KAU GADAIKAN DIRIKU

KAU GADAIKAN DIRIKU
72. Ungkapan Vino


__ADS_3

Tok


Tok


Tok


"Masuk!"


"Maaf pak, ada yang ingin bertemu dengan anda,"


"Siapa?" tanya Egi tanpa mengalihkan pandangan matanya dari laptop.


"Pak Vino. Rekan bisnis kita pak. Yang punya bisnis ritail." Jawab sang serkretaris.


"Antar dia masuk!" ujar Egi.


"Baik pak."


Vino memang sengaja menunggu Leony keluar dari ruangan Egi terlebih dahulu, karena dia tidak ingin menimbulkan masalah antara dirinya dan Egi. Sebab dirinya tahu aturan main, saat seseorang sudah mengontrak seorang pasangan atau patner ranjang. Itulah sebabnya dia lebih memilih bertanya lebih dulu pada Egi.


Ceklek


"Selamat siang tuan Egi," sapa Vino dengan senyum yang terbit dibibirnya.


"Oh...hai...selamat siang tuan Vino. Senang bertemu anda lagi. Bagaimana? apa anda sehat?" tanya Egi sembari menjabat tangan rekan bisnisnya itu.


"Alhamdulillah sehat." Jawab Vino sembari menjatuhkan bokongnya pada salah satu sofa.


"Bagaimana progres penjualan produk kami di mini market anda?" tanya Egi.


"Lumayan profitnya. Karena selama ini memang belum ada barang itu di mini market kami, jadinya belum banyak yang tahu. Tapi kami berusaha menempatkan produknya yang mudah


dijangkau oleh mata konsumen."Jawab Vino.


"Semoga lancar terus kedepannya ya pak!" ucap Egi.


"Amiin." Jawab Vino.


"Jadi kiranya ada yang bisa saya bantu pak?" tanya Egi.


"Saya ingin membicarakan tentang usaha baru saya, dan bermaksud ingin memasukkan produk anda disana." Jawab Egi.


"Oh ya? bisnis apa? memang beda kalau aura pebisnis handal," tanya Egi.

__ADS_1


"Saya membuka bisnis klub malam di dua tempat. Saya pikir produk anda perlu masuk ditempat itu. Buat jaga-jaga saja." Jawab Vino.


"Wah....benar itu. Ya sudah, kapan produknya mulai dikirim?" tanya Egi.


"Karena peresmiannya 3 hari lagi, jadi barangnya kirim dua hari lagi saja." Jawab Vino.


"Untuk jumlahnya nanti anda bisa chat saya saja," ujar Egi.


"Oke. Emmm...tuan Egi,"


"Ya?"


"Apa anda sibuk hari ini? saya ingin membicarakan hal bersifat pribadi dengan anda?" tanya Vino.


"Hal pribadi? hal apa ya?" tanya Egi.


"Ini soal Leony." Vino menghentikan sejenak ucapannya, karena dia ingin melihat respon dari pria disampingnya itu. Dan benar saja, Egi merespon dengan mengerutkan dahinya.


"Leony? apa anda mengenal Leony?" tanya Egi.


"Lebih dari sekedar mengenal. Bahkan kami pernah tinggal satu atap selama 6 bulan." Jawaban Vino membuat Egi tertegun.


"Satu atap? ini maksudnya apa ya?" batin Egi.


"Sepertinya kita harus membicarakan hal ini diluar saja. Sambil santai minum kopi di kafe, bagaimana?" tanya Egi.


Egi dan Vinopun keluar bersama, dan merekapun pergi ke kafe untuk ngobrol sembari minum kopi bersama.


"Jadi apa yang ingin anda bicarakan mengenai Leony?" tanya Egi.


"Maaf tuan Egi. Tanpa bermaksud menyinggung anda, saya harus bertanya lebih dulu sama tuan Egi. Nggak apa kan?" tanya Vino.


"Nggak masalah. Tanya saja." Jawab Vino.


"Sudah berapa lama anda ngontrak Leony menjadi pantner ranjang anda?" tanya Vino.


"Patner ranjang? maksud ini orang apa ya? tadi bilang pernah satu atap 6 bulan, sekarang nanya patner ranjang. Sepertinya aku harus cari tahu, apa hubungan Leony sama Vino sebenarnya," batin Egi.


"Belum lama, baru sekitar 6 mingguan. Ada apa? apa tuan Vino juga ngontrak Leony?" tanya Egi.


"Ya itu tadi. Saya pernah ngontrak dia selama 6 bulan. Berhubungan suami istri, tapi tanpa ikatan pernikahan." Jawaban Vino seperti sambaran petir buat Egi. Namun dia sebisa mungkin mengendalikan diri.


"Yah...tapi wajar kalau dia cepat mendapat patner baru. Selain dia cantik, sexy, dia juga sangat lembut dan perhatian," sambung Vino dengan wajah mendung.

