
Keesokan harinya saat sang fajar tiba, terdengar sayup-sayup lantunan ayat suci al-qur'an yang berasal dari toa' masjid. Membuat semua santri terbangun dari indahnya mimpi untuk kembali melaksanakan kewajibannya masing-masing.
Reva yang sedari jam 3 subuh tadi sudah terbangun bergegas untuk membangunkan ketiga sahabatnya agar tidak terlambat menunaikan shalat subuh.
.
.
Saat matahari telah muncul dari ufuk timur memancarkan cahaya yang menerangi alam semesta beserta isinya, Reva dipanggil oleh Ustadzah Yeni diruang Aula.
"Assalamualaikum ustadzah " salam diucap Reva.
"Waalaikumsalam, Reva kemarilah tolong bantu ibu hari ini ya " kata Ustadzah Yeni.
"Ibu mau dibantu apa? Reva siap membantu kapanpun " kata Reva antusias.
"Ini yang ibu suka dari kamu selalu bersemangat jika mendapat tugas. Jadi gini Va, ibu hari ini tidak bisa mengajar karena harus menghadiri acara keponakan ibu dikampung. Kamu tolong gantiin ibu ngajar anak-anak dulu ya " kata Ustadzah Yeni.
"Tapi bu kan masih banyak santri lain, Reva merasa belum pantes bu buat ngajarin anak-anak " sahut Reva merasa tak enak.
"Ibu yakin kamu bisa, kalau kamu nggak coba gimana bisa tahu. Dan juga kamu nggak bisa nolak ibu! Jadi tolongin ibu ya " kata Bu Yeni penuh harap.
"Ya udah bu nanti Reva akan coba, " jawab Reva menyetujui permintaan gurunya itu.
"Nah gitu dong, ini bukunya nanti kamu kasih mereka materi ini ya jangan lupa tugasnya suruh mereka kumpulin! Ibu pamit dulu ya.. Assalamualaikum " Bu Yeni pamit setelah memberikan sebuah buku untuk bekal Reva mengajar anak TPA nanti.
Anak-anak yang akan diajari oleh Reva kira-kira berumur 6-7 tahun bahkan ada yang usianya 5 tahun, gemas sendiri Reva membayangkan anak-anak itu.
Jam pelajaran pun akhirnya dimulai, dengan mengucap lafaz " Bismillahirrohmanirrohim " Reva memulai kegiatan belajar mengajarnya. Sunggup pengalaman yang baru buatnya. Anak-anak tampak senang terhadap Reva, banyak dari mereka yang bercerita tentang permainan kecil dikalangan mereka.
Keluguan dan kepolosan mereka membuat Reva semakin ingin terus berada dekat mereka. Dan lagi lagi Zidan memperhatikan Reva dari kejauhan. Entah kenapa Zidan semakin yakin ingin mempersunting wanita yang baru dia jumpai itu, selain parasnya yang cantik, akhlak dan juga tabiatnya yang baik membuat Zidan memantapkan hatinya untuk memperistri Reva.
Setelah selesai mengajar, Reva membereskan aula yang berantakan oleh anak-anak didiknya tadi. Namun Reva sama sekali tidak mengeluh, ia mengerjakannya dengan senang hati.
__ADS_1
"Assalamualaikum kak Reva dicariin dari tadi kirain kemana, ternyata disini toh " sapa Puput.
"Waalaikumsalam, memangnya ada apa kamu nyariin aku Put? " sahut Reva.
"Itu loh kak, ayah sama ibumu dateng kesini mau jemput kaka " jawab Puput.
"Ayah sama Ibu jemput aku? Tapi ada apa? Kok mereka nggak ngabarin aku sih " Reva merasa heran dengan perkataan puput barusan.
"mana ku tahu kak, udah mendingan kakak samperin aja dulu. Aula nya biar aku yang ngeberesin " kata puput menyuruh Reva segera menemui ayah dan ibunya.
"Ya udah kamu tolong beresin dulu ya Put aku mau nemuin orang tuaku dulu " Reva pamit dan langsung menemui orang tua nya.
Didalam hati Reva terus bertanya-tanya ada apa kedua orang tuanya tiba-tiba datang menjemput? Apakah ada masalah dirumah? Reva mempercepat langkahnya agar ayah dan ibunya tidak lama menunggu.
