Keep Istiqomah

Keep Istiqomah
Siapa Dia


__ADS_3

Tak terasa kini usia Reva telah menginjak 23 tahun, 8 tahun sudah dirinya belajar dipesantren ini. Semua kisah terukir indah dipesantren ini, ada cerita suka duka, sahabat, bahkan kisah pertemuannya dengan pujaan hati tentunya.


Siang itu matahari terik menyinari bumi, semua santri berada dikamar masing-masing untuk tidur siang tetapi tidak dengan Reva.


Reva sedang mengurus segala biaya administrasinya untuk keperluan dia dipesantren. Namun saat tengah berjalan menghitung jumlah uang yang akan ia bayarkan tiba-tiba Reva bertabrakan dengan seseorang.


"Aduh... Maaf ya maaf saya nggaj sengaja " kata Reva sambil mengumpulkan uangnya yang jatuh berserakan.


"Nggak apa-apa, justru saya yang harusnya minta maaf karena terburu-buru jadi nabrak kamu " sahut orang itu.


Reva tercengang ketika mendengar orang yang barusan bicara adalah seorang laki-laki. Ia pun langsung berdiri dan melihatnya.


Waduh ternyata ustadz ya, wah gawat ini... gumam Reva.


"Iya ustadz saya juga kurang hati-hati juga tadi. Maaf ya hehe " kata Reva nyengir menatap orang yang dia pikir ustadz


"iya nggak apa apa saya juga minta maaf ya " jawab pria itu.


"Ustadz baru ya disini? Nggak pernah liat soalnya.. " tanya Reva.


Belum sempat sang Ustadz menjawab tapi terdengar teriakan dari arah belakang.


"Mas Zidan! " ternyata suara itu berasal dari Aisyah yang kemudian mendekat kearah kami.


"Eh ada Reva, kalian udah saling kenal ya? " tanya Aisyah.


"Enggak kok tadi kita nggak sengaja tabrakan, ya udah aku permisi dulu ya mau bayar uang admin soalnya. Assalamualaikum.. " kata Reva pamit.


Ustadz itu siapanya Aisyah ya? Apa jangan-jangan itu pacarnya? Ah sudahlah tidak ada urusannya juga denganku " Gumam Reva.


"Hei Mas, kok bengong sih. Suka ya sama dia? " goda Aisyah.


"Eh enggak kok, kamu ini ngawur aja. Ayo kita balik ke rumah " kata Mas Zidan.


"Nggak apa-apa kalo Mas suka kenalan aja, dia itu sahabat aku lho.. Atau mau aku comblangin? " kata Aisyah menggoda Zidan yang ternyata adalah kakaknya.


.

__ADS_1


.


.


Hari pun telah menjelang sore kini semua santri tengah berada di aula menyimak kajian yang di sampaikan oleg Ummi Zulfah. Kali ini Ummi Zulfah menjelaskan tentang jodoh yang membuat para santriwati semangat mendengarnya, karena jarang sekali Umi Zulfah membahas ini.


"Rezeki, maut dan jodoh memang telah tetapkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebelum kita dilahirkan ke dunia ini. Karena itu semuanya tak akan pernah tertukar dari masing-masing orang. Dan kita sebagai manusia tidak perlu khawatir dengan semua ketetapannya, karena janji Allah itu pasti. Allah berfirman dalam surat An-Nuur ayat 26 yang artinya:


“ Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji pula adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga).” (QS An-Nuur : 26) "


Reva dan kawan-kawan yang lain menyimaknya dengan seksama.


"Jadi dapat disimpulkan bahwa Jodohmu adalah cerminan dari dirimu. Jika kamu ingin jodoh yang baik maka Perbaikilah dirimu dulu. " lanjut Umi Zulfah.


Setelah pengajian usai dan semua kegiatan ibadah telah dilaksanakan, kini para santri kembali ke kamarnya masing-masing. Berbeda dengan Reva yang masih berada dimasjid bersama Puput. Tiba-tiba saja terdengar suara lantunan ayat suci al-qur'an yang sangat merdu berasal dari seorang pria yang duduk di depan sedang membaca al-qur'an.


