Keep Istiqomah

Keep Istiqomah
Kembali Terjadi


__ADS_3

**Hai Readers, Keep Istiqomah menuju Ending nih.. Sejauh ini bagaimana menurut kalian? Maaf ya aku nggak pinter buat cerita yang sempurna. Sebab aku juga masih tahap belajar.


...Happy Reading**...


...******...


"Aku hanya ingin kamu bahagia meski alasan bahagiamu bukan aku, kembalilah pada Zidan! Zahwa butuh kasih sayang dari ayah kandungnya. Dan mungkin dengan adanya pernikahan ini adalah jalan dari Allah untuk mempersatukan kalian berdua... " ucap Rama menatap lekat wajah Reva.


"Maksud kamu apa bicara seperti ini, Ram? Aku benar-benar tidak mengerti arti dari ucapan kamu itu, " Reva terperangah mendengar perkataan dari Rama.


"Tanpa perlu aku jelaskan kamu sudah tahu jawabannya, Reva! Aku memang mencintai kamu tapi aku juga tidak bisa memaksamu untuk membalas perasaan cintaku. Aku tahu dihatimu masih ada nama dia, cinta kalian masih ada.. Apalagi ada dua buah hati kalian yang butuh keluarga lengkap... "


Reva menatap manik hitam kecoklatan milik Rama, kemudian ia merasa terenyuh mendengar perkataan Rama itu lalu memeluknya.


"Terima kasih, Ram. Terima kasih sudah mau mengerti aku.. Kamu memang sahabat terbaikku.. " ucap Reva lirih dalam pelukan Rama.


"Dan pada akhirnya kamu akan tetap menganggapku sebagai sahabat, tidak lebih... " ujar Rama dalam hati.


...------------------...

__ADS_1


Keesokan paginya hujan deras mengguyur bumi, seakan tahu suasana hati yang mulai terasa gersang dan kering. Hujan turun begitu deras sehingga Ghibran dan Zahwa tidak bisa berangkat ke sekolah karena jalan di area terhalang oleh pohon tumbang.


"Adek ngapain berdiri di situ? Nanti ada petir lho, ayo masuk! " titah Reva saat melihat putri bungsunya berdiri di dekat pintu.


"Adek mau ketemu sama Abi, Umma.. Adek kangen Abi, " sahut gadis kecil itu.


"Lho bukannya minggu kemarin udah jalan-jalan bareng Abi, ya? Kok udah kangen lagi? " tanya Reva sambil menuntun Zahwa masuk ke dalam.


"Iya tapi Adek kepikiran terus sama Abi, Abi bilang katanya sekarang tinggal sendirian nggak ada yang temani.. " ucap gadis kecil itu dengan mata yang berkaca-kaca.


"Ya kalau adek kangen tinggal telepon atau video call aja, kan Abi juga kerja nggak bisa tiap saat menemui kalian, " kata Reva memberi pengertian pada putrinya.


"Ish Abi keman sih kok nggak angkat panggilan dari Adek sih? " sungut Zahwa mulai kesal karena Zidan tak kunjung menjawab panggilan telepon nya.


Sementara Reva yang tengah berada di dapur nampak asik membuat susu tapi tanpa sengaja sikutnya menyenggol gelas yang akan ia gunakan untuk membuat susu. Alhasil gelas itu terjatuh dan pecah di lantai.


Celetar!


"Astagfirullahalazim, " Reva terperanjat kaget saat suara gelas itu jatuh.

__ADS_1


Rama dan Ghibran yang sedang berada di ruang olahraga langsung berlari ketika mendengar teriakan Reva begitu juga dengan Zahwa.


"Ada apa, Umma? " tanya Zahwa.


"Ada apa, Va? Apa kamu terluka? " tanya Rama saat menyadari ada serpihan gelas berserakan.


"Nggak aku nggak apa-apa, tadi nggak sengaja kesenggol gelasnya jatuh. "


" Nggak apa-apa tapi tangan kamu luka, Abang sama Adek bawa Umma ke depan dulu terus kasih minum ya! Biar Abuya yang bersihkan ini.. " titah Rama pada mereka.


"Allah, ada apa ini? Kenapa perasaan ku mendadak tidak enak seperti ini.. Seperti ada hal buruk yang terjadi.. " gumam Reva dalam hati sambil meminun air yang tadi diberikan oleh Ghibran untuknya.


.


.


.


Nyicil Update

__ADS_1


Like dan Komen nya jangan lupa ya kakak cantik dan cakep.. sedih aku tuh kalau nggak ada komen dari kalian.. hiks hiks hiks...


__ADS_2