KAU GADAIKAN DIRIKU

KAU GADAIKAN DIRIKU
26.Tidak Tahan Lagi


__ADS_3

"Ingat pulang juga kamu? kemana saja 3 hari nggak pulang? nggak ngurus rumah, nggak ngurus suami. Mau jadi istri durhaka kamu?" tanya Sumirah saat melihat Leoni memasuki rumah.


Sejenak Leoni menghentikan langkah kakinya, dan menoleh kearah Sumirah.


"Mulai hari ini mama nggak akan melihat menantu yang durhaka ini lagi. Karena aku juga sudah tidak tahan lagi punya mertua yang cerewetnya minta ampun." Jawab Leoni.


Leoni melenggang pergi masuk ke kamarnya dengan tergesa-gesa.


"Leoni. Kurang ajar kamu! bisa-bisanya kamu ngomong dengan orang yang lebih tua begitu. Beruntung Ferdy nggak ada di rumah, kalau ada dia mulutmu itu pasti sudah kena tampar," hardik Sumirah.


Brakkkkkk


Leoni tidak menyahuti ucapan Sumirah. Sebagai gantinya dia membanting pintu dengan cukup keras, hingga Sumirah terjengkit kaget.


"Sudah cukup dia menindasku selama ini. Apa dia pikir aku ini orang yang kelewat sabar? sabar juga ada batasnya. Enak saja mau membuatku patuh seperti anjing dari waktu ke waktu," gerutu Leoni sembari menurunkan koper dari atas lemari.


Leoni segera memasukkan seluruh pakaiannya, dan juga semua berkas-berkas penting. Setelah semuanya selesai, Leoni segera menyeret kopernya keluar. Dia tidak ingin bertemu dengan Ferdy dan berakibat akan dikurung oleh pria itu.


"Mau kemana lagi kamu? bahkan pe**cur saja masih ingat pulang dan beristirahat," tanya Sumirah.


"Ini beda. Pe**curnya sangat berkelas dan laris dipasaran. Jadi nggak ada waktu buat istirahat. Tolong katakan saja pada putra kesayangan anda itu, tidak lama lagi surat dari pengadilan akan datang. Nanti cepat tanda tangani, tolong jangan berbelit-belit. Biar semua urusan cepat kelar." Jawaban Leoni membuat Sumirah melongo.


"Jadi kamu ingin bercerai dari Ferdy setelah dia bangkrut? kelihatan sekali kalau kamu itu wanita mata duitan," tanya Sumirah.


"Jangan menyalahkan orang lain, atas kesalahan anak anda sendiri. Kalau Ferdy nggak malas cari kerja, dan juga pilih-pilih kerja.Tentu hal seperti ini nggak akan terjadi." Jawab Leoni.


"Dan satu lagi. Kalau mau rumah tangga anak anda awet, dan menantu betah tinggal di rumah anda. Jadi mertua jangan terlalu cerewet dan suka ikut campur urusan rumah tangga anak," sambung Leoni.


Tentu saja perkataan Leoni membuat Sumirah mencak-mencak. Wanita parubaya itu terus mengoceh, meski Leoni sudah keluar dari pintu. Leoni sama sekali tidak memperdulikan ucapan mertuanya itu. Langkah kakinya itu terus maju tanpa henti.


"Selamat tinggal kesengsaraan," ucap Leoni lirih, dengan seringai di bibirnya.


Setelah 10 menit berlalu dari kepergian Leoni, sebuah mobil hitam menurunkan Edward dan keluarga, serta Ferdy di kediaman Sumirah. Ternyata Sumirah sempat menghubungi Ferdy, ketika Leoni berada dalam kamar. Tapi Sumirah tidak menyangka, kepulangan Leoni hanya ingin mengambil semua pakaiannya saja.


Hosh


Hosh


Hosh


"Ma. Mana Leoni?" tanya Ferdy dengan nafas yang terengah-engah.


"Bagus. Biar sekalian mama ungkapkan saja uneg-uneg mama," ucap Sumirah saat melihat kedatangan besannya.


"Mana Leoni?" tanya Yasmin.


"Anak anda itu di didik dengan baik apa tidak sih? bisa-bisanya dia berkata kasar sama saya. Tadi dia pulang sebentar kesini, dan membawa pakaian satu koper. Dia juga bilang mau bercerai dari Ferdy," ucap Sumirah.

__ADS_1


"Ap-Apa? Leoni ingin bercerai? n-nggak mungkin!" bibir Ferdy bergetar saat mengatakannya.


Ferdy kemudian berlari ke kamarnya dan memeriksa pakaian Leoni di lemari. Namun sesuai dengan yang Sumirah katakan, Leoni memang sudah membawa seluruh pakaiannya.


"N-Nggak. Leoni nggak boleh ninggalin aku. Nggak boleh," Ferdy terlihat sangat syok.


Pria itu kemudian kembali keluar kamar, dan mendengar Sumirah beradu mulut dengan Yasmin.


"Harusnya anda juga tidak boleh menyalahkan Leoni sepenuhnya. Siapa yang betah dinikahi tapi tidak dinafkahi," ucap Yasmin dengan berapi-api.


"Eh...jaga mulut kamu. Baru 6 bulan ini Ferdy menganggur. Saat dia jadi bos, anakmu nggak ada keluhan sama sekali," sahut Sumirah.


"Emang perut bisa nunggu 6 bulan nggak makan? emang Leoni nggak punya kebutuhan lain? situ jangan nyalahin anak saya dong, yang wajib cari nafkah itu anak kamu. Makanya jangan gengsi aja yang dibesarin. Menghayal jadi bos juga ada batasnya," timpal Yasmin.


"Ma. Udah ma, malu di dengar tetangga," ujar Deva.


