Keep Istiqomah

Keep Istiqomah
Pengajian


__ADS_3

Siang itu pada pukul 14:05, Reva sudah rapi dengan balutan gamis berwarna krem dan tas jinjingnya, bu Ratna yang sudah menghampirinya sudah setia menunggunya diluar. Mereka akan menghadiri acara pengajian di Masjid dekat rumah, Reva juga sudah meminta izin pada Zidan suaminya.


"Sudah bu, ayo kita berangkat " Reva keluar dari rumah dan mengunci pintu.


"Subhanallah, ini beneran mbak Reva nih? Cantik bener " puji bu Ratna yang masih menganga melihat penampilan Reva.


"Ah ibu bisa aja, ayo bu kita berangkat sekarang nanti telat lho " ajak Reva.


Mereka berdua pun berangkat menuju ke masjid dengan berjalan kaki, ditengah perjalanan mereka bertemu dengan ibu-ibu lainnya. Sesekali mereka terlihat mengobrol dan bercanda sampai tiba masjid.


Suasana masjid begitu ramai, banyak ibu-ibu yang datang dalam pengajian tersebut.


"Mbak baru pindah kesini ya? Sepertinya saya baru lihat " tanya seorang wanita disebelah Reva.


"Iya bu, baru 3 hari ini saya pindah kesini sama suami " jawab Reva.


"Oh udah punya suami ya ternyata kirain masih single " kata ibu itu lagi yang hanya ditanggapi dengan senyum oleh Reva.


Beberapa saat kemudian acara pengajian pun dimulai, pembawa acara telah mulai membuka dan mengawali pengajian tersebut. Setelah acara sambutan kini giliran ustadz yang akan menyampaikan tausiyahnya kepada para hadirin yang ada.


"adanya pernikahan adalah untuk menciptakan kecenderungan (ketenangan), kasih sayang, dan cinta. Sebab, seorang istri akan menjadi penyejuk mata, dan penenang di kala timbul problema. Namun, jika istri itu durhaka lagi membangkang kepada suaminya, maka alamat kehancuran ada di depan mata. Dia tidak lagi menjadi penyejuk hati, tapi menjadi musibah dan neraka bagi suaminya.


Kedurhakaan seorang istri kepada suaminya amat banyak ragam dan bentuknya, seperti mencaci-maki suami, mengangkat suara di depan suami, membuat suami jengkel, berwajah cemberut di depan suami, menolak ajakan suami untuk berhubungan, membenci keluarga suami, tidak mensyukuri (mengingkari) kebaikan dan pemberian suami, tidak mau mengurus rumah tangga, selingkuh, berpacaran (selingkuh) di belakang suami, keluar rumah tanpa izin suami, dan lain sebagainya. " itulah penggalan tausiyah yang dirangkum oleh Reva.


Setelah acara pengajian selesai, Reva langsung pulang kerumahnya untuk menyiapkan makan malam. Reva tidak ingin ketika suaminya pulang ia belum berada dirumah. Walau bagaimanapun ini adalah pengalaman Reva untuk pertama kalinya.


Namun saat Reva sudah berada didekat halaman rumah, ia melihat mobil suaminya telah terparkir disana, dan pintu pun tampak terbuka. Dengan sedikit berlari Reva buru-buru masuk ke rumahnya.


"Assalamualaikum " ucap Reva saat memasuki rumah.


"Waalaikumsalam " jawab dua orang pria yang satu adalah suaminya dan yang satu adalah teman suaminya.


"Baru pulang dek? " tanya Zidan saat Reva menyaliminya.


"Iya mas tadi ikut jamaah ashar dimasjid " jawab Reva kemudian ia langsung pamit untuk masuk kedalam.


"Itu istri kamu ya Dan? " tanya teman Zidan.

__ADS_1


"Iya dia itu istriku "


"Cantik juga ya, kenal dimana? " tanya temannya lagi.


"Eh kok jadi muji bini gue sih, cari istri sendiri dong biar nggak jelalatan tuh mata liatin istri orang " ucap Zidan kesal.


"Bercanda kali Dan, kayaknya kamu beneran bucin nih sama istri kamu..hahaha " kata temannya itu sambil tertawa.


