Keep Istiqomah

Keep Istiqomah
Pura-pura tidak kenal


__ADS_3

Hari pun berganti hari, kini usia kandungan Reva mulai memasuki bulan ke tiga. Selama itu pula Zidan selalu memperhatikan Reva, tetapi hari itu Zidan pergi untuk melakukan survei di lahan pertanian. Namun Zidan lupa bahwa hari ini adalah jadwal Reva untuk memeriksa kandungannya ke dokter. Zidan berjanji akan mengantar Reva jam 10 pagi tapi sampai jam 11 Zidan belum juga pulang dan tidak mengangkat telponnya padahal dokter yang akan dia temui jam prakteknya akan segera selesai.


Karena tak ingin menunggu lagi Reva memutuskan untuk berangkat sendiri ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungannya.


Setelah mendapat nomor antrian dan di panggil, Reva masuk ke dalam dan mulai diperiksa.


"Maaf bu apa ibu datang bersama suami?? " pertanyaan yang menohok meluncur dari mulit sang dokter.


"Ehm suami saya sedang bekerja dok, jadi saya tidak mau merepotkannya " jawab Reva beralasan.


"Masya allah pasti beruntung sekali suami anda memiliki istri seprti anda. Silahkan duduk bu !! " kat Dokter.


Reva tersenyum kikuk dan bertanya " Apa ada masalah terhadap kandungan saya dok? "


"Sejauh ini kandungan ibu baik-baik saja, terus jaga pola makan sehat anda dan kurangi makan pedas ya bu. Saya akan memberikan vitamin untuk ibu " jawab sang dokter.


Setelah semua urusannya beres Reva memutuskan untuk pulang.


...*****...


Zidan yang tadi pagi berpamitan akan kerja sedang berada di lokasi survei, saat jam sudah menunjukkan pukul 10 Zidan teringan akan janjinya untuk mengantar Reva ke dokter kandungan. Dia telah izin kepada kepala pimpinannya dan bersiap pulang mengendarai mobilnya.


Namun saat ia sudah menyalakan mesin mobil tiba-tiba ada seorang wanita yang menghadang jalannya dan melambaikan tangan. Wanita itu adalah Bianca.


"Ck, mau apa sih Bianca ngehalangi jalan " gumam Zidan dalam hati.


Tok tok tok tok


Bianca mengetuk kaca jendela Zidan.


"Ada apa Bi? " tanya Zidan setelah membuka kaca mobil.

__ADS_1


"Aku mau bicara sama kamu, aku boleh minta waktu kamu sebentar nggak? " kata Bianca.


"Tapi aku buru-buru mau anter..." belum sempat Zidan menyelesaikan perkataannya Bianca telah lebih dulu masuk ke dalam mobil.


"Plis Dan, bentar aja nggak lama kok. " bujuk Bianca.


"Iya udah bicara aja disini !! " ucap Zidan.


"Nggak enak kalo kita bicara disini, gimana kalau kita ke restoran aja sekalian makan. Plis Dan aku mohon " sahut Bianca.


"Ya udah iya tapi aku nggak bisa lama !! "


Zidan melajukan mobilnya menuju restoran yang di tunjukkan oleh Bianca, Restoran tempat dimana dulu mereka sering makan bareng sewaktu pacaran.


...******...


Reva pulang hendak mencari taksi dan berjalan disekitaran rumah sakit, namun air liurnya serasa akan tumpah kala melihat gambar masakan dari restoran yang ada didekat rumah sakit itu. Reva memutuskan untuk mampir sebentat ke restoran tersebut membeli makanan yang terlihat sangat menggiurkan itu.


Reva masuk ke dalam Restoran dan memesan makanan yang dia inginkan itu. Tetapi saat ia duduk dan menunggu pesanannya datang, matanya menangkap dua orang yang dia kenali. Awalnya Reva merasa tak yakin dengan penglihatannya namun semakin diperhatikan ternyata penglihatan matanya tidak bohong. Di sebrang sana ada seorang pria yang sedang merangkul wanita yang sedang menangis dan itu adalah Zidan.


