Keep Istiqomah

Keep Istiqomah
Pulang Kampung


__ADS_3

Reva Pov.


6 bulan sudah aku berada di pesantren ini, banyak hal yang aku dapatkan disini, aku mendapatkan teman baru, guru pembimbing baru sekaligus ilmu agama yang dulu tak pernah mau kupelajari. Sungguh indah rencana-Mu Ya Rabb, memberiku orang tua yang begitu sayang padaku Insya Allah aku akan selalu ber-istiqomah dijalan-Mu.


Kini kami para santri diperbolehkan untuk pulang ke kampung halaman masing-masing, inipun bertepatan dengan hari raya Idul Fitri. Aku memutuskan untuk pulang dan sungkem pada orang tuaku. Sudah lama aku tak pulang, rindu rasanya.


Eh gimana ya kabar teman-temanku disana, jadi kangen aku main sama mereka. Apalagi kalau nginget mecahin kaca bu Bekti.. Aku tertawa geli sendiri kala mengingat tingkah nakalku dulu, yang sering kali dimarahi oleh tetangga jika ada kaca jendela mereka yang pecah terkena bola.. Astagfirullah kira-kira Bu Bekti maafi aku nggak ya.. hihihi...


Aku berangkat ke Mojosari menggunakan bus setelah tadi berpamitan dengan pak Kyai dan Ummi Zulfah. Aku memang yang terakhir pulang di antara teman-teman di asramaku. Ku nikmati perjalananku seraya melihat-lihat pemandangan diluar.


Beberapa jam perjalanan kutempuh Akhirnya aku tiba juga di terminal pemberhentian bus yang aku naiki.


Kali ini Aku pulang tanpa mengabari ayah dan ibuku memang sengaja karena aku ingin memberi kejutan pada mereka.


Ayah, Ibu, tunggu Reva pulang...


Setelah berhenti di terminal aku pun naik ojek untuk bisa sampai ke rumahku, Tak Butuh waktu lama hanya dalam 5 menit aku sudah sampai di rumah. Saat itu yang kulihat adalah rumahku yang sangat kurindukan, pintu yang tampak terbuka Membuatku menjadi rindu suasana rumah.


" Assalamualaikum..." aku mengetuk pintu dan mengucapkan salam


" Waalaikumsalam, Tunggu sebentar.." terdengar sahutan dari dalam sepertinya itu suara ibuku.


"Ya Allah nduk, ini kamu? Ini beneran Reva anak ibu toh? " pertanyaan muncul dari ibu yang melihatku berdiri didepan pintu.


" Subhanallah, tambah ayu wae toh nduk... Ayah! Yah kesini cepetan! " kata ibu memanggil Ayah yang berada di dalam.


"Ono opo toh bu, kok yo teriak-teriak kui lho? " sahut Ayah yang berjalan menghampiri kami.


"Lihat Yah siapa yang datang! Reva putri kita " ucap Ibu antusias.


" Assalamualaikum ayah...." kataku kemudian menyalimi ayahku.

__ADS_1


" Waalaikumsalam .... Kapan kamu sampai nduk? Kenapa ndak bilang kalau mau pulang? Ayah kan bisa jemput " kata Ayahku.


Kali ini nampak berbeda dari raut wajah ayah.


" Reva Sengaja nggak tak kasih tahu ayah sama ibu biar jadi kejutan.." sahutku.


Setelah bersalaman, berpelukan melepas rindu kami pun masuk ke dalam rumah untuk lanjut mengobrol.


Tak lupa pula Ibuku membuatkan teh hangat dan cemilan khas yang biasa beliau buat untukku.


"Wah Reva sudah kangen banget sama masakan ibu, akhirnya bisa nikmatin lagi..." kataku melahap cemilan yang dibawa oleh ibu.


"Pelan-pelan toh nduk nanti keselak " kata Ayah.


