Keep Istiqomah

Keep Istiqomah
Kesehatan Reva Menurun


__ADS_3

..."Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah istri yang sholihah”. (HR.Muslim)....


.......


.......


 


Pukul 3 dini hari Reva terbangun dari tidurnya, ia tidak bisa tidur setelah menunaikan shalat tahajud. Karena itu ia memutuskan untuk mengambil Al-qur'an di atas nakas lalu membacanya hingga menjelang subuh.


Sayup-sayup terdengar suara lantunan ayat suci menyapa telinga Zidan yang membuatnya juga terbangun dari buaian mimpi. Zidan mengerjapkan mata saat melihat asal suara merdu dari seorang perempuan yang masih menggunakan mukenah sedang khusyuk membaca surah Al Kahfi. Bibir Zidan mengembangkan senyum melihat Reva yang selalu seperti ini setiap pagi.


Subhanallah, terima kasih banyak Engkau telah memberiku seorang bidadari surga seperti Reva. Hamba akan menjaganya dengan baik, berikan hamba kesempatan untuk memperbaiki kesalahan hamba di masa lalu agar hamba dapat membahagiakannya'


Tak berselang lama azan subuh berkumandang, Reva segera menutup Al-qur'annya dan berniat membangunkan suaminya itu.


" Abi sudah bangun? Kenapa nggak langsung ambil wudhu? " tanya Reva saat melihat suaminya sedang tersenyum kearahnya.


"Sengaja nungguin Umma yang bangunin Abi, kan lebih afdhol hehe " jawab Zidan dengan cengirannya.


"Apaan sih Bi, buruan sana ambil air wudhu kita shalat subuh " ucap Reva.


"Siap Umma!! " Zidan berlagak hormat kemudian berlalu ke kamar mandi.


Setelah masing-masing mengambil air wudhu kini waktunya mereka menunaikan ibadah shalat subuh dengan Zidan sebagai imam.


Keduanya begitu khusyuk, dengan doa masing-masing meminta kepada Allah SWT yang maha segala-Nya.


"Ya Allah berilah kesembuhan pada istri hamba, berilah kekuatan untuknya agar senantiasa bersemangat untuk melewati segala ujian dan cobaan dari-Mu, sesungguhnya Engkaulah maha penyembuh segala penyakit dari umat-Mu " doa yang dipanjatkan oleh Zidan.


"Ya Allah ya Rabb, jika sisa umurku tidak lama lagi izinkan hamba untuk memberi kebahagiaan kepada keluarga kecil hamba, jujur hamba tidak ingin mereka bersedih setelah kepergian hamba. Hamba tidak ingin serakah ya Allah. Hamba tahu ...." jleb Reva pingsan ditengah doanya.


Zidan masih belum menyadari hal itu, tetapi setelah doanya selesai ia menghadap ke belakang untuk membiarkan Reva mencium tangannya alangkah terkejutnya Zidan melihat sang istri telah tergeletak diatas sajadah dengan mukenah yang masih pada tempatnya.


"Astagfirullahalazim, Umma !! Ya Allah Umma bangun, Umma kenapa Um ?? " Zidan memangku kepala istrinya sambil menepuk-nepuk pipinya agar segera sadar.


Karena Reva tak kunjung sadar, Zidan mengangkatnya ke atas kasur dan memanggil Umi serta adiknya yang kebetulan sedang menginap di rumah mereka.

__ADS_1


"Umi... Aisyah tolong !!!! " panggil Zidan berteriak.


Tak lama kemudian Umi Zulfah dan Aisyah berlari menuju kamar putranya setelah mendengar teriakan itu.


"Ada apa mas kenapa teriak-teriak? " tanya Aisyah yang masih ngos-ngosan.


"Reva tidak sadarkan diri Syah cepat bantu mas bawa dia kerumah sakit. Tolong gantikan bajunya " perintah Zidan pada sang adik.


"Ya Allah ini ada apa sebenarnya nak? Kenapa Reva bisa seperti ini? " tanya Umi Zulfah.


"Zidan juga nggak tahu Umi, tadi waktu selesai shalat Reva sudah tergeletak di atas sajadah " jawab Zidan.


"Mas udah aku ganti pakaian Reva, " kata Aisyah setelah selesai dengan perintah kakaknya tadi.


