
..."Libatkanlah Allah dalam segala urusanmu,...
...{Jika kamu melibatkan Allah disegala urusanmu maka hidupmu akan teratur rapih dan bahagia}...
...Insya Allah "...
Flashback On
2 minggu yang lalu Reva dan Zidan sedang duduk dihalaman belakang selepas membereskan rumah, karena itulah kebiasaan mereka disetiap weekend.
Saat sedang asik duduk menikmati roti dan secangkir teh, Zidan memulai pembicaraannya.
"Umma, besok Abi ada perjalanan dinas ke Surabaya untuk survei lapangan disana. Apa Umma nggak keberatan jika Abi pergi? " tanya Zidan.
"Kenapa Umma harus keberatan, Abi pergi kan untuk mencari nafkah. Berapa lama Abi di Surabaya? "
"Mungkin sekitar 2 minggu, sedikit lama sih sebab petani disana butuh bimbingan untuk mengelola lahan mereka. Banyak dari mereka yang gagal gara-gara pupuk dan sumber air yang kurang mumpuni " jawab Zidan.
"Ya sudah yang terpenting Abi disana jaga diri baik-baik dan jangan telat makan "
"Tapi Abi nggak tega ninggalin Umma sendirian dirumah. Apa Umma mau nginep di pesantren selama Abi pergi? " Zidan menatap Reva dengan tatapan khawatir.
"Nggak usah Bi, Umma nggak apa-apa kok disini lagi pula Umma nggak kuat mondar-mandir apalagi Umma harus cek kedai tiap minggu " sahut Reva meyakinkan.
"Ya sudah kalau gitu, kalau Umma butuh sesuatu atau takut sendrian dirumah minta Aisyah aja buat nemenin ya "
"Iya bi "
__ADS_1
Keesokan Harinya ....
Zidan telah bersiap untuk pergi ke Surabaya, sedikit berat untuk meninggalkan istrinya sendirian apalagi dalam kondisi hamil besar seperti itu. Perasaan khawatir menyelimuti hatinya, namun Reva berusaha meyakinkan suaminya agar tidak khawatir.
"Abi berangkat ya Ma, jaga kesehatan Umma baik-baik ya.. Setelah semuanya selesai Abi akan langsung pulang " kata Zidan sambil mengelus kepala istrinya dan mengelus perut Reva yang membuncit.
"Iya Abi tenang aja Umma akan jaga diri dan anak kita "
"Abi berangkat ya, Assalamualaikum "
"Waalaikumsalam "
Reva masih berdiri didepan pintu menatap kepergian suaminya hingga mobil itu sudah tak terlihat lagi. Ada perasaan sedih ditinggal oleh Zidan, suasana sepi hadir ditengah-tengah Reva. Namun semua ia tepis, Reva menghibur dirinya dengan datang ke kedai untuk sekedar menghilangkan kesedihan.
..."******"...
Namun siapa sangka di Surabaya ia akan dipertemukan lagi dengan Bianca, mantan pacar yang baru ia putuskan setelah menikah dengan Reva. Bianca kebetulan juga berperan di tempat Zidan survei sebagai pemasok pupuk.
Pada saat mereka sedang rapat, Reva ada panggilan masuk dari Reva. Saat itu Zidan sedang izin ke toilet karena rapat juga belum dimulai tapi ia lupa membawa ponselnya. Saat ponselnya terus saja berdering, karena rasa penasaran akhirnya Bianca melihat ponsel Zidan dan tertulis 'Istriku'.
Bianca menyeringai jahat berniat untuk menghancurkan hubungan Reva dan Zidan, Bianca pun menjawab panggilan itu dan mengatakan hal yang begitu menyakitkan ditelinga Reva.
Bianca sengaja mengaku sudah menjadi istri Zidan yang kedua karena ia pikir dengan begitu pasti Zidan akan digugat cerai oleh Zidan.
Setelah panggilan telpon mati beberapa menit kemudian Zidan kembali dan rapat pun dimulai. Setelah rapat selesai Zidan mengecek ponselnya yang ternyata ada pesan masuk dari istrinya, Zidan tersenyum saat membaca isi pesan itu karena Reva selalu meminta izin setiap kali ia akan pergi ke luar.
