KAU GADAIKAN DIRIKU

KAU GADAIKAN DIRIKU
6. Perdebatan


__ADS_3

"Papa tidak perlu mengkhawatirkan masalah jodohku. Nanti kalau sudah jodohnya, pasti akan datang sendiri." Jawab Egi.


"Omonganmu itu sudah papa dengar sejak 5 tahun yang lalu. Apa kamu masih tidak bisa melupakan wanita itu? dia saja sudah punya anak satu loh. Papa juga pengen gendong cucu dari kamu," ucap Hanggono.


"Sabar ya pa. Nggak lama lagi Egi pasti menikah," ujar Egi.


"Benar ya? kalau dalam tahun ini kamu nggak dapat jodoh juga, papa yang akan bergerak," ucap Hanggono.


"Astaga. Papa mau nikah lagi?"


"Egiiiii...."


"Iya pa bercanda. Apapun yang papa inginkan, pasti akan Egi lakukan agar papa bahagia. Termasuk mencarikan jodoh untuk Egi," ujar Egi.


"Hah. Terkadang emang orang asing lebih mengerti, daripada hubungan darah yang katanya sangat kental," batin Hanggono.


"Ya sudah papa istirahat sekarang ya pa? Egi mau lanjut kerja dulu," ujar Egi.


"Iya." Jawab Hanggono.


Hanggono dan Egi mengakhiri perbincangan hangat itu. Hanggono menatap pepohonan yang menghijau diluar jendela paviliun. Diusianya yang sudah menginjak usia 75 tahun, Hanggono benar-benar merasa hidup sendirian dan kesepian. Tapi bukan salah anaknya juga, karena memang dirinya yang menolak untuk ikut tinggal bersama Rizwan. Baginya kenangan bersama belahan jiwanya dari awal hingga akhir berada dirumah itu. Seandainya dia pergi, maka kenangan itu seolah berakhir juga.


🌶️🌶️🌶️🌶️🌶️


"Persiapkan dirimu. Besok keluarga Hanggono akan datang melamarmu. Dua minggu lagi kamu akan mendapat ijazah bukan? jadi kalau nggak ada halangan diminggu itu kalian akan melangsungkan pernikahan," ujar Edward.


"Iya pa." Jawab Deva.


Bagi Deva tidak ada gunanya membrontak lagi. Toh dia juga sudah menyetujuinya. Deva hanya bisa pasrah apapun yang akan terjadi kedepannya nanti. Yasmin yang berpura-pura prihatin dengan apa yang menimpa putrinya itupun mendekat perlahan.


"Maafkan mama dan papa, karena kamu harus mengalami nasib seperti ini. Tapi mama dan papa juga tidak berdaya. Apa sebaiknya kita batalkan saja pernikahan ini? mama dan papa nggak mau jadi ungkitan kamu dikemudian hari," ujar Yasmin.


"Sudahlah ma. Deva nggak akan begitu. Kalian siapkan saja segala sesuatunya. Kita juga nggak punya pilihan lain. Mungkin ini memang takdir Deva yang harus Deva jalani. Mama dan papa nggak usah merasa bersalah gitu," ujar Deva.


"Makasih ya nak. Mungkin kalau kakak kamu belum menikah, mungkin dia yang akan menggantikanmu. Tapi kita memang nggak punya pilihan lain," ucap Edward.

__ADS_1


Deva terdiam. Tanpa dia tahu, lagi-lagi Edward dan Yasmin berbicara lewat alis mereka.


🌶️🌶️🌶️🌶️


"Beib? kamu kok datang lagi? ada apa?" tanya Olivia.


"Kamu sendiri mau kemana? kok udah rapi gini?" tanya Decky.


"Mau belanjalah. Kan tadi uang transferan kamu udah masuk." Jawab Olivia.


"Belanjanya nanti saja. Ada hal yang lebih penting yang ingin aku bahas sama kamu," ucap Decky sembari masuk kedalam apartement milik Olivia.


"Ada apa sih? kok serius sekali. Apa nggak bisa bahas lain kali saja. Aku sudah rapi nih," tanya Olivia.


"Ini soal masa depan kita." Jawab Decky.


"So-Soal masa depan kita? ada apa?" tanya Olivia yang kemudian menjatuhkan bokongnya diatas sofa.


Decky terlihat menghela nafas berat. Sesaat kemudian dia meraih kedua tangan Olivia untuk dia genggam dengan erat, sembari menatap dalam mata gadis yang dia cintai itu.


"Ya aku tahu. Dan aku tidak meragukan itu." Jawab Olivia.


