Keep Istiqomah

Keep Istiqomah
#42#


__ADS_3

..." Tuhan, jangan ajarkan aku takut kehilangan. Ajarkan aku melepas tanpa penyesalan "...


...*...


...*...


...*...


Hari begitu cepat berlalu, usia pernikahan Reva dan juga Zidan sudah menginjak tahun ke 3. Dan hari ini rencananya Reva akan membuat kejutan spesial untuk suami tercintanya itu.


"Nyonya belanja banyak sekali hari ini, ada acara apa ya Nya? " tanya Mbok Tuti yang melihat tas belanjaan yang dibawa Reva


"Iya Mbok sengaja soalnya hari ini Reva mau kasih kejutan buat Abi, karena hari ini hari jadi pernikahan kita. " sahut Reva antusias.


"Oh gitu toh, ya sudah kalau gitu Mbok bantu ya Nya "


Reva dan Mbok Tuti disibukkan dengan kegiatan didapur, berbeda halnya dengan Hafizah yang sedang mengajak Ghibran bermain sambil belajar.


Reva berniat untuk merayakan hari Anniversary mereka dihalaman belakang yang nantinya akan ia hias seromantis mungkin.


Saat pukul 19:30 Wib tibalah saatnya kejutan itu dimulai, Zidan sedang memangku laptopnya dikamar memeriksa beberapa email pekerjaan yang masuk. Reva masuk kedalam kamar untuk membujuk Zidan turun ke bawah.


"Abi... "


"Iya sayang ada apa? " Zidan menyahuti tanpa memalingkan pandangan dari laptopnya.


"Abi lupa ini hari apa? " tanya Reva.


"Ini hari kamis kan? Memangnya ada apa ? " sahut Zidan lagi masih menatap laptopnya.


"Ish Abi ini kelewatan banget sih. Ayo ah buruan ikut Umma sekarang " Reva mulai kesal dan menarik lengan sang suami yang tidak peka itu.


"Ya ampun Umma pelan-pelan, ada apa sih ? " tanya Zidan yang langsung menaruh laptopnya dan mengikuti langkah Reva.


Saat sampai di lantai bawah Reva sengaja menutup mata Zidan, meski awalnya enggan tapi karena desakan Reva akhirnya Zidan mau untuk menutup matanya.


"Happy Anniversary Abi... Cup.. " kata Reva setelah membuka penutup mata Zidan dan mencium pipinya.


"Masya Allah Abi lupa kalau hari ini hari Anniversary kita sayang. Maafin Abi ya selamat hari jadi pernikahan humairohku.. Cup " Zidan terharu melihat kejutan yang dibuat oleh istrinya itu, ia benar-benar lupa bahwa hari ini hari dimana ia mengucap janji suci pernikahan bersama Reva.

__ADS_1


Zidan mendekap tubuh Reva dan mengecup puncak kepalanya.


"Abi semoga diusia pernikahan kita yang ke 3 ini semoga rumah tangga kita selalu diberkahi oleh Allah SWT. " ucap Reva.


Dan mungkin tidak ada lagi tahun-tahun berikutnya akan seperti ini... " lanjutnya dalam hati.


"Abi juga berharap semoga kedepannya kita selalu menjadi keluarga yang Sakinah, Mawaddah, dan Warohmah... Amin "


"Amin.. Ayo bi kita duduk makan malam " sahut Reva.


"Ghibran dimana kok nggak ikut kita? " Zidan mempertanyakan keberadaan putranya.


"Biarin Ghibran sama Fizah, Umma lagi pengen menikmati suasana romantis ini berdua dengan Abi " kata Reva.


"Sebelum nanti aku pergi.. " tukasnya dalam hati.


Zidan mengangguk dan melanjutkan dinner romantis bersama istrinya dengan diiringi musik romantis yang menambah kesyahduan. Setelah selesai makan Reva dan Zidan berdansa sebentar sebelum akhirnya Zidan memeluk Reva dari belakang. Menikmati malam romantis dihari jadi mereka. Rasanya cinta diantara mereka semakin erat meski sudah menginjak tahun ke 3.


