
Ceklek
Olivia membuka pintu, dan matanya berbinar saat melihat kekasih hatinya sudah berada dihadapannya. Decky segera mendorong tubuh Olivia masuk kedalam, dan menutup pintu itu. Decky dan Olivia lansung saling mencium satu sama lain, untuk meluapkan kerinduan mereka yang tidak bertemu hampir seminggu lamanya.
Hah
Hah
Hah
Decky menempelkan keningnya di kening Olivia. Sesaat kemudian dia membawa Olivia kedalam pelukkannya.
"Aku merindukanmu sayang," ucap Decky lirih.
"Aku juga sangat merindukanmu Beib," ujar Olivia yang tak kalah erat memeluk kekasih hatinya itu.
Namun saat gadis itu ingin membuka kancing baju Decky, pria itu menahan tangannya.
"Kenapa? kamu nolak aku?" tanya Olivia dengan bibir mengerucut.
"Jangan sekarang ya sayang? aku baru saja datang, dan minta izin sama dia buat nyari minuman. Padahal aku kesini ketemu kamu. Soalnya aku nggak bisa nahan rasa kangen aku sama kamu. Kamu tahu sendiri kan kita nggak bisa lakuin itu sekali? karena aku juga nggak puas kalau cuma sekali. Kalau kita lakuin sekarang, dia akan curiga."
"Aku janji malam ini kita akan menghabiskan malam sepuasnya," sambung Decky.
"Berjanjilah kamu akan tidur denganku malam ini. Bukan dengan bocah ingusan itu," ucap Olivia.
"Tentu saja. Malam ini persiapkan dirimu. Aku akan melahap habis dirimu," ujar Decky dengan tatapan nakal. Sementara Olivia jadi tersipu mendengarnya.
Decky kemudian melirik kearah air mineral yang tersedia begitu banyak di dekat lemari.
"Kenapa ada banyak air mineral disini?" tanya Decky.
"Aku sengaja menyiapkannya. Agar kita tidak perlu turun kebawah saat kita memerlukan cairan sehabis bercinta." Jawab Olivia sembari terkekeh.
"Gadis pintar. Aku jadi tambah cinta sama kamu," ucap Decky.
"Ambilah untuk istri bocahmu itu. Agar kamu tidak perlu turun kebawah," ujar Olivia.
"Makasih sayang. Kamu memang bisa diandalkan dalam segala hal. Aku sayang kamu," ucap Decky sembari kembali mengecup bibir Olivia.
"Pergilah. Aku akan mempersiapkan diriku untuk nanti malam," ujar Olivia.
Decky meraih dua botol air mineral, untuk dia bawa kedalam kamar istrinya.
"Ini air yang kamu mau," ujar Decky setelah dirinya membuka pintu kamar.
__ADS_1
"Makasih kak." Jawab Deva sembari menutup lemari, karena dirinya baru saja selesai menyusun pakaian.
"Kakak mau mandi, gerah banget rasanya," ujar Decky.
"Gerah? kok aku malah kedinginan ya?" tanya Deva.
Deva tidak tahu saja. Rasa gerah yang Decky alami karena pria itu terhambat menyalurkan hasratnya.
"Kamu hidupkan saja pemanas ruangan kalau kamu memang kedinginan. Kalau kakak mau berendam sebentar," ujar Decky.
Decky meraih ponselnya dan membawanya kedalam kamar mandi. Hal gila yang sering Decky lakukan bersama Olivia saat sedang menahan rindu yaitu membuat panggilan video hanya untuk memperlihatkan bagian tubuh tertentu.
"Ah...beb...Aku sudah tidak sabar lagi rasanya," ujar Decky saat melihat Olivia berpose manja.
Decky tidak perlu khawatir suaranya akan terdengar keluar, karena kamar mandi itu juga dilengkapi dengan peredam suara. Setelah hampir 30 menit berada di kamar mandi, Decky pun keluar dan mendapati Deva tengah bermain game diatas tempat tidur.
"Heh. Bocah, tetap saja bocah. Game saja yang dia mainkan. Mana mengerti dia tentang kebutuhan batinku? hanya Olivia yang tahu segalanya apa yang aku inginkan," batin Decky.
"Kamu nggak mandi?" tanya Decky sembari mengeringkan rambutnya dengan handuk.
"Nanti aja kak. Masih terlalu siang. Nanti agak sorean dikit." Jawab Deva.
