KAU GADAIKAN DIRIKU

KAU GADAIKAN DIRIKU
18. Kesedihan Leoni


__ADS_3

Uhukk


Uhukk


Bruuaaarrr


"Kayla...Kayla...kamu kenapa nak?" Leoni panik saat Kayla tiba-tiba terbatuk dan mengeluarkan darah.


"Pak tolong agak cepat sedikit pak," ucap Leoni yang menyuruh supir taksi, agar semakin mempercepat laju mobil. Tangan Leoni sampai gemetar, saat mengelap sisa darah yang berada disekitar mulut Kayla.


Akhir-Akhir ini Kayla memang sering demam, batuk, pilek, dan sedikit sesak nafas. Leoni hanya mampu mengobati Kayla dengan obat seadanya, yang bisa dia temukan di warung terdekat.


Dan sekarang dia menggunakan sisa uang terakhirnya untuk membayar Argo taksi. Dia sama sekali tidak tahu bagaimana cara membayar uang perawatan Kayla selama di rumah sakit.


"115 ribu Bu," ucap sang supir saat mereka tiba di depan rumah sakit.


"Leony mengeluarkan uangnya yang hanya berjumlah 110 ribu dengan uang pecahan 10 ribuan.


"Pak maaf. Uang saya tidak cukup. Kurang 5 ribu. 5 ribunya saya minta boleh nggak pak? ini saya mau bawa berobat anak saya, sepeserpun saya nggak punya uang," tanya Leoni.


"Tidak masalah Bu." Jawab Supir yang kemudian meraih uang dari tangan Leoni.


Begitu berat Leoni menyerahkan uang itu pada sang supir. Tapi dia bisa mengerti, supir taksi juga sedang mencari nafkah untuk anak istrinya.


Leoni kemudian bergegas turun, dan langsung membawa Kayla ke IGD. Leoni tidak bisa menemani Kayla saat dokter dan perawat menangani Kayla di ruang tindakan. Leoni hanya bisa mendengar jerit tangis Kayla dari luar pintu, dan itu benar-benar membuat hati Leoni sakit.


"Dok. Bagaimana keadaan anak saya dok? dia baik-baik aja kan dok? dia cuma demam biasa kan dok?" tanya Leoni yang memberondong dokter dengan pertanyaan bertubi-tubi.


"Sudah berapa lama Kayla dalam kondisi ini? kenapa baru dibawa sekarang? apa akhir-akhir ini dia sering mengalami sesak, batuk, pilek, disertai demam?" tanya dokter.


"Ya dok. Tapi saya cuma memberinya obat warung. Meski tidak sembuh sepenuhnya, tapi Kayla terlihat membaik. Tapi kali ini dia sampai memuntahkan darah. Jadi Kayla sebenarnya sakit apa dok?" tanya Leoni.


"Menurut hasil pemeriksaan, Kayla divonis terkena pneumonia. Atau istilah orang awam mengatakan penyakit paru-paru basah. Kenapa anda sangat menyepelekan penyakit Kayla, dan menganggap gejala yang dia derita adalah penyakit yang ringan,"


"Apa anda tahu? diparu-parunya bukan lagi terisi cairan, tetapi nanah." Jawab dokter.


"Ap-Apa? dok. Saya mohon bagaimanapun caranya, tolong selamatkan anak saya dok. Saya mohon dok," ucap Leoni dengan menangkupkan kedua tangannya. Jangan ditanya bagaimana air mata Leoni saat ini, wajah wanita itu sama sekali tidak terlihat cantik karena air mata di wajahnya.


"Saat ini kesadaran Kayla sedang menurun. Bisa dibilang ini pneumonia akut. Kayla harus dirawat secara intensif. Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk membuat Kayla sembuh. Sekarang lebih baik ibu menyelesaikan dulu administrasi didepan," ucap dokter.

__ADS_1


"Baik dok terima kasih." Jawab Leoni.


Leoni masuk kedalam ruangan, dimana Kayla terbaring dengan berbagai alat medis yang terpasang ditubuhnya.


"Kayla harus kuat ya nak. Mama akan brjuang bagaimanapun caranya, agar kamu bisa mendapatkan perawatan yang terbaik. Apapun akan mama lakukan, agar kamu bisa sembuh," Leoni mencium kening Kayla, dan kemudian keluar dari ruangan itu.


Leoni berjalan ke arah depan. Untuk menanyakan administrasi perawatan Kayla. Leoni terpaksa meminta Kayla dirawat diruang kelas 3 karena dia tahu dirinya tidak punya uang untuk merawat Kayla di ruang VIP.


"Maaf sus. Saya mau menanyakan rincian biaya pasien atas nama Kayla Putri Raharja," tanya Leoni.


"Baik. Tunggu sebentar ya Bu!" ucap suster.


Suster itu kemudian memberikan dua lembar kerta yang sudah di necis menjadi satu. Mata Leoni terbelakak, saat melihat jumlah uang yang harus dia bayar dalam satu hari.


"Dua juta perhari? darimana aku mendapatkan uang dua juta perhari?" gumam Leoni.


"Kenapa Bu?" tanya suster.


"Eh? tidak. Apa jumlah ini harus dibayar perhari sus?" tanya Leoni.


"Tidak bu. Kebijakan rumah sakit ini membiarkan pasien dirawat terlebih dahulu. Anda bisa melunasinya saat pasien keluar dari rumah sakit. Tapi agar tidak memberatkan, keluarga pasien bisa mencicilnya,"


"Kalau begitu saya titip anak saya dulu ya sus? saya tadi pergi buru-buru, jadi lupa bawa dompet. Saya pulang ke rumah dulu buat ngambil duitnya," ujar Leoni.


