Keep Istiqomah

Keep Istiqomah
Hilang


__ADS_3

..."Cinta tahu kemana ia harus pergi dan cinta juga pasti tahu kemana ia harus kembali"...


...*...


Di suatu taman kota, ada seorang wanita sedang duduk sambil melihat anak kecil perempuan sedang bermain. Kulitnya yang putih, pipinya yang chuby, membuat siapapun pasti akan mencubit gemas. Anak itu sedang asik bermain bersama teman-teman yang lain.


"Sampai kapan? " tanya seorang pria dari arah belakang.


"Sampai kapan apanya? " balas wanita itu.


"Sampai kapan kamu akan sembunyi dan menutup diri seperti ini? " tanya pria itu lagi.


"Entah lah, aku pun tak tahu sampai kapan aku akan berada di sini. Tapi yang pasti aku hanya belum siap jika harus meninggalkan rumah singgah, "


"Ini sudah tahun ke-5, Ayu! Apa kamu tidak kasihan melihat putimu itu? " sambung pria itu.


"Aku pasti akan pulang, Ram! Tapi tidak untuk sekarang, semua ada waktunya. Aku masih belum siap, " sahut perempuan itu yang diketahui bernama Ayu.


"Ya sudah kalau memang itu mau mu, aku akan selalu mendukung semua keputusan kamu. Tapi ingatlah satu hal, kamu harus bahagia! " kata laki-laki itu.


"Abuya... Cini main ama Awa... Ayok Abuya!! " panggil bocah perempuan itu.


"Zahwa memanggil ku, aku tinggal dulu ya.." pria itu pamit dan langsung menghampiri bocah perempuan yang memanggilnya tadi.


Wanita yang bernama Ayu tadi masih duduk dibangku taman melihat anak perempuannya sedang tertawa lepas, bermain bersama temannya dan juga Abuya nya.


"Maafkan Umma, Nak. Umma belum siap jika harus membawa kamu ke hadapan Abi.. Suatu hari nanti Umma pasti akan mempertemukan kalian.." kata Ayu menghela nafas berat.


.


.


Keesokan harinya, wanita cantik bernama Ayu tersebut sedang berada disebuah toko buku. Kebiasaannya setiap hari minggu adalah belanja sayur untuk kebutuhan rumah singgah dan akan membeli buku-buku bacaan untuk anak-anak yang ada di rumah singgah.


Rumah singgah itu ia dirikan bersama sahabatnya bernama Rama selepas ia pulih dari suatu kejadian yang membuat siapapun pasti akan trauma. Tapi tidak dengan wanita itu, ia berusaha bangkit dari keterpurukan dan memulai kehidupan barunya di sini, di kota Bandung yang jauh dari tempatnya berasal.


Hari demi hari ia lewati begitu saja, sudah 5 tahun ia berada di kota ini membesarkan seorang anak dan mendirikan rumah singgah bagi anak-anak jalanan.


Saat Ayu sedang berjalan membawa kantong berisi banyak buku, tiba-tiba saja ada seseorang yang menabraknya.

__ADS_1


Bruk!


"Maaf, maaf saya nggak sengaja, Mbak! " ucap pria itu.


"Allah, suara ini... Kenapa suara ini begitu mirip.." gumam Ayu dalam hati.


Sekilas Ayu melirik ke arah laki-laki yang saat ini sedang membantunya memunguti buku yang terjatuh, dan benar saja firasat Ayu benar. Laki-laki yang saat ini ada dihadapannya adalah laki-laki yang sama, suara itu, tubuh itu...


Ayu benar-benar tak menyangka akan kembali dipertemukan setelah sekian lama.


"Anda tidak apa-apa kan, Mbak? " tanya pria itu.


"Tidak, maaf saya tidak melihat jalan tadi, " Ayu berdiri dan langsung berbalik arah meninggalkan pria itu.


"Mbak, ini ada yang ketinggalan!! " pria itu berteriak memanggil Ayu yang sudah hilang dari pandangan matanya.


"Aneh sekali, apa wanita itu sedang terburu-buru. Tapi aku seperti mengenal suaranya.. Ah mungkin hanya kebetulan mirip saja, lagi pula suara Reva tidak seperti itu.." ucap pria tersebut yang tak lain adalah Zidan..


