KAU GADAIKAN DIRIKU

KAU GADAIKAN DIRIKU
53. Semakin Dekat


__ADS_3

Sejak pertemuan dihari itu, hubungan Egi dan Leony semakin membaik. Tidak hanya sering mengatar Leony pulang, Egi juga sering menjemput Leony saat akan pergi bekerja. Egi bahkan membuat Leony tidak lagi bekerja sebagai pengepak barang, melainkan menjadi seorang pengawas. Dan desas desus kedekatan mereka sudah menyebar diseluru pabrik dan kantor.


"Egi. Apa kamu tidak keberatan dengan gosip yang beredar tentang kita berdua?" tanya Leony.


"Terserah saja orang mau berspekulasi seperti apa. Kita ini adalah teman, jadi omongan mereka juga tidak salah kalau kita sedang dekat." Jawab Egi.


"Atau jangan-jangan kamu sendiri yang keberatan tentang gosip itu?" tanya Egi.


"Sama sekali tidak. Siapa yang tidak ingin digosipkan dengan pengusaha besar sepertimu. Itu pasti akan membuatku bertambah populer." Jawab Leony sembari terkekeh.


Egi mengatar Leony tepat didepan pintu kamar hotel wanita itu, karena saat ini mereka memang sedang melakukan perjalanan bisnis keluar kota dan Egi meminta Leony menemaninya.


"Selamat malam. Tidur yang nyenyak," ucap Leony saat wanita itu sudah membuka pintu kamarnya.


Egi menatap wajah cantik wanita itu, hingga Leony jadi salah tingkah sendiri. Namun di luar dugaan Leony, Egi malah mendorongnya masuk dan menutup pintu kamarnya.


"A-Ada apa?" tanya Leony gugup.


"Izinkan aku memastikan sesuatu." Jawab Egi.


"Memastikan apa?" Leony.


Tanpa menjawab ucapan Leony, Egi malah menyerbu bibir wanita yang ada didepannya. Mata Leony yang semula terbelalak, perlahan meredup dan kedua tangannya mulai dia kalungkan di leher kokoh pria itu.


"Tidak ada rasa berdebar, seperti aku mencium Deva waktu itu. Itu artinya aku tidak melihatnya sebagai wanita, tapi karena nafsu. Dan rasa ingin menyentuhnya memang lebih besar dari pada ingin mencintaimya," batin Egi.


Ciuman itu makin lama makin menuntut. Tanpa sadar mereka sudah tidak mengenakan apapun lagi.


"Kenapa rasanya sangat berbeda seperti yang dilakukan Vino padaku? tidak ada rasa berdebar dan rasa ingin memiliki. Berbeda saat bersama Vino. Dan berbeda saat pertama kali berciuman dengan Egi. Tapi ada kebutuhan yang mendesak, yang ingin sekali aku tuntaskan sekarang. Apa itu efek karena aku terbiasa melakukan itu secara intens dengan Vino?" batin Leony.


Leony memejamkan matanya saat Egi mulai bermain di puncak tertinggi dari keindahan dirinya. Tempat yang juga menjadi favorit bagi Vino. Dan apapun yang Egi lakukan, dia hanya membayangkannya dengan Vino.


Dan yang harusnya tidak terjadi, malam itu tetap terjadi juga. Egi menjadikan Leony menjadi landasan pacunya, meskipun tidak secara berulang-ulang. Leony dan Egi hanya ingin sama-sama menuntaskan hasrat yang terpendam selama ini.


Setelah hasrat itu tuntas, Egi segera mengenakan pakaiannya kembali. Dan saat ini dirinya kebingungan untuk berkata-kata pada Leony.

__ADS_1


"Leony aku...."


"Tidak masalah. Kamu butuh, mungkin aku iuga membutuhkannya. Kamu tidak perlu terbebani oleh masalah ini, lagian aku juga bukan gadis perawan. Aku hanya seorang janda," ucap Leony.


Egi mengira Leony tersinggung oleh ucapannya. Pria itu kemudian duduk ditepi tempat tidur dan menggenggam tangan Leony.


"Aku akan berusaha menumbuhkan kembali perasaan diantara kita. Aku akan bertanggung jawab dengan perbuatanku. Aku sama sekali tidak bermaksud meremehkan status jandamu. Tapi tadi aku hanya...."


Egi tidak bisa meneruskan kata-katanya. Dia tidak sanggup mengatakan pada Leony, kalau dia hanya ingin menuntaskan hasrat laki-lakinya.


"Aku sudah bilang itu tidak masalah. Kita sudah sama-sama dewasa. Aku tidak perduli juga meski kamu menganggapku wanita murahan," ucap leony.