Setelah puas berdansa dan perut juga sudah kenyang, Reva membalikkan tubuhnya menatap sang suami. Ia mengalungkan tangannya dileher Zidan. Perlahan kedua bibir mereka bersatu saling berpagutan perlahan hanyut dalam buaian. Karena sudah merasa kehabisan nafas, Zidan melepas pagutannya dan langsung menggendong Reva ala bridel style menuju kamar mereka. Zidan terus memandang lekat wajah istrinya sambil terus menaiki tangga menuju kamar.


Saat sampai dikamar mereka Zidan membaringkan tubuh Reva perlahan, sebelum memulai aksinya Zidan mengirim pesan pada Hafizah melalui ponsel Reva.


(Iya mbak Ghibran juga sudah tidur)


Tanpa membaca balasan dari Hafizah, Zidan langsung membuka kaos yang melekat pada tubuhnya dan mulai mencumbu Reva. Dan terjadilah adegan wikwik.


Selesai dengan aktivitas yang cukup melelahkan, kini Reva dan Zidan sedang berbaring dengan posisi berpelukan.


"Abi, apa pendapat Abi tentang poligami? " tanya Reva.


"Poligami itu sah sah saja kalau memenuhi syarat, dan itu pun memang ada dalam islam " sahut Zidan sambil terus mengelus rambut Reva.


"Lalu kalau Abi yang Umma suruh Poligami mau nggak? " tanya Reva lagi.


"Nggak lah, Umma aja udah cukup buat Abi dan bagi Abi Umma itu istri yang sekaligus ibu terbaik buak Abi dan juga Ghibran " jelas Zidan.


"Tapi kalau Umma yang nyuruh Abi mau? "


"Umma itu ngomong apa sih, pasti ini efek capek ya jadi ngomongnya ngelantur gini. Udah kita istirahat aja yuk " Zidan mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


"Tapi Umma serius, Abi boleh kok nikah lagi " Reva tetap kekueh dengan pendapatnya.


"Udah deh umma jangan ngomong ngelantur gini deh Abi males dengarnya. Udah ah Abi capek mau tidur " Zidan merasa kesal dengan ucapan Reva yang menurutnya sangat tidak masuk akal ia berbalik membelakangi Reva.


Sementara Reva hanya menatap punggung suaminya dengan tersenyum getir.


Mengertilah Abi, itu semua Umma lakukan untuk kebaikan Abi dan juga Ghibran. Umma nggak mau jika nanti Umma menghadap Allah, kalian akan terus berlarut dalam kesedihan berpanjangan. Setidaknya akan ada orang yang menghibur kalian..


...-------------...


Saat tengah malam tiba Hafizah merasa haus dan memutuskan untuk ke dapur mengambil minum, sunyi terasa suasana malam itu ditambah hujan lebat dan sedikit gemuruh. Saat ia hendak kembali ke kamarnya tak sengaja Hafizah menabrak seseorang.


"Aduh maaf pak maaf saya nggak lihat " kata Hafizah yang menyadari orang yang ia tabrak barusan.


"Oh iya justru saya yang harusnya minta maaf..."


Jleb... Listrik pun padam,


"Astagfirullahalazim, lampu mati " kata Hafizah panik tangannya meraba meja didapur mencari senter atau lilin yang bisa digunakan untuk meneranginya.


Seketika ada cahaya senter lampu dari hp Zidan yang meneranginya.


"Kamu takut gelap? " tanya Zidan


"I-iya pak "


"Ya sudah mari saya antar ke kamar kamu, di dapur nggak ada lilin kemaren Mbok Tuti lupa beli. Oh atau kamu mau tidur bareng Mbok Tuti? " kata Zidan.


"E-enggak usah pak biar saya dikamar saya aja, Mbok Tuti juga sudah tidur. terima kasih sudah mengantar saya " ucap Hafizah gugup.


"Ya sudah kamu istirahat saja " kata Zidan kemudian berlalu.


Kejadian itu tanpa mereka sadari ada sepasang sorot mata yang memperhatikan. Melihat kejadian ini Reva ada sedikit rasa senang, sebelum Zidan kembali Reva segera berbalik dan masuk ke kamar untuk berpura-pura tidur lagi. Harapannya kedepan semoga kelak Zidan bisa menerima kehadiran Hafizah sebagai istri keduanya.


.


.


Jangan lupa di like ya guys..

__ADS_1


__ADS_2