat jujur sama aku. Aku tidak tahu alasannya apa, tapi sepertinya tidak ada penyelesaian kalau kita kucing-kucingan seperti ini. Jadi Om, aku sudah putuskan buat menyerah dengan pernikahan kita ini. Mulai hari ini aku bebaskan Om bersama wanita itu. Secepatnya aku akan urus perceraian kita," ucap Deva.


Dada Egi bergemuruh saat Deva berkata ingin menceraikannya.


"Omong kosong! kita nggak akan pernah bercerai," ucap Egi yang kemudian langsung keluar dari kamar itu.


Deva menangis terisak di dalam kamar, begitu juga dengan Egi di luar pintu. Tapi Deva sudah bertekad, dia akan tetap menggugat cerai Egi.


🌶️🌶️🌶️🌶️


Satu minggu kemudian....


Deva menatap surat gugatan cerai yang ada ditangannya. Dia bermaksud ingin menemui Egi di kantor, karena dia sudah memutuskan akan keluar dari rumah utama Hanggono. Namun saat akan menaiki lift, Deva melihat Egi keluar dari lift yang berbeda sembari menerima panggilan telpon.


"Ya sudah aku makan siang ditempatmu," ujar Egi.


"Iya. Sepertinya anak kita ngidam pengen makan bersama papanya," ujar Leony diseberang telpon.


"Oke. Tunggu aku akan segera datang," ujar Egi.


Hati Deva merasakan sakit yang luar biasa. Padahal ditangannya sudah memegang surat gugatan cerai. Deva pun memutuskan untuk mengikuti kepergian Egi dengan sepeda motornya.


"Mungkin hari ini memang sudah waktunya aku bertemu dengan wanita itu, agar aku tidak mati penasaran lagi," batin Deva.


Setelah membuntuti Egi hampir 20 menit, Deva melihat mobil Egi berhenti pada sebuah rumah kontrakkan.


"Jadi wanita itu tinggal di kontrakkan?" gumam Deva.


Egi kemudian mengetuk pintu rumah itu, dan masuk kedalamnya tanpa Deva bisa melihat dengan jelas siapa wanita yang membukakan pintu untuk suaminya itu.


Tok


Tok


Tok


Dengan tangan bergetar Deva mengetuk pintu kontrakkan itu. Tidak lama kemudian seseorang membukakan pintu, yang ternyata Egilah yang melakukannya. Jangan ditanya bagaimana ekspresi Egi saat ini, mata pria itu seakan hendak keluar dari porosnya. Dengan wajah yang pucat pasi, dan jantung berdebar tingkat tinggi.

__ADS_1


Bukannya marah, Deva memberikan senyum pada suaminya itu. Meskipun dia harus menekan rasa sakitnya.


"Sayang. Siapa yang datang?" tanya Leony dari arah dalam.


Deg


Tubuh Deva mematung, saat dia mendengar suara yang sangat dia kenal. Dan tebakkannya tentu saja tidak salah, karena dia sangat mengenal suara kakaknya itu.


"Deva? kenapa kamu ada disini? darimana kamu tahu alamat kakak?" tanya Leony yang terkejut saat melihat kehadiran adiknya itu.


Leony mengira Deva datang karena ingin mencari keberadaan dirinya. Sementara Egi jadi bingung, karena Leony mengenal Deva dan mengklaim dirinya sebagai kakak.


"Kamu pasti sudah mendengar kalau aku sudah bercerai dari Ferdy, dan Kayla sudah meninggal. Dan salah satu penyebab Kayla meninggal itu karena kamu," ucap Leony.


"Apa maksud kakak gara-gara aku?" tanya Deva dengan syok.


"Tentu saja gara-gara kamu. Mentang-Mentang kamu menikah dengan Decky pengusaha kaya raya itu dan berbulan madu ke Jepang, kamu tega tidak meminjamkan perhiasanmu, padahal saat itu Kayla tengah sekarat. Kamu, mama, papa, semuanya nggak ada yang perduli dengan keselamatan Kayla." Jawab Leony.


"Apa maksud kakak? aku tidak pernah tahu kakak mau pinjam perhiasan. Mana mungkin aku melakukan hal keji seperti itu. Aku sayang sama kakak, aku sayang sama Kayla. Mana mungkin aku berbuat kejam seperti itu," ucap Deva tidak terima.


"Sudahlah Dev. Aku ingat betul dihari kamu bulan madu ke Jepang, mama menelponmu di depan mataku untuk meminjam perhiasanmu. Tapi kata mama kamu tidak memperbolehkan aku meminjam perhiasan itu," ujar Leony dengan nafas naik turun.


"Astaga kak. Demi Tuhan, mama nggak pernah nelpon aku buat minjam perhiasan. Hah...sekarang aku paham kenapa kesalahpahaman ini terjadi. Mamalah dalang dari semuanya. Kakak tahu sendiri, selama ini aku juga jadi jaminan pelunas hutang. Yang mama, pala, pikirkan hanya uang dan keuntungan mereka," ujar Deva.


Leony terdiam. Ucapan Deva terdengar masuk akal. Karena dia juga mengenal betul bagaimana baiknya adiknya itu.


"Tapi aku tetap meminta maaf atas duka yang kakak alami. Tapi demi Tuhan, aku juga sedih kak. Kakak itu saudaraku, mana mungkin aku mau menyakiti saudaraku satu-satunya," sambung Deva.


Tubuh Egi mematung. Kini dia mengerti apa hubungan Deva dan Leony.


"Ya Tuhan...kebetulan macam apa ini. Jadi Deva adik kandung Leony? Deva pasti akan sakit hati saat mengetahui kebenarannya," batin Egi.


"Ya sudah lupakan saja. Sekarang aku juga mau melangkah menuju masa depan. Mungkin ini sudah takdir. Mungkin Tuhan ingin membiarkan aku bahagia kali ini. Karena dimasa depan, kamu tidak hanya menjadi adik kandungku, kita akan memiliki hubungan yang baru Dev," ujar Leony.


"Maksudnya?" tanya Deva.


Leony tiba-tiba menggandeng tangan Egi, dan mengecup pipi pria disampingnya itu.


"Kamu menikah dengan cucu kakek Hanggono, sementara kakak akan menikah dengan anaknya. Karena Egi paman dari Decky, bukankah kalian akan memanggilku dengan sebutan tante?" tanya Leony sembari terkekeh.


"Terlebih sekarang aku sedang hamil anaknya Om mu," sambung Leony.

__ADS_1


Kaki Deva seakan tak bertulang lagi. Air mata begitu cepat berkumpul dipelupuk matanya. Sementara Egi hanya bisa tertunduk, sembari mengepalkan tangannya. Dia sangat membenci dirinya sendiri, karena sudah menyakiti Deva berkali-kali.


Teman-Teman jangan lupa like, komen, dan Vote ya. Dan mampir juga di karya baru Author " SUAMIKU CACAT MENTAL"


__ADS_2