
Pagi ini adalah pagi yang cerah dengan rintik embun menghiasi menambah indah alam semesta yang Allah ciptakan.. Kebetulan ini adalah hari minggu, dimana semua santri libur dari kegiatannya sehari-hari dan juga ponsel mereka pun boleh diambil.
Semua santri disana sibuk menghubungi orang tua mereka, sementara Reva hanya duduk diatas tempat tidurnya, memegang ponsel yang entah akan menghubungi siapa...
Ingin rasanya ia menghubungi orang tuanya tapi ada alasan yang tak mampu Reva ungkapkan kenapa ia tak menelpon orang tuanya. Ia lebih memilih menghubungi teman-temannya dulu. Tapi itu hanya berlangsung sebentar, Reva tak ingin menimbulkan kesalahpahaman jika temannya yang lain tahu ia menghubungi sahabat laki-lakinya.
Ibu, ayah Reva rindu.. Tapi maaf Reva belum bisa menghubungi ayah dan ibu sekarang. Reva masih malu karena Reva sudah berdosa dengan ayah dan ibu.. Maafkan Reva " Reva kini hanya bisa bicara pada dirinya sendiri menahan kerinduan akan orang tuanya.
"Kak bengong aja, nanti kesambet lho " kata Puput.
"Eh kamu Put, udah nelpon orang tuamu? " sahut Reva.
"Udah kak, kakak kenapa bengong sendiri? Nggak nelpon orang tua kakak? " tanya Puput.
Reva menggeleng dan berusaha mengalihkan pembicaraan agar dirinya tak merasa sedih mengingat orang tuanya.
"Eh gimana kabar orang tuamu Put? Cerita lah sama aku, waktu itu kan aku udah cerita sama kamu tentang rumah ku " kata Reva mengalihkan topik pembicaraan.
"Alhamdulillah mereka baik kak, ya udah aku mulai cerita deh...." Puput mulai bercerita tentang tempat tinggalnya, sesekali kedua teman itu tertawa karena cerita tersebut. Sungguh momen yang belum pernah Reva rasakan sebelumnya.
Saat tengah asik mengobrol mereka dikejutkan oleh Siska yang masuk ke kamar dengan terburu-buru membuat Reva dan Puput menoleh kearahnya secara bersamaan.
"Ada apa Sis? Kenapa buru-buru gitu, ngagetin aja " ucap Reva.
"Sorry, aku emang lagi buru-buru. Udah ditunggu soalnya " jawab Siska sambil menstabilkan nafasnya.
"Ditunggu siapa? Jangan buat kita khawatir deh Sis! "kata Reva bangkit dari duduknya.
"Mas ku tadi kesini katanya ibuku sakit, jadi aku diajak pulang dulu. Kemungkinan akan menginap beberapa hari " jawab Siska yang mulai berkaca-kaca.
"Sudah kamu jangan sedih gitu dong, semoga ibumu lekas sembuh.. Kami akan merindukanmu Siska " kata Reva memeluk sahabatnya itu.
__ADS_1
"Terima kasih, cuma kalian teman yang aku punya.. Aku akan segera kembali kesini " jawab Siska bergantian memeluk Puput dan Mega.
Siska pun pergi setelah berpamitan dengan Kyai dan teman-temannya. Tinggallah kini Reva, Puput dan mega.
"Assalamualaikum..." terdengar ucapan salam dari luar.
"Waalaikumsalam.. Isyah, kenapa berdiri saja disitu? Ayo masuk! " kata Reva membukakan pintu.
"Eh kak Aisyah, dari mana kak? " tanya puput.
"Tadi dari Masjid kebetulan lewat sini jadi mampir deh. Aku nggak ganggu kalian kan? " kata Aisyah.
"Duh Isyah kamu tuh ngomong apa sih, kalau kamu pengen main kesini ya tinggal dateng aja. Kenapa harus sungkan begitu.." sahut mega.
"Iya Syah kita kan teman, jadi jangan malu-malu untuk datang kesini. Lagi pula tanpa kamu mungkin aku nggak akan kenal sama mereka " kata Reva..
