Keep Istiqomah

Keep Istiqomah
Ta'aruf


__ADS_3

"Va, aku boleh tanya nggak sama kamu? " tanya Aisyah.


"Tanya apa? " sahut Reva.


"Menurut kamu Mas Zidan itu orangnya seperti apa? " tanya Aisyah lagi.


Eh kok Isyah nanya yang begituan sih.


"Maksudmu apa? Aku nggak ngerti deh " Reva mencoba menelaah pertanyaan Aisyah barusan.


"Eh nggak jadi deh nanti aja ku lanjutin, kayaknya sekarang bukan waktu yang tepat deh " sahut Aisyah mengalihkan pembicaraan.


Aisyah kok aneh banget ya, kenapa malah nanyain soal kakaknya ke aku..


Hari pun mulai beranjak siang, Umi Zulfah memanggil Aisyah dan Reva untuk menyajikan makanan dan makan bersama.


"Reva, Aisyah, ayo bantu Umi sajikan makanannya nak! " panggil Umi Zulfah dari dapur.


"Iya Umi " sahut mereka berdua bersamaan.


Reva dan Aisyah langsung bergegas menuju dapur untuk membantu Umi.


Saat semua makanan telah tersaji dengan rapi, Reva yang merasa tak enak pun bermaksud untuk pamit namun ditahan oleh pak kyai dan Umi Zulfah.


Saat makan tak ada satu mulut pun yang berbicara, semua orang menikmati makan siangnya masing-masing begitu juga Reva.


Setelah selesai makan siang, kini pak Kyai menyuruh semua orang yang ada dirumahnya untuk berkumpul diruang tengah dimana biasanya para tamu duduk.


Saat semua telah hadir Pak Kyai membuka pembicaraan.


"Nduk, gimana kamu selama 8 tahun berada di pesantren ini? " tanya Pak Kyai pada Reva.


"Alhamdulillah pak saya kerasan disini, banyak ilmu yang saya dapat di pesantren ini " jawab Reva ala kadarnya.


"Lalu apa rencanamu setelah ini? " sebuah pertanyaan yang membuat Reva bingung untuk menjawabnya.

__ADS_1


"Jujur saya belum punya rencana apa-apa dan ayah sama ibu juga sepertinya menyuruh saya untuk istirahat dulu " jawab Reva.


"Tapi kalau kamu sudah datang jodohnya mau? " tanya Pak Kyai yang membuat Reva sangat terkejut.


"Ma-maksud Pak Kyai apa ya? Saya kurang paham " sahut Reva.


"Jadi gini lho nduk, perkenalkan ini anak saya Zidan. Dia baru pulang dari Maroko setelah menyelesaikan pendidikannya disana. Dan Zidan juga bilang bahwa ia ingin berkenalan dengan kamu " jelas Pak Kyai diiringi senyuman yang begitu ramah.


Reva diam tak menjawab apapun, ia masih tampak bingung dengan maksud perkataan dari gurunya itu.


Maksudnya apa ya aku bener-bener gak ngerti?


"Jadi gini lho Va, Mas Zidan pengen ta'arufan sama kamu. Beliau pengen lebih kenal lagi sama kamu. Jadi kamu mau nggak? " kata Aisya memperjelas maksud perkataan dari Ayahnya itu.


"Maaf Pak Kyai, saya kira ini terlalu cepat buat saya. Mohon beri saya waktu, saya takut akan salah menjawab tentang hal ini " Reva menjawab dengan hati-hati.


"Ya sudah kalau begitu kamu pikirkan saja terlebih dahulu, walau bagaimanapun juga ini menyangkut masa depanmu " kata Pak Kyai.


Setelah pembicaraan itu berakhir, Reva pamit untuk kembali ke asrama. Kini perasaannya berkecamuk, antara ragu dan bimbang. Apa yang musti dia lakukan, dan jawaban apa yang harus dia berikan.


Jadi ceritanya aku dilamar gitu? Duh kok pikiranku jauh banget sih ya.. Ah sudah lah yang penting sekarang balik dulu ke Asrama biar nanti bisa telpon ayah sama ibu dulu.


