Keep Istiqomah

Keep Istiqomah
Ratapan


__ADS_3

Zidan Pov.


Apa yang baru saja aku lakukan? Aku baru saja menjatuhkan talak pada Hafizah, kenapa rasanya sakit setelah dia pergi..


Aku hanya menatap kepergian Fizah dan putriku dengan tatapan sendu. Entahlah aku bingung dengan perasaanku saat ini, disatu sisi aku menghadap Reva kembali, disisi lain aku kehilangan Fizah yang selama ini selalu bertahan meski aku sering mengabaikannya.


Setelah Fizah pergi dari rumahku, aku memutuskan untuk masuk ke dalam kamarku. Entah kenapa aku menangis, sesak rasanya di dadaku tak dapat kutahan.


Aku berbaring diatas ranjang, dimana kamar ini selalu menjadi tempatku tidur bersama Reva. Sejenak kuambil sebuah foto yang lama kusimpan didalam laci. Itu adalah foto dimana aku akan melangsungkan pernikahan dengan Reva. Rasanya saat itu sangat bahagia bagi kami. Lalu Aku beralih menatap foto pernikahan kami, dimana saat itu kami mengucapkan ikrar Suci.



Rasanya pernikahan ini baru saja terjadi, tapi sayang aku tak bisa mempertahankan rumah tangga kami..


Pernikahan kami diuji dengan kehadiran Bianca, lalu kami kembali diuji dengan Reva yang meengidap kanker ovarium.. Reva meminta ku untuk menikah lagi, sampai akhirnya rumah tangga kami hancur berantakan.


Saat ini, di kamar ini aku hanya bisa bisa meratapi semua yang sudah terjadi. Andai waktu dapat kuputar kembali, aku hanya ingin memperbaiki semuanya dan tidak akan menuruti permintaan konyol dari Reva lagi. Tapi sayang semua sudah terlambat. Dia sudah pergi dan mungkin sudah bahagia bersama suami barunya. Sementara aku hanya bisa meratapi kebodohanku..


...-------------...


Author Pov.


Kabar perceraian antara Fizah dan Zidan sudah didengar oleh Reva, ia tidak menyangka jika Zidan akan melepas Fizah juga pada akhirnya. Reva mengetahui itu dari chat Aisyah di whatsapp nya.


Kenapa kamu melepasnya, Mas? Bukankah kamu mencintai Fizah? Lalu kenapa kamu menjatuhkan talak juga padanya? " gumam Reva dalam hati.


Rama yang melihat Reva sedang melamun diayunan taman belakang rumah pun langsung menghampiri nya.


"Ada masalah apa? Kamu kok melamun? " tanya Rama.

__ADS_1


"Nggak ada kok... Aku hanya menikmati udara segar di sini aja, " sahut Reva.


"Reva, aku tahu kamu belum bisa menerima aku sepenuh hati kamu, tapi setidaknya jangan anggap aku ini orang asing bagimu. Aku ini sahabat halalmu, ceritakan saja semua yang mengganggu pikiranmu itu padaku! " ucap Rama dengan memberi penekanan pada kata 'Sahabat Halal'.


"Hafizah dan Mas Zidan berpisah, Ram. " balas Reva.


"Lalu? "


"Aku hanya kasihan pada Kia, dia tidak tahu apapun tapi harus berpisah dengan Abi nya. Kenapa Mas Zidan melakukan itu padahal Dia mencintai Fizah... " kata Reva dengan mata menerawang jauh ke depan.


"Kita tidak tahu kapan kita dan dengan siapa kita akan jatuh cinta, Va. Tapi yang pasti mungkin ini yang terbaik untuk mereka berdua, karena yang aku dengar Zidan sering mengabaikan keberadaan Fizah. Allah sayang sama mereka sehingga menjadikan perpisahan sebagai jalan terbaik bagi mereka berdua, " balas Rama dengan pandangan menerawang juga.


Setelah jawaban itu hanya keheningan yang tercipta diantara mereka berdua, Rama sibuk dengan pikirannya Reva pun begitu.


...--------------...


Malam harinya setelah selesai menunaikan shalat Isya berjamaah, Reva beserta anak-anak dan juga Rama melakukan tadarus Al-qur'an bersama. Tak lupa pula kedua anak itu menghapalkan surah yang ada di Al-qur'an.


