
Tiga minggu kemudian
"Apa ini tidak terlalu berlebihan? kamu menghabiskan biaya pernikahanmu sudah hampir 10 milyar," tanya Rina.
"Ya ampun ma. Aku itu mencintai Olivia, cuma dia yang aku anggap sebagai istriku. Aku ingin membahagiakan dia. Dia sudah sabar membiarkan aku menikahi wanita lain, dan menungguku dengan setia. Jadi sudah sewajarnya dia mendapatkan hal yang sesuai dengan buah kesabarannya itu." Jawab Decky.
"Tapi masalahnya kamu memakai uang perusahaan buat urusan pribadi kamu. HANG GROUP terancam bangkrut gara-gara kamu," ujar Rina.
"Mama terlalu berlebihan. Darimana mama tahu kabar burung seperti itu. Perusahaan baik-baik aja. Pokoknya harta kita nggak bakal habis 7 turunan. Mama harus percaya sama aku," ujar Decky.
"Kalau begitu kamu buktikan sama kakek kamu, kalau kamu lebih bisa maju dari Egi. Kuping mama panas banget loh, pas kakek kamu muji-muji dia terus," ujar Rina.
"Mama tenang aja. Decky ini nggak bodoh. Uang yang Decky keluarkan, Decky bangun 25 butik yang nanti akan dikelolah oleh Olivia. Jadi uang yang keluar itu nggak habis sia-sia," ujar Decky.
"Kamu membangun 25 butik atas nama Olivia?" tanya Rina.
"Ya." Jawab Decky.
"Apa dia bisa dipercaya?" tanya Rina.
"Kok mama mikirnya gitu? seminggu lagi dia akan jadi istriku, tentu saja aku percaya 100% sama dia. Aku pacaran sama dia sudah 4 tahun ma, jadi aku tahu betul gimana sifat Olivia." Jawab Decky.
"Ya sudah kalau kamu memang percaya sama dia. Mama hanya berharap kamu harus berani mempertanggung jawabkan semua keputusan yang kamu ambil," ujar Rina.
"Pasti ma." Jawab Decky.
Decky kemudian kembali ke kamarnya untuk menghubungi Olivia.
"Ckkk...Olivia kemana sih? kok nggak diangkat? apa dia sudah tidur ya?" gumam Decky sembari melihat jam diponselnya yang ternyata sudah hampir jam 10 malam.
Karena sudah malam, Decky tidak lagi membuat panggilan untuk kekasihnya itu.
*****
Tring
__ADS_1
Tring
Tring
Suara ponsel Decky berdering beberapa kali. Waktu sudah menunjukkan pukul 8 pagi, namun Decky masih tertidur dengan pulas. Sebagai seorang direktur utama, dia sama sekali tidak mencerminkan seorang pemimpin. Setiap hari datang terlambat, dan ketika ada rapat penting selalu mengandalkan orang kepercayaannya untuk memimpin rapat. Sementara dirinya hanya berfoya-foya, dan menghabiskan waktu bersama Olivia.
"Ckk...siapa sih yang nelpon pagi-pagi? awas aja kalau orang kantor. Padahal aku sudah memperingatkan mereka, kalau aku tidak suka ditelpon pagi-pagi," gerutu Decky sembari meraih ponselnya.
"Ckk...beneran orang kantor rupanya," gumam Decky saat melihat dilayar ponselnya ada nama Imam sang asisten sekaligus orang kepercayaan Pria itu.
"Ada apa?" tanya Decky.
"Pak. Pak Decky harus datang ke kantor sekarang juga. Saham HANG GROUP anjlok, dan rekan bisnis kita banyak yang memutuskan kerjasama dengan kita." Jawab Imam dengan panik.
"Ap-Apa? tidak mungkin!" tubuh Decky mendadak panas dingin saat mendengar berita itu.
Decky kemudian bangkit dari tempat tidur, dan bergegas membersihkan diri. Setelah itu dia langsung pergi ke kantor. Rapat daruratpun dilakukan saat dia tiba di kantor. Namun yang terjadi malah pria itu menyalahkan semua karyawannya atas semua yang terjadi.
"Lalu berapa kerugian kita yang harus ditutupi?" tanya Decky.
"Yang pasti nilainya ratusan milyar. Nggak ada harapan lagi buat HANG GROUP pak. Bisa dibilang HANG GROUP sudah bangkrut, karena hampir semua rekan bisnis dan investor sudah memutuskan kerjasama." Jawab Firman.