"Oh iya Bu, Yah, maafkan Reva selama 6 bulan terakhir ini tidak pernah menghubungi kalian, sebenarnya Reva ingin menelepon ibu tapi Reva malu karena kemarin Reva belum bisa mempelajari apapun di sana. Tapi karena tekad Reva akhirnya dalam waktu 6 bulan ini Reva bisa mempelajari ilmu agama yang diajarkan oleh Pak Kyai di sana ya alhamdulillah sekarang bisa pulang " aku memberi penjelasan pada ayah dan ibuku soal kenapa aku tak menelpon mereka dalam beberapa waktu yang lalu.


" Iya nduk kami juga paham, maafkan kami sudah memaksamu masuk ke pesantren " kata ayah merasa bersalah.


"Ayah jangan ngomong seperti itu, Reva justru bersyukur Ayah memasukkan Reva ke pesantren itu. Reva mendapat banyak sekali pembelajaran " jawabku.


"Ayah, justru Reva lah yang harus meminta maaf pada ayah karena Reva pada saat itu belum memahami apapun... Maafkan Reva ya Ayah " kata ku.


Obrolan kami pun berlanjut aku menceritakan setiap kegiatanku kala di pesantren, mereka sangat antusias mendengarkan ceritaku. Sesekali kami tertawa ketika menceritakan awal-awal aku beradaptasi dengan lingkungan pesantren.


Ya Allah, bahagia sekali rasanya melihat orang tuaku tertawa lepas seperti ini. Ampuni hamba yang dahulu sering membuat kedua orang tua hamba marah Ya Allah..


.................................................................................


Hari mulai merangkak sore, aku membantu ibuku untuk menyiapkan menu buka puasa. Waktu itu puasanya tinggal 1 hari lagi dan besoknya udah lebaran.


Meskipun aku belum terlalu bisa memasak tapi ibuku bersedia dengan sabarnya mengajariku, yang paling aku takutkan pada saat itu adalah menggoreng ayam. Pastilah minyaknya akan meletup-letup. Ibu suka tertawa melihatku memegang tutup panci seperti hendak berperang.. Hehehe...

__ADS_1


Azan magrib telah berkumandang, hidangan buka puasa telah siap dimeja. Kami bertiga berbuka dengan makanan yang aku masak bersama ibuku tadi. Tapi sebelum lanjut makan kami shalat magrib berjamaah dulu ...


"Ayah ini dicobain ayam goreng gosong nya. Putri ayah ini yang masak.." kata ibu meledekku.


"Walah kok iso gosong toh nduk, wes lah nggak apa apa yang penting kamu ada kemauan untuk masak " kata ayahku kemudian tertawa.


Sebenarnya aku malu karena ayam gorengku gosong, tapi ayah dan ibu memakannya dengan lahap. Terpaksa mungkin tapi mereka sangat menghargai hasil masakanku. Biarpun gosong asal makan bareng keluarga rasanya tetap nikmat.


Kepulanganku kali ini sungguh membuat kedua orang tuaku bahagia apalagi kini sudah ada kemajuan dan perkembangan aku dari semenjak aku masuk ke pesantren, walaupun aku belum bisa membuat kedua orang tuaku bahagia tapi dengan cara seperti ini setidaknya mereka bisa tersenyum bangga. Tak sabar rasanya untuk cepat lulus dan membanggakan mereka berdua. Tanpa mereka berdua entah apalah jadinya diriku ini.


Harapanku semoga kedua orang tuaku sehat dan panjang umur sampai aku bisa menjadi orang sukses nantinya.


Amin..


-------------------------------------------------------------------


Hai Hai Hai...


Para reader tercintah.. Aku balik lagi nih buat menyapa kalian..


Duh ayo dong suport karya aku biar tambah semangat aku nulisnya hehehe....


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya dengan cara like dan komen, mau dikasih Vote dan Rate juga nggak apa apa kok hihihi (ngarep)


Kehadiran kalian sungguh berarti buatku...


Oh ya untuk author yang lain kalau mau saling dukung boleh kok.. Akan lebih baik jika kita sesama penulis bisa saling mendukung satu sama lain..


Pantengin terus karya-karya terbaru aku ya.. Semoga kalian suka.


Jika ada beberapa kalimat yang kurang pas atau kurang tepat mohon bantuannya untuk dikoreksi dikolom komentar ya teman-teman.

__ADS_1


Salam Manis 🥰


Author


__ADS_2