" Sesungguhnya menghafal Al-Qur’an itu adalah ibadah, dimana pelakunya mengharapkan wajah dan pahala Allah di akhirat. Tanpa niat, dia tidak akan mendapatkan pahala bahkan akan disiksa karena memalingkan ibadah ini ke selain Allah Azza Wajalla. Maka dari itu hendaknya kita berniat hanya karena Allah ketika menghafalkan tiap ayat dalam Al-qur'an. Selama ini Adek niat nggak menghafalnya? " jelas Reva.


"Niat kok, Umma. Terus selain itu apa manfaat dari menghafal Al-qur'an itu sendiri? " tanya Zahwa lagi.


"Manfaatnya Orang yang menghafal Alquran akan selalu hidup dengan nilai-nilai Alquran yang memiliki manfaat, selain itu juga bisa menjadi penolong untuk kedua orang tua diakhirat kelak.. " jelas Reva lagi.


Rama yang melihat interaksi antar ibu dan anak itu tersenyum simpul, ia merasa salut melihat cara Reva mendidik kedua buah hatinya dengan nilai-nilai agama yang ia tanamkan sejak dini. Tidak seperti mereka dulu yang memiliki masa kecil yang nakal.


..."Andai saja kamu bisa seperti ini dengan anak-anak masa depanku kelak, pasti aku akan selalu berusaha membahagiakan kalian. Tapi sayang itu tidak mungkin terjadi .. " gumam Rama dalam hati....


...---------------...

__ADS_1


Satu bulan sudah Reva menjalani kehidupan rumah tangga bersama Rama. Dan selama itu pula mereka seperti ada jarak yang membuat mereka belum bisa menunaikan kewajiban suami istri sepenuhnya. Reva belum siap melakukan itu dan untuk perasaannya pun ia bingung bagaimana. Rama akan lebih sering menghabiskan waktu bersama anak-anak ketika ada waktu luang, ketika malam hari ia akan sibuk di ruang kerja menghindar dari Reva. Rama melakukan itu hanya untuk menjaga perasaan Reva, ia takut jika lepas kendali.


Pada suatu malam Reva mengajak Rama untuk bicara empat mata di balkon kamar.


"Boleh aku tanya sesuatu? " tanya Reva mengawali pembicaraan.


"Tanyakan saja.. " sahut Rama.


"Kenapa selama satu bulan ini aku merasa kamu seperti menghindar dariku? Apa aku telah melakukan kesalahan yang tidak aku sadari? " tanya Reva.


"Aku tidak menghindar dari kamu, dan kamu pun tidak berbuat kesalahan apapun. Aku hanya mencoba untuk memantaskan diri. "


Lalu mereka berdua sama sama terdiam setelah jawaban dari Rama tadi.


"Sekarang aku yang akan tanya padamu.. " ucap Rama yang dibalas deheman oleh Reva.


"Apa kamu menerima pernikahan ini hanya karena balas budi kepadaku? " tanya Rama yang membuat Reva sedikit bingung menjawabnya.


"Kenapa kamu menanyakan itu? "


"Karena aku merasa seperti itu, jika memang benar kamu menerima pernikahan ini hanya karena ingin balas budi semata seharusnya kamu tidak lakukan itu sejak awal. Aku tahu kamu masih mencintai dia, kenapa kamu menyiksa batin kamu dengan bertahan pada pernikahan yang tidak dilandasi oleh cinta? " pungkasnya.


"Aku... Aku hanya belum terbiasa... "


"Tanpa kamu jawab aku sudah tahu jawabannya, Reva. Aku tidak mau menahanmu dalam rumah tangga yang tidak ada pondasi ini, kamu berhak menentukan pilihan hatimu.. Kembalilah pada Zidan!! "


Deg!


Perkataan Rama berhasil menghentikan detak jantung Reva untuk sesaat.

__ADS_1


"Apa yang kamu bicarakan Rama? "


"Aku hanya ingin kamu bahagia meski alasan bahagiamu bukan aku, kembalilah pada Zidan! Zahwa butuh kasih sayang dari ayah kandungnya. Dan mungkin dengan adanya pernikahan ini adalah jalan dari Allah untuk mempersatukan kalian berdua... "


__ADS_2