Akan tetapi siapa sangka saat Zidan menelpon balik malah ia dicecar pertanyaan yang Zidan sendiri tidak tahu.
__ADS_1
Setelah mendengar penuturan dari Reva, Zidan bangkit dari tempat duduknya dan mencari Bianca si sumber masalah.
"Bianca !! Kita harus bicara !! " kata Zidan yang sudah marah.
"Ada apa Dan? " tanya Bianca yang merasa tak bersalah.
"Kenapa kamu mengatakan pada istriku bahwa aku sudah menikahimu? Kenapa kamu fitnah aku di depan istriku Bianca?!! " bentak Zidan.
"Apa-apaan sih kamu Dan, aku sama sekali nggak ngerti dengan ucapan kamu. " Bianca terus saja mengelak.
"Dengar ya Bianca, awalnya aku memang masih memiliki perasaan padamu tapi sejak istriku mengandung darah dagingku sejak itu pula perasaanku hilang padamu !!! Aku pikir setelah kamu menikah kamu akan berubah dan melupakan semua tentang kita tapi ternyata aku salah. Kamu bukan wanita baik seperti yang aku kira !! Mulai sekarang jangan pernah menggangguku lagi !! " Zidan bicara dengan tatapan tajam kemudian berlalu pergi.
"Apa aku salah jika aku masih mencintaimu Zidan !! Apakah sudah terlambat untuk kita mengulang semua kisah kita dari awal? Aku siap jika harus menjadi istri keduamu Zidan !! " kata Bianca sambil teriak.
"Kamu sangat salah Bianca dan kamu juga sangat terlambat. Kemana saja kamu selama ini? Saat aku berusaha menghubungimu tapi kamu tidak pernah sekalipun membalas pesanku. Dan ingat, saat ini kamu sudah jadi milik orang lain begitu pun aku !! Jadi jangan pernah berpikir aku akan mau kembali padamu !! " tegas Zidan.
Sungguh Zidan tak habis pikir dengan apa yang telah Bianca lakukan terhadap rumah tangganya. Karena faktanya Bianca juga telah menikah dengan pria pilihan ayahnya.
Flashback Off
Reva yang sedang tertidur pun bangun dan merasa kepalanya pusing. Dia tertidur setelah lelah menangis dan masih berada di kedainya. Reva mencoba berdiri dan menuju kamar mandi untuk mensucikan diri. Setelah itu dia melaksanakan shalat Zuhur di ruangannya, tak lupa ia berdoa kepada sang Khalik memohon petunjuk atas segala yang ia hadapi. Bagitulah Reva sekarang, setiap hatinya merasa gundah Reva selalu mencurahkannya diatas sejadah. Jika dulu Reva memiliki kepribadian yang tomboi tapi tidak dengan Reva yang sekarang. Reva yang sekarang adalah Reva yang lebih berperasaan dan mudah rapuh. Setiap kali Reva merasa rapuh ia selalu mengadukannya pada Sang Pencipta.
"Ya Allah ya Rabb, hamba mohon padamu berilah perlindungan kepada suami hamba. Lindungi pernikahan hamba. Jangan biarkan rumah tangga kami hancur karena orang ketiga, hamba yakin segala ketentuan yang telah Engkau tetapkan pasti yang terbaik untuk kami " Reva terus berdoa setelah selesai shalat.
Karena merasa lapar akhirnya Reva memutuskan untuk mencari makanan di sekitar kedainya. Hatinya sudah jauh lebih tenang sekarang.
"Kita pasti bisa melewati semua ini nak, sebentar lagi Abi pasti pulang. Kamu rindu kan nak sama Abi? " Reva berbicara pada perutnya yang sudah membuncit itu dan anak yang dikandungnya seakan merespon dengan memberi tendangan pada perut Reva.
__ADS_1
Sungguh kebahagiaan luar biasa bagi Reva saat menerima respon seperti itu dari dalam perutnya.