__ADS_1


"Kalau boleh tahu, kapan terakhir anda berhubungan dengan dia?" tanya Egi.


"Sekitar dua bulan yang lalu." Jawab Vino.


"Leony. Jadi kamu sudah menipuku? mengaku janda baik-baik, tapi ternyata kamu seorang janda murahan. Atau jangan-jangan anak itu bukan anakku?" batin Egi.


"Tapi tuan Egi. Sebenarnya ada kendala lain yang ingin saya ungkapkan disini. Itulah sebabnya saya mengajak anda bicara dari hati ke hati," ujar Vino.


"Masalah apa?" tanya Egi.


"Masalah hati." Jawab Vino.


"Masalah hati?"


"Emmm. Saya sudah berumur 45 tahun, tapi tidak ingin memiliki komitment pernikahan. Saya memiliki trauma sendiri dengan hubungan seperti itu, yaitu dari rumah tangga orang tua saya. Tapi sejak tinggal satu atap bersama Leony, semuanya jadi berubah. Ternyata sangat menyenangkan saat ada seseorang yang menunggu kita pulang bekerja. Ada yang masakkin kita, menemani kita tidur, dan menyiapkan segala sesuatunya saat saya pergi ke kantor."


"Tuan Egi. Saya baru sadar setelah Leony pergi. Saya sudah jatuh cinta sama dia, dan takut kehilangan dia. Meskipun saya tidak tahu, dia mencintai saya atau tidak. Tapi saya sadar diri, usia kami memang jauh berbeda,"


"Tuan Egi. Maukah anda melepaskan kontrak anda bersama Leony buat saya? saya tahu saya menyalahi aturan, tapi saya bersedia mengganti rugi berapapun yang sudah anda keluarkan," tanya Vino sembari menatap Egi.


"Apa ini jalan dari Tuhan agar aku tidak berpisah dari Deva?" batin Egi.


"Saya bisa saja melepaskan dia. Tapi saat ini ada masalah baru yang muncul tuan Vino. Saya juga jadi bingung itu benar atau tidak, hanya Leony yang bisa menjawab semuanya." Jawab Egi.


"Masalah apa?" tanya Vino.


"Leony hamil. Dan dia mengaku sedang mengandung anak saya. Sekarang saya jadi ragu mendengar perkataan anda, apa Leony benar hamil anak saya, atau hamil anak anda. Pasalnya selama saya bersama dia, saya cuma satu kali melakukan hal itu." Jawab Egi.


"Leony hamil? bukannya dia pasang kontrasepsi IUD?" tanya Vino.


"Kalau soal itu saya kurang tahu. Berarti sekarang ada 3 kemungkinan. Antara dia benaran hamil anakku, anak anda, atau tidak hamil sama sekali. Saya sih berharap itu anak anda atau tidak hamil sama sekali. Soalnya gara-gara hal ini, rumah tangga saya dan istri saya terancam bubar." Jawab Egi.


"Sebenarnya kalau boleh jujur saya nggak pernah ngontrak dia tuan Vino. Saya melakukan hal itu sama dia karena murni khilaf. Sepertinya tuan Vino bisa bantuin saya buat memecahkan teka teki ini. Karena jujur, saya nggak ada perasaan sama dia," sambung Egi.


"Saya sangat lega mendengarnya. Paling nggak saya punya kesempatan buat dapetin dia," ujar Vino.


"Tapi apa anda tidak masalah saya dan dia pernah...."


"Tidak! saya sudah memutuskan bakal nerima dia apa adanya. Saya tahu alasan Leony melakukan hubungan kontrak sama saya, karena saya orang yang pertama kali mengontrak dia. Bahkan itu terjadi saat dia masih berstatus istri Ferdy." Jawab Vino.


"What?" Egi terkejut.


"Yah...saat itu Ferdy nelantarin dia karena bangkrut. Kayla putri Leony sedang sakit keras dan membutuhkan uang untuk pengobatan, jadi itulah sebabnya dia datang sama saya dan menandatangani hubungan kontrak sama saya." Jawab Vino.

__ADS_1


"Saya juga mau jujur sama anda tuan Vino. Biar kedepannya tidak ada salah paham diantara kita. Sebenarnya saya dulu pernah berpacaran dengan Leony sebelum dia ninggalin saya dan menikah dengan Ferdy. Dan uniknya saya sekarang malah menikah dengan adiknya tanpa Leony tahu. Itulah sebabnya istri saya ingin mengalah demi kakaknya, saat tahu kakaknya hamil. Saya takut sekali kehilangan istri saya tuan Vino, saya sangat mencintai dia," ujar Egi.


Vino tersenyum. Pria matang itu kini mengerti akar permasalahan yang terjadi. Dan dia sangat senang, karena peluang mendapatkan Leony terbuka lebar.


__ADS_2