Ya orang itu adalah Zidan, tatapannya tak pernah lepas dari perempuan yang membuat hatinya berdecak kagum itu.


Saat sore hari Reva dan Puput sedang bersantai diteras kamar mereka, sementara Siska dan Mega sedang membereskan kamar.


"Assalamualaikum... " Aisyah mengucap salam ketika sudah berada didepan mereka.


"Waalaikumsalam " jawab mereka serentak.


"Kak Isyah dari mana kak? Ayo sini duduk jangan berdiri disitu aja " ajak puput yang bergeser menyuruh Aisyah duduk.


"Kalian kok cuma berdua, Siska sama Mega kemana? " tanya Aisyah.


"Ada tuh didalem, kebetulan hari ini jadwal mereka buat beresin kamar " jawab Reva.

__ADS_1


"Oh iya Reva, ada hal yang mau aku omongin sama kamu " kata Aisyah.


"Emm ya udah kak aku masuk aja ya kalian lanjutkan obrolannya! " kata Puput takut mengganggu pembicaraan mereka.


"Eh nggak usah Put kamu disini aja, sekalian kamu bisa kasih saran buat sahabat kita ini " Aisyah menahan tangan Puput agar tidak pergi.


"Emangnya kak Reva ada masalah apa? Kok sampe serius gitu ekspresi mukanya? " tanya Puput setelah kembali ke tempat duduknya.


"Jadi gini, Mas Zidan mau ngelamar kamu Va. Bapak sama Ummi juga setuju kalau kalian berdua menikah " kata Aisyah memulai obrolan serius.


"Apa? Menikah? " tanya Puput dan Reva secara bersamaan.


Aisyah mengangguk menanggapi kedua temannya itu. Mega dan Siska yang mendengar kebisingan dari luar pun ikut penasaran dan keluar.


"Nah kebetulan sekali ada kalian, ayo cepat duduk " kata Aisyah mengajak Mega dan Siska ikut bergabung.


"Ada apa sih? Siapa yang mau menikah? " tanya Mega.


"Ini lho temen kita Reva mau dilamar sama Mas Zidan, " jelas Aisyah.


"Mas Zidan kakak kamu itu Ca? " tanya Siska.


Aisyah mengangguk lagi sambil tersenyum. Dan keempat sahabat itu saling tatap seakan tak percaya.


"Duh Aisyah, gimana ya? Aku belum siap buat nikah, lagi pula ayah sama ibuku juga belum tahu soal ini " kata Reva.


"Reva, kamu tenang saja soal itu Bapak sama Ummi udah menelpon orang tuamu, dan sepertinya mereka setuju tuh. Sekarang keputusannya ada di kamu Va " jawab Aisyah.


"Tapi kenapa harus aku yang dipilih? Aku takut tidak bisa menjadi istri yang baik buat Mamas kamu. Apalagi Mas mu kan anak seorang Kyai " Reva merasa dirinya tidak cocok dengan Zidan.


"Kak Reva jangan pesimis gitu, lagipula kelihatannya si Mas Zidan itu orang nya baik kok. Soal jadi istri yang baik atau tidak kan Mas Zidan sebagai imam bisa membimbing kakak " sahut Puput sambil memegang pundak Reva.


"Tapi aku masih ingin belajar disini, aku belum siap jika harus berpisah dari kalian. " kata Reva dengan raut wajah sedih.


"Apa yang dikatakan Puput benar Va, inget pesan Ummi waktu pengajian kemarin. Pernikahan adalah sunnatullah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW). Dalam satu hadits yang diriwayatkan Imam Al-Baihaqi, Nabi Muhammad SAW pernah berpesan: Apabila seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah pada separuh yang lainnya. " sahut Mega.

__ADS_1


"Reva kalau kamu masih ragu dan bingung lebih baik nanti kamu Salat Istikharah supaya Allah kasih petunjuk buat kamu " Siska memberi saran pada sahabatnya itu.


"Iya udah nanti aja deh bahas soal pernikahan ini, pusing aku tuh. Nanti aku pikirin lagi " kata Reva.


__ADS_2