
Riki mengerutkan dahinya, karena kepalanya sedikit merasa pusing. Matanya perlahan membuka, dan menyesuaikan dengan cahaya yang ada disekitar kamarnya. Namun yang begitu menarik perhatiannya adalah, rasa sakit yang ada diantara kedua pahanya.
"Sssttt...kenapa ini sakit sekali? apa sesakit ini kalau habis main dengan perawan?" ucap Riki lirih.
Namun Riki sangat terkejut, saat melihat benda kebanggaannya merah dan bengkak. Dia bahkan menjerit ketakutan.
"Devaaa... dimana kamu? tolong aku, kenapa punyaku jadi begini? Deva...."
Berkali-kali Riki memanggil nama Deva, namun yang dipanggil sama sekali tidak terlihat batang hidungnya. Riki mencoba turun dari tempat tidur, namun dirinya tidak bisa bergerak karena dia merasakan sakit yang sangat luar biasa.
Riki kemudian membuat panggilan untuk Decky, dengan tangan yang gemetaran. Sementara itu, Decky yang baru terlelap setelah pertempuran panasnya dengan Olivia, merasa sangat terganggu dengan suara berisik itu.
"Hallo," Decky menerima panggilan itu dengan suara lesu dan mata terpejam.
"Decky...Decky...loe harus ke apartemen gue sekarang! tolongin gue Decky. Gue nggak tahu kenapa burung gue jadi bengkak macam disengat lebah begini. Tapi yang pasti gue nggak bisa gerak sama sekali," ucap Riki panjang lebar.
"Kok bisa? keseringan main tuh. Mentang-Mentang ngembat perawan, tapi nggak gitu juga kali Rik. Kan bisa sisain buat besok-besok," ujar Decky asal.
"Nggak-Nggak! ini nggak seperti yang loe bayangin. Gue nggak tahu ini kenapa, tapi yang pasti loe harus cepatan kemari, gue rasanya mau mati ini nahan sakitnya. Loe harus bawa gue ke rumah sakit, gue sudah nggak tahan dengan rasa sakitnya," ucap Riki.
"Dimana Deva?" tanya Decky.
"Gue nggak tahu. Dari tadi aku panggil-panggil, tapi nggak ada." Jawab Riki.
"Ya sudah loe tunggu sebentar, gue akan kesana sekarang!" ucap Decky.
Decky bergegas berpakaian setelah mengakhiri panggilan itu. Sementara Olivia masih tampak pulas dan tidak sadar dengan kepergian Decky dari rumahnya.
Setelah menempuh perjalanan hampir 25 menit, Decky akhirnya tiba di apartemen Riki dan masuk begitu saja karena pintunya tidak terkunci.
"Rik. Riki," seru Decky.
"Gue di kamar Dec." Jawab Riki setengah berteriak.
__ADS_1
Decky bergegas menghampiri Riki yng tengah berbaring mengangkang. Mata Decky terbelalak, saat melihat keadaan senjata kebanggaan sahabatnya yang bengkaknya luar biasa.
"Ya Tuhan Rik. Ini kenapa bisa jadi gini sih? kamu yang terlalu ganas, apa Deva yang terlalu lincah?" tanya Decky.
"Gue nggak tahu deh. Cepetan loe bawa gue ke rumah sakit, gue udah nggak tahan ini nyut-nyut banget." Jawab Riki yang tidak bisa berpikir jernih.
"Bentar. Biar gue panggil ambulan dulu, biar bisa bantuin gue gotong loe. Kalau sendirian nggak kuat gue. Ini lantai 7, bisa bengek kalau gue gendong loe sendirian," ucap Decky yang kemudian mengeluarkan ponselnya dari saku celana.
Decky kemudian menghubungi rumah sakit dan minta dikirim ambulance secepatnya.
"Gue benar-bener nggak ngerti, kenapa bisa jadi kayak gini. Gue juga biasa gituan mungkin udah ratusan kali. Tapi baru kali ini liat yang beginian," ucap Decky.
"Loe coba hubungin Deva. Gue benar-benar nggak ingat kejadiannya. Yang cuma gue ingat tadi malam gue mau cium dia setelah lihat dadanya yang besar itu," ujar Riki.
"Dada besar? dada siapa yang besar?" tanya Decky dengan konyol.