Mereka pun lanjut mengobrol ala santri, mumpung hari libur jadi waktu mereka agak luang. Bisa untuk saling bertukar cerita. Bahkan disela cerita mereka juga saling menyimak hafalan yang akan disetorkan pada Ustadzah besok.
"Oh iya Va tadi orang tua kamu menelpon Abah. Katanya mereka rindu padamu, apa kamu nggak menghubungi mereka? " tanya Aisyah..
"Emm itu... Tadi kebetulan hp ku habis baterai jadi aku cas dulu nanti aku telpon mereka setelah ini " kata Reva beralasan.
"Langsung telpon kalo baterainya uda penuh, kan kasihan mereka menahan rindu pada anaknya.." kata Aisyah yang dibalas anggukan oleh Reva.
Disisi lain Pak Badri dan Bu Heni sangat merindukan putri semata wayangnya itu, mereka mencoba menghubungi Reva namun berulang kali direject. Sehingga membuat mereka terpaksa menghubungi Pak Kyai untuk menanyakan kabar putrinya itu..
"Apa Reva masih marah yo Yah karo kita? " celetuk Bu Heni.
"Sudahlah bu jangan dipikirkan, lagian ibu tadi kan dengar sendiri kata Pak Kyai kalau anak kita butuh waktu untuk menerima dan beradaptasi disana " kata Pak Badri sambil baca koran.
Reva bukan tak ingin menghubungi orang tuanya tetapi ia ya masih merasa malu akan kelakuannya di lu dan merasa bersalah pada mereka. Reva berjanji dalam hati bahwa Iya nanti akan menghubungi orang wa-nya saat ia sudah siap.
__ADS_1
Kini Reva hanya bisa menorehkan rasa Kerinduan itu pada sebuah buku harian yang ia punya dan ia simpan di bawah kasur miliknya.
*Dear Diary....
Ayah, Ibu, kalian apa kabar? Sungguh Reva sudah rindu, tetapi Reva tak bisa menghubungi kalian untuk saat ini. Reva merasa malu dengan kelakuan Reva yang dulu, biarkan Reva merenungi kesalahan Reva selama ini disini dalam beberapa waktu.
Reva berjanji akan langsung menghubungi kalian jika sudah saatnya nanti.
Untuk ibu, yang Reva rindukan adalah masakan yang ibu buat rasanya Reva ingin sekali makan makanan yang ibu buat di dapur setiap hari.
Untuk ayah, mohon maafkan Reva yang selalu membuat ulah, yang selalu membuat ayah marah dan sekaligus malu. Terlebih ayah darah tinggi Ayah sering kumat gara-gara Reva.
Maafkan kenakalan anakmu ini ya Yah...
Semoga ayah dan ibu selalu sehat sampai Reva menjadi orang sukses nantinya..
Lewat do'a Reva titipkan rindu untuk kalian..
Rindu kalian..
Reva*.
Begitulah kira-kira curhatan hati Reva yang ia curahkan pada buku diary-nya. Selain temannya, buku diary kecil itu juga menjadi teman setia untuk Reva saat ini.
Hari telah beranjak sore, Aisyah pun pamit pulang padahal dalam hatinya ia masih ingin berada di asrama itu. Tetapi karena tak mau dimarahi oleh Abah dan Umi-nya, Aisyah pun harus pulang.
"Sudah sore nih, aku pulang dulu ya. Takut nanti Umi nyariin " kata Aisyah pamit.
"Cepet banget kak, nggak nginep aja disini apa? " kata Puput.
"Lain kali aja put, lagi pula aku harus izin dulu sama Abah. Kalau diizinkan pasti aku akan menginap disini. Aku pergi dulu Assalamualaikum " jawab Aisyah.
__ADS_1
Aisyah pulang sementara Puput dan Mega bersiap untuk berangkat ke Masjid untuk menunaikan ibadah sholat magrib berjamaah. Sementara Reva hari ini dan beberapa hari kedepan karena sedang datang bulan, ia harus tinggal sendirian didalam kamar menunggu temannya selesai dari Masjid.