.


.


"Itu.. Tadi..." Ayu berbicara dengan nafas tersengal.


"Udah udah kamu tarik nafas, dan minum ini! Setelah itu ceritakanlah! " kata Rama memberikan sebotol air mineral.


"Tadi aku bertemu Dia.. Kami tidak sengaja bertabrakan di depan toko buku! " jelas Ayu setelah nafasnya kembali normal.


"Dia? Serius kamu? Apa dia melihat wajahmu? " tanya Rama.


"Untungnya tidak, aku langsung berbalik badan dan meninggalkan Dia tadi.." jawab Ayu.


"Huft... Syukurlah kalau begitu, kita pulang sekarang ya. Tidak usah kamu pikirkan lagi dia jika itu membuatmu sakit.. "


Ayu mengangguk dan duduk dengan tenang, pandangan matanya terus melihat ke luar jendela menyusuri setiap jengkal jalanan yang ia lewati.


Kenapa harus sekarang? Sunggu aku belum siap jika harus bertemu saat ini, hati ini masih terasa sakit mengingat kejadian waktu itu..." gumam Ayu dalam hati.


Saat ini pikirannya sedang kacau setelah pertemuannya tadi yang selama ini selalu ia coba hindari. Tapi kali ini takdir sepertinya tidak berpihak padanya, ia harus dipertemukan lagi dengan tiba-tiba seperti tadi.

__ADS_1


"Sudahlah jangan terlalu memikirkan dia, aku tahu saat ini perasaan mu sedang campur aduk. Jangan dibuat bingung sendiri, Ayu! Lebih baik kamu minta petunjuk sama Allah.. " ucap Rama.


"Terima kasih..." balas Ayu.


"Ya udah ayo turun, kita sudah sampai. Mau di dalam mobil terus? "


"Eh udah sampai ya? Kirain masih jauh perjalanannya.."


"Makanya jangan bengong terus, turun gih! Biar aku yang bawa bukunya.."


Ayu turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam rumah singgah, disana sudah banyak anak-anak sudah berkumpul menyambut kedatangannya.


"Assalamualaikum, Anak-anak " sapa Ayu.


"Waalaikumsalam, Bunda.. " sahut anak-anak itu berbarengan.


"Hari ini Bunda habis beli buku baru untuk kalian, nanti kalian boleh baca bukunya setelah Om Rama bawa masuk ya.. "


"Wah asik, jadi semangat buat baca buku barunya.." anak-anak itu bersorak riang.


Berada ditengah-tengah mereka menjadi hiburan tersendiri bagi Ayu untuk melupakan kepadihan dan kepahitan hati yang ia rasakan. Ayu bersyukur bertemu Rama yang selalu mendukungnya untuk bangkit dan bisa menjadi seperti sekarang ini.


Hari yang terasa berat, bisa terasa ringan setelah melihat tawa riang dari anak-anak yang saat ini ia asuh di rumah singgah itu.


"Semoga kalian akan menjadi anak-anak yang sukses kelak.. Tidak ada kebahagiaan lain di dunia ini selain melihat tawa riang dari kalian semua.."


..........................................................


Sementara Zidan saat ini sedang duduk disebuah Caffe sambil memandangi mainan kunci yang tadi tertinggal oleh pemiliknya.


Ada perasaan rindu yang ia rasakan pada seseorang yang 5 tahun ini sudah tak bersamanya lagi.


"Umma... Abi rindu kehadiran Umma.. Apakah Abi salah jika berharap Umma masih hidup.. " ucap Zidan dlam hati.


Kemudian ia menatap layar ponselnya yang menampilkan wajah cantik istri pertamanya yang saat itu mengalami sebuah kecelakaan.


"Andai waktu itu Abi tidak bersikap ceroboh, mungkin saat ini kita masih bersama dan Ghibran akan selalu bersama Umma nya.. Maafkan Abi.. Ini semua salah Abi... " Rasa penyesalan kian menyeruak didalam hatinya.


........

__ADS_1


Hai jangan lupa like, coment, dan vote juga ya...


__ADS_2