"Itulah bedanya anak ingusan dengan gadis dewasa. Dekat dengannya masih tercium aroma bayi. Sementara dekat dengan Olivia, gadisku itu selalu wangi,"
"Ayo kita cari makan diluar," ujar Decky.
Deva dan Deckypun turun kebawah dan mencari kafe terdekat disekitar hotel.
"Istri kamu itu nggak banget deh. Aku jadi percaya kalau kamu nggak selera buat nyentuh dia,"
Decky membaca sebuah pesan yang berasal dari Olivia. decky melihat ke kiri dan ke kanan, namun ternyata Olivia berada dibelakangnya. Decky tersenyum kearah Olivia sembari mengedipkan matanya.
"Mau bertaruh tidak?" chat Decky.
"Apa?" balas Olivia.
"Kalau kamu bisa makan satu meja dengan kami, aku akan memebelikanmu satu set perhiasan,"
"Tantangan diterima," balas Olivia.
Sesaat kemudian makanan Olivia dan makanan Decky yang dipesan sudah dihidangkan diatas meja. Olivia kemudian bangkit dari tempat duduknya, dan berjalan kearah meja Deva. Olivia dengan sengaja menyenggol minuman milik Deva, hingga tumpah sebagian dibaju wanita itu.
"Oh ya Tuhan...aku ceroboh sekali," ucap Olivia sembari menarik beberapa lembar tisu dan mengelapkannya ditubuh Deva.
Olivia kemudian mengajak Deva berbahasa inggris, yang seolah dirinya tidak tahu kalau Deva berasal dari negara yang sama dengannya.
__ADS_1
"Tidak masalah kak. Kakak orang Indonesia juga kan?" tanya Deva.
"Oh hai...kamu dari Indonesia juga? kelihatan sih kita wajah-wajah orang Asia. Aduh kakak minta maaf ya udah numpahin minuman dibaju kamu," ujar Olivia.
"Tidak masalah kak. Aku bisa membersihkannya di toilet." Jawab Deva.
"Kenalkan nama kakak Via," ujar Olivia sembari menjulurkan tangannya yang dijabat langsung oleh Deva.
"Deva kak. Kakak liburan disini?" tanya Deva.
"Emm...boleh kakak ikut gabung saja? biar enak ngobrolnya. Kakak tuh paling senang kalau ketemu orang satu negara kayak gini, berasa kayak ketemu saudara," ucap Olivia.
Deva melihat kearah Decky untuk meminta persetujuan.
"Tidak masalah. Makan ramai-ramai juga seru," ujar Decky.
"Kalau gitu aku ambil makananku dulu," ujar Olivia yang kemudian bangkit dari duduknya
"Apa kakak sungguh tidak keberatan?" tanya Deva.
"Tidak masalah sayang. Apa yang dia katakan benar. Di negara yang seluas ini, kita bisa bertemu dengan orang sendiri, memang terasa bertemu dengan saudara." Jawab Decky.
Deva lagi-lagi tersipu saat Decky menyebutnya dengan panggilan sayang. Olivia dengan tidak tahu malunya duduk diantara Deva dan Decky, dan meletakkan semua makanannya diatas meja.
"Maaf ya aku jadi mengganggu acara makan kalian. Tapi beneran deh, paling nggak enak makan sendiri. Aku juga nggak akan lama kok, karena sebentar lagi aku juga ada pemotretan," ujar Olivia.
"Kakak model?" tanya Deva.
"Ya. Meski model majalah pria dewasa sih." Jawab Olivia.
"Oh ya. Kalian ini kakak adik? pasangan kekasih, Atau pasangan suami istri?" tanya Olivia.
"Dia istriku. Kami datang buat bulan madu kesini." Jawab Decky.
Decky dengan nekat me**ba paha Olivia yang mulus. Kemudian tersenyum dengan penuh kemenangan.
"Hemm ssttt," Decky sedikit berdesis saat Olivia membalas serangan Decky dengan meraba kejantanan pria itu dari luar.
"Kakak kenapa?" tanya Deva.
"Eh? nggak tahu kayaknya makanan ini terlalu menggigit dilidahku." Jawab Decky asal.
"Masak sih?" tanya Deva yang kemudian ikut mencicipi makanan dipiring Decky.
"Emm... enak kok. Mungkin kakak tidak menyukainya. Pesan yang lain saja," ujar Deva.
__ADS_1
"Biarkan saja. Lama-Lama terasa enak." Jawab Decky dengan kata yang syarat akan makna.
Decky bahkan menarik tangan Olivia, agar menyentuh miliknya dengan makin liar.