"Subhanallah.. Merdu banget suaranya " kata Puput terkesima mendengar lantunan dari pria tersebut.


Reva dan Puput masih betah berada dimasjid mendengarkan lantunan ayat suci Al-qur'an tersebut. Namun kedatangan Aisyah membuat mereka terkejut.


" Assalamualaikum.. " Aisyah mengucap salam.


"Kalian masih disini? Tumben rajin banget, lagi iktikaf ya " tanya Aisyah.


"iya tapi ini udah mau balik kok. Kamu sendiri ngapain kesini? " jawab Reva.


"Aku mau disuruh bapak manggil Mas Zidan tuh " jawab Aisyah.


Oh ternyata Zidan tadi yang ngaji " gumam Reva.


Zidan yang mendengar suara berisik dari arah belakang pun akhirnya menoleh dan mendapati adiknya sedang asik mengobrol dibelakang.


"Dek, kalo lagi di masjid itu nggak boleh berisik apalagi ngobrol " tegur Zidan.


"Eh mas Zidan, kita nggak lagi ngobrol kok tadi cuma nanyain hapalan aja. " jawab Aisyah.


"Oh gitu tapi ini udah malem lho, kalian nggak balik? " tanya zidan lagi.

__ADS_1


"Ini udah mau balik kak " sahut Puput.


"Iya mas juga dicariin sama bapak tuh dirumah " lanjut Aisyah.


"Ya sudah karena kita searah lebih baik kita bareng aja, soalnya ini kan udah malem. Nggak baik cewek jalan sendirian malem-malem begini " kata Zidan.


Mereka berempat pun pulang beriringan bersama Zidan tetapi tetap menjaga batasan. Zidan memang sengaja ikut pulang bareng mereka karena dirasa tidak baik jika perempuan berjalan sendiri saat malam.


Sesampainya didepan asrama putri, Reva dan Puput berpisah dengan Aisyah tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Zidan.


"Kak, ternyata Mas-nya kak aisyah ganteng juga ya, mau lah aku jadi istrinya " kata Puput menerawang.


"Mana mungkin Zidan mau sama kamu, " kata Reva meledek.


Kedua sahabat itu akhirnya masuk ke kamar mereka dan mengakhiri malam itu dengan sedikit canda tawa antar sahabat.


.


.


.


Mungkin disinilah pertemuan Reva dengan belajahan jiwanya nanti, awal dari kisah tentang belahan jiwa yang akan Allah pertemukan untuk Reva. Semoga saja kali ini akan ada sebuah kisah manis untuk masa depan Reva dikemudian hari.


...........................


Keesokan harinya Reva diajak Aisyah untuk main kerumahnya, jujur ini untuk pertama kalinya Reva masuk ke rumah pak kyai lebih dalam bahkan ia masuk kedapur membantu Umi Zulfah memasak untuk makan siang.


Tak hanya itu saja, Reva diajak Aisyah ke kamarnya untuk melihat-lihat. Ada beberapa kaligrafi buatan tangan Aisyah yang begitu indah sampai Reva dibuat kagum olehnya.


"Ini kaligrafi buatan kamu ya Syah? " tanya Reva.


"Iya ini semua aku yang buat, itu sih cuma beberapa masih banyak lagi kaligrafi yang belum aku tempel. Aku juga masih dalam tahap belajar kok. " jawab Aisyah.


"Tahap belajar aja bagusnya kayak gini, gimana kalo udah mahir. Aku mau dong diajarin gambar kaligrafi seperti ini " kata Reva.


"Kamu berlibihan Reva, yang lebih pinter lagi itu Mas Zidan. Dia pernah dapet penghargaan cuma karena gambar kaligrafi lho " jelas Aisyah.

__ADS_1


"Oh gitu ya, aku maunya diajarin sama kamu aja. Boleh kan? " tanya Reva.


"Boleh kok nanti kita belajar bareng ya " jawab Aisyah


__ADS_2