
"Mama nggak percaya ini bisa terjadi. Kamu bilang semuanya baik-baik saja. Tapi apa sekarang? HANG GROUP runtuh hanya dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. Mama sangat kecewa sama kamu Decky. Ini pasti gara-gara wanita itu bukan?" tanya Rina.
Brukkkk
Decky berlutut di depan kaki Rina, sembari menangis tersedu-sedu.
"Maafin aku ma. Aku juga tidak menyangka akan jadi seperti ini," ucap Decky.
"Ini akibat dari kesombonganmu. Kamu sudah mengecewakan kakek, mengecewakan papa dan mamamu," ujar Rizwan sembari mengurut dahinya.
"Apa aku harus memberitahu papa mama tentang perbuatan Olivia? tidak! aku tidak akan memberitahu mereka. Aku harus membayar perbuatan Olivia yang sudah menghancurkan hidupku," batin Decky.
"Sekarang lebih baik batalkan saja rencana pernikahanmu dengan Olivia. Mama nggak mau malu di depan ibu-ibu sosialita. Mereka pasti akan mengolok-olok mama nantinya," ujar Rina.
"Nggak ma! pernikahan itu akan tetap lanjut. Disana akan banyak kolega dan rekan bisnis yang hadir. Aku akan mencoba mendekati mereka lagi, agar mau berinvestasi," ujar Decky.
"Apa kamu pikir mereka bodoh? siapa yang mau berinvestasi di perusahaan yang hampir bangkrut? yang ada kamu harus segera mencari pengusaha yang mau mengakuisisi HANG GROUP," tanya Rizwan.
Tring
Tring
Tring
"Siapa sih yang nelpon?" gumam Decky sembari meraih ponselnya yang berada diatas meja.
"Nomor baru? siapa ya?" gumam Decky.
Decky kemudian menggeser tanda panah hijau, dan kemudian meletakkan ponsel itu ditelinganya.
"Hallo. Siapa ini?" tanya Decky.
"Selamat sore pak Decky. Saya dari E. Sampoerna ingin menawarkan mengakuisisi HANG GROUP. Jika anda bersedia, kita bisa bertemu di kantor HANG GROUP untuk membahas kelanjutannya,"
Decky tampak terdiam. Sementara Egi yang berada disamping orang suruhannya, tampak memutar-mutar pena ditangannya. Dia sangat menanti jawaban Decky yang sangat dia tunggu-tunggu.
"Beri saya waktu 2 hari untuk memikirkannya. Karena saya harus membicarakan hal ini dengan keluarga besar saya." Jawab E
Decky.
Orang suruhan Egi bertanya lewat alisnya. Egi menjawab dengan anggukkan kepalanya.
"Baiklah. Dua hari lagi akan saya hubungi kembali. Tuan Decky tenang saja, saya akan memberikan harga yang pantas untuk perusahaan ternama seperti HANG GROUP,"
"Terima kasih pak. Tunggu keputusan saya dua hari lagi," ucap Decky.
__ADS_1
"Oke pak. Selamat sore,"
"Sore." Jawab Decky.
Decky menghembuskan nafas kasar, dan kemudian memijat kepala.
"Siapa yang telpon?" tanya Rina.
"Salah satu perusahaan. Ntah lupa tadi apa nama perusahaannya. Aku nggak terlalu fokus mendengarnya." Jawab Decky.
"Mau apa dia?" tanya Rizwan.
"Mau menawarkan untuk mengakuisisi HANG GROUP. Tapi aku minta waktu berpikir dua hari lagi." Jawab Decky.
"Bagus. Karena kita harus merembukkan ini dengan kakekmu bagaimana bagusnya. Ingat! jangan menjawab apapun yang kakekmu katakan. Bahkan meski dia memukulmu dengan tongkatnya. Karena ini memang salahmu yang sudah menghancurkan jerih payahnya," ujar Rizwan.
"Iya pa." Jawab Decky.
Decky kemudian naik ke kamarnya dengan langkah gontai. Setelah sampai di kamarnya Decky yang kesal membuat kamarnya hancur berantakan.
"Olivia sialan. Aku akan menghancurkan hidupmu, seperti kamu menghancurkan aku," gumam Decky.
Decky kemudian meraih ponselnya dan menelpon Olivia.
"Baby. Kamu kemana aja sih? katanya kemarin mau kesini, kok nggak jadi?" tanya Olivia dengan suara manja.
