
Setelah beres-beres rumah usai, Azan magrib berkumandang. Reva dan Zidan bersiap untuk menunaikan ibadah shalat magrib berjamaah dirumah, Zidan mengimami shalat dan Reva sebagai makmum. Ini adalah shalat berjamaah pertama mereka setelah menikah.
Selesai menunaikan ibadah shalat magrib, kini mereka sedang bersiap untuk pergi ke rumah Bu Ratna untuk memenuhi undangan makan malam tadi.
Tok...tok..tok..
"Assalamualaikum..." Reva mengetuk pintu rumah Bu Ratna dan mengucap salam.
"Waalaikumsalam.." sahut Bu Ratna dari dalam dan membuka pintu.
"Eh mbak Reva udah dateng, mari masuk mbak.. Ini suaminya mbak? " kata Bu Ratna.
"Iya bu, ini suami saya namanya Mas Zidan " jawab Reva memperkenalkan suaminy.
"Oh, ya sudah mari masuk.." Bu Ratna mempersilahkan mereka berdua masuk ke dalam rumah.
Mereka pun disambut hangat oleh keluarga Bu Ratna, suaminya Bu Ratna bernama Pak Ratno sudah begitu akrab dengan Zidan. Reva membantu Bu Ratna untuk menghidangkan makanan dimeja makan. Saat makanan sudah siap, mereka pun makan bersama.
Obrolan mereka berlanjut setelah selesai makan, saat waktu sudah memasuki shalat isya' Zidan dan Pak Ratno pergi ke Masjid diikuti dengan anak laki-laki pak Ratno, sementara Reva masih mengobrol bersama bu Ratna diruang tamu. Ia memilih shalat dirumah setelah pulang nanti.
Sambutan hangat dari tetangga barunya membuat Reva senang merasa memiliki teman baru ditempat tinggalnya yang baru. Setelah pamit pulang, Reva langsung mengambil air wudhu dan segera shalat. Sementara Zidan membuka laptopnya menyelesaikan pekerjaan.
"Mas mau ngeteh tau ngopi Mas? " tanya Reva.
"Ngopi aja dek, biar matanya nggak ngantuk " jawab Zidan.
Reva pun segera pergi ke dapur untuk membuatkan secangkir kopi untuk suaminya. Ia pun duduk disebelah Zidan dan menyalakan televisi, Reva membuka siaran yang kebetulan sedang menayangkan anak usia 5 tahun yang sudah hafal Al-qur'an. Reva terharu mendengar lantunan ayat suci yang begitu merdu dilafalkan oleh anak itu, air mata pun menetes karena ia sangat menghayati bacaan hafiz qur'an tersebut.
"Lho dek, kenapa kok nangis sih? " Zidan mengernyit heran melihat istrinya nangis menonton tv.
"Itu Mas lihat deh, anak sekecil itu suaranya merdu banget seusia mereka udah hafal al-qur'an.. Aku malu sama diri aku sendiri Mas.." jawab Reva menunjukkan siaran tv tersebut.
"Oh kirain nangis kenapa.. Terus kenapa adek malu sama diri sendiri? " tanya Zidan lagi.
"Ya malu lah mas, dulu aku seusia mereka hanya memikirkan main. Nggak pernah mau kalau ibu nyuruh ngaji, dan akhirnya jadi penyesalan tersendiri buatku " jawab Reva polos.
__ADS_1
"Sayang, kenapa kamu harus malu. Seharusnya kamu itu bangga dengan diri kamu sendiri, walaupun kita belum bisa seperti anak itu kan nanti anak kita bisa jadi seperti mereka. Jadi hafiz al-qur'an, jadi jangan ngomong seperti itu lagi ya " kata Zidan mengusap kepala istrinya.
Reva hanya mengangguk paham akan kata-kata suaminya barusan.
"Ya udah jangan nangis lagi dong.. Nanti tambah jelek lho " kata Zidan meledek.
"Ih Mas kok gitu sih, berarti selama ini aku jelek ya? Kenapa Mas mau kalau aku emang jelek? " Reva bersungut dan cemberut.
"Eh kok ngambek sih, jangan marah dong sayang.. Asal kamu tahu ya, Mas menikahi kamu itu bukan karena wajah atau fisik kamu tapi karena akhlak dan keimanan kamu sayang " balas Zidan langsung memeluk tubuh sang istri.
