KAU GADAIKAN DIRIKU

KAU GADAIKAN DIRIKU
13. Bulan Madu


__ADS_3

"Kek. Aku dan Deva sudah memutuskan akan berbulan madu ke Jepang," ujar Decky yang sengaja membuat pengeras suara agar Deva juga bisa mendengarkan percakapannya dengan Hanggono.


"Ini kubuat mode pengeras suara juga. Barangkali kakek juga mau bicara dengan Deva," sambung Decky. Decky sengaja mengatakan itu lebih dulu, karena dia tidak ingin Hanggona berkata yang tidak-tidak. Apalagi membahas tentang Olivia, dia tidak ingin semua rencananya gagal.


"Oh ya? hallo cucu menantu," sapa Hanggono.


"Ya kakek." Jawab Deva dengan lembut.


"Bagaimana di rumah barumu. Hem? apa kamu betah? apa suamimu memperlakukanmu dengan baik?" tanya Hanggono.


"Aku sangat suka rumahnya kek. Terima kasih karena memberikan ini buat kami. Kak Decky juga sangat baik sama aku. Pokoknya terima kasih untuk semuanya." Jawab Deva dengan polos.


Hanggono bisa menilai dari nada suara Deva, bahwa wanita itu tidak sedang dibawah tekanan siapapun. Dan itu membuat Hanggono sangat bahagia.


"Apa kalian sungguh ingin pergi bulan madu ke Jepang? apa kalian tidak ingin pergi ke Eropa saja?" tanya Hanggono.


"Tidak kakek. Aku sangat ingin melihat bunga sakura secara langsung. Negara lain bisa dikunjungi lain kali saja." Jawab Deva.


"Baiklah kalau begitu kakek akan mengurus tiket keberangkatan kalian," ujar Hanggono.


"Tidak usah kek. Kami juga sudah membeli tiketnya," ucap Deva.


"Wah...sepertinya kalian semangat sekali ingin pergi. Jadi kapan kalian akan pergi?" tanya Hanggono.


"Besok kek." Jawab Deva.


"Baiklah kalau begitu. Selamat bersenang-senang. Kalian harus cepat memberikan kakek cicit. Hem?" ucap Hanggono yang membuat Deva senyum tersipu.


"Bagus. Sepertinya kakek sudah mulai percaya padaku. Dengan begitu, aku akan bebas bertemu dengan Olivia disana. Sial, aku sangat merindukan gadisku itu meliuk-liuk dibawahku," batin Decky.


Decky tersenyum-senyum sendiri saat membayangkan wajah Olivia yang tengah memasang pose menggoda dirinya saat diatas ranjang. Hingga saat Deva mengakhiri percakapannya dengan Hanggonopun diapun tidak menyadarinya.


"Kak...kak," Deva sampai menyentuh lengan pria itu, agar Decky terbuyar dari lamunannya.


"Eh?" Decky terkejut.


"Kakak lagi ngelamunin apa? kok senyum-senyum sendiri gitu?" tanya Deva.


"Tentu saja mikirin saat kita pergi ke Jepang nanti. Pasti disana sangat menyenangkan." Jawaban Decky membuat Deva kembali tersipu.


Tring


Tring

__ADS_1


Tring


Deva melirik kearah ponsel Decky yang berdering. Nama Olivia yang sudah Decky ganti jadi Olivier itu sedang membuat panggilan untuknya.


"Sebentar ya. Rekan bisnisku nelpon," ujar Decky.


"Iya kak." Jawab Deva sembari tersenyum.


"Hallo. Ada dimana?" tanya Decky dengan santainya.Terlebih dia membuat volume ponselnya sangat kecil, jadi Deva tidak bisa mendengar suara si penelpon.


"Aku lagi di taman sakura. Kita harus kesini nanti ya. Aku pengen banyak foto sama kamu. Kamu ada dimana? apa kamu sedang bersama bocah itu?" tanya Olivia.


"Iya. Istriku ada disebelahku. Nanti kalau aku sampai dijepang, aku pasti menemuimu. Siapakan hidangan spesial untukku ya?"


Olivia sangat mengerti arah pembicaraan Decky. Namun tetap saja ada terbesit rasa cemburu meskipun sedikit.


"Aku cemburu loh beib kalau kamu panggil dia istri begitu. Aku iri tahu nggak sama dia. Aku seolah jadi pelakor disini, padahal dia yang merebut kamu dari aku," ucap Olivia.


