KAU GADAIKAN DIRIKU

KAU GADAIKAN DIRIKU
83. Gol


__ADS_3

"Capek?" tanya Egi setelah mereka tiba di kamar hotel.


Mereka memang baru pulang dari jalan-jalan dan berkuliner ria setelah waktu menunjukkan pukul 4 sore. Kenapa Egi memilih pulang di jam itu? karena dia tidak ingin rencananya yang ingin menghabiskan malam bersama Deva menjadi gagal, karena istrinya itu kecapek'an.


"Lumayan." Jawan Deva.


"Biar aku siapkan air hangat untukmu berendam. Jadi kamu bisa rileks," ujar Egi yang kemudian beranjak ke kamar mandi.


"Om jangan terlalu manjain aku, nanti akunya ngelunjak," ujar Deva setelah melihat Egi keluar dari kamar mandi.


"Nggak masalah. Kamu kan istriku, sudah sepatutnya aku memanjakanmu." Jawab Egi yang kemudian mendekati Deva.


"Sekarang pergilah berendam! airnya sudah siap," ujar Egi.


"Emmm. Makasih ya Om," ucap Deva.


Deva kemudian beranjak dari tempat tidur, dan pergi ke kamar mandi. Setelah berendam hampir 30 menit, Deva menyudahinya dan membersihkan diri. Kemudian keluar dari tempat itu.


"Sepertinya dia yang cepak dan ketiduran," gumam Deva saat melihat Egi memejamkan mata.


Deva membiarkan Egi tidur tanpa ada niat membangunkannya. Namun ketika waktu menunjukkan pukul 7 malam, Deva yang baru saja membeli makan malam dari luar, mendapati suaminya itu sudah bangun dan membersihkan diri.


"Sayang. Lain kali kalau keluar bilang ya! ponsel juga biasakan bawa. Aku bingung mau cari kamu kemana kalau begitu," ujar Egi.


"Maaf Om. Tadi aku beli makan malam buat kita. Om sudah mandi kan? ayo kita makan!" ujar Deva.


"Oke." Jawab Egi.


Deva dan Egi makan malam bersama sembari berbincang banyak hal.


"Sayang. Waktu di Jakarta aku membeli baju bagus buatmu. Malam ini kamu pakai ya? aku pengen lihat kamu memakainya," ujar Egi.


"Iya." tanpa pikir panjang Deva mengiyakan ucapan Egi.


Setelah mereka selesai makan malam, Egi mengeluarkan baju yang dia maksud dan menyodorkannya ke istrinya yang jadi terbengong.


"O-Om pengen aku pakai baju ini?" tanya Deva.


"Kenapa? waktu itu kamu pakai yang seperti ini juga buat menggodaku. Sekarang aku pengen kamu pakai baju seperti ini setiap malam." Jawaban Egi membuat Deva tersipu.


Tanpa banyak bicara, Deva memasuki kamar mandi. Karena menurutnya tak ada gunanya membantah keinginan suaminya itu.


"Ya ampun. Kenapa aku malu sekali rasanya melihat diriku di cermin. Ini mah terlalu sexy. Dasar Om tua mesum! dia pasti sengaja memilihnya yang kelewat sexy, agar matanya itu terpuaskan. Tapi kan dia...."


Wajah Deva merona, saat mengingat saat-saat intimnya tadi pagi. Jantungnya sangat berdebar saat ini.


"Aduh...deg-degan nih. Akhirnya tiba juga saat-saat mendebarkan. Tapi sakit nggak ya? ini kan pertama kalinya buat aku," gumam Deva.


Tok

__ADS_1


Tok


Tok


"Sayang," seru Egi yang tidak sabar.


"Tunggu bentar Om,"


"Kamu mandi lagi? kok lama?" tanya Egi.


Ceklek


Deva perlahan membuka pintu kamar mandi, dengan wajah malu-malu.


Glekkkk


Egi menelan ludahnya karena Deva benar-benar terlihat sangat sexy saat ini.


Tap


Dengan sigap Egi melancarkan aksinya dengan menjadi pria menyerupai tuyul besar, setelah menarik Deva kearahnya.


"Tubuh suamiku memang menawan, selain wajahnya yang rupawan. Kalau begini caranya, aku yang tergila-gila minta di tiduri tiap malam," batin Deva.


"Kamu suka?" tanya Egi, saat melihat istrinya yang tidak bisa mengalihkan perhatiannya dari otot-otot perutnya.


Brukkkk


Entah sejak kapan kini keduanya sudah tidak mengenakan apapun. Deva menutup mulutnya saat Egi sudah bermain dibawah sana.