"Biarin aja Dev. Setelah mama pikir-pikir bagus juga Leoni bercerai. Bisa kurus kering kakak kamu punya suami sama mertua gila seperti ini. Ayo kita pulang!" ucap Yasmin.


"Ma please jangan ngomong gitu. Aku nggak mau cerai dari Leoni ma. Aku mencintai Leoni. Aku janji akan berubah. Nanti kalau Leoni pulang, hubungin aku ya ma? aku mau minta maaf sama dia," ujar Ferdy dengan mata berkaca-kaca.


"Kamu apa-apaan sih Fer? perempuan banyak di dunia ini. Terus terang mama nggak cocok sama istri kamu itu. Masih banyak wanita penurut dan nggak membangkang seperti dia," ucap Sumirah.


"Cukup ma, cukup! apa mama tidak puas juga mendoktrinku selama ini? rumah tangga anakmu sedang diujung tanduk. Mama masih saja memperkeruh. Aku nggak mau wanita lain, aku cuma mau Leoni." Jawab Ferdy.


"Selesaikan drama rumah tangga kalian. Kami nggak punya banyak waktu untuk menonton," ucap Yasmin.


Yasmin, Edward dan Deva kemudian pulang ke rumah.


"Nanti kalau kak Leoni pulang, tolong hubungi aku juga. Aku mau bicara sama kak leoni," sambung Deva.


"I-Iya. Kamu hati-hati ya?"


"Emm." Deva mengangguk.


Deva kemudian pulang dengan motor maticnya. Namun sesampai di rumah, dia malah menerima telpon dari Decky.


"Kakak lembur malam ini. Kamu makan malam dan tidur duluan saja ya?" ucap Decky diseberang telpon.


"Jadinya kakak pulang jam berapa?" tanya Deva.


"Nggak bisa di pastikan jamnya. Soalnya berkas yang harus diselesaikan numpuk banget. Kita ke Jepang selama dua minggu, tentu saja pekerjaan jadi banyak." Jawab Decky.


"Ya sudah. Kakak pulangnya hati-hati ya?" ucap Deva.


"Oke baby," ujar Decky.


Percakapan itu berakhir setelah Decky mengucapkan kata-kata gombal yang membuat hati Deva meleleh. Deva kemudian menelpon sahabatnya yang bernama Dian. Dia menceritakan segalanya pada sahanatnya itu. Tanpa Deva tahu, Decky sebenarnya sudah pulang bekerja 30 menit yang lalu. Namun saat ini dia pulang ke rumah Olivia, yang rumahnya sudah berada satu kompleks dengan rumah yang ditempati Deva saat ini.

__ADS_1


"Bereskan?" ucap Decky sembari tersenyum nakal kearah Olivia.


"Berarti malam ini kamu jadi milikku sepenuhnya ya Beib?"


"Of course." Jawab Decky.


Olivia memanjat tubuh pria itu. Mereka kembali menautkan bibir mereka satu sama lain. Dan seperti malam-malam sebelumnya, mereka kembali menghabiskan malam yang panjang.


🌶️🌶️🌶️🌶️🌶️


Hosh


Hosh


Hosh


Nafas Leoni dan Vino saling memburu, tatkala kedua insan itu sudah sama-sama mencapai puncak percintaan yang cukup panjang


"Lelah?" tanya Vino sembari membawa Leoni dalam dekapannya.


"Lumayan. Bukankah tadi sudah yang ke empat kalinya?" tanya Leoni.


"Maaf. Tadi aku mencoba obat yang di rekomendasikan temanku. Aku tidak tahu kalau efeknya sedahsyat itu." Jawab Vino.


"Apa sampai sekarang efeknya masih?" tanya Leoni.


"Masih. Tapi tidak usah kamu pikirkan. Tidurlah!" ucap Vino.


"Kalau tidak disalurkan sampai tuntas, takutnya akan jadi penyakit. Kalau mas mau lagi, aku bisa melayani mas," ujar Leoni.


Vino tersenyum mendengar ucapan Leoni. Leoni cukup takjub melihat senyum Vino. Karena ini kali pertama dia melihat Vino tersenyum, setelah sekian purnama berwajah datar dan dingin.


"Sepertinya aku cukup memuaskanmu. Sehingga kamu mulai ketagihan," ucap Vino.


"Apaan sih mas," ujar Leoni sembari menyembunyikan wajah malunya didalam dekapan Vino.


"Ah...dia bangun lagi," Vino terlihat frustasi sendiri. Leoni jadi terkekeh melihat ekspresi frustasi di wajah Vino.


"Senang ya melihat dia bangun lagi. Hem?" tanya Vino sembari menarik hidung mancung Leoni.


"Apaan sih mas. Salah sendiri kenapa pakai acara minum obat segala." Jawab Leoni.


"Aku takut kamu nggak puas kalau hanya bermain satu kali. Aku ingin menyenangkan kamu. Agar kamu melupakan semua masalah yang sedang kamu hadapi," ujar Vino.


Leoni menatap mata Vino, dan kemudian mencium bibir pria itu sekilas.


"Makasih ya mas. Mas tidak perlu minum obat lagi. Mau sekali atau dua kali, mas selalu bisa membuat batinku puas. Tapi bukan itu intinya, aku disini datang memenuhi hasrat mas. Bukan hasratku yang jadi prioritas," ucap Leoni.

__ADS_1


"Kalau begitu penuhi hasratku sekali lagi. Malam ini sepertinya memang harus diledakkan semuanya. Barulah efek dari obatnya akan habis," ujar Vino.


Tidak butuh Vino yang menyerang lebih dulu. Toh hasil akhirnya kepuasan yang ingin mereka capai. Dan malam itu menjadi malam yang panjang bagi mereka berdua.


__ADS_2