
"Apa Umma sudah lupa bagaimana dulu Umma memohon agar Abi menikahi Hafizah, sementara Umma tahu jika Abi tidak mau menikah dan menyakitimu. Tapi Umma keras kepala dan terus mendesak Abi, bahkan selama 1 bulan Abi berbuat zhalim kepada Fizah setelah pernikahan. Umma hanya memikirkan ketakutan Umma yang sama sekali tidak ada dasarnya, tanpa memikirkan perasaan Abi ataupun Fizah.. Lalu kenapa Umma waktu itu meminta Abi untuk segera melakukan kewajiban sebagai suami pada Hafizah jika akhirnya akan seperti ini? Apakah ini ikhlas yang selalu Umma ucapkan pada Abi? Tapi kenapa saat Abi butuh kehangatan dari Umma, justru Umma malah menjauh dan memilih untuk pergi ke kedai? Aku ini suamimu!! Meski aku telah menikahi Hafizah tapi cintaku padamu tetap sama bahkan kamu yang selalu menempati posisi pertama dihatiku. Apa tidak cukup puas kamu menyiksaku selama kamu pergi? " Zidan mengutarakan isi hatinya.
"Aku selalu berusaha untuk memahami semua keadaan saat ini, tapi kenapa Kamu malah menjauhiku? Sekarang kamu bilang aku tidak berlaku adil. Apa kamu lupa saat ibumu, Umi, sahabat sahabatmu menasehatimu waktu itu? Tapi hasilnya adalah kamu masih keras kepala memintaku menikah lagi!! Kenapa baru sekarang kamu mengungkit itu? Apa kamu tidak berpikir akibat dari keputusan yang akan Kamu ambil waktu itu? Pahamilah satu hal, tidak ada manusia mampu berlaku adil. Manusia hanya bisa berusaha untuk berlaku adil karena sesungguhnya keadilan hanya milik Allah!! "
"Tidak ada gunanya kita bertengkar seperti ini, lebih baik diantara kita saling menerima dan membuka diri. Abi sebagai kepala keluarga hanya ingin melihat rumah tangga kita damai.. Abi akan berusaha memperbaiki diri dan berusaha untuk berlaku adil, dan satu hal yang Abi minta.. Luangkan waktu Umma besok untuk menemani Abi.. Hanya satu hari, Abi hanya meminta waktu Umma satu hari.. Apa Umma bersedia? " Zidan berbalik menatap Reva dan menghapus air mata yang membanjiri pipi Reva.
"Iya Abi, maafkan Umma yang masih belum bisa memahami perasaan Abi.."
"Jangan meminta maaf, yang harus Kita lakukan sekarang adalah memperbaiki diri dan memperteguh iman. Sekarang lebih baik Umma mandi biar tubuh Umma merasa lebih segar, " kata Zidan yang diangguki oleh Reva.
Reva beranjak dari duduk nya dan hendak menuju kamar mandi, tapi belum tegap ia berdiri keseimbangan tubuhnya goyah dan akhirnya Reva jatuh pingsan.
"Astagfirullahalazim, Umma! " dengan sigap Zidan langsung menangkap tubuh Reva dan membaringkannya di tempat tidur.
Zidan sangat khawatir dengan kondisi Reva saat itu, ia meraih ponselnya untuk menghubungi dokter ke rumah. Tak berapa lama kemudian dokter datang dan langsung memeriksa kondisi Reva saat itu.
"Jadi bagaimana dengan keadaan Istri saya saat ini, Dok? " tanya Zidan setelah dokter selesai memeriksa.
"Sepertinya istri anda kelelahan dan butuh istirahat, Pak. Dan juga ia mengalami depresi sehingga membuat Beliau seperti ini. "
Setelah berbicara sedikit dengan dokter mengenai Reva, Zidan langsung meminta Fizah untuk segera menggantikan pakaian Reva.
"Malam ini sepertinya Mas akan tidur disini, Zah " ucap Zidan.
