Keep Istiqomah

Keep Istiqomah
Menikahlah dihadapanku


__ADS_3

..." Karena hidup sungguh terlalu singkat untuk membiarkan orang lain ikut memutuskan apa yang membuat kita bahagia. "...


...*...


...*...


Jam sudah menunjukkan pukul 12 siang, azan dzuhur sudah berkumandang, Zidan meminta Fizah untuk menjaga Reva sebentar sementara ia akan pergi ke mushola untuk menunaikan ibadah wajibnya.


Beberapa saat kemudian Reva menggerakkan tangannya dan mencoba untuk membuka matanya, ia menatap ke sekeliling namun tidak ada siapapun disana.


Hafizah yang baru akan masuk terkejut karena Reva sudah sadarkan diri.


"Alhamdulillah, Mbak sudah sadar.. Sebentar ya mbak aku panggilkan dokter dulu " kata Fizah.


Dokter pun masuk dan langsung memeriksa keadaan Reva, Hafizah yang berdiri tak jauh dari ranjang reva terus mengucap syukur karena majikannya sudah siuman.


"Keadaan Bu Reva sudah membaik tapi saran saya Ibu Reva segera menjalani pengobatan diluar negeri agar kondisinya semakin baik " ucap sang dokter pada Hafizah


"Iya dokter kami akan mencoba membujuk beliau agar mau berobat ke luar negeri " kata Hafizah.


Dokter pun keluar dari ruangan dan berpapasan dengan Zidan yang baru selesai shalat.


"Umma.. " panggil Zidan sesaat setelah masuk ruangan.


"Abi " lirih Reva sambil tersenyum.


"Kalau begitu saya keluar dulu ya Mbak, sudah ada pak Zidan " kata Hafizah pamit.


Keduanya mengangguk kemudian Hafizah pergi keluar ruangan membiarkan kedua pasangan itu berdua.


"Umma, kita berobat ke luar negeri ya biar Umma bisa cepat sembuh " ucap Zidan.


"Umma mau berobat kesana tapi dengan satu syarat " kata Reva.


"Syarat? Syarat apa sayang? " tanya Zidan ragu


"Iya hanya satu syarat kok Bi, menikahlah dengan Hafizah !! " sahut Zidan


"Apa yang Umma bicarakan? Kenapa Umma masih saja mengungkit hal itu? " Zidan hampir tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.


"Bukankah Umma sudah bilang, Umma akan serius berobat setelah Abi mau dan bersedia menikahi Hafizah " sergah Reva.


"Oke oke baiklah jika itu memang permintaan Umma, sekarang juga Abi akan nikahi Hafizah dihadapan Umma !! " Zidan sudah tidak dapat lagi mengontrol, sebanyak apapun alasan yang ia ucap pasti istrinya akan tetap ngotot.


"Ya sudah Umma senang mendengarnya. Abi tolong panggilkan Hafizah ya sekalian sama keluarga kita " sahut Reva.

__ADS_1


Tanpa menjawab lagi Zidan keluar dari ruangan itu dan ia melihat seluruh keluarganya sudah ada disana dan berkumpul menunggu kabar.


"Nak bagaimana keadaan Reva? " tanya Bu Heni.


"Iya mas bagaimana keadaan Reva sekarang? " sambung Aisyah.


Zidan masih terdiam dan tak bergeming, kepala tertunduk tatapan matanya nampak kosong. Rasanya ia tak sanggup mengatakan hal ini pada seluruh keluarganya.


"Reva ingin bicara pada kalian, termasuk kamu juga Zah " ucap Zidan.


Mereka pun nampak saling melempar pandangan dan memutuskan untuk segera masuk ke dalam dan menemui Reva.


"Assalamualaikum " salam diucap mereka secara bersamaan.


"Waalaikumsalam "


Setelah mendapat sahutan dari Reva mereka pun segera masuk.


"Bagaimana keadaan kamu nak? " tanya Bu Heni.


"Alhamdulillah sudah mendingan Bu " sahut Reva.


"Oh iya Va, kata mas Zidan kamu mau bicara sama kita. Ada apa? " kata Aisyah mengawali pembicaraan.


"APA? !!! " sontak mereka kaget dengan penuturan reva barusan.


"Nggak mbak, Fizah nggak mau. Fizah yakin Mbak pasti bisa sembuh. Fizah mohon jangan lakukan ini mbak " kata Hafizah yang sekarang berdiri disisi Reva dan menggenggam tangannya.


