
..."Jangan pernah berpikir bahwa permohonanmu kepada Allah itu terlalu banyak. Karena ketika Allah berkata “jadilah”, maka terjadilah apa yang Allah kehendaki."...
4 hari sudah Reva dirawat di rumah sakit dan selama itu pula Zidan setia menemaninya, duduk disamping bangkar dan tak lupa pula ia melantunkan ayat suci Al-qur'an disana.
"Sayang bangun ya, sudah dua hari Umma tidur begini. Mau sampai kapan Umma biarin Ghibran tidur sendiri? " Zidan berkata sambil terus menggenggam tangan Reva.
Reva bisa mendengar semua yang diucapkan oleh Zidan tetapi matanya masih sulit untuk diajak kompromi, hanya air mata yang sesekali jatuh dipinggir kelopak matanya. Seluruh tubuhnya serasa berat untuk digerakkan, hanya bisa terbaring diatas ranjang rumah sakit.
"Assalamualaikum, "
"Waalaikumsalam Ayah Ibu " Zidan bangkit dari duduk nya dan menyalimi mertuanya yang juga datang membawa Ghibran.
"Bagaimana nak keadaan Reva? Apa sudah ada perkembangan? " tanya Bu Heni.
"Masih sama seperti sebelumnya bu, " jawab Zidan dengan tatapan sendu.
"Kamu seng sabar yo leh, kita doakan supaya Reva bisa cepat sadar " ujar Pak Badri.
Ghibran menatap ibunya yang sedang terbaring didepannya merasa penasaran dan ingin mendekat, mungkin bisa dikatakan anak kecil itu sedang merindukan ibunya.
"Mmmaa.. Mmmaa " Ghibran berceloteh dengan bahasa bayinya saat ia didudukkan di samping Reva.
Sesekali tangan kecilnya menggenggam tangan Reva dan mengguncang tubuh sang ibu. Zidan, Pak Badri, dan Bu Heni yang melihatnya pun merasa terenyuh, mereka menatap sedih saat Ghibran terus memeluk tubuh ibunya yang masih dalam keadaan diam tak bergeming.
Namun balik lagi jika Allah sudah berkehendak maka sesuatu yang tidak mungkin pasti akan menjadi mungkin. Ya keajaiban sungguh terjadi dalam ruangan itu, sentuhan Ghibran mampu membuat Reva bertekad untuk bangun. Dengan sekuat tenaga ia berusaha untuk bangun sungguh Reva sudah sangat rindu pada putranya itu.
Saat tangan Reva sedikit bergerak, Zidan melihat pergerakan itu.
"Ayah, Ibu .... Reva.." kata Zidan terbata-bata.
Ketiga orang itu langsung menatap kearah Reva yang perlahan sudah mulai membuka matanya.
"Ayah lihat putri kita sudah sadar " ucap Bu Heni dengan mata berbinar.
"Alhamdulillah, Zidan cepat panggilkan dokter !! " sahut pak Badri.
Bu Heni langsung mengangkat Ghibran membiarkan dokter memeriksa keadaan Reva, sungguh kejadian ini sangat disyukuri oleh ketiganya. Setelah menunggu selama 4 hari akhirnya Reva kembali membuka mata dengan senyum teduh menghiasi bibirnya.
"Alhamdulillah Ibu Reva sudah berhasil melalui masa kritisnya, ini sungguh keajaiban dari yang di Atas. Biasanya kebanyakan pasien akan sadar dalam waktu seminggu bahkan lebih, tapi bu Reva hanya butuh waktu 4 hari. Kami akan melakukan pemeriksaan lanjutan nanti " kata sang dokter.
__ADS_1
"Iya dok terima kasih "
"Sama-sama pak saya permisi dulu "
Selepas kepergian dokter dan perawat, Zidan berjalan mendekati istri yang sudah beberapa hari ini ia rindukan.
"Abi.." panggil Reva lirih dengan senyuman merekah dibibirnya.
"Umma.. " Zidan duduk dikursi sebelah ranjang pasien dan mengelus lembut kepala istrinya.
"Abi kenapa menangis? Maafkan Umma yang sudah membuat Abi bersedih " kalimat kedua keluar dari mulut Reva.
"Nggak Umma nggak salah kok, Abi menangis karena terharu. Abi rindu sama Umma " jawab Zidan.
Disela obrolan mereka Bu Heni dan Pak Badri masuk membawa serta Ghibran.
"Ayah Ibu..." panggil Reva pada orang tuanya.