"Jangan begitu. Pokoknya kamu jangan khawatir. Aku tidak pernah ingkar janji. Besok aku akan berangkat ke Jepang," ucap Decky.


Deva hanya tersenyum saat mendengar percakapan itu. Deva pikir Decky sangat akrab dengan rekan bisnisnya itu.


"Ya sudah ya. Sampai jumpa besok," ucap Decky yang kemudian mengakhiri percakapan itu.


"Kenapa? rekan bisnis kakak ada di Jepang juga?" tanya Deva.


"Oh gitu. Kebetulan banget berarti ya. Jadi bisnis bisa sekalian liburan kita," ujar Deva.


"Iya." Jawab Decky.


"Apa pakaian yang akan kamu bawa sudah siap?" tanya Decky.


"Sudah kak. Pakaian kakak juga sudah aku siapakan. Jadi besok kita tinggal berangkat aja." Jawab Deva.


"Makasih ya sayang," ujar Decky.


"Sayang? aku nggak salah dengarkan? dia tadi manggil aku dengan sebutan sayang?" batin Deva.


"Heh. GR pasti dia," batin Decky.


"Kakak mandi dulu ya. Gerah," ucap Decky.


"Ya kak." Jawab Deva.

__ADS_1


Saat Decky menutup pintu kamar mandi, Deva malah mengelus dadanya yang berdebar.


🌶️🌶️🌶️🌶️


"Jangan lupa pakai baju hangatmu setelah tiba disana. Udara disana sangat dingin, berbeda dengan iklim di negara kita," ujar Decky saat pesawat yang mereka tumpangi sedang mengudara.


"Iya kak. Tadi bajunya sudah aku siapkan di dalam tas. Baju hangat kakak juga sudah aku siapkan," ucap Deva.


"Istri pintar," ujar Decky sembari mengusap puncak kepala Deva.


"Apa aku salah mengartikan sikapnya padaku? aku benar-benar meleleh oleh sikap manis dan perhatiannya padaku," batin Deva.


"Aku sudah tidak sabar ingin bertemu Olivia. Sudah hampir seminggu aku tidak bertemu dengannya. Aku sangat merindukannya," batin Decky.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, merekapun akhirnya tiba di Jepang dengan selamat.


"Mana baju hangatmu?" tanya Decky.


Deva meraih tasnya dan mengeluarkan dua buah baju hangat untuk mereka berdua. Decky kemudian meraih baju hangat milik Deva, dan membantu istrinya itu mengenakan baju hangat.


"Dia sweet banget nggak sih? aku benar-benar meleleh. Aku harus minta pendapat Dian kalau begini," batin Deva.


Setelah mengenakan baju hangat milik Deva, Decky kemudian mengenakan baju hangat miliknya sendiri. Setelah itu mereka memesan taksi untuk pergi ke salah satu hotel yang sudah Olivia pesankan untuk mereka.


"Eh? kok kita langsung ngambil kunci kak? nggak pesan dulu?" tanya Deva.


"Temanku sudah memesankannya untuk kita " Jawab Decky sembari menekan tombol lift.


"Wah...teman kakak baik banget ya?" ucap Deva


"Dia tahu kita pengantin baru dan ingin bulan madu. Jadi dia membayari penginapan hotel sebagai hadiah pernikahan." Jawab Decky.


"Sampaikan sama teman kakak itu. Aku sangat berterima kasih padanya," ujar Deva.


"Heh. Terima kasih. Apa saat kamu tahu bahwa teman yang ku maksud adalah selingkuhan suamimu kamu masih bisa mengucapkan kata terima kasih? dasar bodoh!" batin Decky.


Setelah mereka sampai didepan pintu, Decky membuka pintu kamar mereka dengan sebuah kartu khusus. Pintu itupun terbuka, dan membuat Deva terbelalak. Karena isi di dalamnya sangatlah mewah.


"Kamu susun baju kita di lemari ya? kakak mau cari minum dulu. Haus banget soalnya. Apa kamu menginginkan sesuatu?" tanya Decky.


"Tidak kak. Bawakan saja aku air putih." Jawab Deva.


"Oke. Tunggu ya?"

__ADS_1


"Emm." Deva mengangguk.


Decky segera keluar pintu. Tanpa Deva tahu, suaminya itu malah mengetuk pintu kamar sebelah.


__ADS_2