KAU GADAIKAN DIRIKU

KAU GADAIKAN DIRIKU
32. Sepakat


__ADS_3

"Sepertinya kamu tidak terlalu terkejut melihat kenyataan ini?" tanya Olivia.


"Tentu saja tidak. Dan untuk apa juga aku terkejut. Jawab Deva sembari menjatuhkan bokongnya disebuah sofa panjang.


Decky dan Olivia saling berpandangan. Terlebih Deva terlihat santai sembari meraih segelas jus alpukat dari atas nampan. Deva bahkan menikmati pancake diatas piring lonjong.


"Maaf. Aku tidak sempat makan, jadi aku makan kue dan jusnya," ucap Deva dengan mulut dipenuhi makanan.


"Tidak masalah. Kamu habiskan saja semuanya, karena kamu butuh asupan makanan agar tidak syok saat mendengar apa yang akan aku katakan," ujar Decky yang kemudian ikut duduk di sofa bersama Olivia dan Riki.


"Katakan saja sekarang! aku bisa mendengarmu sembari makan," ucap Deva.


"Seperti yang kamu lihat. Aku memiliki hubungan khusus dengan wanita lain. Aku sangat mencintai Olivia. Olivia sangat berbeda denganmu, dia sangat dewasa, cantik dan sexy. Sementara kamu...."


"Yah...kamu tahu sendiri seperti apa dirimu," sambung Decky sarat akan hinaan.


Deva menghentikan kunyahan di dalam mulutnya. Dan menatap dandananya sendiri yang hanya mengenakan baju kaos biasa, celana jeans dan rambut di cepol. Memang sama sekali tidak terlihat seperti wanita dewasa, apalagi terlihat sexy.


"Kalian memang pasangan serasi. Aku sama sekali tidak masalah dengan hubungan kalian," ucap Deva sembari melanjutkan makan.


"Sudah kuduga. Aku tahu betul wanita jenis apa seperti dirimu ini. Saat pertama kali aku tahu kamu setuju menikah denganku sebagai jaminan hutang, disitu aku bisa menilai. Apa tujuanmu bersedia menikah denganku. Tapi asal kamu tahu, tidak hanya kamu saja yang sudah memanfaatkan aku. Sejak awal aku juga sudah memanfaatkanmu," ujar Decky.


Deva mengepalkan tangannya saat mendengar semua hinaan yang Decky lontarkan padanya. Tapi dia berusaha tetap tenang. Saat ini dirinya hanya sendiri. Tujuannya kesana hanya ingin mendapat kalimat talak dari pria itu.


"Sebaiknya katakan saja apa mau kalian. Mendengar hinaanmu padaku, sekarang aku jadi tahu kalau kalian pasti memiliki rencana sendiri," ucap Deva.


"Terkadang aku merasa kamu itu bocah yang cukup cerdas juga. Sekarang aku punya masalah dengan temanku. Aku sudah membuat kesepakatan dengannya untuk membayar hutangku dengan cara memberikan dirimu padanya," ujar Decky.


"Apa maksudmu?" tanya Deva berpura-pura emosi.


"Aku punya hutang 900 juta pada temanku ini. Dan aku berjanji akan menggadaikan dirimu selama satu tahun. Kamu tenang saja, setelah satu tahun kamu bisa kembali ke rumah." Jawab Decky.


Mendengar ucapan Decky, Deva jadi tertawa keras hingga dirinya terbatuk-batuk.

__ADS_1


"Aku tidak akan kembali ke rumah itu, meskipun aku masih belia tapi aku tidak bodoh. Aku akan menyetujui apa yang kamu katakan, tapi sebagai gantinya aku akan mengajukan satu permintaan padamu," ujar Deva.


"Kamu setuju begitu saja?" tanya Decky terkejut.


Banyak hal yang membuat Decky terkejut saat melihat Deva yang bersikap biasa saja ketika tahu dirinya memiliki hubungan khusus dengan Olivia. Padahal dia sangat yakin, Deva sudah menyukainya dan berharap istrinya itu merasakan patah hati yang paling dalam.


"Kenapa aku tidak setuju. Pria dewasa sepertimu, memang cocok dengan gadis rupa tante-tante seperti dia." Jawaban Deva membuat Riki hampir tertawa keras. Beruntung dia masih bisa menahan diri.


"Tante-Tante? sembarangan sekali ucapanmu," Olivia yang tersinggung langsung protes.


"Jangan marah. Kalau aku tidak salah menebak, usiamu pasti lebih tua setidaknya 3 atu 4 tahun dari kak Decky. Aku tidak tahu kalau kalau kak Decky punya bibit oedipus kompleks," sindiran Deva lagi-lagi membuat Riki menahan tawanya.