"Silahkan Bu." Jawab Suster.


Leoni melipat kertas rincian biaya rumah sakit, dan memasukkannya kedalam saku bajunya. Leoni kemudian pergi dari situ dan terduduk ditrotoar depan gerbang rumah sakitsembari menangis.


"Aku harus bagaimana sekarang? aku tidak bisa mengandalkan siapapun saat ini. Jadi aku harus minta bantuan siapa?" gumam Leoni.


Leoni benar-benar kebingungan saat ini. Bahkan untuk uang ongkos ojekpun dia tidak punya lagi.


"Ojek Non," salah seorang ojek offline menghampiri Leoni. Leoni menatap pria parubaya itu. Dengan nekat dia menaiki ojek itu dan memberitahukan alamat yang dia tuju. Disepanjang jalan Leoni hanya diam, dan sesekali menyeka air matanya.


Setelah memakan waktu hampir 20 menit, Leoni tiba dikediaman orang tuanya. Leoni menyuruh tukang ojek agar menunggu sebentar, karena dia ingin meminjam uang Yasmin untuk ongkos tukang ojek. Setelah membayar ojek itu, Leoni mengajak Edward dan Yasmin untuk bicara serius di ruang tamu.


"Pa Kayla masuk rumah sakit. Aku...."


"Kamu sudah gila ya? kan sudah mama bilang kalau Kayla bisa dirawat sendiri di rumah. Suami dan mertuamu saja nggak sanggup biayain rumah sakit, kamu sok-sok'an opname kayla," belum selesai Leoni mengutarakan maksud kedatangannya, Yasmin sudah memotong ucapannya.

__ADS_1


"Iya. Kamu kenapa gegabah gitu? suamimu lagi kesulitan sekarang kan? harusnya kamu lebih telaten saja ngurus anak kamu," timpal Edward.


"Tapi Kayla bukan demam biasa Pa. Dia kena Pneumonia alias paru-paru basah. Mana mungkin Kayla bisa sembuh kalau cuma makan obat warung dan di kompres?"


"Sekarang Leoni lagi bingung mencari pinjaman uang. Sehari dirumah sakit harus bayar 2 juta. Leoni nggak punya uang sama sekali. Mas Ferdy belum kerja. Mertuaku juga sedang kesulitan uang. Cuma kalian yang bisa menolongku." Jawab Leoni.


Mendengar itu, Yasmin dengan gerakkan santai menarik tangan bajunya agar lebih panjang. Dia ingin menutupi gelang berlian yang diberikan keluarga Hanggono saat lamaran Deva. Tidak hanya itu, Yasmin juga mengancingkan kerah bajunya hingga perhiasan dilehernya tidak tampak.


"Kami mana punya duit. Kami juga kesulitan uang. Suruh suami kamu itu kerja apa saja. Berhenti bertingkah seperti bos besar lagi. Nyesel aku ngawinin kamu sama pria sampah itu," ucap Yasmin.


"Tapi mama masih punya perhiasan yang mama pake. Tolong ma, tolong pinjami Leoni dulu," ucap Leoni yang sudah terlanjur melihat lebih dulu perhiasan yang Yasmin kenakan.


"Mana bisa begitu. Ini perhiasan lamaran Deva. Dia pasti tidak setuju. Lagian kamu mau gantinya bagaimana? suami nggak kerja, kamu juga nganggur," ujar Yasmin.


"Ya jadi Leoni harus gimana ma? masak Kayla dibiarkan mati gitu aja? mama tolong bantu Oni ngomong sama Deva. Kalau nggak biar Deva yang ngomong deh," ucap Leoni.


"Biar mama yang ngomong," ujar Yasmin sembari mencari nomor kontak Deva di ponselnya.


"Hallo Dev? ini kakak kamu mau pinjam perhiasan kamu. Katanya buat berobat Kayla yang di opname di rumah sakit. Boleh nggak?" tanya Yasmin yang kemudian diam sejenak.


"Oh jadi nggak boleh ya?"


"Ma aku mau ngomong sama Deva," ujar Leoni dengan wajah memelas.


"Ya udah selamat bersenang-senang sayang. Dah...." ucap Yasmin sembari menahan tangan Leoni yang ingin meraih ponselnya.


"Ma aku mau ngomong sama Deva,"


"Sudah putus." Jawab Yasmin.


"Deva tidak memperbolehkanmu meminjam perhiasannya. Dia bilang kamu harus usaha sendiri. Entar keenakkan suami kamu sama mertua kamu," sambung Yasmin.


"Nggak mungkin Deva ngomong kayak gitu ma," ucap Leoni.


"Ya terserah kalau nggak percaya. Sekarang dia nggak selugu dulu lagi. Dia sudah jadi istri pengusaha besar. Sifat orang sewaktu-waktu bisa berubah," ujar Yasmin.


"Terus Leoni harus bagaimana ma. Tolonglah ma bantu Leoni. Leoni nggak punya uang sepeserpun. Padahal Leoni harus membayar deposit rumah sakit sebesar 500 ribu," ucap Leoni.


"Ya sudah mama cuma punya uang 1 juta buat kamu. Kamu bisa bayar deposit dan sisanya buat uang pegangan kamu. Kalau untuk biaya rumah sakit kamu suruh suami kamu yang usaha sendiri," ujar Yasmin yang membuat Leoni pasrah dan menerima berapapun pemberian Yasmin.

__ADS_1


Setelah menerima uang itu Leoni kembali ke rumah sakit untuk membayar deposit. Setelah selesai diapun bergegas pulang untuk memberitahu suaminya.


__ADS_2