"Tapi kamu juga tahu kan, kalau kakekku tidak setuju kalau aku menikah denganmu?" tanya Decky.


Mendengar ucapan Decky, Olivia seolah tahu arah pembicaraan kekasihnya itu. Gadis itu menggelengkan kepala dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Nggak Decky! jangan bilang kamu mau minta putus dari aku. Aku nggak mau! aku cinta sama kamu," ucap Olivia.


"Hey...sayang. Kendalikan dulu diri kamu. Dengarkan aku dulu," bujuk Decky.


"Aku nggak mau dengar kalau kamu mau ngajak aku putus. Kita sudah menjalin hubungan lebih dari 3 tahun. Kenapa? kamu sudah bosan sama aku? kamu kok tega gitu? setelah kamu puas meniduri aku, kamu ingin berpaling dari aku?" tanya Olivia dengan emosi.


"Sayang. Aku nggak pernah mikir gitu. Tapi aku nggak punya pilihan lain. Makanya kamu dengerin dulu aku ngomong," ucap Decky.


Olivia memalingkan wajahnya kesamping, sembari menyeka air matanya sesekali.

__ADS_1


"Kakek menjodohkan aku dengan gadis pilihannya sebagai syarat agar aku bisa menguasai semua aset dan perusahaan Hanggono," ujar Decky mulai menjelaskan.


"Tuh benar kan? kamu mau menikahi wanita lain?" tanya Olivia sembari terisak.


"Sayang dengerin dulu rencana aku. Aku nggak punya pilihan lain. Kalau aku menolak, semua aset perusahaan akan jatuh ketangan paman aku. Emang kamu mau nikah sama aku jadi gembel?" tanya Decky.


Olivia terdiam. Tentu saja dia mau berpacaran dengan berondong karena selain tampan, Decky juga anak seorang miliyarder. Dia paling tahu gaya hidupnya seperti apa, dia tidak mingkin mau jadi seorang istri yang diam dirumah dan hanya mengenakan baju daster tiap hari.


"Kalau kamu diajak hidup susah, aku tidak masalah berkorban demi kamu. Sekarang juga kita bisa kawin lari. Tapi sayang, yang bikin aku sesak didada adalah, harta Hanggono akan diserahkan pada orang yang sama sekali tidak memiliki hubungan darah," ucap Decky.


"Kan masih ada papa kamu. Kenapa harus paman angkatmu itu?" tanya Olivia.


"Kamu kan tahu sendiri, sejak kecelakaan 4 tahun yang lalu. Papa nggak bisa lagi bekerja buat mimpin perusahaan. Jika dipaksakan, otak papa akan bermasalah dan bisa jadi akan kehilangan beberapa memori penting dalam ingatannya." Jawab Decky.


Olivia terdiam. Mau tidak mau dia harus mendengarkan apa rencana dari Decky.


"Jadi apa rencanamu?" tanya Olivia.


"Aku akan menikahi gadis itu untuk sementara waktu. Kesehatan kakek juga tidak baik beberapa tahun belakangan ini. Mungkin usianya juga tidak akan lama lagi. Setelah itu aku akan menceraikannya, barulah kita akan menikah." Jawab Decky.


"Jadi aku harus merelakan kamu meniduri wanita itu?" tanya Olivia yang kembali emosi.


"Kamu jangan mikir yang aneh-aneh. Mana mungkin aku selera menyentuhnya. Dia itu masih ingusan, baru tamat sekolah SMA." Jawab Decky.


"Ap-Apa? apa kakekmu sudah gila? jangan-jangan dia punya kelainan pedofil lagi," Olivia sangat geregetan mendengar cerita dari Decky.


"Makanya kamu nggak usah khawatir. Kamu kan tahu aku seleranya sama wanita yang lebih dewasa dari aku. Yang sebaya saja aku nggak gubris, apalagi bocah ingusan seperti itu," ucap Decky.


"Oke aku setuju dengan rencana kamu. Tapi ingat ya Beib! sekali saja kamu nyentuh dia, aku nggak akan maafin kamu," ujar Olivia.


"Kamu tenang saja sayang. Aku tuh sudah cinta mati sama kamu," ucap Decky yang berusaha meyakinkan Olivia.


"Pokoknya kamu jangan pernah kecewain aku ya?" Olivia dan Decky berpelukkan satu sama lain.


"I'm promise." Jawab Decky.

__ADS_1


Olivia bisa bernafas lega, karena Decky masih berada dalam genggamannya saat ini. Sementara Decky juga merasa lega, karena dia akhirnya bisa membujuk Olivia dan tidak kehilangan wanita yang ia cintai itu.


__ADS_2