"Jangan ditahan suaramu, lepaskan saja!" ujar Egi.


Devapun mematuhi perintah suaminya itu, hingga membuat Egi tersenyum, saat mendengar suara merdu istrinya itu. Dan tidak butuh waktu yang lama, Deva kemudian mengerang panjang karena mendapat pelepasan pertamanya.


Egi yang mengira Deva sudah pernah melakukannya, segera memposisikan diri agar dirinya segera bersatu dengan istrinya itu. Namun saat dirinya akan melakukan penetrasi, Deva kembali menutup mulutnya sementara Egi jadi keheranan.


"Apa dia terlalu tegang atau bagaimana? kok susah masuk?" batin Egi.


Egi kembali mencobanya kembali, namun Deva mendesis kesakitan yang membuat Egi jadi takut sendiri.


"Sayang. Kamu...."


Deva mengalungkan kedua tangannya, dan kemudian mencium bibir suaminya itu.


"Lakukan pelan-pelan ya Om! ini hadiah buat Om," bisik Deva.


"Kamu masih...."


"Ya." Jawab Deva tersipu.

__ADS_1


Egi tersenyum penuh kemenangan. Matanya memancarkan binar bahagia.


Cup


Egi mencium kening Deva dengan penuh kasih sayang.


"Makasih sayang. Aku sangat bahagia malam ini," ucap Egi dengan lirih.


Egi kembali melanjutkan perjuangannya. Deva kembali meringis kesakitan, namun Egi meredamnya dengan ci*man. Dan setelah berjuang, Egi akhirnya berhasil menerobos pertahanan Deva.


"Aakkhh...sakittt. Hiks...."


Egi merasa tidak tega dengan istri kecilnya itu. Dia diam sejenak, menunggu Deva sedikit tenang. Pria itu mengusap air mata Deva yang mengalir dipipi.


"Maafkan aku sayang. Apa mau berhenti dulu? kita bisa melanjutkannya lain kali," tanya Egi.


"Tidak! aku ingin merasakannya." Jawab Deva tersipu disela rasa perih dibawah sana.


"Aku juga merasa sakit dibawah sana," ujar Egi terkekeh. Deva kembali tersipu.


"Aku mulai gerak ya! malam ini akan aku buat kamu melayang dan meminta lebih dulu untuk malam selanjutnya," bisik Egi yang kemudian dijawab anggukkan kepala oleh Deva.


Egi kemudian mulai bergerak, yang menimbulkan suara derit ranjang. Deva mau tak mau mulai bersuara merdu, dan Egi sangat suka mendengar suara yang terdengar sexy di telinganya itu.


"Ah...ini benar-benar gila. Dari sekian berpetualang dengan wanita, inilah yang sangat luar biasa," batin Egi.


Egi memejamkan mata. Karena disetiap dirinya bergerak, yang ada hanya rasa nikmat tak terkira. Tidak hanya Egi, Deva juga merasakan hal yang sama. Hingga pertempuran panas itu membuat dirinya mengalami beberapa kali pelepasan. Dan terakhir dia mendapat pelepasan bersamaan dengan Egi.


Hosh


Hosh


Hosh


"Ah...luar biasa. Aku benar-benar tidak mengerti kenapa Decky sebodoh itu," ujar Egi disela nafasnya yang tersenggal.


"Dia bilang tidak selera dengan bocah ingusan. Terlebih dada anak kecil belum tumbuh sempurna katanya," ujar Deva sembari terkekeh.


"Bocah tolol. Bagaimana bisa dia ngambil kesimpulan sebelum melihat. Tapi baguslah, karena pada akhirnya akulah yang menikmati semuanya. Kalau dia tahu, dia pasti akan menyesal, karena menyia-nyiakan barang selegit ini," ujar Egi sembari terkekeh. Sementara Deva jadi tersipu malu.


Deva ingin beranjak ke kamar mandi, bermaksud ingin mencuci bekas percintaannya itu.


"Mau kemana?" tanya Egi.


"Sudah selesai kan? aku mau bersih-bersih, terus tidur." Jawab Deva.


"Nggak akan aku biarkan kamu tidur malam ini. Dia bangun lagi sayang," ujar Egi. Sementara mata Deva melotot saat melihat benda keramat suaminya minta dimanja kembali.


Egi kembali menarik Deva dan mengungkungnya. Sesaat kemudian mereka kembali bersuara merdu dan menghabiskan malam hingga jam 4 subuh.

__ADS_1


__ADS_2