Keep Istiqomah

Keep Istiqomah
Pamit


__ADS_3

1 minggu sudah Reva menjadi istri Zidan, semua kewanibannya sebagai seorang istri telah ia laksanakan dengan baik, termasuk kebutuhan biologisnya.


Hari itu Zidan dan juga kedua orang tua Reva sedang bersantai di ruang tamu sambil minum kopi dan sedikit cemilan.


"Ayah, Ibu, Zidan pengen ngomong sesuatu sama Ayah dan Ibu.." kata Zidan memulai pembicaraan.


"Ono opo toh, Le? Ngomong saja, jangan sungkan begitu " sahut pak Badri.


"Begini Yah, Zidan rencananya mau ajak Reva pindah " ucap Zidan.


"Pindah? " tanya kedua orang tua Reva bersamaan dan saling pandang.


"Oalah Le, kok dadak njaluk izin mbarang. Reva kan sudah sah jadi istrimu, ya artinya kamu bebas mau ajak dia kemanapun. Kami sebagai orang tua udah lepas tanggung jawab, sekarang yang bertanggung jawab atas Reva ya kamu " lanjut pak Badri lalu tersenyum.


"Ya saya cuma nggak enak aja Yah kalau nyelonong aja bawa Reva pergi.." kata Zidan.


"Memang kalian mau pindah kemana? " tanya Bu Heni.


"Alhamdulillah Bu, sebelum saya menikahi Reva saya sudah membeli rumah. Jadi begitu sudah nikah rencananya mau langsung mandiri sama Reva " Jawab Zidan.


"Alhamdulillah.. Ibu senang dengernya, semoga rumah tangga kalian akur terus dan jadi keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warohmah.. Kamu juga Nduk, kalau sudah tinggal berdua sama suami harus nurut apa kata suamimu, jika ada masalah coba selesaikan baik-baik. Ayah sama ibu nggak bisa ikut campur lagi " pesan pak Badri.


"Iya Yah, insya allah Reva akan berusaha jadi istri yang baik sekaligus shalehah buat mas Zidan " jawab Reva.


...*******...


Keesokan harinya Reva serta Zidan sudah bersiap untuk pindah ke rumah baru mereka. Lokasi rumah tepat berada di area persawahan, Zidan sengaja membeli rumah di area itu karena dirinya juga sedang melakukan peninjauan untuk para petani di daerah tempat tinggal mereka.


"Bu, Reva sama Mas Zidan pamit dulu ya.. Ayah sama ibu jaga kesehatan juga, nanti Reva bakal sering-sering main ke sini kok " Reva berpamitan sambil memeluk ibunya.


"Iya nduk, hati-hati di jalan yang nurut sama suami kamu ya " balas Bu Heni.


Suasana begitu terasa haru, ada tangis disela mereka berpamitan. Tak terasa putri tunggal mereka kini sudah menikah dan harus ikut tinggal bersama suaminya.


Bu Heni dan Pak Badri tidak bisa ikut mengantar mereka ke rumah barunya karena kebetulan pabrik kopi milik beliau hari ini akan melakukan penjualan hasil panen.


"Nggak terasa ya bu anak kita sekarang sudah berkeluarga, rasanya baru kemarin dia merengek minta uang jajan.." kata Pak Badri selepas Reva pergi.

__ADS_1


"Iya Yah, semoga rumah tangga mereka langgeng sampai maut memisahkan... Amin " sahut Bu Heni menatap kepergian Reva.


"Amin.."


..............


Didalam mobil suasana sangat hening, tidak ada satu kata terucap dari mulut keduanya. Hanya ada suara musik yang diputar, Reva tampak menikmati pemandangan diluar jendela mobil. Sepanjang perjalanan pemandangan yang mereka lihat hanyalah sawah dan ladang. Udara juga tampak asri dan juga begitu sejuk.


"Kamu lihat apa sayang? Nggak pegel ya lehernya noleh kesana terus? " tanya Zidan yang sedari tadi memperhatikan istrinya itu.


"Eh itu mas.. Anu... Saya lagi lihat pemandangannya aja kok " jawab Reva menunduk.


Zidan menepikan mobilnya dan berbalik menatap sang istri.