"Dia lucu sekali. Dia juga terlihat menyenangkan. Decky tolol, dikasih daun muda malah maunya daun kering," batin Riki.


"Tahu apa kamu tentang orang dewasa? Decky tidak butuh bocah ingusan sepertimu yang pikirannya hanya dipenuhi dengan game. Decky butuh wanita dewasa yang bisa memuaskannya di ranjang, bukan wanita merepotkan sepertimu," ucap Olivia.


"Ya. Aku berterima kasih karena kamu sudah menggantikan aku melayaninya diatas ranjang. Dan aku sangat bersyukur karena aku tidak mendapat barang bekas. Sekarang aku sudah menyetujui permintaanmu, maka aku harap kamu juga menyetujui keinginanku. Barulah kita bisa sepakat," ujar Deva.


"Apa maumu?" tanya Decky.


"Dasar bocah ingusan bodoh. Aku sempat berpikir dia mau minta harta gono gini, tapi ternyata malah minta talak doang," batin Olivia.


"Aku kabulkan," ucap Decky.


"Aku nggak mau talak satu, tapi aku mau talak tiga. Aku juga tidak mau satu tahun bersama temanmu, tapi hanya 6 bulan. Kamu bisa menjabat tanganku kalau kamu setuju," ujar Deva sembari mengulurkan tangannya.


Decky melirik kearah Riki untuk meminta persetujuan pria itu. Rikipun menganggukkan kepalanya.


"Tapi aku juga memiliki syarat tambahan kalau begitu," ujar Decky.


"Apa?" tanya Deva.


"Kamu tidak boleh membocorkan hal ini pada kakek. Kamu juga tidak boleh mengungkit tentang sertifikat butik pada kakek." Jawab Decky.

__ADS_1


"Deal!" Deva menjabat dengan erat tangan Decky.


"Sekarang cepat talak aku dengan talak tiga," ujar Deva yang sudah tidak sabar.


"Deva Rachel. Mulai hari ini kamu bukan istriku lagi. Aku talak kamu dengan talak 3," ucap Decky.


"Decky Hanggono. Aku tidak akan pernah melupakan penghinaanmu hari ini. Hari ini kamu sudah mencampakkanku, menghinaku, bahkan kamu menggadaikanku. Aku pastikan suatu saat nanti kamu akan menyesal telah memperlakukanku seburuk ini," batin Deva.


"Terima kasih. Segera urus surat perceraian kita. Aku tidak ingin pergi ke rumah temanmu, sebelum kita resmi bercerai. Dan selama kita belum bercerai, sebaiknya kita tetap tinggal satu atap agar kakek tidak curiga," ucap Deva.


"Kamu tenang saja. Aku punya teman yang bisa mengurus perceraian dengan cepat. Hanya butuh waktu satu minggu, kita bisa sama-sama mendapat akta cerainya," ujar Decky.


"Itu bagus. Sekarang aku mau pulang dulu. Selamat bersenang-senang," ucap Deva yang kemudian bangkit dari tempat duduknya dan melenggang pergi dari kamar itu.


"Apa itu sungguh anak berusia 18 tahun?" tanya Riki.


"Ya. Kenapa?" tanya Decky.


"Hey...aku malah mengira dia sudah berusia 25 tahun. Wibawanya itu sangat kentara, dia sama sekali tidak terlihat anak usia 18 tahun. Sungguh membuatku gereget. Cepat urus perceraianmu, aku sudah tidak sabar memilikinya." Jawab Riki.


"Hah. Sudah kuduga seleramu memang bocah loly kayak gitu. Ambil aja kalau loe mau. Bila perlu loe nikahin dia. Masih segel tuh, nggak perlu nunggu masa iddah," ujar Decky.


"Lihat entar. Kalau cocok, gue akan embat." Jawab Riki.


"Dasar bocah sialan. Gue tahu trik loe, pas bosan bakal loe buang juga," ucapan Decky dibalas kekehan oleh Riki.


"Sono pulang! gue mau indehoy dulu disini. Loe bisa tunggu seminggu lagi buat dapetin tuh bocah," sambung Decky.


"Ckkk...kalian ini. Apa nggak bosan gituan terus?" ucap Riki sembari berdiri dari tempat duduknya.


"Kamu sendiri paling tahu, kalau beginian nggak pernah bikin bosan." Jawab Decky sembari terkekeh.


Brakkk

__ADS_1


Riki menutup pintu kamar hotel. Sementara Decky dan Olivia merayakan kemenangan mereka dengan bercinta sepuasnya.


__ADS_2