KAU GADAIKAN DIRIKU

KAU GADAIKAN DIRIKU
71. Terkejut


__ADS_3

Deva terlihat cantik dengan gaun hitam yang dia kenakan. Saat ini dia tengah menunggu kedatangan Egi di salah saat restaurant mewah. Deva memang sengaja mengajak Egi janjian di restauran, karena dia tidak ingin suaminya itu menjemputnya di kontrakkan. Dan untuk dinner mereka yang pertama, Deva datang lebih cepat 20 menit dari jam yang ditentukan.


"Deva," sapa seseorang yang membuat tubuh Deva menegang.


Deva tahu betul siapa pemilik suara itu, hingga dirinya menelan ludahnya sebanyak mungkin.


"Akhirnya aku bisa menemukanmu. Apa kamu pikir setelah menikah kamu akan lepas dari aku gitu aja?" tanya Riki yang membuat wajah Deva memucat.


"Ka-Kak Riki. Kita damai saja ya? aku kan sudah mengembalikan uang 900 punya kakak," ujar Deva.


"Enak aja. Lalu apa tanggung jawabmu yang sudah membuat burung masa depanku patah waktu itu?" tanya Riki.


"Hah? jadi waktu itu beneran patah? matilah kamu Deva. Beruntung kamu nggak punya burung, kalau tidak dia mungkin akan mematahkan burungmu juga. Tapi kalau aku nggak punya burung, terus dia mau apa dong?" batin Deva.


"A-Apa sekarang masih patah kak?" tanya Deva.


"Untungnya sudah sembuh. Tapi aku tetap mau buat perhitungan sama kamu. Apa kamu tidak tahu? aku berada di rumah sakit hampir 4 bulan untuk memulihkan batang burungku? dan setiap malam aku menjerit kesakitan karena nyut-nyutan," ucap Riki.


"Di gips atau pasang pen kak? kok bisa sembuh?" Deva dengan konyolnya bertanya pada Riki yang tengah emosi.


Mata Riki melotot mendengar pertanyaan Deva, hingga Deva menjadi takut.


"Nggak perlu tahu bagaimana penyembuhannya. Sekarang kamu harus ikut aku, karena kamu harus ganti rugi," ujar Riki yang kemudian menarik tangan Deva.


"Nggak mau kak! kalau mau ganti rugi nggak harus narik tangan aku. Kakak tinggal sebutin aja mau berapa?" tanya Deva sembari menarik tangannya dengan kasar.


"Apa kamu pikir aku miskin? aku nggak butuh uangmu. Kamu harus ganti rugi dengan cara lain." Jawab Riki yang kembali mencekal tangan Deva.


"Kakak hati-hati ya kalau bersikap! ini tuh tempat umum. Kakak mau aku teriakin kakak, dan digebukin banyak orang? kakak tuh sudah melakukan pelecehan loh," ucap Deva.


"Aku nggak akan tertipu lagi dengan akal bulus kamu. Sekarang kamu ikut aku!" Riki semakin menguatkan tarikkannya, hingga Deva terpaksa mengikuti arah tarikkan itu karena takut tangannya cidera.


Tap


Egi yang datang tiba-tiba mencengkram tangan Riki dengan sangat kuat. Tatapan matanya begitu menghunus.

__ADS_1


"Apa kamu tuli? istriku bilang lepaskan!" Riki mengendurkan cengkramannya pada Deva.


"Urusan kita belum selesai. Kamu lihat saja nanti," ucap Riki setengah berbisik. Rikipun kemudian pergi meninggalkan restaurant.


"Kamu nggak kenapa-napa?" tanya Egi.


"Nggak apa-apa Om. Makasih ya sudah nolongin aku," ucap Deva.


"Kamu itu masih istriku, jadi masih tanggung jawab aku. Memangnya tadi itu siapa?" tanya Egi sembari menarik kursi dan menjatuhkan bokongnya disana.


"Dia Riki, temannya kak Decky. Saat kabur ke Bali aku pernah nipu dia saat buat kesepakatan sama kak Decky buat cerai. Aku digadaikan kak Decky 900 juta, namun berhasil kabur. Aku kasih dia obat tidur, tapi karena emosi aku injak burungnya yang ternyata patah." Deva malu sendiri saat menceritakan aksi heroiknya itu. Sementara Egi malah terkekeh mendengar cerita dari istrinya itu.


"Kamu hebat banget sih? bangga loh aku sama kamu," ucap Egi.


"Untuk pria penjahat kelamin seperti itu memang harus diberi pelajaran. Apalagi yang bisa nyoblos tapi malas bertanggung jawab setelah wanitanya hamil," sindiran Deva membuat Egi terdiam.