"Mereka takut proyek nggak jalan. Lumrah kalau mereka takut rugi." Jawab Hendri.
"Jadi apa yang harus kita lakukan agar perusahaan ini bisa bangkit lagi?" tanya Decky.
"Jalan satu-satunya hanya menemukan investor yang mau menutupi kerugian ratusan milyar itu. Tapi itu nggak mungkin kan?" ujar Firman.
"Dan kami sarankan agar perusahaan ini segera di akuisisi saja pak," timpal Hendri.
"Sebab kami sudah sepakat juga, kalau kami akan mengundurkan diri hari ini," ujar Firman.
Semua departemen yang mengikuti rapat menyodorkan surat pengunduran diri kearah depan mereka.
"Ini kok kompak begini?" tanya Decky tidak terima.
__ADS_1
"Karena selain perusahaan ini sudah tidak memiliki harapan, visi dan misi bapak sudah jauh melenceng. Dan pada akhirnya berakhir seperti ini." Jawab Firman.
"Jadi saran kami cari orang yang mau mengakuisisi perusahaan ini secepatnya," timpal Hendri.
Semua orang yang berada di ruang rapat itu berdiri dari tempat duduknya dan kemudian pergi meninggalkan ruangan itu.
"Pemberontak! sana pergi saja kalian semua! aku nggak butuh kalian, nggak butuh saran kalian!" hardik Decky dengan sombongnya.
Tanpa Decky tahu, berita itu sudah sampai ketelinga Hanggono, yang membuat kondisi pria berusia senja itu kembali drop.
"Papa nggak usah khawatirin itu lagi Pa. Anggap saja masa HANG GROUP memang berakhir sampai disana. Biarkan Decky belajar dari kesalahan, agar dia bisa menghargai uang," ujar Egi.
"Ya. Papa akan coba mengikhlaskan semuanya," ujar Hanggono namun masih dengan wajah yang mendung.
Tanpa Hanggono tahu, Egi ingin memberikan kejutan untuk orang tuanya itu. Sementara itu di tempat berbeda Decky bergegas menemui Olivia di rumah kekasihnya itu. Hal yang tidak pernah Olivia duga, karena dia mengira Decky tengah berada di kantor saat ini.
"Sayang. Kamu jangan sering kesini, aku takut Decky curiga. Apalagi seminggu lagi kami akan menikah," ujar Olivia yang kini sedang duduk dipangkuan Marco.
"Karena seminggu lagi kamu akan menikah, aku jadi kepikiran dan ingin menghabiskan banyak waktu denganmu. Sejujurnya aku nggak rela kamu menikah dengan pria itu," ujar Marco.
"Sayang. Ini kan demi masa depan kita juga. Nanti setelah perusahaan itu berhasil kita ambil alih, aku akan menceraikannya," ujar Olivia.
"Tapi kamu jadi sering disentuh olehnya," ujar Marco.
"Andai saja hari itu kita tidak menabrak mobil orang tuanya, pasti kamu nggak akan menikah dengannya," sambung Marco.
"Kita nggak boleh mundur lagi sayang. Rencana kita sudah hampir sempurna. Tinggal selangkah lagi, maka kita akan berhasil menguasai semuanya," ujar Olivia.
"Hah. Baiklah aku akan bersabar. Tapi kurangi disentuh oleh dia. Karena dia juga tidak sehebat diriku saat di ranjang," ujar Marco.
"Aku senang kamu cemburu, itu berarti kamu sangat mencintaiku," ujar Olivia.
"Sudah pasti. Kamu juga harus menunjukkan ketulusan cinta yang kamu punya. Agar aku tahu, hatimu itu hanya untukku," ujar Marco.
Tanpa Olivia tahu Decky sudah mendengar semua percakapan antara gadis itu dan juga Marco. Tubuh Decky sampai gemetar, saat mengetahui penyebab dari ketidakmampuan otak Rizwan, tak lain karena Olivia.
__ADS_1
"Jadi semuanya sudah direncanakan? betapa bodohnya aku mempercayai dia selama 4 tahun. Aku berikan cinta dan materi, tapi apa balasannya? kamu ingin menghabiskan hartaku kan? sekarang sudah habis, dan itu semua gara-gara kamu Olivia. Lihat bagaimana caraku membuat perhitungan denganmu nanti," batin Decky.
Decky kemudian pergi dari rumah itu. Dia tidak ingin melihat Olivia yang tengah asyik berbagi keringat dengan pria lain.