"Assalamualaikum, Ayah Ibu " Reva menyalimi kedua orang tuanya.
"Waalaikumsalam Nak, duh tambah ayu anak gadis kita ya pak " kata Bu Heni merangkul putrinya itu.
"Ayah sama ibu ada apa dateng kesini? Kok tumben " tanya Reva.
"Acara? Memangnya acara apa yah? Kok Reva nggak dikasih tahu dulu? " tanya Reva lagi yang melihat kedua orang tuanya saling menatap kemudian tersenyum.
"Nanti juga kamu akan tahu sendiri nak, sekarang siap-siap ya! Ayah sama Ibu mau ke rumah pak kyai dulu " sahut sang ibu.
Reva mengangguk pertanda paham, dirinya segera balik ke asrama untuk mengambil beberapa gamis dan bersiap untuk pulang. Tiba dikamar ada ketiga sahabatnya yang sedang sibuk dengan kegiatannya masing-masing.
"Kak Reva mau kemana? Kok bawa koper gitu? " tanya Puput.
"Aku mau pulang Put, ayah sama ibu kesini buat jemput aku katanya ada acara dirumah " jawab Reva.
"Oh gitu, tapi berapa hari kamu akan pulang Va? " sahut Siska yang sekarang duduk disebelah Reva.
"Nggak tahu juga sih, tapi perasaanku kayak nggak enak begini ya " Reva merasa ada sesuatu yang mengganjalnya.
__ADS_1
Ketiga sahabatnya itu hanya saling melempar pandangan.
"Udah Va jangan berburuk sangka gitu, mending kamu istigfar biar setan nggak ngehasut kamu. Mungkin ayah dan ibu kamu jemput untuk acar keluarga " Mega berusaha menenangkan sang sahabat.
"Astagfirullahalazim .. " Reva beristigfar untuk menenangkan pikirannya.
"Ya udah kalo gitu kita bantu kerkemas ya kak " kata Puput.
Mereka membantu Reva melipat gamis yang akan dibawa olehnya dan ikut merapikan koper yang sekarang sudah terisi dengan baju-baju yang akan dibawa oleh Reva.
Setelah selesai berkemas Reva langsung menyusul kedua orang tuanya ke rumah pak kyai dan sudah menaruh kopernya dibagasi mobil.
Sementara dikamar Mega, Siska dan Puput sedang berdiskusi setelah Reva beranjak pergi.
"Apa kita nggak dosa udah bohongin sahabat kita? " tanya Puput.
"Iya juga sih tapi ini kan permintaan Aisyah, kita juga nggak bisa nolaknya karena pasti keputusan ini yang terbaik buat Reva " sahut Siska.
"Ya sudah nggak usah terlalu dipikirin, nanti kita jelasin baik-baik sama Reva dan kita doakan saja semoga Reva bahagia bersama kak Zidan " ucap Mega.
Ketiga sahabatnya itu sudah tahu bahwa akan ada acara lamaran di kediaman Reva, Zidan akan melamar Reva malam nanti. Semua orang sudah tahu bahwa Zidan berencana menikahi Reva dalam waktu dekat, hanya Reva yang tidak diberitahu.
Namun semakin dekat dengan rumah Sang Kyai, Reva merasa semakin gugup. Ada perasaan yang tak bisa ia jelaskan yang sedang melanda hatinya.
Setelah mengucap salam Reva hanya duduk melihat kedua orang tuanya begitu akrab mengobrol dengan Pak Kyai dan juga Ummi Zulfah sampai akhirnya mereka pamit pulang.
"Ya sudah kalau begitu kami pamit pulang dulu ya pak Kyai, terima kasih sudah repot menyambut kedatangan kami " kata Pak Badri berpamitan.
"Sama sekali tidak merepotkan kok pak, yang ada nanti keluarga kami yang akan merepotkan bapak " sahut pak Kyai dengan sedikit tawa mengiringi.
Apa maksud pak kyai barusan? Keluarga kami? Sebenarnya mereka sedang membicarakan apa sih.
Reva lagi-lagi hanya bingung menyimak obrolan para orang tua itu.
__ADS_1
Bersambung