"Dada Devalah. Loe nggak pernah lihat, makanya loe nggak tahu kalau dia punya aset lebih aduhai dari Olivia." Jawab Riki.
"Omong kosong!" ucap Decky.
"Ini nomor ponsel Deva nggak bisa dihubungi juga. Kemana dia?" tanya Decky.
"Itu apaan?" tanya Riki sembari menunjuk kearah meja sofa.
"Bukan punya loe? kirain punya loe," ucap Decky sembari meraih amplop coklat diatas meja dan menyerahkannya pada Riki.
Mata Riki terbelalak, saat melihat isinya adalah gepokkan uang. Disana juga ada selembar surat yang bergegas Riki baca.
"Kak Riki. Maaf ya aku harus kabur. Tujuanku buat cerai sama Decky sudah tercapai. Ini uang 900 juta buat lunasin hutang Decky sama kakak. Jadi aku nggak perlu menjalankan kesepakatan konyol, buat tinggal sama kakak selama 6 bulan. Dengan uang 900 juta ini, kakak bisa mencari gadis yang lebih segalanya dari aku. Sekali lagi maaf ya kak,"
"Devaaaaaa...." Gigi Riki bergemeratuk, setelah membaca isi surat itu.
"Ada apa? dari siapa?" tanya Decky sembari menyambar kertas yang ada di tangan Riki.
__ADS_1
Mata Decky terbelalak saat membaca isi surat dari Deva.
"Bocah sialan. Jadi dia sudah ngelabuhin kita? untung sudah aku ceraikan, kalau nggak bisa pusing aku ngadapi bocah culas kayak gitu," ucap Decky.
"Nggak bisa. Gue nggak bakal lepasin dia gitu aja. Harga diri gue sudah diinjak-injak sama dia. Loe kasih tahu gue kalau loe lihat keberadaan dia. Jangan sebut gue Riki, kalau gue nggak bisa perawanin itu bocah ingusan," ujar Riki dengan mata menyala-nyala.
"Loe tenang aja. Dia pasti akan muncul suatu saat nanti. Kita bisa lacak keberadaannya lewat nomor ponselnya. Gue dukung loe buat hancurin hidup tuh bocah kurang ajar," ucap Decky.
Tidak berapa lama kemudian supir ambulance datang dan membantu Decky menggotong Riki kedalam mobil ambulance. Setelah sampai di rumah sakit, Riki segera ditangani oleh dokter ahli kelamin.
"Jadi gimana keadaan barang masa depan saya dok?" tanya Riki cemas.
"Maaf pak Riki. Dengan sangat menyesal saya katakan, kalau Mr. P anda sedang mengalami cidera saat ini. Mr. P anda patah." Jawab dokter.
"Apa? patah?" Riki dan Decky sangat syok mendengar penjelasan dokter.
"Nggak mungkin patah dok. Kok bisa patah?" tanya Riki.
"Ada beberapa Faktor yang menyebabkan itu bisa terjadi. Apa saat kejadian anda sedang berhubungan intim?" tanya dokter.
Wajah Riki jadi memerah saat mendengar pertanyaan dokter. Namun dokter itu jadi tersenyum, saat melihat wajah Riki yang memerah karena malu.
"Kasus pak Riki bukan satu-satunya kok. Bahkan ada orang terkenal di luar negeri yang pernah mengalami patah beberapa kali," ucap dokter.
"Benarkah? apa penyebabnya? apa bisa patah sendiri?" tanya Riki.
"Tentu saja ada penyebabnya. Salah satunya terlalu heboh saat berhubungan intim. Ya mungkin anda bisa mengerti apa yang saya maksud. Atau bisa jadi saat Mr. P anda sedang tegang, dipatahkan dengan sengaja." Jawab dokter.
"Dipatahkan dengan sengaja?" tanya Riki yang dianggukki oleh dokter.
Riki mengingat-ingat saat dirinya akan mulai mencumbu Deva. Kepalanya tiba-tiba pusing, dan setelahnya dia tidak ingat apa-apa lagi.
"Deva. Jadi ini ulahmu? kamu akan membayar mahal atas perbuatanmu ini. Aku membuatmu minta ampun, saat aku berhasil merenggut keperawananmu nanti. Aku akan memasukimu pagi, siang, malam sampai kamu pingsan berkali-kali," batin Riki.
__ADS_1
Riki mengepalkan tangannya. Dia begitu dendam dengan apa yang dia alami saat ini.