KAU GADAIKAN DIRIKU

KAU GADAIKAN DIRIKU
51. Kembali


__ADS_3

"Huffftt.. aku sangat berterima kasih dengan Tuhan..Karena masih diberikan kesempatan bekerja di usia yang tidak lagi muda seperti ini," ucap Leony saat mematut dirinya di depan cermin.


Seragam hijau tosqa yang dia kenakan sangat cantik membalut tubuhnya. Meski dia bekerja bukan dibagian yang memiliki banyak keahlian, tapi dia sangat senang karena bisa mencicipi dunia kerja.


Leony kemudian meraih tas selempangnya, dan pergi bersama motor matic yang baru dia beli satu minggu yang lalu. Dan tepat pada pukul 7 pagi, dirinya tiba disebuah pabrik. Tempat barang-barang diproduksi di tempat itu. Leony memang hanya bertugas mengepak barang-barang yang sudah tersegel, dan kembali dimasukkan kedalam kardus-kardus khusus untuk diberikan label khusus pula.


Leony sangat senang bekerja ditempat itu, karena menurutnya tugas itu tidaklah berat.


"Apa kalian sudah mendengar? kalau pemilik pabrik ini akan datang meninjau besok? kita harus datang pagi-pagi. Karena kita diberi kesempatan buat melihat bos besar kita secara langsung," ucap salah seorang karyawan.


"Oh ya? apa bos kita sudah tua?" tanya Karyawan lain.


"Tidak! malah yang aku dengar dia seorang perjaka. Pria yang tampan dan juga gagah." Jawab karyawan lain sembari terkekeh.


Leony hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya, saat mendengar perbincangan teman-temannya itu.


Hari yang melelahkan itu berakhir, setelah waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore. Leony bergegas pulang ke rumah kontrakkannya, karena saat ini dia sedang belajar hidup mandiri tanpa satupun keluarganya yang tahu tentang keberadaannya.


Sementara itu di tempat berbeda. Egi baru tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma. Pria tampan itu langsung pergi menuju kediaman utama keluarga Hanggono, karena tidak sabar ingin bertemu dengan orang tuanya itu.


Tok


Tok


Tok


Hanggono yang tengah membaca buku sejarah dunia, menutup buku yang tebalnya nyaris 7 senti itu. Perlahan dia membuka pintu paviliun dibantu dengan tongkat ditangan kanannya.


Ceklek


"Hai...duda tampan. Apa kabarmu. Hem?" tanya Egi sembari merentangkan tangannya.


Hanggono yang tidak tahu kepulangan Egi, jadi sangat terharu. Mata pria tua itu bahkan berkaca-kaca sembari memeluk putra yang sangat dia rindukan itu.


"Putra kesayanganku sudah kembali, orang tua ini serasa ingin hidup lebih lama lagi," ujar Hanggono.

__ADS_1


"Harus lebih lama dong," ucap Egi.


"Tentu. Papa nggak akan mati dulu, sebelum menyaksikan putra bungsuku menikah dan memberiku beberapa cicit," ujar Hanggono.


"Apa kamu sudah makan?" tanya Hanggono.


"Belum. Seperti biasa aku ingin makan malam bersama papa malam ini." Jawab Egi.


"Itu bagus. Kamu selalu bisa membuat momen yang baik," ucap Hanggono.


"Sekarang lebih baik bersihkan dirimu. Papa ingin mengajakmu berbincang, sembari menunggu makan malam dihantarkan," sambung Hanggono.


"Oke pa." Jawab Egi.


Egi kemudian pergi masuk kedalam kamar, untuk membersihkan diri. Setelah selesai dia kembali ke ruang tamu, sementara Hanggono terlihat menelpon kediaman utama untuk disiapkan hidangan spesial buat makan malamnya bersama Egi.


"Kemarilah!" ujar Hanggono saat melihat Egi tengah menyilangkan tangan didada sembari bersandar di daun pintu.


Egi kemudian mendekat ke arah Hanggono, dan mulai berbincang bersama.


"Papa sudah melakukam kesalahan besar Gi,"ujar Hanggono yang memulai ceritanya.


"Papa menyesal sudah menjodohkan Decky dengan mantan istrinya." Jawab Hanggono.


"Apa? mantan istri? maksudnya gimana pa?" tanya Egi terkejut.


Hanggono kemudian menceritakan semua duduk permasalahan yang terjadi. Bagaimana cara Decky menipu dirinya, demi memuluskan kepentingannya. Egi yang mendengar hal itu hanya bisa mengehela nafas panjang.