"Tidak. Aku sama sekali tidak pernah berpikir begitu. Sekali lagi aku minta maaf Leony. Tapi kamu mau kan memberi kesempatan bagi kita untuk belajar saling mencintai lagi?" tanya Egi.


"Bagaimana ini? aku tahu Egi tidak punya perasaan padaku. Dia hanya merasa bersalah, dan mengira aku marah dengan ucapannya. Siapa yang tidak ingin jadi istri orang hebat seperti dia? tapi hidup tanpa cinta dalam berumah tangga, aku takut akan terulang kembali perceraian dimasa depan. Aku tidak khawatir kalau dia tidak mencintaiku, aku justru khawatir kalau aku yang lebih dulu jatuh cinta padanya. Aku tidak mau terluka untuk ketiga kalinya. Tapi...."


"Baiklah. Kita akan mencobanya." Jawab Leony sembari tersenyum.


Leony dan Egi saling berpelukkan. Mereka seolah sama-sama mencari peruntungan terhadap perasaan mereka masing-masing.


"Tidurlah! aku akan kembali ke kamarku," ujar Egi.


"Ya." Jawab Leony.


Egi kemudian kembali ke kamarnya dan langsung segera membersihkan diri seketika.


"Egi. Kenapa kamu harus kembali mengulang masa lalu bersama Leony? kenapa kamu tidak bisa menahan diri. Meski ini bukan hubungan yang pertama kalinya, tetapi kenapa harus dengan dia," Egi menyiram tubuhnya dibawa cucuran air shower.


"Tapi aku tetap harus bertanggung jawab dengan perbuatanku kan? meski ini bukan pertama kali baginya, tapi aku tidak boleh menganggapnya remeh, dan melecehkannya. Bisa jadi dia menurut, karena tidak mau menolak keinginan bosnya. Kalau memang Leony jodohku, aku juga tidak masalah. Aku ikut apa kata Tuhan saja," ucap Egi dengan konyol.


Setelah dirasa cukup, Egi menyudahi acara membersihkan diri di malam hari. Pria itu segera tidur, setelah mengenakan pakaian. Dan tidak terasa 3 hari sudah berlalu, Egi dan Leony harus kembali ke pabrik karena perjalanan bisnis mereka sudah berakhir. Dan untuk menumbuhkan perasaan diantara mereka, Disepanjang perjalanan pulang mereka sesekali berpegangan tangan, bahkan sesekali berciuman mesra. Tapi anehnya mereka tetap saja merasakan hambar.


🌶️🌶️🌶️🌶️


Tiga minggu kemudian....

__ADS_1


"Kapan kamu mau mengenalkan calon istri sama papa. Hem?" tanya Hanggono saat mereka tengah makan malam.


"Kenapa papa menanyakan itu terus. Hem?" tanya Egi.


"Karena papa sudah pengen menggendong bayi lagi." Jawab Hanggono.


"Kalau begitu papa menikah lagi saja. Cari daun muda yang mampu menghasilkan keturunan, kalau memang papa menginginkan bayi lagi," canda Egi.


"Sembarangan. Kamu ini, papa sedang bicara serius," ucap Hanggono.


"Nanti ya pa. Sabar saja pokoknya," ujar Egi.


"Apa tawaranmu waktu itu masih berlaku?" tanya Hanggono.


"Tawaran apa?" tanya Egi.


"Kamu bilang akan menuruti apapun keinginan papa, termasuk menentukan jodohmu." Jawab Hanggono.


"Memangnya papa sudah menemukan jodoh untukku? aku akan melakukan apapun seperti apa yang papa mau," ujar Egi.


"Sungguh? papa memang punya kandidatnya. Dia cantik, dan cerdas. Meski usianya muda, tapi tidak terlihat seperti usianya. Papa ingin kamu menikah dengannya. Memang statusnya janda, tapi dia janda berkualitas," ucap Hanggono.


"Janda? apa papa tidak masalah kalau aku menikahi seorang janda?" tanya Egi.


"Memangnya ada apa dengan janda? janda juga manusia. Kalau janda kera, baru papa tidak setuju." Jawab Hanggono yang membuat Egi jadi terkekeh.


"Emang jandanya siapa sih pa?" tanya Egi iseng.


"Papa ingin kamu menikahi mantan istri Decky." Jawab Hanggono.


Uhukk


Uhukk


Egi langsung terbatuk seketika, saat mendengar ucapan Hanggono. Namun dia jadi tidak tega, saat melihat ekspresi sedih diwajah senja itu.

__ADS_1


__ADS_2