KAU GADAIKAN DIRIKU

KAU GADAIKAN DIRIKU
11. Mata-Mata


__ADS_3

"Kamu nggak nidurin tuh bocah kan?" tanya Olivia diseberang telpon.


Olivia saat ini memang tengah membuat panggilan untuk Decky. Beruntung Decky menyimpan ponselnya didalam saku celana, jadi saat Olivia menelpon, Deva tidak curiga karena ponsel itu dipasang mode getar saja.


"Nggaklah ngapain aku nidurin utu bocah? kamu jangan berpikiran yang macam-macam deh. Besok ada yang ingin aku bicarakan sama kamu. Aku pasti nemuin kamu," ujar Decky.


"Oke aku tunggu," ucap Olivia.


"Aku masuk dulu ya? dingin banget diluar. Soalnya aku nelpon di balkon, pakai bisik-bisik lagi," ujar Decky.


"Ya." Jawab Olivia.


Decky mengakhiri panggilan itu. Pria itu cukup lega, karena saat dia mengintip Deva masih tertidur pulas. Memang tidak disalahkan, karena ini sudah menunjukkan pukul 2 pagi. Jadi Deva tidak mungkin masih terjaga dijam seperti ini.


🌶️🌶️🌶️🌶️


"Kakak pergi keluar sebentar ya? ada kerjaan dikit," ujar Decky saat dirinya tengah mengenakan pakaian sehabis mandi.


"Iya kak. Apa saat jam makan siang kakak akan pulang?" tanya Deva.


"Tidak bisa dipastikan. Tidak usah nunggu kakak makan siang. Kamu makan saja duluan." Jawab Decky.


"Iya kak," ucap Deva.


Deva meraih tangan Decky untuk dia cium. Decky yang semula bingung, jadi membiarkan saja apa yang Deva lakukan terhadapnya. Namun saat baru pergi beberapa ratus meter dari kediaman Edward, Decky merasa ada orang yang membuntutinya.


"Ckk...sial. Kakek apa-apaan sih? kenapa pakai mata-matain aku segala? aku sudah kayak buronan kalau begini," gerutu Decky.


Decky kemudian membuat panggilan untuk Olivia, bahwa dia ingin membatalkan pertemuan mereka.


"Nggak! kamu pasti bohong kan? kamu pasti udah tergoda dengan bocah ingusan itu kan?" ucap Olivia berapi-api.


"Ckk...kenapa kamu nggak percaya sih beib? kita ubah aja jadi panggilan video ya?"


Decky yang sengaja parkir cepat-cepat merubah panggilan menjadi panggilan video call.


"Kamu lihat mobil hitam dibelakang mobil aku kan? sejak aku keluar dari rumah bocah itu, mereka ngikutin aku. Dan dari pakaiannya, aku tahu itu orang-orangnya kakek. Kakek sengaja memata-mataiku karena dia pengen tahu aku berbuat baik atau tidak sama bocah ingusan itu," ucap Decky.


"Jadi kita harus bagaimana?" tanya Olivia.


"Sayang. Kamu harus sabar untuk sementara waktu ya? untuk sementara kita jangan ketemu dulu, sampai kakek menyerahkan semuanya padaku. Saat ini aku terpaksa baik-baik dulu sama bocah itu, agar kakek percaya aku sudah layak buat mimpin perusahaan." Jawab Decky.


"Aku takut kamu berpaling dari aku. Hiks...."

__ADS_1


"Sayang. Kamu harus percaya sama aku. Aku nggak mungkin menghianati kamu. Dengar, rencananya aku akan mengajak bocah itu bulan madu," ucap Decky.


"Ap-Apa? kamu sudah gila ya?" Olivia langsung tersulut emosi.


"Dengerin aku dulu beib. Jadi nanti aku akan bawa dia bulan madu ke jepang. Nanti kamu duluan pergi kesana, dan nginap disalah satu hotel. Usahakan pesan dua kamar bersebelahan. Jadi dengan cara itu kita bisa ketemu. Bagaimana menurutmu?" ucap Decky


"Ow...so sweet. Maaf ya Beib, aku sempat cemburu sama kamu. Oke kapan jadinya rencana itu akan dimulai?" tanya Olivia.


"Nanti setelah kami pindah ke rumah baru." Jawab Decky.


"Rumah baru? kamu beliin dia rumah baru!" tanya Olivia.


"Ya nggaklah. Ngapain aku beliin dia? kayak kurang kerjaan aja. Itu hadiah pernikahan dari kakek." Jawab Decky.


Olivia tiba-tiba terdiam. Dan Decky sempat mengira panggilan itu terputus.


"Hallo beib? kok diem?" tanya Decky.