"Ngomong apa kamu, udah ah balik ke pembahasan kita tadi.."


Mereka berdua pun melanjutkan perbincangan masalah pekerjaan, sementara Reva langsung menuju dapur untuk memasak. Sesaat kemudian Zidan menyusulnya ke dapur dan memberikan pelukan hangat dari arah belakang.


"Sayang, kamu lagi ngapain? " tanya Zidan.


"Eh mas ngagetin aja, ini aku lagi masak mas " jawab Reva.


"Gimana acara pengajiannya tadi? " tanya Zidan lagi.


"Alhamdulillah lancar mas, kebetulan pembahansannya juga menarik " kata Reva.


"Oh ya, memangnya pembahasan tentang apa? " tanya Zidan.


Sore itu mereka habiskan untuk mengobrol sambil memasak.


"Dek, tadi Ummi nelpon, katanya bapak suruh kita ke pesantren besok " kata Zidan setelah selesai makan malam.


"Memangnya ada apa mas? Kok mendadak banget " tanya Reva.


"Mas juga nggak tahu, yang penting besok kita kesana dan sepertinya kita akan menginap. Kamu nggak kangen sama temen-temen kamu? " lanjut Zidan.


"Menginap mas? Serius? Jelas kangen banget aku sama mereka mas, baru 2 minggu nggak ketemu mereka tapi rasanya udah kayak berbulan-bulan " kata Reva tampak mnerawang.


"Ya sudah yang penting besok jangan lupa aja sama bapak dan ummi gara-gara semangat pengen ketemu teman " goda Zidan.


"Hehe abisnya udah kangen banget mas, pasti aku nggak lupa kok mas sama kewajiban aku sebagai istri " sahut Reva.


"Alhamdulillah kalo gitu, mas senang dengarnya " ucap Zidan sambil mengelus kepala Reva dan mencium pucuk kepalanya.

__ADS_1


Malam itu Zidan masih melanjutkan pekerjaannya didepan laptop, sementara Reva menonton televisi sambil memainkan ponselnya. Sebenarnya ia merasa ngantuk, tapi Reva tidak ingin meninggalkan suaminya itu sendirian. Sesekali ia mencuri pandang kearah Zidan yang tampak asik dengan laptopnya hingga tak terasa Reva sudah berayun dalam mimpi yang indah diatas sofa dengan tv yang masih menyala.


Zidan yang melihat istrinya sudah tertidur pulas pun segera menutup laptopnya dan menghampiri Reva.


"Maafin mas ya sayang, gara-gara mas kamu sampai ketiduran begini. Kamu pasti lelah kan? " kata Zidan mengelus pipi istrinya dengan lembut dan mengangkat tubuhnya menuju ke kamar mereka berdua.


Kini posisi mereka sama-sama berbaring diatas tempat tidur, Reva menggeliat dan posisinya miring menghadap kearah Zidan yang kini tengah menatapnya. Ada perasaan kagum dalam hati Zidan saat melihat wajah cantik nan jelita dihadapannya itu.


"Subhanallah, sungguh indah ciptaanmu ini ya Allah... Terima kasih engkau telah menganugerahkan hamba seorang bidadari surga seperti Reva, hamba akan menjaganya dengan baik ya Allah " gumam Zidan dalam hati.


"Dek, walaupun awalnya aku belum yakin akan perasaan cintaku tapi semakin kesini aku mulai merasa semakin takut kehilanganmu. Aku akan berusaha menjadi imam yang baik untukmu dek " kata Zidan lirih dan mengecup kening istrinya lagi.


Reva Ayu Lestari



Cantik ya guys, mon maaf kalau ada yang kurang.. Hehe


Zidan Almunawar



Ini photo pernikahan mereka Guys...




Mas Zidan hitam manis seperti gula jawa xixixixi😊


.


.


Hallo para reader,


Jangan lupa untuk like, komen dan Vote ya, karena itu sangat membantu untuk keberlangsungan novel ini. Bukan maksud hati ini maksa tapi kita sama-sama saling menguntungkan ya bebz hehe..

__ADS_1


Nantikan terus Update kelanjutan ceritanya, sambil nunggu update mampir juga ke karya aku yang lain ya guys..


Happy Reading.


__ADS_2