"Iya nggak apa-apa kok, Mas. Justru itu lebih baik karena kondisi Mbak Reva saat ini sangat membutuhkan perhatian dari Mas! Cobalah untuk bicara pelan-pelan dengannya, Fizah pamit mau lihat anak-anak dulu ya, Mas " Fizah langsung beranjak dan meninggalkan Zidan menemani Reva di kamar itu.
__ADS_1
...#####...
Keesokan harinya, tubuh Reva terasa lebih baik. Dia memang terlalu lelah beberapa hari ini sampai ia tak memperhatikan kesehatan tubuhnya, pagi ini ia tepah rapi dan bersama Fizah sedang di dapur memasak untuk sarapan pagi.
"Selamat pag... Umma ngapain di dapur? " Zidan mengurungkan niatnya untuk menyapa karena ia melihat istrinya yang kemarin pingsan sudah repot di dapur.
"Seperti yang Abi lihat, Umma sedang memasak sama Fizah, " ucap Reva dengan senyum teduhnya.
"Nanti Umma kecapek'an bagaimana? Kan sudah ada Mbok Tuti dan Fizah, Umma seharusnya istirahat dulu hari ini jangan terlalu banyak aktivitas!! " Zidan mengomeli Reva yang masih sibuk dengan masakannya.
"Sudah Abi tunggu di meja makan aja, Umma sudah sehat kok lagi pula yang masak Fizah. Umma cuma bantu sedikit.."
"Tapi..."
"Tidak ada bantahan, untuk sekali ini biar Umma bantuin Fizah menyiapkan sarapan ya.."
"Kenapa kamu membuatnya menjadi sulit jika kamu bisa melakukan ini dengan mudah.. Kamu hanya butuh waktu untuk mengerti betapa besar cintaku pada kalian, Umma..." Zidan berucap lirih.
Mereka sarapan bersama setelah semua hidangan tersaji, suasana dimeja makan sangat berbeda dari sebelumnya. Setelah selesai sarapan, Zidan juga Reva pamit pada Hafizah sesuai dengan janji yang dibuat oleh mereka berdua kemarin.
Zidan akan membawa Reva ke suatu tempat yang Reva tidak tahu, Zidan sengaja tak memberi tahu Reva kemana tujuan mereka kali ini tapi yang pasti Reva dan Zidan akan menghabiskan waktu berdua saja untuk menebus kesalahan Zidan.
"Masya Allah... Indah sekali tempat ini.." Reva berdecak kagum melihat hampararan bunga yang bermekaran.
"Bagaimana? Apa Umma suka di sini? " tanya Zidan yang langsung memeluk tubuh Reva dari belakang.
__ADS_1
"Lebih dari suka, dari mana Abi tahu ada tempat seperti ini di sini? " .
"Ya jelas tahulah, Sayang. Ini kan termasuk proyek yang Abi garap juga."
"Oh gitu ya, lain kali kita ajak Fizah dan anak-anak ke sini ya, Abi. Nanti kita akan piknik bareng di sini, Ghibran pasti suka main di sini.." puskas Reva.
"Iya kapan pun Umma mau nanti kita akan ke sini bareng sama mereka. "
Dan di sinilah mereka, di sebuah taman yang ditumbuhi oleh banyak jenis bunga, ditambah dengan udara yang sangat sejuk dan menyegarkan. Sudah lama rasanya Reva tak merasakan ini.
Mereka berdua duduk disebuah ayunan yang ada disalah satu pohon dekat situ, menikmati pemandangan yang sangat indah dengan harum semerbak bunga menambah kesyahduan dan kesan romantis diantata Mereka berdua.
..."Maka nikmat mana lagi yang kamu dustakan "...
....
....
**Hay readers, maaf ya cuma segitu.. Habisnya aku nggak mau sedih sedih terus, capek soalnya hehe..
Maafkuem kemarin nggak up soalnya kondisi tubuh kurang fit...
Oh iya kalian mau endingnya gimana? Kasih masukan dong siapa tahu cocok gitu denga. pemikiran Author hehehe..
Happy Reading guys...
__ADS_1
Jangan lupa like. komen, and vote juga ya.. Mohon dukungan kian para readers tercintah**..