"Nggak Zah, kamu harus menikah sama mas Zidan. karena mas Zidan juga sudah janji akan menikahi kamu sebelum mbak berangkat. "


"Tapi Va bagaimana mungkin mas Zidan akan menikah dengan kondisi kamu seperti ini? Yang ada nanti mas Zidan malah semakin tertekan " bantah Aisyah.


"Nggak Syah, mas Zidan udah janji kok sama Reva, jadi Reva harap kalian merestui keputusanku ini "


"Tapi nak..."


"Reva yakin Bu, ini adalah syarat yang Reva ajukan sama mas Zidan "


Umi Zulfah, Bu Heni, Aisyah serta Hafizah masih berusaha mencerna perkataan Reva itu. Mereka meneteskan air mata mendengan permintaan Reva satu ini, terutama Hafizah yang masih saja menangis.


.............


Beberapa jam kemudian semua telah dipersiapkan oleh Zidan, penghulu sudah ia hadirkan ditengah-tengah mereka dan Hafizah pun sudah memakai kebaya dengan polesan make up ala kadarnya. Air matanya tak henti mengalir di pipinya.


"Zah aku tahu ini berat buat kamu, tapi aku mohon berhenti menangis demi Reva. Aku janji akan menganggapmu kakak iparku layaknya seperti reva " kata Aisyah saat menuntun Hafizah masuk.

__ADS_1


"Maaf karena aku hadir ditengah-tengah pernikahan kakakmu " kata Hafizah.


"Nggak kok Zah kamu nggak perlu minta maaf, ini bukan kesalahan kamu. Mungkin ini sudah jalan Allah agar Reva bisa sembuh. " Aisyah menghibur Hafizah kemudian mereka masuk ke dalam ruang rawat.


Didalam ruangan itu sudah ada penghulu bersama para saksi yang tak lain adalah orang tua Reva, orang tua Zidan dan beberapa perawat dan juga dokter.


"Bagaimana Pak, apa sudah bisa kita mulai? " tanya penghulu.


"Sudah pak "


Akad nikah pun akan segera dimulai, Zidan menikahi Hafizah secara siri kemudian nanti ia akan segera meresmikam pernikahan mereka setelah ini sesuai dengan permintaan Reva.


"Bismillahirrohmanirrohim Saudara Zidan Almunawar, saya nikahkan engkau dengan saudari Hafizah Khoirunnisah binti Ridwan dengan mas kawin tersebut tunai "


"Saya terima nikahnya Hafizah Khoirunnisah dengan mas kawinnya tersebut tunai " Zidan mengucapkannya dengan sekali tarikan nafas dengan lantang.


"Bagaimana para saksi? "


"SAH !! " sahut orang-orang yabg hadir.


Entah Hafizah harus merasa senang atau sedih. ia ingin sekali memiliki suami dan membangun biduk rumah tangga tetapi bukan dengan cara seperti ini. Air mata yang tadinya sudah terhenti kini sudah kembali mengalir apalagi saat Zidan mengecup kening dan membacakan doa di ubun-ubunnya.


Reva yang menyaksikan itu ikut dalam suasana haru, ia menangis bukan karena tak rela tetapi ia menangis karena keinginan terakhirnya terwujud.


"Dokter, tolong segera urus persiapan saya untuk berangkat ke luar negeri " kata Reva memecah keheningan.


"Baik Bu secepatnya akan kami urus, kalau begitu kami permisi dulu " ucap dokter.


Setelah kepergian sang dokter Reva memegang erat tangan Zidan dan juga Hafizah dengan erat.


"Terima kasih Bi, sudah mewujudkan keinginanku. Umma janji akan berobat dengan serius " kata Reva pada Zidan kemudian beralih pada Hafizah.


"Fizah, maaf ya jika kamu belum siap dengan ini. Aku harap kamu bisa menjaga suami dan anak kita dengan baik selama aku pergi "


"Mbak...." lidah Hafizah terasa kelu untuk berucap, ia seakan berat untuk mengatakan sesuatu pada Reva.


Reva yang tahu akan perasaan Hafizah pun langsung membawa Fizah kedalam pelukannya.


"Kamu pasti bisa Zah.. Mbak titip Mas Zidan dan juga Ghibran.. " bisik Reva.


Umi Zulfah dan juga Bu Heni tak sanggup menyaksikan hal itu, mereka hanya bisa menangis mendoakan kebahagiaan bagi anak-anak mereka.


.


.Jangan lupa di like dan juga vote

__ADS_1


__ADS_2