"Kok gini amat ya kalau cinta tidak direstui. Bocah ingusan itu enak banget dibeliin rumah sama kakek kamu. Terus upah buat aku yang setia nungguin kamu apa beib? hal terburuk yang aku dapatkan cuma dibuang seperti sampah sama kamu. Padahal kemanapun kamu pergi, aku pengen selalu ada disamping kamu," ucap Olivia.


"Mungkin nggak sih aku selalu deket kamu selama kamu belum cerai?" tanya Olivia.


"Maksud kamu bagaimana beib?" tanya Decky.


"Coba aja aku punya rumah di komplek perumahan yang kakek kamu belikan itu. Jadi kan kita nggak perlu kucing-kucingan begini beib. Apalagi kalau rumahnya bersebelahan dengan rumah kalian itu. Kakek kamu pasti nggak akan nyangka kan?" ucap Olivia


"Emmm...kamu memang yang terbaik deh. Kalau ada kamu sudah aku cium pasti," ucap Olivia.


"Tunggu sampai kita ketemu di Jepang nanti. Kita akan bermain sepuasnya," ujar Decky.


"Aku tunggu kabar kamu selanjutnya," ucap Olivia.


"Oke. Nanti aku hubungi lagi ya Beib. Untuk sementara kamu jangan dulu hubungin aku, takutnya bocah itu tahu dan mengadu pada kakek," ujar Decky.


"Baiklah. Demi cintaku padamu, aku rela sabar menunggu. Tapi kamu harus janji, jangan pernah hianatin aku," ucap Olivia.


"I'm promise." Jawab Decky.


Decky dan Olivia mengakhiri percakapan itu. Agar tidak menimbulkan kecurigaan, Decky akhirnya mampir disalah satu toko jam tangan ternama. Decky ingin menarik simpatik Deva, dengan membelikan sepasang jam tangan untuk mereka berdua.


Ceklek


Deva yang tengah bermain ponsel, menoleh kearah pintu yang dibuka dari luar.

__ADS_1


"Kak Decky? kakak udah pulang? kok cepet banget?" tanya Deva.


"Iya nggak enak ninggalin kamu lama-lama, takutnya kamu kangen." Jawab Decky sembari terkekeh. Sementara Deva jadi tersipu.


"Jadi kakak nggak jadi pergi ke kantor?" tanya Deva.


"Perasaan kakak tadi nggak bilang mau pergi ke kantor. Kakak tadi pergi ke toko jam." Jawab Decky.


"Toko jam?" tanya Deva.


Decky kemudian memperlihatkan sebuah paperbag berwarna hitam, dan menyodorkannya pada Deva.


"Apa ini kak?" tanya Deva.


"Kalau pergi ke toko jam, tentu saja yang dibeli jam tangan. Bukalah! kakak membelikan sepasang buat kita." Jawab Decky.


Deva kemudian membuka kotak jam tangan couple itu dengan mata berbinar.


"Suka?" tanya Decky.


"Suka kak." Jawab Deva.


"Sini biar kakak pasangkan ditanganmu," ujar Decky.


Decky meraih jam tangan itu dan memasangkannya dipegelangan tangan Deva.


"Cantik. Sekarang pasangkan juga punya kakak," ucap Decky.


Deva dengan senang hati memasangkannya dipegelangan tangan Decky. Decky kemudian meraih tangan Deva dan mensejajarkan tangan mereka.


"Cakep kan?" tanya Decky.


"Ya. Makasih ya kak," ucap Deva.


"Sama-Sama. Maaf seharusnya kakak nanya dulu selera jam yang kamu mau. Tapi saat klien membatalkan pertemuannya, jadi kakak langsung mampir aja ke toko jamnya," ujar Decky.


"Nggak apa kak. Ini aja udah bagus banget. Apa kakak tahu? ini pertama kalinya aku diberi hadiah oleh seorang pria," ucap Deva.


"Benarkah? harusnya kakak dapat hadiah juga dong," ujar Decky.


"Hadiah?" tanya Deva.


Decky kemudian menunjukkan pipi kirinya, agar Deva menciumnya. Deva dengan malu-malu mencium pipi Decky dan kemudian keluar dari kamar dengan jantung berdebar.

__ADS_1


"Kena kamu bocah ingusan. Saat kamu kucampakkan nanti, kamu akan merasakan rasa sakit yang jauh lebih sakit. Seperti rasa sakit yang aku rasakan karena aku dipaksa menikahi kamu," batin Decky.


Decky kemudian masuk kedalam kamar mandi. Karena dia ingin membersihkan bekas ciuman Deva yang masih terasa menempel dipipinya.


__ADS_2