Matanya mulai berkaca-kaca namun air matanya masih bisa ia tahan agar tidak meluncur bebas. Detik demi detik berlalu akhirnya makanan yang dipesan Reva tiba, dengan cepat ia menyantap makanan itu tanpa memperdulikan pemandangan dihadapannya itu.


Zidan yang sedang merangkul Bianca pun menyadari keberadaan Reva yang sedang makan di sebrang tempat duduknya, jantungnya berdegup kencang melihat Reva sedang asik melahap makanannya. Dia teringat akan janjinya untuk mengantar Reva ke rumah sakit namun kenyataannya dia malah pergi bersama Bianca.


Reva...


Zidan berusaha melepas rangkulan Bianca dari tubuhnya namun pelukan itu sangat erat, sementara Reva tetus melahap makanannya dan melihat semua kejadian itu. Dengan cepat ia menyelesaikan makannya dan menuju ke kasir untuk membayar makanannya dan juga mengambil makanan yang ia bungkus tadi.


Reva sengaja memesan 2 porsi, satu untuk dimakannya dan satu untuk Zidan karena ia belum sempat memasak tadi.


Reva bersikap pura-pura tidak kenal dengan Zidan, begitu pun Zidan yang berusaha melepas pelukan Bianca namun tidak bisa. Zidan hanya bisa menatap kepergian istrinya dan melihatnya menaiki taksi untuk pulang.

__ADS_1


Dalam perjalanan pulang Reva tak dapat lagi membendung air matanya, seketika air itu mengalir deras dipipinya.


Sesampainya dirumah sudah memasuki waktu zuhur, ia memutuskan untuk shalat dan membuka makanan yang ia bawa tadi.


Setelah selesai dengan ibadahnya Reva duduk dimeja makan menatap makanan yang dia beli tadi, ada perasaan skit saat mengingat kejadian yang baru saja ia saksikan. Tak lama kemudian terdengar suara pintu terbuka dan ucapan salam.


"Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam, mas udah pulang? " Reva menyahut dan menyalimi tangan suaminya.


"Iya dek, maaf ya tadi mas nggak jadi anter kamu ke rumah sakit " kata Zidan merasa bersalah.


"Iya mas nggak apa-apa aku ngerti kok, kamu pasti capek kan? Aku udah siapin makanan buat kamu dimeja. Mau makan sekarang mas? " kata Reva berpura-pura tidak melihat kejadian apapun.


"Mas mandi dulu saja dek terus shalat nanti mas makan setelah shalat. " jawab Zidan.


"Ya udah mas kalau gitu aku buatin kopi dulu buat kamu " Reva berlalu ke dapur sementara Zidan mengusap wajahnya kasar.


Kenapa Reva bisa setenang itu? apa dia tidak melihatku tadi waktu di restoran? Maafin aku dek aku nggak jujur sama kamu "


Sementara Reva yang sedang membuat kopi sedang melamun...


Apa kamu tidak mau jujur sama aku mas? Apa dihatimu masih ada Bianca? Kenapa kamu harus membohongiku lagi mas? "


Setelah Zidan selesai dengan kegiatannya, ia menuju meja makan yang kebetulan ada Reva disana yang menunggunya. Reva tetap melemparkan senyum termanisnya menutupi luka dihatinya, sementara Zidan berusaha bersikap biasa saja karena belum siap untuk mengatakan yang sebenarnya pada Reva.


Suasana pun sangat hening, tak ada yang berbicara satu kata pun. Selesai makan Zidan menuju ruang keluarga disusul Reva yang baru selesai membereskan meja makan.


Reva duduk disebelah suaminya yang sedang menonton tv dan meminum kopi yang tadi di buatnya.


"Bagaimana keadaan bayi kita sayang? Apa kata dokter tadi? " tnya Zidan.

__ADS_1


"Alhamdulillah kata dokter kandungan aku sehat mas " jawab Reva.


setelah jawaban itu tidak ada lagi obrolan yang berlanjut, Reva memutuskan untuk masuk ke kamar dan tidur sementara Zidan hanya menatap Reva dengan sendu.


__ADS_2