"Aku sudah menduganya dari awal. Aku tahu Decky anak yang keras kepala dan tidak bisa dipercaya. Aku sempat merasa aneh saja, saat orang yang tengah mabuk asmara tiba-tiba bisa setuju buat menikah dan sikapnya bisa berubah 180°. Dan ternyata kecurigaanku terbukti sekarang," ucap Egi.


"Yang membuat papa sedih. HANG GROUP akan hancur ditangan Decky. Perusahaan yang sudah papa bangun susah payah," Egi bisa melihat wajah Hanggono diliputi rasa sedih yang teramat sangat.


"Sudahlah pa. Ikhlaskan saja apa yang akan terjadi kedepannya. Papa tenang daja, kan sudah ada aku disini. Meskipun perusahaan itu Hancur, tapi aku sudah membangun perusahaan baru buat papa. Ini semua aku hadiahkan untuk papa. Aku janji akan membuat perusahaan baru ini semakin besar dan jaya melebihi dari HANG GROUP," ujar Egi.


Mata Hanggono kembali berkaca-kaca karena terharu.

__ADS_1


"Papa do'akan usahamu sukses. Dan jaya melebihi HANG GROUP," ucap Hanggono.


"Amiin. Papa jangan sedih lagi ya! diusia sekarang ini papa harus banyak tersenyum dan happy. Aku janji akan mewujudkan semua keinginan papa apapun itu," ujar Egi.


"Papa bangga memiliki putra sepertimu. Terima kasih sudah jadi anak yang baik buat papa," ucap Hanggono.


"Papa juga orang baik. Sudah sepantasnya papa mendapatkan hal terbaik juga dalam hidup papa," ujar Egi.


Hanggono tersenyum saat mendengar ucapan Egi yang sangat pandai menyenangkan hatinya itu. Setelah ngobrol hampir satu jam, panggilan untuk semua umat datang. Egi dan Hanggono memenuhi panggian itu bersama, dan dilanjutkan dengan makan malam setelahnya. Semua menu kesukaan Egi terhidang dimeja, menu yang mengingatkan dia dengan Deva. Wanita yang meninggalkannya tanpa kabar apapun.


🌶️🌶️🌶️🌶️


"Aku harus berangkat pagi-pagi. Bukankah bos besar akan datang pagi ini? aku tidak boleh datang terlambat, dan menyebabkan aku kehilangan pekerjaan," gumam Leony.


Leony begegas memasukkan kunci ke lobang kunci motor. Diapun segera membelah jalan, agar segera sampai pada tujuannya. Sesuai yang digosipkan oleh karyawan pabrik, sebuah mobil mewah datang dan memarkirkan mobil dipelataran halaman pabrik. Semua karyawan menyambut kedatangan bos besar mereka dengan berbaris rapi berhadapan. Mereka berbaris sesuai jenis kelamin masing-masing.


Drap


Drap


Drap


Langkah kaki Egi bersama sang Sekretaris pribadi memenuhi ruangan yang tampak hening. Dan Egi berdiri tepat ditengah-tengah seluruh karyawan pabrik.


"Selamat pagi semuanya," ucap Egi menyapa seluruh karyawan pabrik.


Leony yang berdiri di barisan paling depan, menatap kearah depan setelah sebelumnya tertunduk. Matanya terbelalak saat melihat Egi berdiri tepat sejajar dimana tempatnya berdiri.


"E-Egi? kebetulan macam apa ini," batin Leony.


"Selamat pagi pak," ucap semua karyawan pabrik dengan senyum terbit dibibir mereka.


Mata Leony dan Egi bersitatap sejenak, sebelum akhirnya Egi memutus tatapan itu dan kembali memberikan pengarahan untuk semua karyawannya.


"Saya ucapkan selamat bergabung untuk kalian semua. Pabrik ini adalah pabrik pertama yang saya bangun. Setelah sebelumnya membangun perusahaan yang berpusat di Kota Bali. Saya harap kita bisa bekerjasama untuk membangun pabrik kita ini, agar bisa sukses dan bisa mensejahterahkan kita semua. Dan untuk mencapai kesuksesan itu, semua tergantung pada kalian. Semakin sukses, maka akan banyak tercipta lapangan pekerjaan dan kita bisa membantu orang-orang yang membutuhkan pekerjaan," ujar Egi dengan penuh wibawa.

__ADS_1


"Sekarang Egi sudah sukses. Andai saja...."


Leony segera menepis hayalannya. Karena dia sadar, Egi tidak mungkin akan mengulang kisah mereka kembali.


__ADS_2