KAU GADAIKAN DIRIKU

KAU GADAIKAN DIRIKU
55. Menuruti Perjodohan


__ADS_3

Deva melihat situasi kediaman utama Hanggono dengan teliti. Dia tidak mau tertangkap basah oleh Decky, dan menyebabkn masalah rumit untuk dirinya. Dan Deva akhirnya berhasil menyelinap ke paviliun, tempat biasa Hanggono banyak menghabiskan waktu.


Tok


Tok


Tok


Ceklek


Hanggono tersenyum senang, karena orang yang dia tunggu-tunggu sudah datang menemuinya.


"Masuklah!" ucap Hanggono.


Deva segera masuk, dan menjatuhkan bokongnya pada salah satu sofa yang ada di ruang tamu.


"Ini Deva bawakan kue rendah gula buat kakek," ujar Deva sembari meletakkan kue yang terbungkus dalam sebuah kotak.


"Makasih ya!" ucap Hanggono senang.


"Sebenarnya ada apa kakek memanggilku kemari?" tanya Deva.


"Ini soal jodoh yang kita perbincangkan waktu itu. Kakek sudah menemukan kandidat yang cocok untukmu." Jawab Hanggono.


Mendengar hal itu Deva jadi terkekeh. Dia tidak menyangka kalau Hanggono serius menanggapi perbincangan mereka waktu itu.


"Apa dia pengusaha?" tanya Deva.


"Dia pengusaha hebat, tampan, kaya, meskipun usianya sudah 31 tahun." Jawab Hanggono.


"Duda?" tanya Deva memastikan.


"Perjaka ting-ting." Jawab Hanggono.


"Aduh kek. Apa dia mau dengan aku yang seorang janda? kedengarannya dia sangat sempurna sekali. Takutnya dia malu punya istri janda seperti aku," tanya Deva yang berusaha menolak secara halus.


"Aku sudah bicara dengannya, dan dia setuju menikah kalau kamu juga setuju " Jawaban Hanggono membuat Deva jadi heran.


"Emang siapa dia kek?" tanya Deva berusaha mengorek informasi dari Hanggono.

__ADS_1


"Dia putra bungsu kakek yang selama ini berada di luar kota." Jawaban Hanggono lagi-lagi membuat Deva terkejut.


"Anak kakek? apa yang kakek maksud itu, yang sering dibilang Decky paman karbitan?" tanya Deva.


"Ya." Jawab Hanggono yang tidak ingin menutup-nutupi.


Mendengar itu Deva jadi menghela nafas berat. Dia tidak habis pikir kenapa Hanggono punya pikiran buat menjodohkannya dengan putranya itu.


"Kek. Kakek tidak perlu merasa bersalah atas gagalnya perjodohan antara aku dan kak Decky, hingga kakek ingin memperbaikinya dengan cara menjodohkan aku dengan putra kakek yang berharga," ujar Deva dengan lembut.


"Takutnya putra kakek itu tidak enak menolak permintaan kakek, alis terpaksa. Kan kasihan dia, siapa tahu dia punya pilihan sendiri. Aku tidak masalah dengan takdirku yang menjadi janda di usia muda. Aku yakin semuanya akan baik-baik saja," sambung Deva.


"Dia sama sekali tidak keberatan. Karena dia juga sibuk bekerja, dan tidak punya banyak waktu buat mencari jodoh. Deva, bukankah kamu sudah berjanji akan menuruti permintaan kakek? menikahkanmu dengan putraku adalah mimpi kakek yang terakhir sebelum kematian kakek," ucap Hanggono.


Deva jadi tidak tega mendengar ucapan Hanggono.


"Apa aku memang ditakdirkan mengikuti dua kali perjodohan? sebenarnya aku juga berhak menolak, tapi...."


"Baiklah kalau kakek menginginkan hal itu terjadi, dan kakek ingin aku yang menjadi istri dari putra kakek yang sempurna itu," ujar Deva.


"Hah...kakek lega. Akhirnya kakek punya menantu sepertimu. Jadi nanti kamu tidak lagi memanggilku dengan sebutan kakek, tapi dengan sebutan papa," ucap Hanggono.


"Apa kamu siap jika kalian akan dinikahkan 3 hari lagi?" tanya Hanggono.


"Tiga hari lagi? tapi kek, aku bahkan belum menjelaskan pada orang tuamu, kalau aku sudah bercerai dari kak Decky," ujar Deva terkejut.


"Biar itu menjadi urusanku. Aku yang akan menelpon kedua orang tuamu nanti. Kamu tidak perlu menemui mereka, karena kakek pikir tidak aman kalau kamu keluar dari persembunyianmu sebelum kamu menikah dengan putra kakek," ucap Hanggono.


"Jadi kita akan melangsungkan pernikahan dimana? minimalkan aku harus bertemu dulu dengan anak kakek, apa tidak perlu saling mengenal dulu gitu?" tanya Deva.