"Oke," ujar Olivia.
Decky mengakhiri percakapan itu dengan seringai dibibirnya. Setelah itu dia pergi ke rumah Olivia dengan membawa beberapa persiapan. Setelah menempuh waktu hampir 15 menit, Deckypun tiba dikediaman Olivia. Sesuai pesanan pria itu, Olivia saat ini tampil menggoda dengan lingerie warna merah yang membalut tubuh indahnya.
"Kamu kemana aja sih beb? aku kangen sama kamu," ucap Olivia.
Decky tidak menjawab ucapan Olivia, pria itu malah langsung melepaskan semua pakaiannya. Namun gadis itu sangat terkejut, saat melihat Decky memasang pengaman pada kejantanannya.
"Kok pake itu?" tanya Olivia.
"Aku mau coba sensasi yang berbeda. kita belum pernah pakai ini kan?" tanya Decky.
"Emang belum sih, tapi aneh aja rasanya." Jawab Olivia.
Decky mendekati Olivia. Namun saat gadis itu ingin menciumnya, Decky seolah menghindar dan malah merobek dengan kasar pakaian yang Olivia kenakan.
Brettttt
"Sayang. Kok disobek? aku baru beli nih," rengek Olivia.
__ADS_1
"Baju ini memang fungsinya untuk di robek." Jawab Decky.
Dan tanpa pemanasan sama sekali, Decky langsung menghujam Olivia dengan kasar.
"Akkhhh sakiiitt...beb kamu kenapa sih?" tanya Olivia disela hujaman yang Decky berikan secara bertubi-tubi.
"Sudahku bilang, aku ingin merasakan sesuatu yang beda." Jawab Decky.
Decky kemudian memejamkan mata. Semakin dia mengingat penghianatan Olivia, semakin keras pula dia menghujam gadis itu. Dan hingga percintaan itu usai, Olivia hanya merasakan sakit di daerah intinya.
"Ssttt"
"Kamu kenapa?" Decky berpura-pura tidak tahu penyebab dari kekasihnya itu meringis kesakitan.
"Aku nggak mau kamu melakukan sensasi kasar seperti itu. Rasanya sangat menyakitkan." Jawab Olivia.
"Itu tidak sebanding dengan rasa sakit yang aku rasakan. Tidak sebanding dengan pengkhianatanmu dan kebohonganmu selama ini Olivia. Kedepannya nanti kamu akan merasakan hal yang jauh lebih menyakitkan lagi," batin Decky.
"Oke nggak lagi. Maaf ya!" ucap Decky.
"Oh ya hasil foto prewed kita sudah jadi. Tadi orang studio menghubungiku, agar kita mengambil hasilnya," ujar Olivia.
"Nanti biar orangku saja yang mengambilnya. Pokoknya aku melarangmu keluar rumah," ujar Decky.
"Kok gitu?" tanya Olivia.
"Sayang. Sebentar lagi kita akan menikah. Kata orang nggak baik kalau kita sering jalan. Istilah kata pamali." Jawab Decky.
"Oke." Jawab Olivia.
Padahal alasan utama Decky melarangnya, karena dia tidak ingin Olivia tahu tentang kebangkrutan HANG GROUOP, yang bisa menggagalkan semua rencananya.
"Oh ya sayang. Aku laper nih, masak buat makan malam gih!" ujar Decky.
"Oke. Kamu mau makan apa?" tanya Olivia.
"Apa aja yang kamu masak pasti aku makan." Jawab Decky.
"Ya udah kamu tunggu bentar ya!" ujar Olivia.
"Oke." Jawab Decky.
Olivia segera memakai pakaiannya, dan kemudian pergi kedapur. Setelah Olivia yakin keluar kamar, Decky bergegas mencari semua sertifikat butik. Setelah ketemu, Decky menyelinap keluar, dan memasukkan sertifikan itu ke dalam mobilnya. Decky kemudian mengambil map yang berisi surat akta jual beli butik, untuk meminta tanda tangan Olivia tanpa gadis itu sadari.
"Kamu ingin menipuku kan? sekarang aku yang akan menipumu," Decky menyeringai.
__ADS_1
"Paling tidak saat HANG GROUP bangkrut, aku tidak terlalu hidup dalam kemiskinan," batin Decky.
Decky sangat terkejut, saat dirinya akan kembali masuk kedalam rumah, Olivia muncul tepat dihadapannya.