"Sayang, lihat mata aku.." Zidan menarik wajah Reva dengan lembut, Reva takut-takut menatap wajahnya.


"Jangan kaku lagi seperti itu, kamu sudah jadi istriku.. Jadi aku mohon jangan pake saya-saya lagi ya ",lanjut Zidan yang dibalas anggukan kepala oleh Reva.


Mereka pun melanjutkan perjalanan, Reva tertidur pulas kursi sebelah, Zidan menatap istrinya yang tampak cantik ketika sedang tidur.


Sayang, aku akan berusaha membuatmu bahagia dengan caraku sendiri.. Aku akan jadi imam yang baik untukmu dan aku memilihmu untuk menjadi ibu dari anak-anakku "


"Sayang kok udah bangun? " Zidan menghampiri Reva yang masih berdiri didekat mobil.


"Ini rumahnya mas? Indah ya ada pemandangan sawahnya juga.." kata Reva sembari melihat sekelilingnya.


"Iya sayang, kamu suka? Reva mengangguk.


"Ayo kita masuk.. "


Mereka berdua pun masuk kedalam rumah tersebut.


"Oh iya sayang, kamu tadi tidurnya ngiler lho " kata Zidan menjahili istrinya lalu tertawa dan berlari ke arah rumah.


"iiih Mas Zidan apaan sih..."


Reva terbelalak seakan tak percaya jika suaminya itu bisa bercanda seperti itu.

__ADS_1


"Assalamualaikum.. " mereka mengucap salam bersamaan saat masuk ke dalam rumah.


"Maaf ya sayang, rumahnya tak sebagus rumah orang tuamu.. Tapi aku akan berusaha buat kamu bahagia kok.." ucap Zidan sembari memeluk Reva.


"Rumahnya bagus kok mas, aku suka.. Aku juga bersyukur dipertemukan suami yang baik seperti Mas " jawab Reva, matanya berkaca-kaca mendengar ucapan tulus suaminya.


"Alhamdulillah kalau kamu suka Dek, ya udah kita istirahat sebentar yuk nanti kita harus beres-beres " kata Zidan.


Mereka pun merebahkan tubuhnya diatas kasur springbed yang sudah tersedia dikamar. Rumah itu nampak rapi dan sudah tersedia juga beberapa perabotan rumah tangga. Hanya tinggal membersihkan sedikit debunya saja sudah bisa ditinggali dengan nyaman.


Reva merasa sangat bahagia hari ini, baginya rumah ini adalah kado terindah setelah pernikahan yang diberikan oleh suaminya. Ia sangat bersyukur atas nikmat Allah yang telah memberikan semuanya kepada mereka.


...******...


"Assalamualaikum.." ucapan salam berasal dari luar.


"Waalaikumsalam " sahut Reva.


"Mbak baru pindah kesini ya? Kenalin nama saya Ratna mbak, rumah saya disebelah. Kita jadi tetangga sekarang.." ucap seorang wanita paruh baya yang menyebut dirinya Ratna.


"Oh iya bu, nama saya Reva.. Alhamdulillah bisa tetanggaan sama ibu.. Mari masuk bu " kata Reva mempersilahkan Bu Ratna masuk.


"Oh tidak usah repot-repot mbak, saya kesini cuma mau undang kalian makan malam dirumah saya. Ya anggap saja sebagai tanda perkenalan gitu " kata Bu Ratna.


"Oh iya bu, insya allah nanti kami datang kesana setelah beberesnya selesai.. " sahut Reva.


"Ya udah kalau gitu saya permisi dulu, ditunggu lho nanti malem. Assalamualaikum.." Bu Ratna pamit


"Waalaikumsalam.."


Setelah kepergian bu Ratna tadi, Zidan muncul lalu bertanya.


"Siapa tadi dek? "


"Oh itu tadi bu Ratna tetangga sebelah kita, beliau ngundang kita makan malam " jawab Reva.


"Oo ya sudah kebetulan kita belum ada makanan jadi kita dateng aja nanti malem. Nggak baik kan nolak rezeki..hehe " Zidang nyengir ala kuda.

__ADS_1


Reva hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat sisi baru suaminya itu.


__ADS_2