Suasana haru pun menyelimuti ruangan itu, semua yang hadir ikut berbahagia saat Reva sudah kembali membuka matanya.
...#####...
Setelah beberapa hari melakukan perawatan, hari ini Reva sudah diperbolehkan untuk pulang. Dengan bantuan kursi roda Zidan dengan setia mendorongnya.
"Waalaikumsalam..." jawab orang-orang yang ada di dalam rumah.
Kenapa orang-orang? Karena di rumah mereka sudah ada Puput, Mega, Siska, Aisyah, Umi Zulfah, Pak Kyai Hasan serta kedua orang tua Reva. Mereka sengaja datang untuk menyambut kepulangan Reva, mengucapkan selamat dan juga akan membaca doa bersama di kediaman mereka untuk kesembuhan Reva.
Sungguh Reva terharu melihat para sahabat dan keluarganya berkumpul dirumah.
"Kak Reva, Puput kangen sama kakak.. " kata Puput berhambur memeluk Reva.
"Iya sama Put, aku juga kangen sama kalian " sahut Reva.
"Ya sudah karena sekarang yang kita tunggu sudah datang, kita langsung aja mulai doanya ya " lanjut Umi Zulfah.
Semua orang setuju dan mengambil posisi duduk ternyaman masing-masing dengan Pak Kyai yang memimpin doa.
"Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokaatu, " ucap Pak Kyai.
__ADS_1
"Waalaikumsalam Warohmatullahi Wabarokaatu, " jawab seisi ruangan kompak.
"Baiklah karena kita semua sudah berkumpul disini maka tujuannya tak lain adalah mengucapkan rasa syukur kita atas kembalinya anak kita, saudari kita, sekaligus sahabat kita Reva yang sudah pulih dari sakitnya. Semoga dengan kita membacakan doa bersama, Allah akan segera mengangkat penyakitnya " kata Pak Kyai memulai pembicaraan.
"Amin "
Dan doa pun segera di bacakan oleh pak kyai, semua mengaminkan dengan khusyuk. Berharap kepada Allah SWT agar setelah ini Reva akan kembali pulih seperti sedia kala. Amin.
Setelah selesai memanjatkan doa kepada sang Khalik, semua yang hadir di haruskan memakan makanan yang sudah dipersiapkan.
Suasana rumah Reva saat ini diselimuti oleh tawa riang dan candaan dari para sahabatnya. Apalagi melihat Ghibran yang menjadi Rebutan para Aunty yang gemas dengan pipi gembulnya Ghibran.
"Ya Allah terima kasih telah menempatkanku diantara orang-orang baik. Hamba tidak tahu sampai kapan suasana seperti ini akan terus hamba nikmati. Biarkan Hamba menikmati kebahagiaan disisa umur hamba " Reva menatap keluarga dan sahabatnya satu persatu.
"Kak Reva cobain nih kue buatan Puput, ini perdana lho Puput buat khusus untuk menyambut kepulangan kakak " kata Puput menyodorkan sepiring kue.
"beneran nih kamu yang buat? " tanya Reva meragukan.
"Iya bener Va sampe-sama kita nggak ada tempat lagi buat masak gara-gara nungguin dia buat tuh kue. Untung enak " celetuk Mega.
"Ish apaan sih mbak mega suka gitu deh. Ini kak cobain dulu kuenya. Aku suapin ya " sahut Puput yang langsung menyuapkan sepotong kue bolu hasil buatannya.
"Gimana kak rasanya? " tanya Puput setelah Reva menelan kue tersebut.
"Enak.. Besok kamu buat lagi terus kirim aja ke kedai kita biar jadi menu baru disitu " kata Reva.
"Beneran? Wah asiiikk makasih ya kak. Aku sayang deh sama kak Reva " Puput kembali memeluk Reva karena merasa senang kue buatannya dihargai sampai dibuat menu baru di kedai kopi milik Reva.
ya begitulah mereka semua tertawa melihat kepolosan Puput.
Bonus
*****
Guys maaf ya kalo kalimatnya belibet. Maklumlah aku cuma penulis amatiran. Hehe tapi semoga kalian tetap suka ya.
Ikuti terus kelanjutan ceritanya.
__ADS_1
Sedikit bocoran nih nanti Reva akan menyewa seorang tenaga Baby sitter tapi bukan cuma untuk mengurus Ghibran aja,. Penasaran kan? Makanya jangan lupa di like tiap episodenya.. hehehe
Happy Reading..