Mendengar perkataan Zidan barusan membuat Reva menunduk dan tersipu malu.
Bahagia rasanya ia dipertemukan dengan seorang laki-laki yang baik.
"Besok Mas harus kerja, kamu nggak apa-apa tinggal dirumah sendirian? " tanya Zidan.
"Iya Mas nggak apa-apa, lagi pula kan memang seharusnya sebagai seorang istri itu diam dirumah " jawab Reva.
"Ya sudah kalau begitu kita tidur yuk, besok Mas harus bangun pagi soalnya "
Mereka pun beranjak tidur untuk mengumpulkan energi agar bisa memulai aktivitas rutin besok pagi.
Keesokan paginya, terdengar suara azan berkumandang. Reva segera beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi untuk bersuci. Tak lupa pula ia membangunkan suaminya untuk shalat subuh.
Setelah selesai melaksanakan ibadahnya, Reva beranjak ke dapur untuk membuat sarapan. Saat sedang asik memasak terdengar suara ucapan salam.
"Assalamualaikum..."
"Waalaikumsalam, Mas sudah pulang, mau kopi atau teh? " sambut Reva segera menyalimi suaminya.
"Kopi aja dek biar nggak ngantuk, soalnya mas mau cuci mobil juga " jawab Zidan.
"Oh ya udah mas aku buatin ya " Reva langsung meraih gelas dan membuatkan secangkir kopi untuk suaminya. Tanpa ia sadari mata itu terus saja memandangi setiap gerak dari perempuan dihadapannya itu.
Setelah semua kegiatan didapur selesai, Reva dan Zidan telah berada dimeja makan untuk sarapan. Pagi itu Reva memasak nasi goreng dengan telur dadar, meski masakan itu nampak sederhana tetapi rasanya juga sangat enak.
__ADS_1
"Sayang, mas berangkat kerja dulu ya... Kamu nggak apa-apa kan sendirian dirumah? " tanya Zidan sambil memakai sepatu.
"Iya mas nggak apa-apa, lagi pula kan aku bisa cari aktivitas lain dirumah biar nggak bosen mas " sahut Reva.
"Ya sudah kalau begitu mas berangkat ya.. Assalamualaikum " Zidan pamit setelah bersalaman dengan istrinya dan tak lupa mencium kening istrinya itu.
"Waalaikumsalam "
...∆∆∆∆∆∆∆∆...
Merasa bosan berada dirumah sendirian, Reva mulai mencari kesibukan dirumah setelah memasak makanan untuk makan siang. Dia mulai mengerjakan pekerjaan rumah, walaupun dulu Reva belum pernah mengerjakan pekerjaan rumah saat masih tinggal bersama orang tuanya. Tapi semenjak masuk pesantren, sedikit banyaknya ia mengerti tentang pekerjaan rumah dan juga kewajibannya sebagai seorang istri membuatnya harus mengerjakan semuanya sendiri.
Sejak kecil ia sudah biasa hidup mandiri, jadi dia tidak ingin merepotkan Zidan jika masih bosa dikerjakannya sendiri. Reva sedikit merubah tatanan rumahnya dengan menambah sedikit dekorasi-dekorasi buatan tangannya sendiri. Membuat rumah itu semakin nyaman untuk ditinggali.
Lama berdiam diri didalam rumah, terdengarlah suara ketukan pintu dari luar.
"Assalamualaikum, "
"Waalaikumsalam "
"Eh bu Ratna, ada apa bu? Mari masuk " kata Reva.
"Itu pipinya kenapa item gitu mbak? Ini saya mau kasih undangan pengajian buat mbak Reva " kata Bu Ratna menyerahkan selembar undangan.
"Ini kebetulan saya lagi beres-beres rumah bu, ini kapan acaranya ya bu? " tanya Reva lagi.
"2 hari lagi mbak, dateng ya barengan sama saya aja mbaknya " kata Bu Ratna.
"Oh iya bu insya allah saya dateng. Mau minum dulu bu? "
"Oh nggak usah mbak makasih, saya cuma anter undangan aja. Kalau begitu saya permisi dulu ya mbak, Assalamualaikum " pamit bu ratna.
"Waalaikumsalam "
.
__ADS_1
.
Jangan lupa like, komen dan juga vote ya guys...😊