"Aku rasa tidak diperlukan. karena niat disini sudah jelas. Jadi nanti kita panggil saja penghulu. Biar kakek yang mengurus berkas-berkas pernikahan kalian. Kamu kirim saja dokumen yang diperlukan untuk persyaratan pembuatan buku nikah dan akta nikah." Jawab Hanggono.


"Iya kek." Jawab Deva.


"Ini benar-benar gila. Kenapa kesannya sangat terburu-buru sekali? udah kayak aku hamil diluar nikah aja," batin Deva.


Setelah memperbincangkan tentang perjodohan, Devapun pulang ke kontrakkan. Sementara Hanggono langsung menghubungi kedua orang tua Deva untuk membicarakan perjodohan itu. Tentu saja orang tua Deva terkejut, mereka bahkan sudah lama tidak bertemu dengan putri mereka.


"Kali ini mahar apa yang akan anda berikan pada Deva? kalau memang Deva sudah bercerai dari Decky, kami minta kompensasi atas penipuan yang Decky lakukan pada putriku," tanya Yasmin.

__ADS_1


"Putriku sangat berharga. Kami merasa terhina putri kami diperlakukan seperti itu," sambung Yasmin.


"Aku akan memberikan satu buah mobil Lambourgini sebagai mahar. Dan rumah hadiah pernikahan Deva waktu itu akan aku urus kepemilikkannya atas nama Deva." Jawab Hanggono.


"Kalau begitu kami menurut saja apa kata anda," tanpa Hanggono tahu Yasmin sangat semringah saat ini.


"Tapi kita tidak bisa mengadakan acara pernikahan mewah seperti waktu itu. Kita akan adakan acaranya di paviliun," ujar Hanggono.


"Tidak masalah." Jawab Yasmin.


Saat kesepakatan sudah berakhir, Yasmin bersorak gembira. Dia tidak perduli meski Deva menikah dengan Egi, yang penting baginya Deva bisa menikah dengan orang yang tidak membuat putrinya susah.


Sementara itu ditempat berbeda Egi hari ini sama sekali tidak menyapa Leony. Niat hatinya ingin menjauhi Leony secara perlahan, karena dia tidak ingin terjebak diantara dua wanita saat dia sudah menikah nanti. Dan saat pulang ke rumah, Egi terkejut karena pernikahannya akan berlangsung 3 hari lagi.


"Apa itu tidak terlalu terburu-buru pa? aku pengen ketemu dulu sama dia," tanya Egi.


"Tidak perlu. Kan niat kalian sudah jelas. Jadi buat apa menunda-nunda niat baik. Sudahlah, kamu hanya perlu mempersiapkan diri saja. Aku cuma mau dia yang menjadi menantuku," ujar Hanggono.


"Hebat sekali bocah itu. Dia bisa membuat papa sampai nggak mau berpaling, meskipun dia sudah bekas cucunya. Ya sudahlah kalau begitu, lebih baik turuti saja keinginan orang tua ini," batin Egi.


🌶️🌶️🌶️🌶️


Tiga hari kemudian...


"Lihatlah betapa malangnya adik papa itu. Apa dia tidak sadar kalau kakek tidak terlalu sayang sama dia? buktinya menikah hanya mengundang keluarga saja. Entah siapa yang menjadi istrinya, malang sekali," ujar Decky setengah berbisik pada Rizwan.


"Tutup mulutmu, kalau tidak ingin tongkat kayu kakekmu melayang," ucap Rizwan setengah berbisik pula.


Edward tampak menjabat tangan Egi. Egi yang memang belum pernah bertemu dengan Edward dan Yasmin, sama sekali tidak menyadari, kalau kedua orang itu adalah orang tua dari Leony. Egi pernah main ke rumah Leony satu kali, tapi itupun tidak bertemu dengan kedua orang tua wanita itu. Waktu itu Leony hanya tinggal berdua dengan Deva yang masih bayi.


"Egi. Aku nikahkan dan kawinkan engkau dengan putriku bernama Deva Rachel binti Edward dengan mas kawin sebuah mobil lambourgini dibayar tunai," ucap Edward.


"Saya terima nikah dan kawinnya Deva Rachel dengan mas kawin yang tersebut dibayar tunai." Jawab Egi.


"Bagaimana sah?" tanya penghulu.


"Sah." Jawab Saksi.


Decky sangat terkejut saat mendengar istri dari Egi, adalah Deva sang mantan istri. Namun dia tersenyum sinis, karena merasa punya bahan untuk menjatuhkan sang paman angkat. Tidak jauh berbeda dengan Decky, Egi juga jadi termenung setelah ucapannya berakhir. Dia seolah mengingat nama istrinya, adalah orang yang pernah dia temui.

__ADS_1


__ADS_2