"Ya sudah kamu bantu mas bawa Reva ke rumah sakit, Umi tolong jaga Ghibran dirumah ya Mi " ucap Zidan.


"Ya iya hati-hati nak dan kabari jika Reva sudah sadar " kata Umi.


Zidan mengangguk kemudian langsung menggendong Reva menuju mobil dibantu dengan Aisyah. Mereka saat ini sedang menuju ke rumah sakit terdekat.


15 menit waktu berlalu sekarang mereka sudah sampai di rumah sakit, tepatnya di depan ruang UGD. Reva sedang di periksa oleh dokter di dalam.


Setelah menunggu beberapa menit, dokter pun keluar dari ruangan tersebut.


" Bagaimana keadaan istri saya dok? " tanya Zidan saat dokter baru saja keluar.


"Silahkan ikut keruangan saya pak, akan saya jelaskan disana " sahut dokter tersebut.


Dengan langkah besar, Zidan mengikuti arahan dari sang dokter.


"Maaf pak kondisi ibu Reva saat ini sedang kritis, kanker yang ada dalam tubuhnya sudah mulai menjalar. Dan ditambah beliau seperti tidak ada semangat untuk sembuh. Kami khawatir hal itu akan berdampak buruk " jelas sang dokter.


Deg...


Nafas Zidan tercekat mendengar penyataan dari dokter, air mata yang sejak tadi ia tahan mulai menetes.


"Lalu kita harus bagaimanan dok agar istri saya cepat pulih? " tanya Zidan berusaha tegar.

__ADS_1


"Kami juga sedang berusaha semaksimal nungkin pak, hanya keajaiban dari yang Maha Kuasa saja yang bisa kita harapkan. Saya harap bapak bisa tabah menerima kenyataan ini " kata dokter lagi.


Setelah mendengar hal itu, Zidan pamit keluar dan menghampiri Aisyah yang tengah duduk didepan ruang UGD sambil membaca Al-qur'an kecil yang ia bawa.


"Dek..." panggil Zidan yang sudah terlihat lemas.


"Mas ada apa? Apa kata dokter tadi? Reva baik-baik saja kan? " tanya Aisyah yang juga berdiri menyetarakan tubuhnya dengan Zidan.


"Reva... Reva dia.. Dia kritis huuuu " air mata Zidan sudah menganak tak terbendung lagi, ia begitu terpukul dengan kondisi istrinya saat ini.


"Ya Allah mas yang sabar mas, " Aisyah memeluk sang kakak menyalurkan kekuatan berusaha untuk menenangkan Zidan.


"Mas nggak rela lihat istri mas seperti ini, jika bisa di gantikan mas saja yang menderita jangan Reva hik hiks hiks " kata Zidan yang tak dapat lagi menahan gejolak kesedihannya.


"Sssttthhhhh mas kita harus sabar menghadapi cobaan ini, kita harus tetap berdoa untuk kesembuhan Reva. Dia pasti akan sedih jika tahu kita menangis seperti ini mas "


"Mas nggak bisa dek mas nggak mau kehilangan Reva !! " Zidan semakin tidak terkontrol.


"Astagfirullahalazim mas istigfar, tidak baik mendahului takdir. Sekarang mas duduk dulu, Isyah akan ambilkan minum " Aisyah mendudukkan Zidan di kursi tunggu dan berlalu mencari air minum.


"Ini mas minum dulu " kata Aisyah menyerahkan sebotol air yang baru dibelinya.


"Istigfar mas jangan seperti ini. Masih ada Ghibran yang butuhin mas " kata Aisyah lagi.


Astagfirullahalazim, Zidan tak henti-hentinya mengucap istigfar dalam hati. Apa yang dikatakan adiknya itu ada benarnya juga. Bagaimana pun Ghibran masih butuh dirinya.


Zidan menarik nafas dalam kemudian mengangguk. Dia tidak boleh terus-terusan bersedih seperti ini, Reva juga butuh semangat darinya.


Umma harus sembuh, Ghibran butuh Umma dirumah. Umma harus semangat untuk bisa sembuh.


######


Duh typo ku merajalela ya guys.. Maaf keun hehe.


Jangan lupa terus dukung dengan cara klik tombol like & vote.


Like nya gratis kok hehe..

__ADS_1


__ADS_2