"Pria-Pria seperti itu seharusnya nggak hanya dipatahkan burungnya, tapi di kebiri aja sekalian. Biar nggak bisa asal celap celup sembarangan," sambung Deva.


"Emm...kamu sudah pesan makanan?" tanya Egi yang berusaha mengalihkan pembicaraan. Deva jadi menghela nafas, karrna dia hampir hilang pengendalian diri.


"Belum." Jawab Deva.


"Kamu cantik malam ini," ujar Egi sembari menatap wajah cantik Deva.


"Terima kasih," ucap Deva.


"Sekarang kamu tinggal dimana?" tanya Egi yang mencoba mengorek informasi.


"Salah satu kontrakkan di Kota ini." Jawab Deva dengan santai.


"Tunggu beberapa hari. Aku akan membelikan apartemen buat kamu," ujar Egi.


"Nggak perlu Om. Aku juga nyaman dengan tempat tinggalku sekarang," ujar Deva.


"Aku nggak nerima penolakkan. Anggap saja itu sebagai salah satu harta gono gini sebelum perceraian," ujar Egi.

__ADS_1


"Huuu...apa dia pikir aku nggak tahu tujuannya apa? dia pasti ingin menemuiku dengan bebas, setelah tahu alamatku. Dia pikir aku bocah yang bisa dikibulin? dasar Om tua nyebelin," batin Deva.


"Terserah Om saja," ucap Deva.


"Hihihi mayan dapat pundi-pundi harta. Enak aja udah jahatin aku nggak dapat apa-apa. Sekalian aku minta mobil. Aku kerjain aja dia habis-habisan. Salah sendiri nyebelin," batin Deva.


"Kalau mau kasih harta gono gini jangan yang murahan. Aku nggak mau apartemen, aku maunya rumah mewah yang ada kolam renangnya. Terus mobil mewah juga," ucapan Deva membuat Egi tersenyum. Pria itu sama sekali tidak keberatan.


"Dasar bocil. Pintar sekali dia mencari keuntungan. Apa dia pikir aku nggak tahu, kalau dia mau ngerjain aku. Jangankan cuma harta, nyawa saja akan aku berikan," batin Egi.


"Baiklah akan aku belikan. Apa ada lagi?" tanya Egi sembari mengulum senyumnya, dan itu membuat Deva tambah sebal.


"Om jangan senyum-senyum begitu. Mentang-Mentang kaya," ucap Deva dengan bibir mengerucut.


"Uang bisa aku cari. Tapi aku tidak bisa mengembalikan senyum kamu yang hilang karena perbuatanku," ujar Egi yang membuat Deva jadi menatap mata suaminya itu. Deva bergegas mengalihkan pandangannya, karena dia sangat takut terbawa perasaan.


Dan malam itu Deva dan Egi makan malam sembari berbincang banyak hal.


🌶️🌶️🌶️🌶️


"Hari ini aku akan membawakan bekal makan siang untuk Egi. Dia pasti akan senang. Sekalian aku akan menanyakan kapan dia akan menikahiku," ujar Leony.


Leony bergegas memasuki kantor Egi. Dan dia sangat senang, karena Egi baru saja keluar dari lift.


"Egi," Leony menggandeng tangan Egi dan menjadi pusat perhatian karyawan kantor. Tidak hanya karyawan kantor, karena ada seseorang yang melihat hal itu.


"Ini aku bawakan makan siang untukmu. Kamu tidak perlu makan siang diluar," ujar Leony.


"Terima kasih," ucap Egi.


"Ayo kita naik keatas lagi. Aku ingin membicarakan sesuatu denganmu, sembari kamu makan siang," ujar Leony yang kemudian diangguki oleh Egi.


Leony dan Egi kembali ke atas dengan Leony merangkul pinggang pria itu.


"Jadi Leony sudah mendapat kontrak baru? dan yang mengontrak Leony adalah tuan Egi. Hampir dua bulan aku mencarinya, tapi ternyata dia sudah bersama pria lain. Ah...jadi begini rasanya cemburu? dadaku seperti terbakar, aku benar-benar tidak rela dia disentuh pria lain," batin Vino.

__ADS_1


Vino memutuskan menunggu di loby. Dia akan menunggu Leony keluar, dan kemudian berbicara dengan Egi.


Jangan lupa Like, Koment dan Vote. Dan jangan lupa juga dukung karya baruku ya teman-teman" SUAMIKU CACAT MENTAL"


__ADS_2